
Hallo
Hm apaan?
Lo butuh uang kan? Gue tau gimana caranya, tenang halal kok haha
Seriusan? Gimana-gimana?
Malam ini lo dateng ke daerah kemuning tau kan? Yang sepi banget itu
Oh iya-iya tau, emang kerja apaan? Di sana kan gak ada apa-apa
Gue kirim lewat foto, mulai jam 8 dan kebetulan kurang satu orang. Hadiahnya request sendiri asal kedua pihak setuju
Wah bagus-bagus, thanks ya Gas. Gue tutup dulu mau otw pulang.
Tut..
Yang menelepon tadi Bagas, ketua dari MG itu memang selalu bisa di andalkan.
“ eits buru-buru amat lo, ”ujar Saka merentangkan tangannya di depan motor Antas. Mereka sedang di parkiran menuju jalan pulang.
“ minggir bege, lo mau gue tabrak? ”
“ jawab dulu, tadi Bagas kasih lo kerjaan apa? ”
“ kepo lu udah minggir sana, gerah nih gue pengen cepet-cepet mandi terus bocan. ”
“ wah parah, jangan-jangan lu mau ngelon ya?! ”Antas membulatkan matanya dan menendang paha Saka kesal.
“ lu ngomong di filter bego! Yakali gue kerja gituan. Udah minggir sana, gue tabrak ya. ”
Saka meloncat kaget saat Antas benar-benar akan menabrak dirinya. Ia hanya mendengus kesal melihat Antas yang sudah keluar dari pekarangan sekolah.
“ kenapa lu? Di tekuk aja tuh muka, ”Tanya Dean yang baru saja datang bersama Bumi dan Naren.
“ noh di curut hampir nabrak gue, ”adu Saka dramatis.
“ bhahaha mampus, gue yakin lo pasti ngehalang jalannya dia, ”balas Dean.
Saka berdeham pelan dan mengancingkan satu bajunya yang terbuka. “ Bagas kasih kerjaan ke Antas, mereka mau gerak malam ini jam 8. Gue gak tau itu kerjaan apa. ”
Bumi menaikkan sebelah alisnya. Ia tidak khawatir, karena Bagas dan Nathan tidak pernah bermain-main dengan Antas. Lagian Bumi juga yang menitipkan Antas pada mereka.
...****...
Antas menggeber-geberkan motornya saat sampai di tempat yang sudah di janjikan Bagas.
“ weh ini dia orangnya dateng juga lo akhirnya, ”kata Bagas berdiri dari duduknya yang di ikuti anak lainnya.
Antas melepas helmnya dan ber-tos ria dengan semuanya. “ pasti dong, demi uang apa pun bakal gue lakuin selagi gak ngilangin harga diri gue. ”
Teman-temannya tertawa, benar yang di bilang Antas. Dan gadis itu juga tidak akan mau melakukan hal yang di luar batas jika hanya demi uang.
“ Antas? ”Sapa seorang cowok yang sudah berada di depan motor Antas.
“ gue Kevin, lawan lo sebentar lagi, ”sambungnya.
__ADS_1
“ oh iya, hai, ”sapa balik Antas.
“ lo yakin mau ikutan balap ini? ”Tanya Kevin.
“ ya yakin lah kan gue udah ada di sini sekarang, ”jawab Antas tertawa kecil.
“ oke gue salut sama keberanian lo, padahal lo cewek. Kalo gitu tentang hadiahnya lo aja yang request apa aja. ”
“ gue? Seriusan? ”
Kevin tersenyum tipis sambil mengangguk. “ kalo gitu hadiahnya uang sebesar 35 juta. ”
Teman-temannya yang tadi tersenyum dan mengangguk kini terkejut dengan Bagas yang memukul pundak Antas pelan.
“ deal? ”Tanya Antas.
“ oke deal! ”
Lima belas menit menunggu giliran keduanya, kini keduanya telah berada di motornya masing-masing. Saling adu suara motor yang membuat keberisikan yang kuat.
“ SEMANGAT ANTAS! ”Teriak Bagas yang di ikuti beberapa teman lainnya.
Antas menunjukkan jari jempolnya dan kembali melirik Kevin yang tersenyum lalu mengangguk. Saat bendera di turunkan keduanya mulai melakukan motornya di atas kecepatan rata-rata.
Bagas, cowok itu tak hanya diam, ia merekam sekilas Antas yang menaiki motornya lalu mengirimnya pada Bumi. Bagas tidak memberi tahu lokasinya dan kerja apa, yang penting ia sudah memberikan bukti yang mungkin— sedikit berbohong. Karena jika jujur Bumi pasti akan datang dan menghentikan semuanya.
“ bohong lu? ”Tanya Nathan menatap Bagas tajam.
“ syutt kali ini aja kok, gue yakin Antas juga gak bakal kenapa-napa. ”
Demi uang gue rela mati, asal Mama gue sadar dan sehat kayak sebelumnya.
...****...
“ gue yakin lo pasti menang, ”kata Bagas.
“ thanks ya, semuanya juga berkat dukungan kalian, ”balas Antas tak berhenti menebar senyuman.
“ sesuai perjanjian kita di awal, gue bakal kasih langsung uang-nya secara cash, ”kata Kevin langsung memberikan uang-nya.
Antas pun menerimanya dengan baik dan mengucapkan terima kasih. “ oh ya, karena keberanian lo dan lo yang berhasil mengalahkan gue di sini. Ini hadiah buat lo, gue harap lo suka dan terima ini, ”kata Kevin lagi memberikan helmnya.
Arai Corsair V Race Carbon? Gila ini sih helm inceran gue semasa Papa masih ada kemarin, dia beneran kasih gue helm ini? Sultan banget dong berarti.
“ lo... beneran ngasih gue ini? ”Tanya Antas tak percaya.
Kevin tertawa kecil lalu mengacak rambut Antas. “ yes baby. ”
“ oke karena semuanya udah selesai kita pulang ke rumah masing-masing, tapi lebih bagus kalo kita ke bar merayakan kemenangan Antas. Gimana? ”Tanya Bagas pada semuanya. Semua temannya mengangguk dan menyetujui usulan Bagas.
“ eh tapi— ”
“ udah gak ada tapi-tapi'an, traktir kita-kita dong, ”potong Bagas memainkan alisnya. Nathan, si kulkas berjalan itu hanya menggelengkan kepalanya pusing.
“ ah haha oke-oke, gue traktir kalian malem ini, Let's. ”
...****...
__ADS_1
Nathan berdecak sebal dan merebut gelas itu dari tangan Antas yang hampir ia minum lagi. Alis Nathan bertaut kesal, melihat sekelilingnya yang sudah teler dan berjoget ria dengan cewek lainnya.
“ gak usah di minum lagi, ”ujar Nathan tetap datar.
“ dikit lagi Tan, ”balas Antas yang sudah sempoyongan.
Tatapan Nathan semakin datar.
Tan tan tan tan, Emangnya gue setan apa?!
“ kalo gue bilang enggak ya enggak, lo udah gak sadar diri, ”kata Nathan.
“ ah gak asik lo mah. ”
Udah cukup diam gue dari tadi, ini gak bisa di biarin. Tau Bumi semuanya bakal mampus.
“ kita pulang, ”titah Nathan tak mau di bantah dan langsung menarik Antas keluar.
Dari awal masuk bar Nathan memang tidak menyentuh minumannya sama sekali. Selain ia yang memang jarang minum, ia tahu jika ia ikut minum maka mereka semua akan tamat. Terlebih lagi ada Antas di antara mereka.
Nathan memperlambat mobilnya takut jika Antas kembali sadar dan berbicara tidak jelas.
Sampainya di depan apartemen Antas, Nathan menggendongnya dan menuju atas melalui lift. Dan ketika sampai di depan pintu, Nathan memasukkan kode dan membaringkan Antas di kasurnya.
Bumi, Bagas, Nathan. Hanya mereka yang mengetahui kode apartemen Antas.
“ sorry gue gagal ngelarang lo malam ini, ”kata Nathan mengusap pelan rambut Antas. Ia melihat sekelilingnya, lalu terpikir untuk membuat lemon dan memasukkannya ke dalam kulkas, agar pagi hari nanti Antas meminumnya. Dengan begitu masuknya akan berkurang.
Ambil air lemon dalam kulkas, habiskan sebelum gosok gigi.
Setelah menuliskannya di secarik kertas, Nathan meletakkannya di atas nakas. Tak lupa air putih yang berada di sebelahnya.
“ good night princess, ”ucap Nathan lalu pergi.
...****...
Pagi harinya Antas tertawa kecil kala membaca surat dari Nathan kemarin.
“ anak itu emang gak pernah berubah, bahkan nulis aja sesingkat ini hadeh-hadeh, ”kata Antas lalu meneguk air putih. Selanjutnya ia berjalan menuju kulkas dan meminum lemon buatan Nathan.
Ia menghembuskan nafasnya dan menghirupnya. Melihat kaca yang wajahnya jelek karena ekspresinya yang jijik setelah mencium bau nafasnya.
“ bau alkoholnya belum ilang anjir, ”umatnya di depan cermin. Padahal ia sudah siap dengan seragamnya.
“ oke santai, kali ini gue gak akan banyak omong. Selain itu gue harus beli permen Mint yang banyak! ”
...****...
“ telat gak tuh, ”ledek Antas pada dirinya sendiri kala melihat gerbang sekolahnya sudah tutup. Ia memutar motornya balik ke kantin belakang, begitulah ia. Ketika terlambat maka ia akan memikirkan motornya di depan kantin belakang.
“ untung pake celana, ”gumamnya yang mulai memanjat tembok belakang sekolah. Meski kemarin sudah tertangkap basah bahkan sudah di hukum, semua itu tidak membuat Antas jera.
Antas mendesah kecil saat kakinya melompat masuk ke dalam sekolah.
“ telat lagi? ”
Mampus.
__ADS_1
“ eh? Hehe ada kalian, ”balas Antas cengengesan lalu terkejut dan menutup mulutnya. Bumi dan Naren pun membelalak terkejut mencium aroma yang sangat mereka benci ketika tercium dari mulut Antas.