
Minggu di pagi hari.
Selesai mandi Antas duduk di depan meja riasnya dengan masih menggunakan kimono. Sebelum memakai baju yang Bumi berikan kemarin, Antas menggunakan Skincare-nya terlebih dahulu.
Entah kenapa jantung Antas sejak tadi terus berdetak kencang. Wajah gadis itu juga sering bersemu.
“ gue harus tampil cantik di depan Bumi. Iya, harus! ” Gumam Antas yakin dan semangat.
Satu jam setengah kemudian Bumi sampai di rumah Antas, tanpa permisi cowok itu langsung masuk dan duduk di sofa seraya menyalakan TV selayaknya rumah sendiri.
Antas yang baru saja selesai dengan penampilannya pun turun ke bawah dengan menuruni tangga dengan perlahan-lahan. Gadis itu terkejut saat melihat Bumi sudah duduk di sofa itu.
“ astaga Bum suka banget sih ngagetin! Panggil gue kek biar jelas, jangan kayak hantu gitu, ” omel Antas. Pasalnya Bumi memamg selalu datang tanpa suara sedikit pun, kadang Mama Antas pun sering terkejut karena kedatangan Bumi secara tiba-tiba itu.
Bukannya menjawab Bumi justru terdiam melihat Antas, tampak kedua manik matanya bercahaya kagum melihat Antas memakai setelan yang ia belikan kemarin, di tambah lagi wajah Antas yang di polesi sedikit makeup natural layaknya cewek di Korea pada umumnya.
Seperti itulah pakaian yang di belikan Bumi untuk Antas.
“ yee malah bengong! ” Sentak Antas.
“ eh apa? ” Tanya Bumi semakin membuat Antas kesal.
“ jadi lo gak denger apa yang gue bilang tadi hah?! ”
Bumi beranjak mendekati Antas, cowok itu tertawa pelan lalu mencubit pipi gadis itu gemas.
“ marah-marah mulu lo, udah cantik gini coba feminim dikit dong, ” kata Bumi.
“ oh jadi maunya gitu? Yaudah ajak aja sana cewek lain yang memang lemah lembut, kalem, halus, feminim, ” balas Antas malas.
“ cemburu? ” Tanya Bumi menggoda.
“ nyenye bacot, ” jawab Antas lalu keluar rumah duluan.
Bumi ikut masuk ke dalam mobilnya, ia masih melihat Antas yang hanya diam tak seperti biasanya.
“ hei, ” ucap Bumi. “ maaf maksud gue bukan gitu. ”
Antas masih diam, Bumi bergerak mendekati Antas dan mencium pipi gadis itu hingga pipi gadis itu merah layaknya kepiting rebus.
“ dih apaansih lo?! Gue aduin Bunda ya berani cium gue! ” Kata Antas.
“ aduin aja gak pa-pa, yang penting kamu gak ngambek lagi, ” balas Bumi.
__ADS_1
Antas tersentak saat Bumi memakai kata 'kamu', lalu Bumi mengelus lembut kepala Antas dan menatap lekat cewek itu.
“ maaf ya, gak di ulangi lagi deh. Aku suka kamu yang kayak gini, yang berani, hebat, bisa segalanya dan yang pasti selalu di dekat aku. Tetap kayak gini, jangan berubah, ” kata Bumi.
Antas terasa gugup. “ i— iya dah. ”
Sebelum menyalakan mobilnya, Bumi memasangkan sabuk pengaman pada Antas membuat keduanya sangat dekat. Bumi menghirup dalam leher Antas yang sangat harum. Ciri khas lain dari Antas adalah wangi tubuhnya yang selalu melekat meskipun penuh keringat.
“ lama banget Bum, ” tegur Antas tak tahan karena kedekatan mereka.
“ eh? Ini udah kok, tadi sabuknya agak nyangkut, ” balas Bumi. “ nah udah, kita jalan sekarang? ”
Antas mengangguk setuju dan akhirnya mereka mulai perjalanan mereka menuju Pantai
...****...
Sampainya di sana Bumi merangkul Antas membawanya ke tepi pantai. Mereka membawa tikar dan beberapa barang seperti piknik.
“ Bum lo yang beli makanan dan minuman, biar gue yang bentang tikarnya oke, ” kata Antas.
“ oke tunggu di sini jangan ke mana-mana. ”
Beberapa menit kemudian Bumi kembali dengan membawa banyak makanan, lantas keduanya mengatur letaknya dengan rapi.
Bumi yang duduk di samping Antas terus memperhatikan Antas yang sedang memakan camilan seraya melihat lautan. Rambutnya yang tergerai dan mulai memanjang itu berterbangan dengan indah, apalagi wajah Antas yang sangat membuat Bumi terpesona. Mungkin jika di lihat setiap menit pun tidak akan membuat bosan.
“ oi, ” tegur Antas. “ ngapain lo liat gue gitu banget? ”
“ lo cantik, ” jawab Bumi berhasil membuat pipi Antas merah bersemu.
“ basi. ”
Bumi tertawa pelan dan bergerak semakin mendekati Antas. Tangan cowok itu tergerak merapikan rambut Antas, lalu beralih memegang kedua tangan Antas yang ia usap dengan lembut.
“ lo gak nuntut gue buat nembak lo? ” Tanya Bumi.
“ buat apa? Gak guna juga. ”
“ gak berguna karena lo tau, kalo itu keputusan gue gak bakal pernah di ubah. Iya kan? ”
“ maybe. ”
__ADS_1
“ sorry. ”
“ udahlah gak pa-pa lagian kita pacaran atau enggak, jalin hubungan atau enggak juga tetap sama kan? Toh orang-orang juga pada ngira kita emang pacaran jadi buat apa gue nuntut hal itu? Lagipula kita berdua sama-sama saling cinta, ” jelas Antas.
“ justru itu, justru mereka nganggep kita berpacaran memangnya gak bikin lo risih? Sementara kita memang belum jalin hubungan apa-apa kecuali pertemanan? ” Tanya Bumi.
“ gak lah gue kan bodo amat, ” jawab Antas.
Bumi menghela nafasnya. “ gak capek apa bohong terus? ”
“ bohong apaan dah gak ada tuh. ”
“ gue punya alasan Asta, meskipun udah gue jelasin kemarin tapi tetap aja gue masih merasa bersalah. Selain alasan kemarin, gue paling takut kalau suatu saat kita udahan. Dari situ lo pasti ngekauhi gue dan akhirnya putus kontak, gue gak mau itu terjadi Sta. Cukup kemarin gue jauh dari lo jangan sekarang atau suatu saat ini, ” jelas Bumi.
“ gue gak mau gegabah dalam hubungan ini Asta, makanya gue gak berani jadiin lo milik gue, ” sambungnya.
“ memangnya suatu saat lo yakin kita bisa terus sama-sama? ” Tanya Antas.
” maksud lo? ” Tanya balik Bumi.
“ lo bilang bakal langsung lamar gue ketika kita lulus nanti, lo pikir dengan kita menikah gak akan ada kata pisah? Iya kalo kita saling pengertian dalam setiap masalah, tapi buktinya banyak yang gagal dalam berumah tangga. Bukan soal pacaran aja Bum, orang yang udah menikah juga bisa pisah. Dan kalau bukan karena itu, kita bisa di pisahkan sama Tuhan, kalo itu mau gak mau dan ikhlas gak ikhlas pasti bakal terjadi, ” jelas Antas.
“ ngomong apa sih Sta? Gak usah ngomong gitu gue gak suka, ” kata Bumi kesal.
“ gue cuma kasih tau Bumi, hal itu pasti terjadi, ” balas Antas.
“ tau dah! Gak usah di bicarakan lagi, ” kata Bumi yang suasana hatinya langsung berubah.
Antas tersenyum tipis lalu muncul ide jahil di pikirannya. Gadis itu berdiri dan berjongkok di belakang Bumi, lalu gadis itu menusuk di samping perut Bumi membuat sang pemilik terperanjat kaget.
Antas tertawa puas karena kejahilannya itu, sedangkan Bumi berdecak sebal dan beranjak lalu mengejar Antas yang sudah berlari ketika Bumi berdiri tadi. Akhirnya mereka saling kejar-kejaran bahkan hingga terjatuh dan mereka berguling di pasir.
Keduanya saling menggelitik membuat perhatian semua orang tertuju pada mereka. Pujian demi pujian terlontar dari mulut mereka. Mulai yang bilang mereka pasangan serasi, romantis, harmonis, lucu, dan juga sangat cocok. Bahkan ada yang mendoakan hubungan mereka agar berjalan lancar dan tidak ada yang bisa memisahkan mereka.
“ aduh udah ahh, ” ujar Antas mengatur nafasnya begitu juga dengan Bumi. Cowok itu membenarkan rok Antas agar tidak tertarik ke atas.
“ permisi, ” sapa Bumi pada pasangan remaja yang lewat. Antas hanya melihat apa yang akan di lakukan cowok itu selanjutnya.
Bumi memberikan kameranya pada pasangan remaja itu. “ tolong fotoin kita ya? ”
“ boleh kak. ”
Bumi langsung merangkul Antas agar mendekat. Beberapa tangkapan dengan hasil yang sempurna, selanjutnya pastinya hasil yang sangat aneh. Beberapa gaya yang membuat keduanya tertawa jika melihatnya, sangat lucu dan gemas!
“ kita cuci sama-sama okei! ” Kata Antas bersemangat.
__ADS_1
Bumi tertawa pelan lalu mengelus rambut gadisnya pelan. “ aman. ”