
Setelah beberapa hari berlibur kini mereka kembali ke rumahnya masing-masing.
“ Bunda tau gak, Bumi jahat banget loh sama Asta, ” adu Antas yang duduk bersama Bunda.
“ memang Bumi-nya ngapain kamu? ” Tanya Bunda.
“ masa' Asta gak bawa pakaian tapi tetap di ceburin ke sungai. Ya pulangnya basah-basahan lah, ” jawab Antas dengan raut wajah sebal.
“ bohong Bunda, Bumi gak ceburin Asta kok. Temen lain yang nyeburin dia, ” saut Bumi menuruni tangga dan ikut duduk di sebelah Bunda-nya, jadi posisi Bunda di pertengahan Antas dan Bumi.
“ aduh duh Bun, ko di jewer sih, ” kata Bumi
“ kamu yang kenapa, memang hobi kamu yang suka jahilin anak Bunda, ” kata Bunda.
“ lah 'kan Bumi yang anak Bunda, ” balas Bumi.
“ lo anak pungud pake D wlee, ” ledek Antas memeletkan lidahnya lalu berlarian ke atas.
“ ****** lo Sta, sini lo! ” Balas Bumi ikut mengejar. “ awas aja ya kalo dapet gue terkam lo. ”
“ KAN KALO DAPET, ” teriak Antas yang sudah berada di kamar Bumi dengan mengunci pintu kamarnya. Sedangkan Bunda menggelengkan kepalanya dan menghela nafasnya, kedua pasangan yang tidak jelas statusnya itu benar-benar absurd.
...****...
Keesokan harinya Bumi dan Antas pergi sekolah dengan bersama di satu motor. Sampainya di parkiran sudah terdapat semua temannya yang duduk di parkiran. Kecuali Dean dan Narra.
“ PAGI NGAB! ” Teriak Antas. Lalu gadis itu mengumpat karena Saka memukul helm yang masih menempel di kepalanya.
“ masih pagi, kasian cacing di perut lo budeg, ” kata Saka.
Bumi menggelengkan kepalanya lalu cowok itu turun, dan membuka helm Antas. Santai berbicara dengan temannya membuat Bumi semakin mengacak rambut gadisnya itu.
“ rusak woi! ” Kata Antas.
“ kalo ngomong gak ada titik koma, ” balas Bumi.
“ Dean sama Narra mana sih? ” Tanya Letta.
“ biasalah masih uwu-uwuan di jalan paling, ” jawab Kevin.
“ sepanjang jalan kenangan, ” kata Saka beryanyi.
“ kita selalu bergandeng tangan, ” sambung Kevin.
“ mau nyebrang kali! ” Celetuk Cila sinis.
Tak lama Kemudia datanglah dua orang yang sedang di bicarakan itu, mereka satu motor juga.
“ wah-wah tumben akur nih, ” ledek Antas tertawa.
“ syut orang lagi kasmaran juga, ” kata Bumi ikut tertawa.
“ palamu! ” Balas Narra.
“ eh-eh jadi gimana nih kalian? ” Tanya Cila.
“ ya gak gimana-gimana, ” Jawab Narra. Cila memukul pelan pundak Dean dengan melihat kedua mata cowok itu.
“ belum lo tembak? ” Tanya Cila.
“ mati anak orang Cil, ” jawab Dean seraya menyisir rambutnya ke belakang.
“ ish belum jadiin milik lo? ” Tanya Cila lagi sedikit kesal.
“ belom, besok-besok deh, gue masih mau ngejahilin dia. Ntar kalo dah jadi milik gue bakal susah, ” jelas Dean.
“ ngomong doang kayak orang waras lo! ” Kata Kevin.
__ADS_1
...****...
“ eh tikus, lo sama Dean udah jadian nih? ” Tanya Angga saat mereka sampai di kelas.
“ aciee yang jadian ni yee, ” Sasya.
“ apaan dah ngadi-ngadi lo berdua, gak ada tuh, ” balas Narra.
“ eh tapi di Instagram kalian berdua post foto bersama, apa hayoo? ” Tanya Sasya.
“ gak pernah akur kalian di mana pun, jadi mustahil kalo gak ada hubungan spesial, ” kata Angga.
“ hayolo jawab Dean, gue sama Saka mau cus bobo! ” Kata Antas lalu menarik tangan Saka.
...****...
“ kayaknya bakal rapat guru deh ya nggak? ” Tanya Dean.
“ maybe, soalnya juga guru-guru tadi gak selesain waktu, ” jawab Cila.
“ guru emang mau rapat, kayaknya juga kita bakal jam kosong, ”kata Kevin.
“ nah ini nih, ini! Ini gunanya salah satu temen kita jadi ketua maupun wakil OSIS, ”kata Saka yang di angguki mantap oleh Cila dan Dean.
Semuanya sudah berada di kantin belakang dan tengah menikmati makanan mereka di istirahat pertama.
“ gue ketoilet bentar, ” kata Antas.
“ mau gue temenin? ” Tanya Cila.
“ gak usah, bentar doang kok. ”
Keluarnya dari toilet gadis itu melangkah ke wastafel dengan melihat pantulan wajahnya di cermin berukuran sepinggangnya itu.
“ cakep! ” Ucapnya sendiri lalu keluar. Namun langkahnya terhenti tepat di depan toilet.
Cowok dengan masker dan topi hitam tersebut memberikan Antas sebuah coklat.
“ buat gue? ” Tanya Antas seraya mengambil cokelatnya.
“ iya, di makan ya, ” jawab cowok itu lalu pergi.
Sejenak Antas melihat cokelat berukuran sedang itu. “ fans gue kali yak. ”
Kembalinya gadis itu ke kantin membuat teman-temannya melihat heran ke arahnya terutama Bumi.
“ coklat dari mana Sta? ” Tanya Bumi.
“ tadi di kasih cowok, ” jawab Antas.
Bumi mengernyitkan dahinya.
“ cowok? Siapa? ”
“ gak tau, fans gue kali. ”
“ PD lo ******, ” saut Saka melempari kuaci pada Antas.
...****...
Setelah selesai makan tadi mereka sepakat untuk berkumpul di kelas Antas, guru-guru sedang rapat yang artinya akan freeclass.
“ perhatian semuanya, ” kata Dean yang sudah berdiri di depan papan tulis. Semua murid yang ada di kelas itu mengalihkan pandangannya mereka pada Dean.
“ hari ini gue mau ngungkapin rasa gue yang udah di simpan sejak lama, ” sambungnya lagi.
Semua mata lalu beralih melihat Narra yang masih kebingungan di tempat duduknya.
__ADS_1
“ WUUU GAS BANG!! ” Teriak Saka bersemangat. Teman lainnya juga tertawa pelan ikut menyemangati.
“ Nar, ” panggil Dean. “ bisa jalan? ”
“ bisa. ”
“ ke sini, ” pinta Dean, tanpa pikir panjang Narra menurutinya secara langsung.
Saat Narra sudah berdiri mantap di hadapannya. Dean melirik sekitarnya yang fokus pada keduanya, lalu cowok itu menunduk dan mengambil nafasnya dalam-dalam.
“ tepat hari ini, tanggal 15 September hari Selasa. Gue Arga Dean ingin meresmikan hubungan kita sebagai sepasang kekasih. Narra, lo mau kan? ” Tanya Dean penuh harapan.
Satu kelas diam, begitu juga Narra yang masih fokus melihat wajah cowok yang ada di hadapannya itu.
“ TERIMA!! ”Teriak Antas.
“ terima, terima, terima, ” sambung anak lainnya secara bersamaan.
“ TERIMA NAR APALAGI? ” Kata Letta.
Narra menggeleng secara perlahan lalu menhentak tangan cowok itu membuat wajah semuanya berubah menjadi kebingungan. Terima Dean yang tadinya senyum harapan sekarang buyar.
“ lo gila? ” Sentak Narra.
“ maksud lo? ” Tanya balik Dean.
“ sorry, gue gak bisa terima, ” jawab Narra lalu pergi.
Dean terpaku di tempatnya lalu melihat kedua tangannya yang baru saja di tolak oleh Narra, gadis yang selalu ia cintai dan ia jaga.
“ NARRA, ” panggil Letta, namun tak ada yang bisa mengejar Narra karena mereka juga masih dalam keadaan yang bingung.
“ lah kenapa tuh bocah? ” Tanya Cila.
“ di tolak nih? ” Tanya Kevin.
Antas terdiam yang terus melihat arah pintu keluar. Sedangkan Bumi melihat Dean yang masih diam di tempatnya. Dean tampak mengepalkan tangannya dengan wajah tak percaya, lalu cowok itu berbalik dan mengejar Narra dengan terus memanggil nama gadis itu.
Di lorong yang sepi menuju belakang sekolah Dean menarik tangan Narra menghentikan gadis itu.
“ kenapa? ” Tanya Dean pelan. “ lo cinta 'kan sama gue? Lo juga sayang kan sama gue? Terus kenapa lo tolak? Gue gak salah nilai perasaan lo kan Nar? ”
Melihat Narra yang hanya diam benar-benar membuat Dean frustrasi. Dean memegang kedua pundak Narra dan menatap dalam mata gadis itu.
“ gue gak salah kan Nar? Lo bener cinta 'kan sama gue? Kenapa diem Nar jawab, ” kata Dean lagi sedikit meninggi. Cowok itu tak habis pikir dengan sikap Narra, padahal mereka sama-sama mencintai menyukai dan menyayangi. Namun apa alasan Narra menolaknya?
Dean terdiam melihat air mata Narra yang sudah mengalir, gadis itu tertunduk mengepalkan jarinya. Bagaimana gadis itu bisa menjelaskan semuanya?
“ apa alasannya? ” Tanya Dean lagi.
“ lo bisa nolak gue karena lo punya alasan lo sendiri, dan sekarang di sini juga gue minta ko jelasin apa alasan lo nolak gue Nar? ”
“ jawab Nar! ”
“ iya gue sayang sama lo Dean, gue cinta dan gue suka setiap hal yang lo lakuin, gue suka dari segala sisi yang ada sama diri lo tapi gue gak bisa nerima lo karena KITA BEDA, ”jawab Narra. Dean terdiam, begitu juga dengan teman lainnya yang mengintip dan mendengarkan semuanya di balik tembok. Naren, cowok itu hanya mengikuti apa yang di lakukan teman-temannya itu.
“ beda? ” Tanya Letta pelan.
“ beda apanya ******? Dean manusia kalo Narra alien gitu? ” Tanya Cila.
“ mungkin Narra itu mermaid, yang kayak di film-film itu loh, ” jawab Saka.
“ kalian belum tau? ” Tanya Kevin yang sontak membuat semua temannya melihatnya.
“ maksud lo? Lo tau sesuatu? ” Tanya Saka.
Kevin yang tadinya berjongkok kini berdiri yang di ikuti teman lainnya juga. Tampak Kevin menghela nafasnya dan mengeluarkan sesuatu di dalam saku bajunya.
__ADS_1