Bumi & Antas

Bumi & Antas
BUMTAS 22


__ADS_3

“ gak punya rencana mau ke mana gitu, ”kata Cila memeluk lututnya. Saat ini mereka semua tengah berkumpul di rumah Naren. Seperti biasa rumah cowok itu menjadi tempat kedua setelah markas untuk berkumpul, hanya sesama.


Antas melirik jam di tangannya. “ gue bentar lagi mau ke rumah sakit. ”


“ Mama? ”Tanya Letta. Antas mengangguk singkat.


“ kok gak bilang? ”Tanya Bumi.


“ ini kan baru bilang, ”jawab Antas simpel.


“ kita boleh ikut? ”Tanya Devan. Antas terdiam, sejauh ini tidak ada yang tahu di mana tempat Mama-nya di rawat.


“ ayo, ”balas Antas langsung beranjak.


...****...


“ dok apa Mama saya sama sekali belum ada perubahan? Sampai kapan Mama saya terus koma kayak gini? ”Tanya Antas di ruangan Dokter bersama Bumi yang menemaninya. Temannya yang lain berada di ruangan Mama-nya.


“ untuk saat ini memang belum ada perubahan, tapi kami selalu mengecek pasien di setiap saat. ”


Antas menghela nafasnya. Bumi merangkulnya dan mengelus pundak Antas. “ sabar, semua ada waktunya oke. ”


Keduanya kini kembali ke ruangan Mama-nya. Terlihat Letta dan Narra yang terkagum-kagum dengan wajah Mama Antas itu, terbukti keduanya melihat wajah wanita paruh baya itu dengan sangat dekat.


“ heh gak usah terlalu dekat, sesak itu Mama-nya Antas, ”kata Dean pada Narra.


“ gak ya mana ada, ”balas Narra.


“ woah Mama-nya Antas muda banget sumpah! ”Ujar Letta membuat Antas tertawa.


“ kata dokter apa Sta? ”Tanya Devan.


Antas menggeleng pelan dan melihat Mama-nya yang masih tertidur dengan pulas. “ masih belum. ”


Semua temannya saling pandang lalu memberikan semangatnya masing-masing. “ gak pa-pa, semuanya butuh waktu kan? Anggep aja Mama lo lagi istirahat dari lelahnya bekerja keras kemarin, ”kata Devan.


Saka mengangguk. “ kita semua bakal bantu dengan doa, tetap berpikir positif.”


“ makasih, ”balas Antas.


Sementara Cila, cewek itu sudah memperhatikan Naren yang sedari tadi fokus memperhatikan Antas. Terlihat cowok itu ingin sekali berada di posisi Bumi yang bisa memeluk Antas. Cila menunduk dengan tersenyum kecut.


“ Cil, lo gak pa-pa? ”Tanya Narra.


Sambil tersenyum tipis Cila mengangguk, lalu cewek itu berlalu pergi meninggalkan semuanya.


...****...


Di kamarnya saat ini Cila bersandar dengan mendengarkan musik yang memang persis seperti suasana hatinya saat ini.


“ jangan keluar tanpa jaket, angin malam bisa bikin lo sakit. ”


“ rambut lo Antas hah. ”


“ sini pegangan sama gue biar gak kepeleset. ”


“ sorry tapi bibir lo ada saus. ”


Cila memejamkan matanya mengingat sikap manis pada Antas. Ia juga mengingat bagaimana perlakuan Naren yang jelas berbeda dan memiliki arti, cowok itu selalu mengacak rambut Antas, menggenggam tangan Antas, menghapus air matanya, bisa tersenyum, tertawa, dan sangat dekat. Padahal semuanya tahu dengan jelas, bahwa Naren tidak semudah itu untuk dekat dengan seseorang, bahkan Bumi saja sangat jarang melihat sifat Naren yang manis, tertawa apalagi tersenyum. Mungkin bisa di hitung dengan jari?


Cila membuka aplikasi berwarna hijau itu, membuka room chat Naren dan membuka profil cowok itu yang menampilkan fotonya. Cila mengusap foto itu dengan mata tertutup yang tanpa sadar jarinya memencet ke mana-mana.

__ADS_1


Cila kembali menutup mata dan menutup handphone-nya, tersenyum tipis dengan air mata yang berlinang. “ sampai kapan gue bakal terus jadi pengecut kayak gini? Tapi Ren, hati lo cuma buat Antas kan? Iya dia memang sempurna dan serba bisa, siapa sih yang gak tertarik sama cewek kayak dia. Tapi Ren, apa gue salah menaruh perasaan sama lo? ”


“ ternyata benar kata orang, mencintai seseorang yang tidak mencintai kita itu cuma membawa penyakit. Lo sama gue sama-sama bodoh Ren, mencintai seseorang yang udah jelas hatinya buat siapa tapi masih bertahan menunggu. ”


“ gue terlalu bodoh dalam masalah ini, coba aja gue kayak Letta. Yang berani banget ungkapin perasaannya ke Saka yang ternyata juga punya perasaan yang sama. Enak banget ya mereka, kalo gue kayak gitu mungkin lo bakal benci dan menjauh dari gue kan Ren? Buktinya dekat sebagai teman aja lo selalu jaga jarak sama gue. ”


“ miris. ”


Sementara Naren yang berada di teras kamarnya pun membulatkan matanya. Cowok itu melirik handphone-nya yang masih pada posisi menelepon.


Naren terdiam, menutup handphone-nya dan meletakkannya di meja kecil itu. Ia kembali meminum kopi buatannya dengan menatap langit-langit malam.


“ benar, mencintai seseorang yang udah jelas hatinya buat siapa memang menyakitkan. ”


“ cinta juga kadang bisa jahat dan bisa baik, dia bisa datang kapan pun yang dia mau tanpa permisi dulu yang alhasil membuat seseorang yang belum siap menjadi rapuh. ”


...****...


Antas mempercepat tegukannya saat meminum air putih, cewek itu baru selesai makan dan handphone-nya berdering.


Halo Bum


Lagi ngapain?


Habis makan, lo udah makan?


Hm udah, besok libur sekolah. Mau pergi bareng?


Ke mana?


Besok siap-siap jam 8 pagi oke? Kita main dari pagi sampai sore. Gue udah punya tujuan.


Ehm oke deh.


Siap Pak Bos!


Jangan siap-siap doang tapi di jalani denger gak?!


Iya denger, lo juga jangan begadang.


He'em yaudah gue tutup, Goodnight baby.


Too.


Tut...


“ jalan sama Bumi? Kalo di ingat-ingat udah lama banget gak jalan bareng, jadi kangen, ”kata Antas sambil tersenyum.


“ ehm pake baju apa ya? ”Cewek itu membuka lemari pakaiannya dan memilih baju yang akan dia kenakan besok pagi.


...****...


Antas tengah menguncir rambutnya di tengah, karena rambutnya pendek jadi hanya bisa separuh. Bumi sudah duduk di sofa, cowok itu sudah datang 10 menit yang lalu. Antas menggunakan baju lengan pendek berwarna kuning di padukan dengan rok berwarna putih sepanjang lutut. Entah angin apa yang membuat gadis itu memakai rok.


“ tumben pake rok? ”Tanya Bumi tertawa pelan.


Antas mendongak melihat wajah tampan itu dengan jantung yang berdebar. “ gak pa-pa pengen aja. ”


“ iya deh yang mau keliatan cantik depan doi, ”kata Bumi menggoda Antas.


Antas memukul pundak cowok itu pelan. “ apaan enggak ya. ”

__ADS_1


Bumi mencubit pipi chubby itu dengan sedikit memainkannya seperti slime. “ cantiknya jodoh Bumi. ”


Pipi Antas semu berwarna merah, dengan salah tingkah ia menarik pelan tangan kekar dan penuh urat itu.


“ lo bawa mobil? ”Tanya Antas.


“ iya kan mau jalan gak mungkin bawa motor kan? Lagian lo kan pake rok, masa' naik motor. ”


Antas mengangguk lalu masuk ke dalam mobil yang di ikuti Bumi.


“ kita mau ke mana? ”Tanya Antas.


“ pantai, gimana? ”


Antas kembali mengangguk. “ boleh tuh, kan cuacanya panas jadi pasti enak banget kena angin pantai plus makan es krim. ”


Bumi tertawa pelan dengan tangannya yang tergerak mengelus pucuk kepala gadis itu.


Gue orang yang beruntung Asta, karena bisa deket sama lo. Seandainya gue di posisi Naren, pasti sakit.


...****...


“ Bumi di sini bagus, fotoin gue dong, ”ujar Antas.


Bumi mengangguk, dengan menggunakan handphone-nya sendiri cowok itu mengambil beberapa foto Antas.


“ permisi maaf ganggu, bisa tolong fotoin kita berdua sebentar? Empat foto boleh deh, ”kata Antas pada pasangan yang sepertinya baru saja menikah. Suami istri tersebut mengangguk dan dengan senang hati mengambil foto keduanya. Keempat foto yang di ambil sangat sempurna. Sebelum pasangan iti pergi tentu saja Bumi dan Antas mengucapkan terimakasih.


“ makan yuk, duduk di sana, ”kata Antas menunjukkan pondok yang terlihat aesthetic itu.


Sambil menunggu pesanan datang keduanya memposting foto mereka di halaman Instagram masing-masing.


“ oh iya Bum, Papa sama Mama lo apa kabar? ”Tanya Antas.


“ baik semuanya Sta, Mama nanyain lo terus gitu juga dengan Papa. ”


“ hehe ntar gue main ke rumah deh. ”


“ janji ya. ”


“ iya janji! ”


“ ngomong-ngomong nih Bum, menurut lo Dean sama Narra itu cocok gak sih? Karena gue liat mereka tuh kayak punya rasa tapi gengsi gitu, ”kata Antas.


“ gue juga punya pikiran yang sama, mereka cocok banget kalo bersatu. Tapi mereka beda Asta, ”kata Bumi.


“ beda? Maksud lo? ”


“ lo bakal tau nanti. Sekarang gue mau ngomong sesuatu sama lo. ”


Bumi mengambil tangan Antas dan menggenggamnya. Keduanya saling tatap menyalurkan rasa rindunya masing-masing.


“ tetap kayak gini ya Sta? Jangan tinggalin gue lagi, lo tau apa yang berat buat gue selain menahan rindu? ”


Antas menggeleng. “ jauh dari lo, orang yang paling gue sayangi setelah Mama. ”


“ omongan laki-laki memang gak bisa sepenuhnya jujur dan bisa di capai, tapi gue juga belum bisa membuktikan semua itu Asta, ”sambung Bumi.


“ kenapa terus di undur Bum? Padahal lo cinta sama gue gitu juga gue sendiri, ”akhirnya, pertanyaan yang lama di simpan Antas keluar. Mereka sudah lama dekat bahkan sudah mengetahui perasaan satu sama lain, namun Bumi masih belum menjadikannya milik cowok itu. Banyak yang mengira mereka sudah menjalin hubungan karena pada dasarnya mereka memang seperti orang berpacaran pada umumnya, namun hubungan nyatanya masih belum jelas.


“ gue punya alasan buat itu Asta, gue takut, bener-bener takut kalo suatu saat kita jadian dan lo jadi milik gue, gue takut kalo satu waktu yang bikin hubungan kita hancur tiba. Sabar sebentar ya? Gue bakal buktikan, maka dari itu gue gak berani ngomong lebih soal perasaan gue sama lo, gue gak mau lo berpikir gue sama kayak cowok lainnya yang modal omongan doang tanpa bukti, ”jelas Bumi.

__ADS_1


Cowok itu mencium tangan Antas dengan menutup matanya. Lumayan lama, Antas hanya melihatnya dengan diam. “ i love you. ”


__ADS_2