Bumi & Antas

Bumi & Antas
BUMTAS 32


__ADS_3

Antas dan Bumi sudah berada di jalan menuju rumah Naren, teman lainnya sudah berada di sana. Keduanya telat karena Antas ketiduran. Mereka berdua di motor yang sama, Bumi yang menjemput Antas.


“ lama-lama rumah Naren kayak markas kedua deh, ”kata Antas tertawa pelan.


“ bahkan udah bisa di bilang gitu Sta, ”balas Bumi.


Ketika sampai di depan rumah Naren, keduanya masuk secara bersamaan.


“ ASSALAMUALAIKUM YA AHLI KUBUR! ”Teriak Antas.


“ wa'alaikumussalam, ”jawab semua temannya kecuali, Narra.


“ wah banyak makanan nih, ”ujar Antas yang langsung mengambil yupi milik Letta.


“ ke mana aja kalian berdua, lama banget dah, ” kata Cila.


“ nih ketiduran, ”kata Bumi mengacak rambut Antas.


“ ish rusak tau! ”Protes Antas.


“ bisa-bisanya lo tidur padahal udah janjian, ”kata Dean.


“ ngantuk gue, di tambah lagi cuaca akhir-akhir ini mendung banget, makin di manja dong gue sama keadaan, ”jawab Antas.


Baru saja Antas menaruh bokongnya di sofa, ia kembali berdiri dengan terkejut melihat cowok yang ada di sampingnya.


“ Bagas? ”Ucap Antas. “ lo ngapain di sini? ”Tanya Antas.


Bagas ikut berdiri berkacak pinggang.


“ ya terus gue harus di mana lagi? Bawah jembatan? Gue di sini ya karena ini rumah gue lah, ”jawab Bagas.


“ gak gak lo pasti salah rumah kan? Ini rumah Naren bukan rumah lo. ”


“ durhaka mulut lo gue kutuk jadi ikan koi lo. ”


“ Adek gue Ntas, ”saut Naren.


“ WHAT? DEMI APA SI BAGAS ADEK LO? ”Teriak Antas.


“ berisik lo Markonah! Kenapa? Segitu kagetnya karena gue sama gantengnya kayak Abang gue, ”kata Bagas memainkan alisnya.


“ sialan, jadi kamar yang kemarin itu punya Bagas? ”Tanya Antas pelan pada Naren. Naren mengangguk dan itu membuat Antas meneguk ludanya.


Bagas yang mendengarnya langsung kesal dan menyemprot Antas.


“ ooh jadi lo yang berantakin kamar gue hah?! Emang bener-bener ya lo, ”kata Bagas.


“ eh haha santai Gas, 'kan waktu itu gue lagi sakit, jalan aja pincang makanya gak bisa beres-beres kamar lo, ”kata Antas.


“ gue gak mau tau apa pun alasan lo, karena lo kamar gue jadi berantakan abis! Sini lo! ”Kata Bagas lalu mengejar Antas yang sudah berlarian sambil memohon ampun.


“ huaaa ampun Gas sumpah gue gak sengaja. Emakkk!!! ”Pekik Antas berlarian mengitari sofa.


“ aaa Bumi tolong dong!! Naren juga tolongin gue dari makhluk jelek ini, ”sambungnya lagi.


Bagas semakin kesal dan mempercepat lariannya. “ ****** lo Antas. ”


...****...

__ADS_1


Di sinilah Antas sekarang dengan keadaan yang membuatnya terpaksa menuruti permintaan Bagas.


“ diem woi nanti hasilnya gak bagus, ” omel Bagas.


“ kenapa harus gini sih hukumannya? Gue gak percaya ya sama keahlian tangan lo itu! ”Balas Antas.


Hukuman yang di berikan Bagas ialah, Antas yang membiarkan wajahnya di make over oleh Bagas sendiri.


“ seharusnya bersyukur karena hukumannya itu gue ringanin, itu karena lo bilang gue ganteng pas masuk kamar gue. Lagian lo gak pernah dandan makanya gue dandanin lo, ”jelas Bagas.


Antas melirik Naren yang tersenyum tipis padanya.


“ ck lagian lo dapet benda gituan dari mana sih? ”Tanya Antas.


“ kita dong, ”serentak Narra dan Letta.


Antas menghela nafasnya. “ gak di sekolah, di luar sama aja gak pernah jauh-jauh dari make up. ”


“ oh iya Ren, lo gak pernah cerita tuh kalo Adek lo sebenernya Bagas, ”kata Antas.


“ lo gak nanya, ”balas Naren.


Antas mencebikkan bibirnya. Benar apa yang di katakan Naren, tapi apa harus di jawab sesingkat itu?


“ hm tapi Bagas sama Naren tuh jauh, jauhh banget! ”Kata Antas.


“ maksud lo apa lagi dongo? ”Tanya Bagas.


Antas berdeham pelan lalu memperhatikan wajah Bagas yang serius mendandaninya.


“ sifat lo sama Naren itu bedanya jauh banget dan sangat-sangat bertolak belakang. Jadi, ”Antas menggantung omongannya membuat semua orang bingung.


“ jadi kalian berdua jelas bukan dari gen yang sama alias lo anak pungud pake D, ”jawab Antas membuat semua temannya tertawa.


“ haha anjir gak ngotak lo, ”kata Dean.


“ parah sih tapi ada benernya juga, ”sambung Saka.


“ lo?! ”Kesal Bagas.


“ bercanda ish, ”balas Antas.


“ tapi gue juga cukup kasihan sama Naren, ” kata Narra.


“ kenapa tuh? ”Tanya Cila.


“ pasti kasihan karena punya Adik kayak Bagas, ”jawab Antas.


“ jiahkk pak cepak cepak jeder, ”balas Letta.


“ bhahaha demen banget lo pada bikin kesel si Bagas, ”kata Dean.


“ eh Naren, kalo misalnya lo gak tahan lagi sama sifatnya nih bocah, lo lempar aja ke Jerman, ”kata Antas.


“ kenapa tuh? ” Tanya Cila.


“ karena pasangan suami-suami lagi mencari seorang anak haha, ”jawab Antas


Saka melempari Antas dengan kacang. “ sembarangan lo, gimana kalo Naren beneran ngelakuin ide bagus lo itu. ”

__ADS_1


“ yeee dasar, ”semuanya menoyor Saka dengan tertawa.


Selanjutnya mereka semua sibuk mengobrol hal penting dan tidak penting. Kecuali Bagas dan Antas yang masih tidak bisa diam.


“ dikit lagi, ”kata Bagas.


“ kalo hasilnya aneh awas ya lo, ”balas Antas.


“ nah selesai! ”Ujar Bagas menghembuskan nafasnya lega.


Semua temannya berhenti mengobrol dan melihat Antas yang masih memunggungi semuanya. Antas menunjukkan wajahnya secara perlahan, hingga wajahnya terlihat dengan sempurna gelak tawa pun terdengar jelas di rumah itu. Bahkan Dean, Narra, Cila dan Saka sampai berguling di permadani.


Bumi pun tidak bisa menahan tawanya hingga cowok itu benar-benar tertawa lepas. Sementara Letta juga tertawa lebar, namun gayanya tetaplah anggun dengan duduk kedua kaki di silang, tak lupa menutupi mulutnya.


Antas mengernyit dan mengambil cermin yang di berikan Bagas. Begitu melihat wajahnya di cermin, Antas mencebikkan bibirnya geram dan mencubit perut Bagas hingga cowok itu mengadu kesakitan.


Naren menggelengkan kepalanya, jujur ia juga hampir tertawa lepas. Namun entah mengapa ia selalu berhasil untuk terlihat tenang, itu pun ia Tutupi dengan senyumannya dan kekehan kecilnya.


...****...


Hampir dua jam setengah berlalu, semuanya masih nyaman mengobrol. Terutama Antas yang berbaring di paha Bumi dengan Bumi yang menghapus make up-nya dengan kapas dan pembersih khusus.


“ hujan ngab, ”kata Dean.


“ ya wajar sih, soalnya kan udah beberapa hari ini langitnya mendung mulu tapi gak turun-turun hujan, ”kata Narra.


“ turun sih tapi cuma gerimis doang, itu juga bentar aja, ”sambung Cila.


“ baru jam 06.12 santai aja dulu, ”kata Saka. Bagas, cowok itu diam karena sudah tertidur di permadani dengan guling yang ia ambil dari kamarnya.


“ gak pa-pa nih Ren? ”Tanya Antas.


“ jangan gerak, ”tegur Bumi.


“ hm santai, ”jawab Naren.


“ sayang, ”panggil Letta pelan sambil bersandar di bahu Saka.


“ apa sayang? Laper lagi? ” Tanya Saka.


Letta menggeleng lalu mengelus punggung tangan kekasihnya itu. “ ngantuk, mau bobo. ”


“ yaudah tidur aja sini, mau tiduran di paha kayak Antas? ”


“ iya, boleh? ”


“ boleh dong apa sih yang gak boleh buat kamu. ”


Setelah Letta dengan menggunakan paha Saka sebagai bantal. Saka menyadari adanya aura hitam di sekitarnya, lantas cowok itu mengangkat pandangannya dan melihat semua teman-temannya yang melihatnya dan Letta dengan datar.


“ apa? ” Tanya Saka.


“ ululu manisnya, ”kata Cila.


“ manis banget dong sampe pengen di lempar, ”sambung Narra.


“ bisa-bisanya lo tebar kemesraan di hadapan temen lo yang jomblo ini, ”kata Dean.


“ bilang aja iri! Muka-muka lo jomblo? Gue makan bubur pake cangkul, ”balas Saka.

__ADS_1


__ADS_2