Bumi & Antas

Bumi & Antas
BUMTAS 05


__ADS_3

“ Ka, ”panggil Antas yang duduk di sampingnya. Keduanya kini berada di belakang sekolah. Apalagi? Saka, cowok itu merokok diam-diam di sana, sedangkan Antas, cewek itu sudah duduk di sana terlebih dahulu.


Saka berdeham pelan seraya menghembuskan asap. Antas memutar bola matanya malas dan duduk sedikit menjauh.


“ tau Letta mampus lo, ”kata Antas.


“ eh jangan di aduin ogeb, ”balas Saka.


Antas tertawa pelan. “ oh iya Ka, lo kan kapten futsal nih. Kalo gue mau ikut jadi anggota sabi nggak? ”Tanya Antas mengangkat satu kaki kirinya dan menghadap Saka.


“ sabilah, gue kaptennya kok santai, ”jawab Saka.


“ wah bagus-bagus. Berarti gue masuk ya? ”Kata Antas dengan semangat.


“ kenapa lo gak ke basket aja? Dean kaptennya tuh. ”


“ basket? Gak ah males, emang seru sih tapi bosen aja. ”


Selanjutnya mereka mengobrol biasa, hal yang tidak penting dan pastinya gila. Setelahnya mereka berdua kembali ke depan ingin menuju kantin, namun langkah keduanya terhenti kala melihat semua murid lari berhamburan ke depan.


“ ada apaan dah? ”Tanya Antas merintis kecil.


“ i don't know, ”jawab Saka.


Antas berdecak kesal dan menahan tangan siswi yang berlari di dekatnya.


“ kenapa? Kok semuanya pada lari ke depan? Gerbang sekolah? ”Tanya Antas.


Siswi itu merintis sakit karena cekatan tangan Antas yang kuat.


“ lepasin ogeb sakit tuh bocah elah, ”tegur Saka.


“ hehe ya maaf kan gak tau kalo sakit. ”


“ itu menurut lo. ”


“ ehm itu, ”sela siswi berkuncir dua tersebut.


“ itu apa? ”Tanya Saka.


“ di depan gerbang ada semacam geng gitu, dan mereka kayaknya mau bikin rusuh, ”jelas siswi tersebut.


“ apa? ”Antas dan Saka saling pandang dan menautkan alis.


“ udah ya aku mau liat dulu, ”ujar siswi tersebut lalu lari.


“ geng? Kita cek Ka, ”kata Antas lalu lari bersama Saka.


“ lo ke mana aja sih? Di cariin gak ada di telepon juga gak di angkat, ”omel Dean kala Saka datang bersama Antas.


“ belakang, ”jawab Saka.


“ the vagos? ”Ujar Antas.


“ Asta lo kenapa di sini? Balik sekarang Ntas, ”kata Bumi.


“ wah wah, liat ini? Ternyata bener rumor tentang ratu MG sekolah di sini? ”Itu Alex, sang ketua The vagos.

__ADS_1


“ mau ngapain lu semua? Gak ada kerjaan lain mampir ke sini? ”Sinis Antas mengangkat dagunya.


Alex mendekat dan menyentuh dagu Antas. “ kayak biasanya, lo gak berubah. Masih tetep ratu yang sama, lucu, ”ujarnya lalu melihat leher Antas.


Bumi yang melihatnya tak tinggal diam, ia langsung menonjok wajah Alex dengan ganas. “ jangan sentuh dia anjing! ”


Alex tertawa lalu menyeka sudut bibirnya yang berdarah.


“ kenapa? Lo gak punya hak buat ngelarang gue, ”balas Alex.


“ Asta gue minta pergi sekarang, gak baik buat lo, ”kata Bumi.


Antas menatap tajam Bumi. “ dan lo masih gak berubah, menganggap gue remeh dan lemah. Bukannya lo udah denger dengan jelas yang di bilang Alex? Lo gak punya hak. ”


“ Saka, ”panggil Naren.


“ lo, Jefran, dan Arif jaga semua murid. Pastikan mereka tetap di tempat yang aman, ”perintah Naren dan di setujui Saka.


“ Rendy dan Denis, lu pastiin para guru nggak laporin semua ini ke pihak berwajib. Karena urusan bakal semakin panjang, ”perintah Naren lagi.


“ sisanya, bawa para anggota keluar dari gerbang sekolah. Turuti permintaan mereka buat lawan fisik di luar gerbang, ”sambungnya lagi.


Alex berdecih dan melihat anggota DG dengan penuh kebencian.


Antas, cewek itu masih di dalam gerbang. Melihat semuanya adu fisik, dirinya tertawa kecil membuat murid lain bergidik ngeri.


Letta, Narra dan Cila. Ketiganya berada di barisan terdepan yang di jaga ketat oleh Dean, berbeda dengan Antas yang tepat di belakang gerbang menyaksikan semuanya.


Gerbang tertutup rapat, takut jika sewaktu-waktu mereka masuk dan menyandera salah satu murid di SMA itu.


“ Mama lo apa kabar? ”Ujar Alex yang baru saja mendekatinya. Wajahnya sudah kotor di penuhi debu dan juga luka lebam.


Cewek itu mengepalkan tangannya, wajah yang tadinya tertawa kini berubah menjadi aura yang menyeramkan.


“ anjing! ”Umpat Antas lalu keluar gerbang.


“ Antas jangan, ”pekik Dean.


Bukan Antas jika menurutinya.


Antas yang sudah mencengkeram kerah baju Alex. Cewek itu menatapnya dengan tajam seakan yang ada di hadapannya adalah makan siang.


Alex tertawa garing. “ mati atau bertahan? ”


“ cari mati lo?! ”


bugh


bugh


bugh


“ lembek kayak gitu masih punya mulut buat ngomong? ”Sinis Antas kala menjatuhkan Alex.


Bumi, cowok itu masih bersih sama seperti Naren. Ia memberhentikan layangan tangannya kala melihat anggota the vagos membawa blok kayu yang mengarah pada belakang Antas.


“ sialan, ”gumam Dean bercucuran keringat.

__ADS_1


Baru ingin berlari mendekati Antas, satu tendangan maut sudah menjatuhkan anggota yang ingin memukul Antas.


Semuanya terkejut, terutama teman-teman Antas dan juga Dean yang menoleh ke belakang.


Cila, entah sejak kapan cewek itu berlari keluar dan menendang anggota musuh itu.


“ Cila, ”gumam Antas.


Cila terkekeh kecil. “sorry gue telat. ”


“ lo? ”


“ Haha sans gak usah kaget gitu kali, nanti gue cerita deh. Sekarang kita olahraga dulu, lo masih kuat kan? ”Tanya Cila.


Antas tertawa lebar. “ semua olahraga gak bakal bisa buat gue capek, Let's. ”


Sudah hampir sepuluh menit mereka semua adu jotos dan kini berhasil menjatuhkan the vagos.


“ thanks, ”ucap Antas pada Cila. Dan Cila pun hanya mengangguk seraya membenarkan letak seragamnya dan juga dasinya.


“ ada yang luka? ”Tanya Bumi ikut berdiri di samping Antas. Menoleh sedikit lalu mengusap rambutnya ke belakang, Antas mengangguk.


Bugh


“ arghh bangsat!! ”Pekik Antas saat perutnya di tendang keras secara tiba-tiba oleh Dani. Bumi yang melihatnya langsung menangkap Antas yang ingin jatuh ke lantai, cowok itu mengelus perut Antas dan melihat Dani dengan ganas.


“ liat apaan kalian anjing balas! ”Kesal Bumi.


“ ikut gue ke UKS, ”pinta Bumi. Baru ingin membuka suara, tatapan Bumi kembali menajam bak Elang yang menemukan mangsanya.


“ gak ada kata penolakan, ”kata Bumi lagi dan langsung menggendong Antas.


...****...


“ sakit bego! ”Umpat Antas kala Bumi menekankan kapas ke sudut bibirnya.


Bumi berdecak sebal dan memelankan tekanannya. “ tau sakit kenapa masih ikutan? Udah berapa kali gue bilang kalo mau ikut sewajarnya aja gak usah sampe ikutan adu jotos gitu. ”


“ perut lo masih sakit banget? ”Tanya Bumi yang kembali mengompres perut Antas dengan air hangat.


“ ke rumah sakit ya Sta? ”Ajak Bumi yang tak tega melihat Antas menahan sakitnya.


“ kenapa ikut adu jotos sih Sta? Kalo terjadi hal yang di luar pikiran tadi gimana? ”Tanya Bumi, lagi.


Melihat Antas yang hanya diam menutup mata benar-benar membuat Bumi kesal, dua kali ia menghela nafasnya kasar. “ lo itu cewek Sta, gak baik buat badan lo apalagi tadi sampai kena perut lo. Pikirkan kedepannya. ”


Antas ikut berdecak sebal melihat wajah Bumi, ingin sekali ia mencakar wajah kelewat tampan itu. Memang benar nasihat Bumi tadi, tapi apa harus ia menuruti semuanya sedangkan ia juga sama?


“ bawel banget sih lo, ”semprot Antas.


Ia hampir jatuh karena sakit di perutnya yang luar biasa.


“ luka lo? ”Tanya Antas. Panik tapi gengsi.


Bumi tersenyum miring yang terdengar kekehan di akhirnya. “ lo khawatir sama gue? ”


“ gak usah PD lo! Dan gue liat kayaknya baik-baik aja tuh, jadi obatin aja sendiri, ”jawab Antas lalu pergi dengan kaki yang sedikit pincang. Bumi ingin bergerak namun berhenti seraya memikirkan jika cewek itu akan lebih marah kalau saja ia kembali menyentuh Antas.

__ADS_1


Tatapan sendu Bumi yang terus melihat kepergian Antas membuat jantungnya berdebar kencang. “ i miss you. ”


__ADS_2