
Setelah liburan ke Pantai kemarin sekarang membuat Antas harus sekolah lagi tepat di hari Senin. Antas beserta kedua temannya sedang bercermin di toilet, tak lupa dengan Narra dan Letta yang membawa maskara, eyeliner, bedak, lipstik dan lainnya.
“ gimana liburan lo sama Bumi Ntas? ” Tanya Cila seraya menyikat rambutnya yang pendek.
“ ya gitu biasa aja sih, ” jawab Antas.
“ masa'? Bumi gak ada nembak lo gitu? ” Tanya Narra.
“ mati dong, ” jawab Antas tak lepas dari melihat pantulannya di cermin.
“ iih maksudnya Narra itu Bumi gak ada bilang lo jadi pacarnya dia gitu, nembak cinta loh bukan nembak mati ish, ” kata Letta gemas.
“ gak ada tuh, ” jawab Antas.
“ ANTAS! ” Serentak ketiganya membuat beberapa siswa menoleh pada mereka.
“ berisik njem apaan dah, ” kata Antas.
“ seriusan Bumi gak ada nembak lo? ” Tanya Narra.
“ serius Narra sayang, ” jawab Antas.
“ ih ngeselin banget ya si Bumi, mau sampai kapan coba terus gantungin lo kayak gini, ” kata Letta.
“ jemuran kali ah di gantung, ” balas Antas.
Ketiga temannya menghela nafas secara bersamaan dan menggelengkan kepalanya pusing. Bagaimana gadis itu bisa sesantai itu?
Terlintas sebuah ide di pikiran Cila, lalu mengajak Narra dan Letta agar berdekatan lalu membisikkan rencana mereka.
Antas menoleh pada ketiga temannya. “ heh bisik-bisik apaan lo bertiga? ”
“ yee kepo lo, ” jawab Letta.
“ deal semua? ” Tanya Cila.
“ deal!! ” Serentak Narra dan Cila.
Antas melirik mereka sinis lalu kembali merapikan rambutnya sebelum pergi berbaris ke lapangan untuk mengikuti upacara bendera.
...****...
Di kantin saat ini Antas dan Bumi seperti orang buangan, teman lainnya saling berdekatan dan menutupi wajah mereka satu sama lain karena saling merangkul. Bumi menaikkan sebelah alisnya sementara Antas memutar matanya malas.
“ ngomongin apa sih? ” Tanya Bumi.
“ mau bikin ulah lagi kalian? ” Tanya Bumi lagi.
__ADS_1
Namun tak ada yang menjawab satupun. Antas sudah terlihat bodo amat karena memang tidak ingin tahu apa yang mereka bisikkan dan rencanakan.
“ hadeh kenapa lo jadi ikut-ikutan sih Ren, ” kata Antas.
...****...
Setelah selesai makan tadi semuanya kembali ke tugasnya masing-masing. Anehnya mereka bertugas secara bersamaan seperti, Kevin yang di panggil guru karena urusan OSIS begitu juga dengan Naren. Dean dan Saka yang katanya ada urusan dengan anak DG di kantin utama, padahal jika memang ada pun pastinya Bumi yang lebih tahu dulu, tapi nyatanya ketua DG itu malah duduk di kelasnya bermain game. Sedangkan Narra dan Cila katanya izin ke toilet begitu juga dengan Letta. Kini tinggal Antas sendiri, gadis itu habis dari kelasnya untuk tidur namun tidak bisa karena keadaan kelas yang sangat berisik.
Antas lantas keluar dan berjalan melewati lapangan utama yang di kelilingi semua kelas. Baik kelas bawah maupun kelas yang berada di lantai kedua.
“ ish mereka pada ke mana sih? Bosen banget gue sendirian, ” katanya sendiri. Lalu Antas terkejut saat kedatangan Kevin yang tampak terburu-buru. Cowok itu menarik pelan tangan Antas ingin membawanya ke suatu tempat.
“ eh mau ke mana? ” Tanya Antas.
“ udah ikut aja, ” jawab Kevin. Cowok itu tak membawa Antas jauh dari lapangan, justru cowok itu membawa Antas tepat di tengah lapangan.
“ ngapain? ” Tanya Antas.
Tanpa menjawab Kevin berteriak memanggil semua murid yang lewat dan lainnya untuk berkumpul dekat keduanya.
“ heh lo mau ngapain anjir? ” Tanya Antas bingung.
“ oke gue tau gue cantik tapi gak usah di umumkan juga kali, ” sambung Antas PD.
“ ada yang mau gue omongin, ” kata Kevin.
“ gak bisa, harus di sini biar semua orang tau. ”
“ hadeh kayak orang penting aja lo, yaudah cepetan gue pengen pipis njir. ”
Di saat hampir semua murid berkumpul memperhatikan keduanya, Kevin berjongkok dengan satu kaki yang bertumpu di depan Antas.
“ anjir, ” ucap Antas sedikit mundur karena tekejut. “ mau ngapain lo dongo? Minta sumbangan? ”
Tanpa menjawab Kevin mengeluarkan kotak kecil dari saku bajunya dan membuka tutup kotak kecil yang berwarna merah itu. Terlihat cincing yang sangat indah terletak rapih di sana. Semua murid saling berbisik dan membicarakan jika Kevin akan mengungkapkan perasaannya pada Antas, bahkan ada di antara mereka yang sudah menyoraki semangat terlebih dahulu. Intinya saat itu suasana menjadi sangat heboh.
Antas sendiri membulatkan matanya dengan sempurna melihat perlakuan Kevin secara tiba-tiba ini.
“ lo tau kan kalo gue suka sama lo? Dulu gue memang pernah di tolak, oleh sebab itu gue gak akan nyerah Ntas, dan sekarang gue mengulangi hal yang sama. Gue tulus Ntas, gue sayang sama lo lebih dari diri gue sendiri, dan cinta gue sama lo gak main-main, ” jelas Kevin.
“ lo... ” Antas seakan kehabisan kata-kata. Tak menyangka jika Kevin akan melakukan hal yang sama seperti bulan lalu.
“ jadi, lo mau kan terima gue jadi pacar lo? Tolong, kasih gue satu kesempatan lagi, ” kata Kevin.
Baru saja Antas ingin membuka mulutnya Bumi datang dengan berteriak. Tampak wajah cowok itu yang merah karena marah.
“ jangan berani lo terima bangsat, ” kata Bumi mendekati keduanya.
__ADS_1
“ ngapain hah? ” Tanya Bumi pada keduanya.
“ bukamnya jelas gue nembak Antas? ” Jawab Kevin berani.
“ lo gila Kev? ” Kesal Bumi.
“ kenapa gue harus gila? Salah lo yang selalu gantungin Antas, salah lo yang selalu nunda-nunda jadiin Antas milik lo, salah lo Bum. Gue, karena ada kesempatan gak salah dong gue nembak Antas lagi, ” jelas Kevin.
Beberapa jam yang lalu.
“ gue punya rencana supaya Bumi nembak Antas dan jadiin Antas miliknya dia, ” bisik Cila saat mereka berada di kantin.
“ apaan tuh? ” Tanya Dean.
“ dengerin baik-baik ya. Kevin, kita perlu lo supaya rencana ini berjalan dengan lancar, ” kata Cila.
“ gue? ” Tanya Kevin bingung.
“ iya elo, nanti freeclass tuh kan ya nah di situ lo bawa Antas ke tengah lapangan dan ungkapi perasaan lo lagi, ” jawab Narra.
“ lo bertiga gila? Badan gue bisa di pisah empat sama Bumi, ” kata Kevin bergidik ngeri.
“ tau nih lo pada, kayak gak tau Bumi aja, ” timpal Saka.
“ diem dulu podoh! ” Sarkas Cila berbisik.
“ maksudnya kita bertiga, biar Bumi cemburu kan pasti panas, nah habis itu emosi kan? Baru deh Bumi bakal jadiin Antas pacarnya dia saat itu juga dan di detik itu juga, ” jelas Cila.
“ tenang aja Kev, gue yang jamin Bumi gak akan nyakitin lo asal lo ikutin semua rencana kita dengan baik oke, ” lanjut Cila.
“ terus tugas kita yang lain gimana? ” Tanya Saka.
“ nanti Kevin dan Naren alasannya ada urusan OSIS, Dean dan Saka ada urusan sama anak DG di kantin belakang, sedangkan kami bertiga izin ke toilet, ” jawab Narra yang di angguki Letta.
“ oke mateng deh rencananya hehe, ” sambung Letta.
“ bagus juga ide lo bertiga, gue juga jamin sih si Bumi bakal jadiin Antas pacarnya dia di detik itu juga, ” kata Saka.
“ tapi lo yakin kan Bumi gak bakal ngapa-ngapain gue? ” Tanya Kevin ragu.
“ kalo di apa-apain lo jangan mau buka baju dong, ” celetuk Dean.
“ yee bukan itu Jamaludin! ” Balas Kevin.
“ iya-iya soal itu percaya sama gue, ” kata Cila yakin.
“ kalo terjadi kesalahan jangan lari, tanggung jawab, ” kata Naren membuka suara memperingati.
__ADS_1
“ oke-oke aman soal itu, berarti sebentar lagi kita jalani rencananya oke? Mudah-mudahan berjalan mulus, ” kata Narra.