Bumi & Antas

Bumi & Antas
BUMTAS 24


__ADS_3

Dokter menjelaskan bahwa keadaan Mama Antas masih kritis, selain itu detak jantung Mama-nya juga sangat lemah. Sudah berbulan-bulan juga di rawat dengan obat yang terus masuk ke dalam tubuh Mama-nya.


“ jadi Dok, apa semuanya bakal baik-baik aja? ”Tanya Bumi.


“ InshaAllah semua akan baik-baik saja jika pasien berusaha bertahan. Jika saja pasien masih belum sadar dalam minggu atau bulan ini, maka akan terjadi dua hal. Koma dalam waktu yang sangat lama atau tidak bisa terselamatkan, ”jawab Dokter tersebut dengan jelas. Antas semakin memeluk Bumi dengan erat.


Naren yang melihat darah di sekitar kepala dan lengan Antas pun menarik cewek itu dengan lembut dan memegang kedua pundaknya. “ gue tau ini berat buat lo. Tapi, lo juga harus perhatiin keadaan lo sendiri, pasti sakit kan? Sekarang bersihin dulu darahnya dan harus di obatin. ”


“ tapi Mama— ”


“ nurut Asta, habis itu kita ke musola. Kita sholat sama-sama dan berdoa yang terbaik buat Mama lo, oke? ”Kata Bumi. Antas melihat pintu UGD yang masih tertutup itu, ada benarnya apa yang di katakan Bumi dan juga Naren. Ia pun mengangguk setuju dan membersihkan lukanya yang di antar oleh Bumi.


Beberapa menit kemudian, teman lainnya pun menyusul dengan wajah yang juga ikut panik.


“ semua baik-baik aja? ”Tanya Dean.


“ masih kritis, ”jawab Devan.


“ Antas sama Bumi mana? Naren juga gak keliatan, ”Tanya Cila.


“ mereka lagi nemenin Antas yang bersihin lukanya, ”jawab Devan lagi lalu menceritakan Antas yang terjatuh dari motornya.


“ duh kasian banget Antas, pasti berat banget deh buat dia, ”kata Letta yang di angguki Narra.


“ kita semua ambil wudhu duluan aja, sholat sama-sama dan berdoa yang terbaik buat Mama Antas, ”jelas Devan.


“ gue setuju, ”balas Dean.


Semuanya menuju musola kecuali Narra. Cewek itu duduk di kursi yang tersedia sambil melihat sekitarannya. Ia menghela nafasnya lalu menutup matanya. “ Tuhan, tolong berikan yang terbaik buat Mama Antas, pulihkanlah Mama Antas sepenuhnya dan secepatnya. Aaminn. ”


...****...


Selesai melaksanakan sholat ashar yang di pimpin oleh Bumi kini semuanya fokus mendoakan Mama Antas. Selesainya berdoa, Letta langsung memeluk Antas dan menenangkan cewek itu. Cila juga menggenggam tangan Antas dan mengelusnya dengan halus.


“ sabar ya Antas, semuanya bakal baik-baik aja, ”kata Letta.


“ dengan doa dari kita semua yang tulus gue juga yakin Mama lo bakal sembuh secepatnya, ”sambung Cila.


Setelahnya semua keluar dari musola, Bumi menangkup wajah Antas dan menatap cewek itu dengan lembut. “ udah tenang? ”


Antas mengangguk. “ setelah sholat gue bisa ngerasa tenang. Makasih ya buat kalian semua yang selalu ada buat gue dan selalu dukung gue. ”


“ itulah gunanya temen, ”ujar Dean.


“ Antas paswordnya apa? ”Tanya Dean.


“ badan gue mah kebal, beton aja gak bakal mempan, ”serentak teman-temannya. Antas tertawa pelan yang membuat Bumi ikut tersenyum lalu mengacak pelan rambut Antas. Dan tawa Antas juga berhasil membuat Naren kembali tersenyum tipis.

__ADS_1


...****...


“ gak pulang dulu Sta? ”Tanya Bumi memainkan rambut Antas.


“ kalian aja deh gue masih mau jaga Mama. Oh iya, izinin gue buat beberapa hari ya, gue belum bisa ninggalin Mama sebelum dokter bilang Mama udah baik-baik aja, ”jelas Antas.


“ soal itu aman deh, kita juga bakal sering ke sini kok, ”kata Narra yang di angguki Cila dan Letta.


“ yaudah kalo gitu gue sama yang lain pulang dulu, nanti malem gue ke sini lagi bawa pakaian lo, ”kata Bumi.


“ hati-hati, ”ujar Antas.


Setelah semua temannya pergi Antas kembali masuk ke dalam ruangan dan duduk di samping Mama-nya. Ia melihat mata yang sudah lama tertutup itu.


“ cepet bangun ya Ma? Jangan tinggalin Asta lebih lama lagi, Asta janji setelah Mama bangun dan sembuh sepenuhnya Asta bakal keluar dari geng motor itu, Asta janji. ”


...****...


“ oi Antas mana? Gak masuk lagi? ”Tanya Angga pada Narra.


“ dia izin, lagi nemenin Mama-nya sakit, ”jawab Narra.


“ oalah pantes kelas sepi. ”


Narra mendongak ke atas melihat seseorang yang baru saja memberikannya susu kotak rasa cokelat.


“ minum tuh di jamin enak, gue sekalian beli di kantin tadi, ”kata Dean.


“ seriusan buat gue? ”Tanya Narra memastikan.


“ buat arwah lo juga bisa, ”jawab Dean. Narra tertawa pelan lalu meminum susu-nya. Dean ikut duduk di samping Narra membuat cewek itu bingung.


“ kenapa duduk di sini? ”Tanya Narra.


“ diri-diri gue, terserah gue lah mau duduk di mana, ”jawab Dean nyolot.


“ yee dasar. ”


“ Bu Aisyah datang, ”pekik Saka.


...****...


“ buset banyak amat lo makan, ”kata Dean melihat tiga mangkuk bakso di depan Narra.


“ laper, ”balas Narra. “ btw Cila sama Naren ke mana? Tumben tuh anak gak keliatan? ”


“ mereka masih di lapangan, kan baru selesai olahraga, ”jawab Devan.

__ADS_1


“ oalah iya ya, kan kalian belum ganti baju, ”ujar Narra.


Cila masih memantulkan bola basket di tengah lapangan. Padahal sudah waktunya istirahat dan makan siang namun gadis itu masih berada di lapangan. Naren, cowok itu baru selesai berlarian mengelilingi lapangan. Bukan karena hukuman, hanya saja ingin mengeluarkan keringat lebih banyak.


Naren memperhatikan Cila dari kejauhan, cowok itu mengelap keringatnya lalu berlari ke kantin.


“ oi baru selesai? Sini, ”tutur Saka.


Tanpa menjawab Naren pergi lagi dengan membawa dua botol air mineral. Ia berjalan pelan mendekati Cila yang sudah duduk di kursi dengan tertunduk.


Merasakan ada benda yang menempel di wajahnya membuat Cila mendongak.


“ habis olahraga jangan bongkok, nafas lo bisa pendek, ”kata Naren lalu duduk di samping Cila dengan kakinya yang di selonjorkan.


Cila masih terdiam memegang air itu lalu tersadar. “ makasih. ”


“ luruskan kakinya, ”ujar Naren yang langsung di lakukan Cila.


“ lo gak makan? ”Tanya Cila.


“ gak laper, ”jawab Naren.


...****...


Di sisi lain terdapat Narra yang berjalan sendirian menuju kelasnya. Setelah makan siang tadi semuanya berpencar ke tempat tujuannya masing-masing. Jadilah Narra sendirian. Cewek itu berhenti melangkah saat melihat sepasang kekasih yang sepertinya sedang bertengkar di lorong sekolah dengan cewek itu yang menyandar di dinding dan terus memarahi cowok itu.


Narra berjalan pelan mendekati lalu memegang lengan cowok itu dengan pelan. “ Dean? ”


Dean menoleh dengan sedikit terkejut. “ Nar kenapa di sini? ”Tanya-nya lembut. Narra menggeleng lalu melirik cewek yang sudah menatapnya sinis. “ ada apa? ”Tanya Narra.


“ dia siapa? Pacar kamu lagi hah? Emang gak cukup dua?! Ternyata bukan di luar aja ya kamu brengseknya, di dalam sekolah juga ada pacar kamu yang lainnya, ”kata cewek yang sudah jelas adalah pacar Dean.


Narra masih diam dan melihat cewek itu. “ ternyata selera kamu rendah ya Dean, ”kata cewek itu yang membuat Narra melotot dengan dada yang bergemuruh.


Baru saja Narra ingin membuka suara, bahunya tertarik mendekat ke lengan Dean. Cowok itu tersenyum tipis pada Narra. “ iya dia pacar gue, dan lo tau kan harus apa? Putus. ”


Narra kembali membesarkan matanya dan ingin menyangkal perkataan Dean. Namun cowok itu mencubit pelan pinggang Narra dan mengedipkan satu matanya.


“ oh jadi demi cewek kayak dia kamu tega mutusin aku? Kita udah hampir satu bulan Dean! Buka mata kamu lebar-lebar masa' pilihan kamu kayak bunglon gini, ”kata cewek itu. Bunglon karena rambut Narra yang berwarna, namun di mana salahnya? Toh warna itu juga cocok pada Narra.


“ heh apa lo bilang tadi? Berani banget lo ngatain gue, tau apa lo tentang gue hah? Tau gak lo siapa gue?! ”Sentak Narra membuat cewek itu sedikit gugup.


“ diem kan lo?! Nyali kecil gak usah sok keras lo, anak baru lo hah berani-beraninya ngomong kayak gitu ke gue? Kalo lo cuma bisa kasar di mulut doang mending balik sana ke ketek mak lo gak guna lo sekolah di sini, ”sambung Narra. Dean tersenyum melihat Narra, cewek itu benar-benar mirip dengannya.


“ Dean kok kamu diem sih? Aku di giniin masa' kamu gak bela aku? ”Cicitnya. Baru Dean ingin menjawab Narra sudah menolongnya duluan.


“ iki diginiin misi' kimi di'im iji, ”ejek Narra jijik, lalu Narra mencengkeram kerah baju cewek itu. “ sebelum lo angkat suara ngomong sembarangan, atau sebelum lo berani angkat suara pastiin dulu orang yang mau lo ajak debat ngerti lo? Kali ini gue maafin lo karena ya mungkin aja lo cupu yang gak pernah keluar kelas makanya gak tau gue. Dan satu lagi, gue Narra, pacar satu-satunya Dean ngerti lo? Kalo gue liat lo berani deketin pacar gue lagi, lo bakal tau akibatnya. Gak percaya? Di coba sayang, ”jelas Narra yang di akhir katanya ia membelai wajah cewek itu lalu menarik tangan Dean pergi.

__ADS_1


__ADS_2