
“ eh Antas lo mau ke mana? ”Pekik Saka. Saat Saka dan Dean ingin mengejar Antas, Naren menahan kedua tangan cowok tersebut sambil menggeleng. “ biarin, dia butuh sendiri. ”
“ cepat urus nih para sampah, Dean lo udah hubungin polisi kan? ”Tanya Bumi.
Dean mengangguk seraya mengacungkan jempolnya. “ aman Bum, mereka bentar lagi sampai kok. ”
Saka mendekati Alex yang sudah terduduk lemah dengan darah yang bercucuran di mana-mana. Saka tertawa lebar lalu menatap miris ketua the vagos itu. “ ck ck, gimana rasanya? Anjing banget atau Asu banget? ”
Alex mencebikkan bibirnya kesal, ia bersumpah akan membalas semuanya suatu saat nanti. Hingga polisi datang membawa ketiganya dengan bukti yang telah di serahkan oleh Saka. Baiklah, semua rencana berjalan dengan lancar.
Bumi mengangkat teleponnya.
Thanks bro, berkat lo semuanya selesai dengan alur yang di mengerti.
Sama-sama, udah tugas gue sebagai temen lo. Bilang juga ke Naren dan dua makhluk aneh itu buat rayain kemenangan kita, jadi kalian rencanain aja oke.
Terima enaknya doang lu.
Itu gunanya temen haha.
Tut...
“ saha Bum? ”Tanya Saka membenarkan letak kacamatanya.
“ Devan. ”
...****...
“ arrghh bangsat! ”Umpat Antas saat motornya menabrak pohon besar yang mengakibatkan kakinya terbentur lagi. Gadis itu terduduk di aspal dengan wajah pasrahnya. Memikirkan Bumi benar-benar membuatnya malu, sangat malu. Bisa-bisanya dia salah paham dengan membenci orang yang sama sekali tidak bersalah, bahkan orang itulah yang membantu Mama-nya sendiri.
“ bodoh! Antas bodoh! Bisa-bisanya lo percaya sama Alex yang jelas musuh terbesar lo bahkan semua geng motor di kota ini, ”kata Antas sendiri. “ sekarang muka gue mau di taruh di mana coba? Gali lubang aja kali ya masuk ke dalam hidup-hidup. ”
Kemudian Antas mengambil handphone-nya dan menelepon Letta.
Halo Antas, astaga akhirnya lo nelfon juga. Lo ke mana aja?
Gue boleh tidur di rumah lo? Buat malam ini aja.
Di seberang sana Letta menaikkan sebelah alisnya. Ia merasa ada masalah pada Antas, tidak biasanya gadis itu ingin tidur di rumah orang lain.
Mau lo tinggal di sini juga gak pa-pa. Ya udah ke rumah sekarang, gue tunggu ya.
Tut...
Antas menarik rambutnya kasar lalu bangkit dan menuju rumah Letta.
...****...
“ oh my gosh Antas! Lo kenapa bisa berdarah gini? Itu kepala lo kenapa bis— ”
“ Letta please, ”potong Antas sudah lemah.
“ owh oke-oke lo duluan ke kamar ya, gue mau ambil mangkuk sama kompres, ”kata Letta.
__ADS_1
Terbukanya pintu kamar Letta menampilkan suasana yang serba merah muda. Hampir semuanya berwarna sama, ah cewek itu memang terlihat jelas sisinya yang sangat feminim. Namun Antas terdiam di ambang pintu kala melihat Cila dan Narra duduk di atas kasur king size milik kekasih Saka itu.
“ kalian.. Kenapa bisa ada di sini? ”Tanya Antas. Narra beranjak lalu menuntun Antas ikut duduk bersama mereka.
“ lo habis jatoh Ntas? ”Tanya Cila yang di angguki Antas.
“ duh ceroboh banget sih lo, ”ujar Narra.
“ kalian berdua tidur di sini juga? Kok gak ada yang bilang ke gue sih, udah main rahasiaan nih, ”kata Antas sedikit kesal.
Cila memukul wajah Antas pelan membuat cewek itu meringis karena tepat di mana Gibran menonjoknya. “ makanya punya handphone itu di gunakan! Liat list panggilan lo, udah ratusan kali kita-kita nelfon lo tapi gak ada jawaban sama sekali. ”
Antas mengecek daftar panggilannya dan benar nama ketiga temannya lah yang memenuhi isi panggilan tersebut.
Letta datang dengan air semangkuk dan sapu tangannya. “ Cil lo kompres ya, gue ambil baju buat Antas dulu. ”
“ gak usah repot Ta, gue cuma numpang bentar bukan jadiin lo babu, ”kata Antas.
“ yee kayak sama siapa aja lo, udah gak usah sungkan gitu, kita berempat kan keluarga, ”balas Letta yang di angguki mantap oleh Narra.
“ agak sakit ya Ntas, tapi kalo di diri lo mah gue yakin gak kerasa, ”ledek Cila.
“ Antas pasword-nya apa? ”Tanya Narra.
“ Badan gue mah kebal, bahkan beton juga gak mempan, ”serentak Cila dan Letta membuat ketiganya tertawa.
“ ooh gitu ya lo pada, ”balas Antas tertawa pelan.
“ jadi gimana? Udah puas berantemnya? ”Tanya Narra.
“ kita semua juga udah tau dari setengah jam yang lalu. Untung aja di kasih tau, kalo enggak pasti sampai sekarang kita bertiga panik tau, ”jawab Letta seraya memberikan pakaiannya pada Antas.
“ siapa yang kasih tau kali— ”
“ gue, ”potong Devan yang baru saja memasuki kamar Letta.
Antas, cewek itu melompat dari kasur Letta dan menatap Devan tak percaya. Sementara Devan tertawa pelan dengan menunduk lalu mendekati Antas.
“ santai aja dong liatnya, gue masih hidup kok asli nih bukan arwah, ”kata Devan.
“ lo— Devan? ”Tanya Antas menyakinkan.
“ bukan, gue tukang sate yang di depan kompleks itu, ”jawab Devan. Antas terdiam masih menatap lekat wajah manis itu.
“ gue Devan Asta, temen lo dulu bahkan sampai sekarang. Gimana kabar lo? ”Tanya Devan.
“ gu— gue b— baik, ”jawab Antas gugup. Sumpah demi apa pun dia masih tidak percaya akan kehadiran Devan di hadapannya saat ini.
“ nanti gue ceritakan semuanya, sekarang lo kembali duduk sama temen-temen lo. Dan Cila obatin Asta dengan baik habis itu bersihin badan lo dan temui gue di kamar gue, ”jelas Devan mengacak rambut Antas lalu pergi. Antas mengangguk-anggukkan kepalanya dengan tak sadar sudah duduk kembali dengan pandangan kosong.
“ heh jangan bengong! ”Tegur Narra.
“ Devan kenapa ada di sini? Ini rumah Letta kan? Gue gak salah rumah kan? Soalnya tadi gue jatoh siapa tau kepala gue kebentur dan hi— ”
__ADS_1
“ hilang ingatan? ”Potong Letta.
“ gak usah ngaco deh Ntas, ”kata Cila.
“ Devan itu sepupu gue Ntas, dia udah ceritakan semuanya kok sama gue. Dia emang sering tidur di sini, karena kan di rumahnya tinggal sendiri, lo tau kan orang tua-nya di luar negeri, ”jelas Letta.
“ sejak kapan? ”Tanya Antas.
“ ehm... kalo gak salah beberapa bulan setelah kita kenalan. Dia tau lo deket sama gue karena walpaper gue kan foto kita berempat. ”
“ hah? Beberapa bulan setelah kita kenal? Mustahil Ta, bukannya dia di rumah sakit? ”
“ tusukan lo waktu itu gak terlalu dalam Antas sayang, jadi semuanya baik-baik aja. Devan juga seminggu setelah di rawat sembuh kok, Bumi dan temen-temennya sengaja gak ngasih tau lo karena mau bikin rencana ini, ”Jawab Letta.
“ bener tuh, kan secara lo orangnya keras kepala banget, jadi gak mungkin lo percaya gitu aja tapi di rencanain secara mateng, ”kata Narra.
“ lo berdua juga tau dari dulu? ”Tanya Antas, lagi.
“ baru ini di ceritain sama Devan juga Letta. Makanya kita nungguin kedatangan lo, ”jawab Cila.
“ dah selesai, sekarang lo mandi bersihin badan dulu abis itu lo ke kamarnya Devan. Katanya ada banyak yang mau di omongin, ”kata Cila.
“ he'em Ntas, baru jam 21.00 juga kok asal jangan ketiduran di sana aja haha, ”ujar Narra.
Antas beranjak membawa pakaiannya dan menggelengkan kepalanya. “ sinting. ”
...****...
“ kenapa berdiri di situ? Sini masuk, ”kata Devan melihat Antas yang hanya berdiri di ambang pintu kamarnya.
Antas mengangguk lalu ikut duduk di samping teman lamanya itu. Dengan perasaan bersalah Antas hanya memainkan jarinya dengan menunduk.
“ Dev maaf gue— ”
“ syutt udah gak pa-pa, itu juga udah masa lalu. Gue udah lupa kejadian itu jadi lo juga harus lupain oke, ”potong Devan.
Antas membenarkan duduknya dengan menghadap Devan. “ gak bisa gitu dong Devan. Gara-gara gue lo jadi sakit, mana waktu itu gue gak tanggung jawab pula main ninggalin lo gitu aja, lo pasti kecewa kan sama gue? Iya emang, gue gak pantes buat di maafin, gue jahat banget Dev. ”
Devan menghela nafasnya dan mengelus rambut Antas dengan lembut. Seperti biasa, tatapan lembut dari Devan selalu membuat Antas merasa nyaman.
“ wajar lo bersikap kayak gitu, sekuat-kuatnya kepercayaan lo tetap aja lo manusia. Manusia gak pernah luput dari masalah kan? Gue, Bumi sama temen lainnya gak mempermasalahkan masa lalu kok, kita udah anggep semua itu cobaan buat kita. Selama ini kita seneng-seneng kan? Dan itu waktunya kita dapetin sedikit masalah buat mendewasakan diri kita, ”jelas Devan.
Antas menunduk dengan perasaan yang semakin bersalah. Devan memegang dagu Antas dan menatap mata coklat itu dengan lekat.
“ kenapa hm? Jangan di pikirin lagi oke? Masa' ratu bikin diri sendiri susah sih? ”Kata Devan tertawa pelan. “ yang terpenting masalah kita semua selesai dengan jelas, dengan gitu kita semua bisa sama-sama lagi. ”
“ makasih ya Dev, gue gak tau gimana bales semua kebaikan lo. Lo sahabat terbaik gue, selamanya, ”kata Antas memeluk Devan.
Dari balik pintu ketiga teman Antas tertawa pelan seraya berpelukan satu sama lain secara bergantian. “ akhirnya semua masalah selesai, ”bisik Letta.
Narra mengangguk. “ bakal damai deh semuanya. ”
“ iya damai, termasuk lo sama Dean, ”sambung Cila yang di tatap sinis oleh Narra.
__ADS_1
Selanjutnya Devan menceritakan semua yang terjadi pada dirinya. Mulai dari tempat dia bersekolah, tempat tinggal, kesehatannya dan lainnya.