Bumi & Antas

Bumi & Antas
BUMTAS 49


__ADS_3

” Kevin, ” jawab Saka. ” selama ini dia ke mana? Pikirkan lagi, setiap ada masalah itu anak gak pernah ada di dekat kita. Dan bahkan Kevin jarang ngumpul bareng kita lagi. ”


” jadi, maksud lo Kevin pelaku di balik semua ini? ” Tanya Cila.


” of course, ” jawab Saka. Cowok itu melihat Antas yang diam melihat ke arah lain.


” Antas, ” panggil Dean. ” lo juga berpikir hal yang sama kayak gue kan? Gue tau itu, lo sebenarnya curiga sama Kevin. Gue bener kan? ”


” tapi gak mungkin Kevin, buat apa? Dan tujuannya apa? ” Tanya Antas.


” bukannya jelas alesannya adalah lo sendiri Ntas? ” Jawab Kevin. ” Kevin itu bersaing sama Bumi buat dapetin lo, gak mungkin dia mau nyerah gitu aja dan segampang itu deket sama kita yang udah jahat sama dia. Dan dia juga baru jadi temen kita Antas, bisa jadi semua ini cuma rencana dia doang. ”


Antas terdiam menunduk memainkan jari-jarinya.


” maaf Ntas, tapi kali ini gue di pihak Saka, ” kata Narra.


” gue juga, Kevin kan ngebet banget pengen deketin lo dari awal. Jadi gak mungkin dong dia mau nyerah dan ngelepasin lo gitu aja, ” kata Cila.


” udah, masalah ini cukup sampai sini, ” kata Bumi menghentikan perdebatan itu. Karena ia melihat Antas yang sudah kebingungan dan menjadi beban pikiran.


” kayak biasa, kita para cowok anterin anak cewek. Dan Antas, mulai hari ini lo tidur di rumah gue, tidur di kamar Bunda, ” titah Bumi tak mau di bantah.


...****...


“ diem gaes Bu Ita dateng, ” kata Saka lalu cowok itu dan Antas memulai aksi jahilnya. Antas membersihkan pintu kelasnya yang seakan transparan, begitu juga Saka yang membersihkan jendela agar rencananya terlihat mulus.


” Saka, Antas, kenapa kalian masih di luar? ” Tanya Bu Ita.


” kita lagi lap ini Bu banyak debu banget, ” jawab Antas.


” apa pintu kacanya telah di ganti? Bukannya kemarin saya lihat masih pintu kayu biasa? ”


” baru aja di ganti kemarin Bu, ” jawab Saka.


” silakan masuk Bu, kita berdua mau ke gudang dulu taruh ini semua, ” kata Antas tersenyum ramah. Bu Ita mengangguk lalu bergerak seakan membuka pintu kelasnya, dan sekarang guru yang di kenal 11-12 dengan guru BK itu tersungkur.


Satu kelasnya tertawa termasuk Dean yang sudah terduduk, cowok itulah yang paling keras tertawa.


” SAKA! ANTAS! KURANG AJAR KALIAN YA! JANGAN LARI, KE SINI! ” Teriak Bu Ita lalu mengejar keduanya yang sudah berlarian. Namun sayang, Antas menabrak tiang hingga dirinya terjatuh dengan mengaduh kesakitan. Tak ingin tertangkap sendirian, Antas menahan celana Saka yang hampir melorot. Lalu telinga keduanya sah di jewer oleh Bu Ita.


“ kalian benar-benar keterlaluan, kali ini saya akan kasih hukuman yang sangat berat! Berdiri dan ikut saya, ” titah Bu Ita.


Di sinilah keduanya berada sekarang, berdiri di bawah tiang bendera dengan menaiki meja dan mengangkat satu kursi ke atas kepala mereka. Dan hal itu mereka lakukan hingga jam istirahat selesai.


” parah sumpah baru bentar udah pegel anjir, ” kata Antas.

__ADS_1


” lo sih pake nubruk tembok segala, dari pada lo cium itu tembok, mending lo cium Bumi! Bermanfaat sedikit, ” balas Saka.


Antas berdecak sebal dan menendang pelan kaki Saka. ” awas ya lo! ”


...****...


Bumi, Naren dan teman lainnya berkacak pinggang di depan Saka dan juga Antas yang masih setia mengangkat kursinya. Bumi, Cila dan Narra menggelengkan kepala, Letta seperti biasa terlalu sibuk meminum susu kotak dan juga permen lolliponya, sementara Dean dan Kevin tidak berhenti tertawa hingga memukul satu sama lain.


” memang gak sah ya kalo lo berdua gak bikin masalah, ” kata Cila tertawa pelan.


” heleh apa bedanya sama lo? ” Kata Letta yang akhirnya gelagapan karena di tatap sinis Cila.


” tau Bu Ita galak kenapa masih di kerjain? Masih aja bikin masalah di kelas, ribet sendiri kan? ” Kata Bumi.


” ck bantuin kek! ” Ujar Saka.


” tau nih pegel tau! ” Sambung Antas.


Tak lama kemudia Bu Ita kembali mendekati mereka dengan menyudahi hukuman keduanya, tentu saja dengan ancaman yang ketika di lakukan lagi hukumannya akan lebih parah. Setelahnya mereka semua menuju kantin utama.


” ahh seger banget asli, ” kata Antas menyeruput pop ice.


” lagian sih iseng mulu. Gak capek apa jadi ikan asin mulu? ” Tanya Narra.


” gue ke toilet bentar, ” kata Cila lalu pergi. Selanjutnya mereka mengobrol seperti biasanya seraya menyantap makan siang mereka. Pastinya ketiga makhluk aneh tersebut Saka, Dean dan Kevin selalu bertengkar mengenai apa pun.


” untuk beberapa hari ke depan kita semua bakal freeclass karena guru-guru pada rapat, ” kata Kevin.


” rapat? Emang ada apa? Perasaan gue rapat mulu dari kemarin, ” tanya Antas.


” sebentar lagi sekolah kita adain PENSI makanya guru-guru pada sibuk, ” jawab Kevin.


” terus kenapa lo gak sibuk? Bukannya yang lebih sibuk itu ketua OSIS sama wakilnya? ” Tanya Narra.


” masih bebas dong kita, dari awal gue sama Naren udah nulis perencanaannya dan sekarang yang kerja cuma anggota doang. Kecuali memang ada hal yang penting banget baru dah kita berdua turun tangan, ” jelas Kevin.


” widih gampang amat kerjaan lo berdua, status doang bagus tapi tetep nyantai, ” kata Saka.


” yang di namakan OSIS gak selalu jadi babu kecuali anggota bhaha, ” balas Dean.


” gue ke toilet bentar, ” kata Kevin.


” btw Cila ke mana sih? Hampir setengah jam masih belum balik padahal ke toilet doang, ” kata Antas.


” benerin riasan kali, ” kata Bumi.

__ADS_1


” Cila? Impossible. ”


Tak lama kemudian Antas mendapat telepon dari Angga sang ketua kelas yang memberitahu jika Cila sedang di rooftop sekolah dan ingin terjun ke bawah.


kedelapannya bergegas menuju rooftop yang di bilang Angga tadi. Dan benar, terdapat Cila yang berdiri di atas tembok siap terjun ke bawah.


” LO GILA CIL? ” Teriak Narra.


” LO NGAPAIN? TURUN WOI BOSEN HIDUP LO? ” Sambung Saka.


” bukan kemauan Cila, tapi ada orang lain di belakang Cila, ” kata Antas lalu detik berikutnya gadis itu sudah hilang.


Bumi dan Naren celingukan melihat Antas yang tidak ada, dan terlihat gadis itu berlari menuju tangga.


Setengah jam yang lalu.


Keluarnya Cila dari toilet membuat gadis itu berhenti di depan pintu toilet.


” kenapa? ” Tanya Cila saat melihat murid laki-laki mendekatinya seakan ingin mengatakan sesuatu.


” Antas minta lo ke rooftop sekarang. ”


” Antas? Mau ngapain? ”


” gak tau, gue cuma nyampein pesan. Kalo gitu gue ke kelas dulu. ”


Tanpa merasa curiga Cila pun berlarian kecil menaiki tangga. Sampainya di sana gadis itu terdiam kaku saat punggungnya di todong sebuah pistol, dia bisa merasakan hawa hangat dari lubang pistol tersebut. Gadis itu perlahan mengangkat tangannya.


” maju sampai pembatas itu, ” perintah seseorang itu. Cila pun mengikuti perintahnya.


” lo siapa? Di mana Antas? Mau lo apa? ” Tanya Cila.


" ternyata lo gak sepintar yang gue kira, sama aja bodoh kayak temen lo yang lain. ”


” maksud lo apa?! ” Tanya Cila sambil berbaril badan dan meringkus tangan orang tersebut. Namun selanjutnya ia kembali di todong pistol karena orang tersebut menyerang balik.


” gak usah banyak tanya dan cepat naik ke atas itu. ”


” lo gila?! Gue bisa jatoh! ”


” memang rencana gue itu. Udah cepetan naik atau isi kepala lo terburai. ”


Cila menutup matanya sejenak.


Please, siapa pun itu tolong gue. Antas, cepat ke sini.

__ADS_1


__ADS_2