Bumi & Antas

Bumi & Antas
BUMTAS 20


__ADS_3

“ mau ke mana nih? ”Tanya Cila saat keduanya sudah berada di kantin utama.


“ ehm gimana kalo kita ke kelasnya Bumi? Devan masuk di kelas itu kan? ”


Cila mengangguk. “ kan mereka belajar. ”


Antas menarik tangan Cila dan membawanya ke kelas Bumi. Antas yang berada paling depan mengendap-endap seperti maling. Cewek itu mengintip lewat jendela dan memasang wajah lega.


“ mereka freeclass, ”ujar Antas.


“ wah bagus-bagus! ”


Keduanya langsung masuk tanpa permisi terlebih dahulu. Antas langsung mengusir Andra yang duduk di sebelah Devan, sementara Cila duduk di samping Letta. Cila, cewek itu terdiam sejenak dengan Letta yang melihat Cila dengan kebingungan.


1


2


3


“ lah gue kan di kelas ini!! ”Pekik Cila yang langsung di tawai satu kelas termasuk Antas, cewek itu sudah memegang perutnya yang sakit. Temannya yang satu itu sangat lemot.


“ lo?! ”Sentak Cila pada Antas.


“ makanya fokus! ”Balas Antas.


“ kenapa di sini hm? ”Tanya Bumi yang ikut duduk di depan Antas.


“ kelas gue gak ada gurunya, jadi ya gue main ke sini. ”


“ oh freeclass juga. ”


Antas mengangguk, lalu mengobrol dengan Devan. Sementara Bumi, cowok itu membaca pesan yang baru saja masuk di handphone-nya.


“ dasar, ”gumam Bumi.


Baru saja beberapa menit Antas berada di kelas itu, guru Fisika yang bernama Bu Ita itu pun memasuki kelas dengan membawa beberapa buku di tangannya. Semua murid berhamburan balik ke tempat duduknya masing-masing, sementara Antas melirik Cila lalu keduanya mengangguk bersama.


Bu Ita memulai pembukaan lalu menjelaskan sedikit bahwa adanya murid baru di kelasnya itu. Antas masih santai tanpa beban yang hanya duduk manis ikut mendengarkan guru itu.


Ketika Bu Ita Melihat Devan dan ingin menyuruhnya memperkenalkan diri, Bu Ita terdiam sejenak menyipitkan matanya melihat Antas.


“ eh? Kamu bukan murid kelas ini kan? Kayaknya Ibu pernah liat kamu, ”kata Bu Ita mengingat-ingat wajah Antas.


“ saya? Saya siapa yak? ”Cengo Antas bercanda.


“ heh kamu Antas kan? Murid dari kelas IPA 2? Kenapa kamu bisa di sini? ”Tanya Bu Ita.

__ADS_1


“ Ibu salah orang, saya murid baru sama kayak Devan. Ya nggak Dev? ”Balas Antas merangkul Devan. Devan mengangguk pelan tapi menggeleng di akhir.


“ kamu kira saya tidak tau? Kamu itu selalu membuat masalah di sekolah ini, semua guru sudah nyerah sama sifat kamu. Dan sekarang kamu malah lari ke sini, balik ke kelas kamu sekarang. ”


Baru saja Bu Ita ingin melanjutkan omongannya, Bu Sri datang dengan membawa penggaris berukuran sedang itu.


“ permisi Bu, ”kata Bu Sri. Lalu melihat Antas dan mendekatinya lalu menjewer telinga gadis itu.


“ aduh duh duh adohh, ”adu Antas meringis.


“ di sini kamu ternyata, bilangnya mau ke toilet tau-tau malah sesat di sini, ”omel Bu Sri.


“ saya juga bingung awalnya karena baru melihat Antas, setelah saya ingat-ingat baru sadar anak didik Bu Sri, ”kata Bu Ita.


“ yaelah Bu saya sesat ini makanya bantu cari jalan dong, ”kata Antas.


“ jalan ilahi, ”balas Bu Sri.


Antas memanggil Cila agar mendekatinya lewat ekspresi. Cewek itu pun mendekati Antas dan saling berpegangan tangan.


“ Dev lo harus seneng-seneng kayak gue gini, biar pas lulus ada sesuatu yang bisa di ceritakan ke anak-anak kita nanti, ”bisik Antas pada Devan. Bumi dan Naren hanya diam melihat drama yang mereka perbuat.


“ siap Cil? ”Bisik Antas. Cila mengangguk mantap.


“ bisik apa kalian berdua? Apalagi rencana kalian? ”Tanya Bu Ita.


“ lalu? ”Tanya Bu Sri.


“ untuk membuktikannya, Bu Sri sama Bu Ita boleh deh hitung satu sampe tiga, abis itu teriak Dor! Nah Ibu liat deh kalo kita berdua itu jujur, ”jelas Cila.


Entah sadar atau tidak, Bu Sri dan Bu Ita menghitung satu sampai tiga lalu berteriak kecil Dor. Antas dan Cila sudah berlarian keluar kelas menghindari dua guru itu.


Satu kelas pun tertawa keras. “ Bu astaghfirullah, Ibu di kibulin sama mereka berdua itu, ”kata Jefran.


“ mampus dah, ”gumam Devan.


Bu Sri dan Bu Ita sudah mengomel dan marah-marah karena berhasil di kibulin oleh kedua anak muridnya.


“ Bumi, Naren kenapa kalian diam saja? Kejar dan cari dua anak itu sampai dapat, bawa ke saya biar saya kasih pelajaran buat anak itu, ”jelas Bu Ita.


“ sehari tanpa masalah seperti tidak bisa, ”sambung Bu Sri.


...****...


“ hah oke selamat, ”ujar Antas.


“ tapi seru juga sih haha berasa kayak balik ke masa kecil yang main polisi sama maling itu, ”kata Cila tertawa.

__ADS_1


Antas melirik CCTV yang terpampang di sudut lorong sekolah itu. Ia terdiam sejenak seraya memandangi CCTV tersebut.


“ heh kenapa bengong? ”Tanya Cila.


Senyum Antas mengembang membuat Cila menaikkan sebelah alisnya. “ gue punya ide! Mari kita membuat pertunjukkan. ”


Antas mengambil satu kursi dan di letakkan di hadapannya yang tepat menghadap CCTV. Lalu cewek itu mengeluarkan handphone-nya dan membuka aplikasi joget yang sedang marak di kalangan sosial media.


“ nah joget ini nih yang lagi Viral, namanya perjambangan, ”kata Antas menunjukkan videonya.


“ perjambanan podoh! ”Ralat Cila.


“ nah gitu deh pokoknya, yok mulai. ”


Keduanya menyetel lagu tersebut dan mulai berjoget ria dengan serius, beberapa kali mengulang yang akhirnya bisa mendapatkan hasil yang sempurna.


“ itu pantat lo haha jadi besar gitu Cil, ”kata Antas.


“ dih anjir kok bisa gitu sih? Tapi gak pa-pa lah haha biar orang-orang tau gue itu gak tepos srepewww, ”balas Cila.


“ post ig aja oke? ”Ujar Cila yang di angguki mantap oleh Antas.


“ selesai! Sekarang gue mau bikin pertunjukan yang akan membuat para guru dan staf terhibur, ”kata Antas menaiki kursi kayu itu dan mendekatkan wajahnya ke CCTV.


Cila tertawa lebar memegangi perutnya yang mulai keram. “ woi haha itu bhahaks muka lo jelek banget anjir! Gimana kalo Bumi tau haha itu pasti di liat sama guru-guru. ”


“ itulah gunanya seorang badut, ”balas Antas. Cewek itu menampilkan beberapa ekspresi anehnya yang sangat dengan CCTV. Lalu cewek itu berjoget menghadap CCTV dengan memainkan alisnya. Tak mau hanya melihat saja, Cila mengikuti kegilaan cewek itu.


...****...


“ sudah berapa kali saya bilang coba Antas di coba!! Sehari gak bikin masalah apa membuat kamu resah?! Kamu juga Cila, makin saya biarkan semakin menjadi kamu. Sudahlah Antas yang menjadi biang keroknya sekolah ini, dan kamu mau menjadi pengikutnya? ”Oceh Pak Sadam di ruang BK.


Pak Sadam kembali menghela nafasnya dan melihat kedua muridnya itu dengan lelah. “ saya dan guru lainnya tidak tahu lagi dengan cara apa dan harus pakai cara apa supaya kalian jera dan kapok. Tapi melihat tingkah kalian berdua sepertinya tidak akan pernah berhenti. ”


Antas ikut menghela nafasnya. “ Pak, gak capek apa Bapak dari tadi ngomel mulu? Kasian nih muka saya kena hujanan Bapak terus. ”


Wajah Pak Sadam menjadi merah padam dengan gertakan gigi kesal. “ kamu! Masih berani melawan kamu sama keadaan begini? Hah saya memang capek, sangat capek! ”


“ ya itu kan tugas Bapak, kalo aja gak ada kita berdua di sekolah ini Bapak makan gaji buta dong, iya kan Pak? Bener kan saya? ”Tanya Cila memainkan alisnya menggoda Pak Sadam.


“ aduh gustii ampuni hambamu yang memiliki murid seperti mereka, ”keluh Pak Sadam. “ kalian berdua lari keliling lapangan sebanyak 15 kali tanpa berhenti! ”


“ nah gitu dong Pak langsung ke intinya, kalo gini dari tadi kan Bapak gak akan capek, ”kata Cila tertawa pelan.


“ iya nih si bapak marah-marah mulu. Gak guna tau Pak, karena saya berjanji akan selalu bertemu Bapak dan selalu membuat Bapak terus mengomel, jadi simpan saja omelan Bapak selanjutnya dan langsung berikan kita sebuah hukuman, ”jelas Antas.


“ LARI SEKARANG!! ”Teriak Pak Sadam sudah emosi. Kedua gadis itu langsung berhamburan menuju lapangan utama sekolah itu yang berukuran luas dan besar.

__ADS_1


__ADS_2