
Beberapa bulan yang lalu sebelum menginjak bangku SMA.
“ cepet Bumi nanti keburu mulai acaranya, ”Antas, gadis itu terlihat anggun dengan dress berwarna abu-abu kesukaannya itu, dengan rambut yang di sanggul rapi semakin membuatnya manis.
“ bentar elah buru-buru amat lo, ”balas Bumi mulai mengambil foto Antas. Setelah beberapa hasil tangkapan yang sempurna, Devan menerobos masuk ke dalam foto itu dengan merangkul Antas.
“ heh merusak foto gue lo, ”sinis Antas.
“ buset dah ganteng-ganteng gini di bilang ngerusak foto, noh liat berapa banyak yang gue tolak ajakan foto, ”balas Devan.
Antas hanya menurut pada Devan, sedangkan Bumi sudah menghela nafasnya berkali-kali. Beberapa di antaranya gaya absurd dan aneh, dan ada beberapa juga yang benar-benar pas dan sangat cocok.
Devan mengambil alih kamera-nya dan mendorong Bumi hingga berdiri di samping Antas. “ sekarang, giliran gue yang fotoin kalian berdua. Yang bener! Biar kayak foto prewedding gitu jiahkk anjay. ”
Butuh beberapa kali pengambilan karena dua pasangan tersebut tidak bisa diam. Devan hampir menyerah karena melihat hasil foto yang— ah sudahlah.
“ duh sehari aja gak berantem bisa gak? Ini tuh hari spesial jadi gak usah ngerusak deh. Gue gak mau tau ya, setidaknya harus ada empat foto yang bener-bener serius oke? Mulai, ”jelas Devan.
Bumi menarik Antas agar lebih dekat, foto pertama saling pandang, kedua senyum bersama, ketiga Bumi merangkul Antas, dan yang keempat membuat Devan dan beberapa anak lainnya terkejut. Bumi, cowok itu nekat mencium pipi Antas sehingga membuat Devan heboh sendiri dalam memotretnya.
“ BAGUS HAHA PERFECT BANGET SIH INI, ”teriak Devan.
“ lo?! ”Kesal Antas dengan pipi yang bersemu.
Bumi tertawa pelan lalu menarik Antas mendekati panggung. Acara perpisahan beberapa menit lagi akan di laksanakan.
...****...
Beberapa hari kemudian Bumi mendengar kabar jika Papa Antas mengalami kebangkrutan yang luar biasa. 2 perusahaan sekaligus ambruk dalam satu waktu, itu membuat Papa Antas jatuh sakit akibat serangan jantung. Antas, cewek itu ketika bertemu Bumi langsung menangis dalam pelukannya sejadi-jadinya.
“ sabar Ntas, ini ujian buat keluarga lo. Tenang ya? Gue yakin semua bakal baik-baik aja, jangan takut, ”jelas Bumi. Cowok itu juga sudah membicarakan semua masalah itu pada orang tua-nya sendiri. Namun tetap gagal, sudah beberapa hari keduanya berjuang namun perusahaan itu tetap tidak bisa di selamatkan. Keadaan Papa Antas juga semakin memburuk hingga nyawanya benar-benar tidak bisa di selamatkan lagi. Antas juga mengurung dirinya di dalam kamar selama berhari-hari, bahkan Bumi pun tidak di tanggapinya.
__ADS_1
Seminggu setelah kepergian Papa-nya. Mama-nya pula yang terkena masalah besar, di fitnah berbuat hal kotor di rumah keluarga Klien-nya. Padahal Mama-nya di jebak oleh Klien-nya sendiri yang memang sudah mengincarnya sejak dulu. Akibat fitnah itu keluarga Antas di jauhi oleh semua tetangga dan perusahaan Mama-nya pun ikut bangkrut. Hal itu juga membuat kondisi Mama Antas menurun hingga di rawat ke rumah sakit.
“ hancur Bum, keluarga gue hancur!! ”Pekik Antas di pelukan Bumi. Keduanya berada di depan pintu ruang Mama-nya di rawat.
“ kenapa Tuhan jahat banget sama gue Bum? Gue salah apa?! Setelah Papa yang pergi apa Tuhan juga bakal ngambil Mama? Kenapa gak adil di gue Bum?! ”
Bumi dan Devan saling melihat satu sama lain. Kedua cowok itu tidak bisa berkata apa pun, Bumi hanya memeluk gadisnya dengan erat dan membiarkan gadis itu menangis sebisanya.
...****...
“ gue takut Asta jadi stres Dev, masalah ini datang dengan tiba-tiba. Lo bayangin aja dalam sebulan cobaan datang bertubi-tubi ke Asta, ”kata Bumi menjambak rambutnya sendiri.
“ sadar Bumi, jangan ikutan jatuh inget Asta butuh lo banget. Kita semua tau ini bakal berat banget buat Asta, yang harus kita lakuin cuma selalu di dekat Asta dan selalu kasih dukungan. Jangan sampai di tinggal sendirian Bum, kita gak tau kejiwaannya gimana, ”jelas Devan.
Bumi terdiam. Ia akan berusaha semaksimal mungkin untuk selalu di dekat Antas, bahkan cowok itu tidur di rumah Antas yang pastinya di kamar tamu. Hampir empat hari Bumi dan Devan lah yang mengurus Antas, keadaan gadis itu benar-benar kacau. Hingga Mama-nya di perbolehkan pulang dengan syarat tiak boleh terlalu lelah dan banyak pikiran. Kapan saja keadaan Mama-nya bisa jatuh lagi, oleh sebab itu harus di jaga ketat.
Antas kembali bangkit dengan mencari pekerjaan di mana-mana yang hanya mengandalkan ijazah SMP.
“ gue harus kuat. Kalo Mama udah jatuh kayak gini dan kalo gue ikutan jatuh maka semuanya gak ada harapan lagi. Mama butuh gue, itu artinya sekarang lah waktunya buat gue usaha, ”jelas Antas menyemangati dirinya sendiri.
Sudah berapa kali Bumi dan Devan mencoba membujuk Antas agar tidak bekerja. Bumi sendiri lah yang akan menanggung semuanya bahkan orang tua Bumi sendiri yang mengatakannya. Namun Antas, gadis yang memiliki sifat keras kepala dan penuh kenekatan itu tetap tidak ingin menerima bantuan apa pun.
“ rumah kalian sudah di sita, bahkan yang tersisa cuma mobil sama butik Mama kamu Asta. Kalian mau jadi apa di luar sana? ”Tanya Om Fikri. Antas hanya menunduk memainkan jari-jarinya.
“ Asta, Om ini sahabat terdekat Papa kamu. Om berhak untuk membantu nak, Papa kamu sendiri yang menitipkan kamu dan Mama kamu ke Om. Kamu gak mau kan Mama kamu pontang-panting mencari pekerjaan dengan kondisi seperti itu? ”Tanya Om Fikri lagi. Kali ini Antas melihat mata yang sudah mulai keriput itu, Antas menggelengkan kepalanya kuat. Tidak, ia tidak ingin membuat Mama-nya bekerja keras.
“ maka dari itu kamu harus terima apartemen yang Om kasih untuk kamu. Kamu sudah Om izinkan bekerja di cafe Om, tapi kamu juga harus sekolah nak. Ingat pesan terakhir Papa kamu. ”
“ meskipun Papa udah gak ada nanti, tetap lanjutkan pendidikan kamu ya nak? Jangan pernah putus sekolah, apalagi bolos. Jaga Mama kamu dengan baik ya nak? Jasad Papa mungkin sudah tidak ada, tapi raga Papa tetap bersama kamu dan juga Mama kamu. ”
Antas kembali menangis dengan memeluk Om Fikri yang sudah ia anggap sebagai Papa keduanya itu.
__ADS_1
“ terima ya sayang? Om tau kamu orangnya gak pantang menyerah, dan juga pekerja keras. Tapi juga demi Mama kamu izinkan Om membantu dengan semampu Om. Om kan cuma menyekolahkan kamu, memberi tempat tinggal yang layak dan memantau kamu, cuma itu. Selebihnya Om izinkan apa pun yang mau kamu perbuat, asal itu benar dan tidak menyesatkan diri kamu. ”
Maka, apartemen yang sekarang di tinggal Antas itu adalah pemberian dari Om Fikri. Om-nya itu lama tidak terlihat karena sedang bertugas di negeri orang lain.
...****...
Halo Ma?
Di mana nak?
Asta lagi di markas Ma, kenapa emang?
Gak ada Mama cuma mastiin aja kamu gak keluyuran.
Enggak kok Ma tadi ada Bumi kok cuma dia udah pulang duluan.
Ya sudah pulangnya jangan kemaleman ya.
Siap Bu Bos!
Tut...
Sore hari pukul 16.10 Antas baru pulang dari markasnya. Ia sudah membayangkan masakan untuk makan malam buatan Mama-nya.
Sedangkan Mama Antas keluar untuk membeli bumbu masakan dan bahan makanan untuk besok. Memang sudah sore, namun warungnya juga tidak terlalu jauh. Mama-nya pergi menggunakan mobil berwarna putihnya itu. Selesai membeli ini-itu, ia pun pulang melewati jalan yang sebenarnya ramai. Namun di tengah jalan ia di hadang oleh tiga motor yang sudah di duga geng yang meresahkan masyarakat itu.
Alex, Dani dan Gibran menarik paksa Mama Antas keluar dari mobil dan mengambil semua barang-barang berharga tak lupa uang-nya.
Saat Alex ingin merebut kalung pemberian terakhir dari Papa Antas itu, tentu saja Mama Antas menolak dan melawan yang mengakibatkan Alex nekat menusuk dada yang menggores jantungnya sedikit.
Sementara di sisi lain. Bumi dan teman-temannya juga bergerak menuju markasnya. Namun di perjalanan semuanya berhenti saat melihat Alex yang terang-terangan menusuk seorang wanita paruh baya yang menenteng kantung belanjaannya.
__ADS_1
Bumi langsung turun dari motornya ketika melihat Mama Antas yang sudah tidak berdaya dengan pisau yang masih menancap.
“ Tante, ”ujar Bumi lalu membawa kepala Mama Antas ke pelukannya.