
Antas sudah bersiap menggunakan pakaian seperti biasanya, ia tinggal menunggu Kevin menjemputnya.
Tak lama Kemudia cowok yang dari tadi ia tunggu akhirnya tiba. Keduanya sudah siap menuju restoran yang sudah Kevin pesan. Di sekitar Apartemen Antas terdapat Bumi yang melihat keduanya dari kejauhan.
“ gue percaya sama lo Asta. ”
Sampainya di restoran tersebut keduanya masuk yang sudah di suguhi makanan di atas meja. Terlihat sekitarannya sepi.
“ kok restorannya sepi ya? Padahal bagus banget aesthetic juga, ” tanya Antas.
“ mungkin belum pada dateng, ” jawab Kevin. Padahal ia sudah memesan restoran itu khusus untuk dirinya dan Antas.
“ ini makanannya udah lo pesen duluan? ” Tanya Antas.
“ iya, makan aja enak kok, ” jawab Kevin.
Selanjutnya mereka mengobrol seperti biasa dan bercanda riang. Kevin sangat senang melihat tawa Antas karena dirinya, hingga di rasa waktunya tepat barulah cowok itu melanjutkan rencananya.
“ Antas, ” ucap Kevin memegang kedua tangan Antas. Gadis itu masih diam.
“ apa di hati lo memang cuma ada Bumi? ” Tanya Kevin.
“ kenapa? ” Tanya balik Antas.
“ kalo memang benar apa gak ada ruang lagi buat gue meskipun sedikit? ”
“ maksud lo? Gue gak ngerti. ”
“ gue suka sama lo, dari awal. Gue sengaja pindah ke sekolah itu karena tau lo sekolah di sana. ”
Antas terdiam seribu bahasa, ia masih melihat mata Kevin. Sekarang Antas yakin bahwa cowok itu serius dan sangat mencintainya.
“ dari sisi mana? ” Tanya Antas.
“ semuanya. ”
Antas mengangguk pelan dan menghela nafasnya. Gadis itu Kemudia tersenyum dan memegang tangan Kevin.
“ gue yakin lo pasti udah tau jawabannya kan? ” Tanya Antas. “ gue percaya, gue hargain banget perasaan lo sama gue Kev. Tapi gue juga minta maaf, gue gak bisa balas perasaan lo. ”
Sekali lagi Antas tersenyum manis dengan nada omongannya yang sangat lembut.
“ kalau kebanyakan cewek lain bakal ngelupain hal ini, nggak sama gue Kev. Tenang aja, gue gak bakal ngejauhin lo atau benci sama lo, lo tetep temen gue selamanya bakal tetap kayak gitu. Dan gue bakal terus mengingat hal ini, karena gue juga bersyukur masih ada cowok selain Bumi yang mencintai gue dari segala sisi baik dan kurangnya gue, bukan karena paras, kekuasaan, dan *****. ”
Kevin ikut tersenyum dan mengangguk kecil. “ gue tau jawabannya, gue cuma mau ngungkapin biar hati gue tenang. Maaf kalo bikin lo resah. ”
__ADS_1
Antas menggeleng pelan. “ justru gue bangga sama keberanian lo, ini yang namanya cowok. Dia udah tau hasilnya tapi tetap jujur itu baik kok, dari pada di pendam ya kan. ”
“ ini salah satu hal yang gue suka dari lo Ntas, ” kata Kevin tertawa pelan begitu juga dengan Antas.
“ oh iya Kev, besok kan Minggu tuh nah gue sama temen-temen gue mau main ke pantai. Lo mau ikutan? Mereka gak marah lagi kok! Besok mulai dari pagi sampai sore kita habisin waktu sama-sama, ” ajak Antas.
“ besok ya? Tapi gue gak bisa. ”
“ kenapa? ” Tanya Antas.
Terlihat Kevin seperti membuka kerah bajunya pelan ingin mengeluarkan sesuatu. Antas diam dengan bingung apa yang akan di lakukan Kevin.
Lalu kedua mata Antas membesar terkejut. Yang Kevin keluarkan adalah kalung salib.
“ gue harus ke gereja, ” jawab Kevin.
“ lo... Nonis? ” Tanya Antas masih tak percaya.
Kevin mengangguk lalu tertawa renyah. “ seharusnya dari sisi ini gue tau kita bukan jodoh dan gak akan pernah bersatu, tapi gue ngeyel sih haha. ”
Antas terdiam menatap Kevin dengan pandangan sendu.
“ ternyata kita beda ya Kev, Tuhan punya banyak cara buat nunjukkin sesuatu. Tapi gue yakin deh Kev, cepat atau lambat lo pasti bakal temuin seseorang yang bakal gantiin gue di hati lo, pasti! ”
“ gue gak berharap lebih kok, ” kata Kevin.
...****...
Malam Minggu itu Bumi dan Antas baru saja pulang dari rumah sakit. Sekarang keduanya sudah di depan pintu rumah Bumi.
“ eh ada siapa nih, sombong ya sekarang gak pernah main ke sini lagi, ” kata Bunda Bumi mencubit gemas pipi Antas.
“ biasa Tan, urusan gitu loh, ” jawab Antas membuat semuanya tertawa.
Antas mendengus mencium aroma yang sangat harum. Ia bertingkah seperti Roy Kiyoshi yang mencium sesuatu.
“ hm sepertinya saya mencium bau-bau selesai masak dan makanan yang sangat enak, ” ujar Antas.
Bunda Bumi kembali mencubit pipi Antas tertawa lebar. “ tau aja kamu ya, iya dong Tante masakin banyak banget dan itu khusus buat makhluk manis satu ini. Karena Tante tau kamu mau datang ke sini. ”
Selanjutnya ketiganya masuk dan menuju meja makan. Di sana sudah terdapat Ayah Bumi yang menuangkan minuman ke dalam gelas. Begitu melihat Antas, Ayah Bumi langsung berhamburan memeluk gadis itu lalu mencium keningnya.
“ dateng juga akhirnya, ke mana aja hm? Gak rindu sama Tante dan Om, ” goda Ayah Bumi.
Antas terkekeh pelan. “ rindu dong, kecuali kentutnya Om. Kalo itu Asta gak rindu bhaha. ”
__ADS_1
Ayah Bumi membesarkan matanya lalu mencubit wajah gadis itu. “ dasar kamu ya. Ya sudah ayo makan, cobain ini Om yang bikin loh. ”
“ oh ya? Hm pantes aja warnanya gosong, ” balas Antas.
“ iya deh terus aja ledekin Om, ” kata Ayah Bumi.
Antas tertawa. “ bhaha bercanda Om, ini pasti enak kok! Asta coba nih. ”
Selanjutnya mereka mengobrol riang seperti biasa dan bercanda tawa. Setelah selesai makan pun Bumi dan Antas beralih duduk di sofa dengan menonton TV. Saking gabutnya, Bumi menguncir kedua rambut Antas seperti telinga kuda. Sangat menggemaskan.
“ kalian sudah ke rumah sakit? Mau barengan? ” Tanya Bunda Bumi.
“ kita baru aja pulang dari sana Bun, ” jawab Bumi.
“ hm yasudah kalau begitu kalian di sini aja ya jangan keluyuran lagi, Asta Tante sama Om pergi sebentar ya melihat Mama kamu. Sekitar jam 9 kita pulang, ” jelas Bunda.
“ iya Tante. Eh tapi tunggu dulu deh, kayaknya malam ini tuh enak banget kalo makan martabak rasa cokelat, kacang, keju dan jagung. Tapi siapa ya yang mau beliin, ” kata Antas melirik Ayah dan Bunda.
Bumi tertawa begitu juga dengan orang tua-nya.
“ bilang aja minta di beliin malah pake kode-kode segala, ” kata Ayah.
“ bhaha beliin ya Yah, Bun, ” kata Antas. Seketika Bumi dan kedua orang tua-nya terkejut dengan detak jantung yang bersamaan berdetak kencang.
Ayah dan Bunda Bumi langsung mendekati Antas. Bunda Bumi langsung memeluk Antas dengan air mata yang berlinang.
“ kamu panggil apa tadi? ” Tanya Bunda yang masih memeluk Antas.
“ Ayah dan Bunda, boleh kan? ”
Bunda Bumi tersenyum lebar lalu mencium setiap sudut pipi Antas. Ayah dan Bunda terlihat sangat senang mendengarnya.
“ boleh banget sayang, tetap panggil kayak gitu ya. Ayah sama Bunda seneng banget, ” kata Bunda.
Ayah Bumi menangkup wajah Antas, ia melihat mata gadis itu dengan lekat.
Sangat mirip dengan Papa kamu Antas.
“ Ayah bakal beliin makanan yang banyak banget buat kamu, di tunggu ya. ”
Ketika kedua orang tua Bumi sudah pergi, Bumi menghela nafasnya setelah dari tadi ia terus tersenyum.
“ heran dah gue, anak kandung Ayah sama Bunda itu gue apa lo dah? Tiap permintaan lo selalu dan langsung di turuti, ” kata Bumi.
Antas tertawa lebar lalu memainkan rambut Bumi.
__ADS_1
“ iri bilang Bos! ”
Bumi ikut tertawa dan mulai mengelitik perut Antas.