
Di kelas Antas saat ini gurunya belum masuk, jadilah kelas itu ribut dan sangat berisik.
Narra, Dean dan Saka berkumpul di meja Antas, termasuk Kevin yang duduk di sebelahnya.
“ kita masuk guru apa? ”Tanya Kevin.
“ biasa tuh, Bu Sri, ”jawab Narra.
“ dandanannya itu yang bikin gue gedek, apalagi lipstiknya yang udah kayak penyanyi rok. Ungu lah, merah menyala, jingga, macem-macem deh pokoknya, ”sambung Dean.
“ emang kenapa dengan Bu Sri? ”Tanya Kevin.
Antas memutar tempat duduknya berhadapan dengan Kevin tanda cewek itu akan memulai pergosipan.
“ Bu Sri itu ya asal lo tau aja, orangnya ngeselin banget sumpah! Dia tuh mau di perhatiin mulu tapi giliran muridnya minta di perhatiin malah ngebacot dong haha, ”jelas Antas.
“ selain itu, Antas juga pernah loh masukkin tikus dan kecoa di dalem tas Bu Sri, ”sambung Narra.
“ terus ketahuan? ”Tanya Kevin.
Narra menggeleng. “ sampai sekarang Bu Sri masih belum tau pelakunya siapa, kalo aja tau beuh habis si Antas kena cipratan air hujannya yang membahana. ”
“ kali ini lo mau bikin masalah gimana lagi? ” Tanya Saka pada Antas.
Gadis itu tampak berpikir sebelum senyum sumringahnya terlihat.
“ bawa? ”Tanya Antas pada Narra.
Narra mengacungkan jempolnya dan mengibaskan rambutnya bangga.
“ pokoknya ya Kev, lo gak usah terlalu kalem deh sama tuh guru. Anggep biasa aja, kalo dia ngancem karena masalah yang lo buat bodo amatin aja, dia gak pernah serius, ”kata Antas.
“ iya sama kayak cinta gue ke dia, ”sambung Dean. Narra memukul lengan Dean pelan.
“ Bu Sri itu— ”
“ ya kenapa lagi dengan saya? Masih ada yang kurang? ”Tanya Bu Sri tepat di belakang Antas.
Antas dan Narra sudah merinding dan terdiam secara tiba-tiba. Sementara Dean dan Saka menahan tawanya, mereka sengaja memancing keduanya.
Antas dan Narra menoleh ke belakang secara perlahan.
“ eh hehe ada Bu Sri, apa kabarnya Bu? ”Tanya Antas basa-basi.
“ iya nih Bu, dateng kok diem-dieman gitu sih. Kalo ada masalah cerita sama kita Bu, ”kata Narra cengengesan.
Kedua gadis itu menjerit saat Bu Sri menarik telinga keduanya hingga memerah. Bahkan tidak di lepaskan.
“ aduh duh adohh!! Sakit Bu ”adu Antas.
__ADS_1
“ tau nih Bu bisa-bisa jadi pinokio nih saya, ”sambung Narra.
“ bagus ya kelakuan kalian di belakang saya, gosipin saya dan kamu Antas. Jadi selama ini kamu yang menaruh tikus dan kecoa itu di tas saya, memang benar-benar ya sifat kamu ini! ”Oceh Bu Sri.
Saat telinga keduanya sudah lepas dari jeweran Bu Sri, Antas memberi kode pada Narra agar memberikan sesuatu padanya secara perlahan. Narra pun mengangguk dan mengedipkan satu matanya. Ketika sesuatu itu sudah beralih ke tangan Antas, ia menutup kedua tangannya dan mendekatkannya pada Bu Sri.
“ nah coba Bu Sri pilih deh, di sini cuma ada satu hadiah yang pastinya membuat Bu Sri sangat bahagia, ”jelas Antas.
“ nah bener tuh Bu, pasti klepek-klepek deh, ”sambung Narra.
Bu Sri diam sejenak, antara ragu dan tidak namun ia juga penasaran sama hadiah yang di sebut muridnya itu.
“ udah Bu di buka aja dulu, siapa tau emas ya gak Dean, ”kata Saka.
“ bener tuh, mereka juga gak mungkin aneh-aneh kok, kan Ibu liat sendiri, ”balas Dean.
Satu kelas seketika kompak menyuruh Bu Sri memilih salah satu tangan Antas untuk membuka genggaman itu. Dengan sedikit takut Bu Sri akhirnya memilih tangan kiri Antas yang memang pas terdapat sesuatu di dalamnya.
“ pilihan yang bagus Bu! Selamat anda mendapatkan.... ”Dean dan Saka memukul meja mereka agar suasana semakin menegang.
Antas langsung membuka telapak tangannya yang seketika membuat Bu Sri menjerit ketakutan. Antas dan Narra tertawa sangat puas hingga perut mereka keram.
“ ANTAS!! NARRA!! ”
Dan di sinilah mereka saat ini, berdiri di bawah tiang bendera dengan hormat. Hampir setengah jam berlalu, bahkan peluh sudah membasahi wajah mereka.
“ duh ****** lama amat dah bel pulangnya, ”keluh Narra.
Beberapa murid yang memang sudah keluar dari kelas itu memperhatikan keduanya, ada yang diam dan berbisik pada teman lainnya. Tidak ada yang berani tertawa langsung di depan keduanya atau mengejek keduanya, karena mereka juga tahu apa akibatnya nanti.
“ aduh aduh liat deh guys mereka berulah lagi dong haha, ” itu suara Gita dan kedua temannya. Ketiganya lah yang selalu di sebut sebagai cabe IPS.
Antas masih diam, Narra sudah memainkan telapak tangannya yang gatal. Mungkin sebentar lagi akan membuat seni di wajah gadis itu.
Gita semakin mendekati Anta dengan menutup hidungnya.
“ ehm bau apa nih ewh jijik banget sih, lo mau sekolah apa mau jadi ikan asin? ”Tanya Natta.
Antas memutar bola matanya malas dan melipat tangannya di depan dada.
“ dan lo mau sekolah apa Cosplay jadi badut? Atau biduan? Atau pelac*r? ”Tanya Antas tertawa pelan.
Gita terdiam dengan pipinya yang sudah merah padam.
Antas melihatnya dari bawah hingga atas lalu memainkan rambut Gita hingga tangannya di tepis sang pemilik.
“ baju lo itu gak sekalian aja nih gue bantu naikin rok-nya lagi? ”Tanya Antas.
“ biar gue naikin bajunya, ”sambung Narra.
__ADS_1
Antas dan Narra semakin mendekati Natta yang sudah mundur beberapa langkah, wajahnya tampak panik.
“ m— mau apa kalian, jangan macem-macem ya. Gue aduin Mama gue nih, ”katanya yang seketika membuat Antas dan Narra tertawa lebar.
“ apa? Mama? Gak sekalian aja aduin ke nenek moyang lo? ”Tanya Narra meremehkan.
“ eh neng, kalo masih bawa-bawa orang tua mending belajar di rumah aja ya, kelon terus ketek Mama-nya, dan terus nyusu biar gak kehausan, ”sambung Antas.
Lalu Antas dan Narra saling melihat satu sama lain lalu mengangguk dengan senyum miring mereka. Lantas keduanya melakukan apa yang mereka katakan tadi 'menaikkan baju' dan 'menaikkan rok'
Setelah melakukannya pun Antas berjongkok mencengkeram pipi gadis itu dengan kuat.
“ udah berapa kali lo gue jatuhin tapi gak kapok-kapok ya, semoga aja dengan cara ini lo sadar diri dan gak mengusik kehidupan orang lain. Kalo itu terjadi, hal ini juga bakal terjadi di depan semua murid bahkan guru di sekolah ini, ngerti lo *****? ”Jelas Antas meludah sembarangan lalu pergi.
Narra melanjutkan dengan menjambak rambut gadis itu dengan kuat.
“ dan kalo lo cuma berani di mulut doang mending pikir lagi siapa yang mau lo ajak lawan. Lo sama kita-kita itu gak selevel ngerti? Cabe di pasar abang aja mahal, bisa-bisanya lo obral di sekolah ini kayak pakaian bekas, ”kata Narra.
“ selamat menikmati rasa malu sayang, ”sambung Narra lalu pergi.
Gita melihat sekelilingnya yang sudah lumayan banyak murid keluar dari kelasnya.
“ arrghh kenapa kalian diem aja sih? ”Bentak Gita malu.
...****...
Setelah bel pulang sekolah sudah bebrunyi sejak tadi, teman-teman Antas dan Bumi berkumpul di parkiran dengan menduduki kendaraannya masing-masing.
Mereka semua tertawa mendengar cerita Antas dan Narra yang memberikan Natta pelajaran yang luar biasa.
“ gimana kalo dia beneran manggil Mama-nya? ” Tanya Saka.
“ ya terus gue sama Antas harus nangis sujud di kakinya gitu? ”Tanya Dean.
“ ya biarin, bagus dong sekalian aja bawa satu RT biar tau gimana sikapnya dia di sekolah ini, ”jawab Narra.
“ gue cuma nanya anjir, ”balas Saka.
“ udah gak pa-pa, biar gue liat siapa yang berani marah sama kalian, ”kata Bumi.
“ wah haha terbaik deh lo, ”kata Letta.
“ ck terlalu baik lo Bum, ”saut Cila.
“ nah sekarang kalian mau nggak ngumpul di rumah Naren? ”Tanya Bumi.
“ wah boleh juga tuh, kita 'kan gak pernah ngumpul bareng gitu kecuali di sekolah, ”jawab Letta.
“ setuju, ”kata Dean dan Saka.
__ADS_1
“ oke berarti kita pulang dulu ganti baju, habis itu langsung ke rumah Naren, ”kata Antas.