Bumi & Antas

Bumi & Antas
BUMTAS 42


__ADS_3

“ Asta bangun, udah sampai nih, ” kata Bumi mengelus wajah Antas pelan. Gadis itu menggeliat seraya mengucek matanya dan terbangun.


“ sampe mana? ” Tanya Antas.


“ Vila sayang, ” jawab Bumi lembut. Antas mengangguk dan menurunkan kaca mobilnya.


“ gue kira di rumah, soalnya nyenyak banget hehe. ”


“ iya nyenyak kan bahu gue yang jadi bantalnya, ” balas Bumi tertawa.


Sedangkan di sisi lain Saka sudah membangunkan Kevin yang duduk di belakangnya.


“ woi bangun dah nyampe ini, ngebo mulu lo kayak kelelawar, ” kata Saka melempari bantal kecil milik Letta.


“ bangsat lo Ka, ” umpat Kevin.


“ sayang bangun, udah sampai nih, ” kata Saka.


Letta ikut mengeliat meregangkan otot-ototnya.


Cup


Saka mencium mata kanan Letta.


“ anjeng mata gue!! ” Pekik Kevin lalu keluar mobil.


“ srepet teross, ” sindir Cila lalu ikut keluar dengan Naren.


Merasa kekasihnya masih mengantuk membuat Saka menggendong Letta keluar mobil.


“ ciaelah emang bener-bener ya lo berdua, ” kata Antas menggelengkan kepalanya.


“ beuh dari dalam mobil tadi uwuan mulu hadeh, ” kata Kevin.


“ sirik lo Samsudin, ” balas Saka.


Kemudian tawa mereka terhenti saat melihat pertengkaran Dean dan Narra.


“ minggir gue mau lewat! ” Sentak Narra.


“ lo kenapa sih? Tiba-tiba jadi kayak gini, ” Tanya Dean.


“ heh kenapa lo pada? ” Tanya Antas.


“ tau nih si Narra tiba-tiba ngamuk sama marah-marah ke gue, ” jawab Dean.


“ ya lo pikir aja sendiri, bisa Minggir gak? Gue mau jalan ya, ” kata Narra dan berlalu pergi. Namun Dean menahan tangannya dengan memegang tangan Narra.


“ mau ke mana? ” Tanya Dean.


“ masuk, ” singkat Narra lalu pergi.


Dean hanya bisa melihat gadis itu berlalu pergi dengan Letta yang ia gandeng.


“ berantem? ” Tanya Bumi mendekati Dean.


“ gue tadi bangunin dia emang teriak, tapi kan di akhir pas dia udah sadar tapi tutup mata lagi, makanya gue teriak. Habis itu dia ngamuk dan marah-marah ke gue, biasanya juga gak kayak gitu, ” jelas Dean.


“ iya sih biasanya kan gak marah gitu ya kayak di anggep bercanda aja gitu, ” kata Cila.

__ADS_1


“ udah nanti di selesaikan baik-baik sekarang kita masuk semuanya, ” ujar Bumi.


“ di sini ada berapa kamar Bum? ” Tanya Kevin.


“ lima, tiga di atas dan dua di bawah, ” jawab Bumi.


“ mau sama gue Ntas? ” Tanya Cila.


“ gas lah, ” jawab Antas.


“ oke berarti kita berdua Nar! ” Kata Letta senang merangkul Narra.


“ Naren, gue dan Saka di kamar bawah. Sedangkan Dean dan Kevin di kamar atas, jadi kita semua bisa saja kamar anak cewek, ” jelas Bumi yang di angguki setuju oleh temannya.


“ oke sekarang kita semua istirahat dulu, tidur, mandi atau apalah yang penting istirahat. Malemnya baru kita kumpul di belakang, kita bakar-bakar sip? ” Jelas Bumi lagi.


“ sip setuju! ”


...****...


“ dih gak mandi dulu lo? ” Tanya Cila melihat Antas yang langsung berbaring bergulat di kasur. Sementara Cila sudah melepas pakaiannya yang hanya tersisa tanktop dan hotpants.


“ lo aja deh gue masih ngantuk, ” jawab Antas.


Cila mendekati Antas dan ikut berbaring di sebelahnya.


“ gue juga males deh, tiduran aja bentar, ” kata Cila.


Berkali-kali gadis itu menghela nafasnya membuat Antas menelentangkan tubuhnya.


“ mau sampai kapan lo terus diam dengan perasaan lo itu? ” Tanya Antas.


“ lo suka Naren kan? ”


Tentu saja mendengarnya membuat Cila terkejut.


“ m— maksud lo? Gak usah ngadi-ngadi deh. ”


Antas tertawa pelan. “ Cila-Cila. Lo mungkin bisa bohongin orang lain tapi nggak sama diri gue sendiri. ”


“ padahal lo dulu juga bilang ke gue kalo gue bodoh banget soal perasaan, dan sekarang kebodohan itu terjadi sama lo, ” sambung Antas.


“ terkadang memang gitu Cil, cewek kayak kita yang bisa dalam segala hal bahkan bela diri memang selalu gagal soal perasaannya sendiri. ”


“ lo tau sejak kapan? ” Tanya Cila.


“ sejak kalian liat Mama gue di rumah sakit, waktu itu lo langsung keluar dari ruangan Mama gue karena sifat Naren ke gue, iya kan? ”


Cila terdiam, itu benar. Ia yang mencintai ia juga yang tersakiti.


“ maaf ya Cil, ” ucap Antas.


“ maaf buat apa? ”


“ maaf karenaa gue masih biarin Naren segitu deketnya sama gue. Gue gak tau rasa lo sedalam itu sama Naren. ”


“ gak pa-pa lah santai aja, lagian kalian juga temen kan. Gue cuma cemburu dikit aja, wajar lah ya dalam perasaan. ”


“ jadi, kapan lo bakal jujur ke Naren? ”

__ADS_1


“ harus banget gue duluan? Gak ah, udah pasti di tolak gue. ”


“ belum di coba podoh! Liat tuh si Letta yang duluan nembak Saka, jadi kan bahkan sampe sekarang. Iya gue tau lo pasti mikirnya mereka emang sama-sama suka, tapi dengan lo jujur ke Naren soal perasaan lo setidaknya lo juga bakal tau apa Naren punya rasa yang sama atau nggak iya kan? Kalo lo tetap diam dan cuma berdiri di tempat percuma, lo bakal terua penasaran. ”


“ Naren itu tipe cowok simpel Antas, begitu gak suka yang langsung jawab, ” kata Cila.


Antas bangun dan duduk menghadap Cila yang masih berbaring.


“ justru itu! Kita semua tau Naren itu tipe cowok yang gak neko-neko alias simpel. Dia juga tipe cowok yang langsung tanpa pikir panjang, kayak tuh otak secepat kilat. Kalo misalnya lo dah jujur sama rasa lo terus kalo Naren langsung jawab nggak yaudah mungkin emang belum waktunya. Tapi kalo Naren berpikir dulu sebelum jawab, fiks tahan perasaan lo biar gak mundur! Udah jelas dong dia juga ambigu, antara suka dan nggak. Cowok misterius kayak dia itu terkadang gak tau kalo hatinya udah di tempati seseorang tanpa di sadari, ” jelas Antas.


“ jadi... Gue harus ngungkapin duluan? ” Tanya Cila.


“ iya Cila, saran gue lo ajak dia ke mana gitu biar berduaan doang. Kalo di tempat ramai lo ngungkapinnya ya you know lah, ” jawab Antas.


Sementara di kamar Dean dan Kevin. Seperti biasa Kevin memang selalu ceroboh dan tidak pernah diam.


“ hoi tumben lo diem, ” kata Kevin melempari jaket jeansnya.


“ gue bingung mikirnya, ” kata Dean.


“ emang mikir apaan lo? Udah kayak banyak hutang aja, ” Tanya Kevin.


“ Narra, gue bingung kenapa dia bisa semarah itu sama gue, ” jawab Dean.


“ lo mikirin Narra? Gak biasanya nih. ”


“ maksud lo apaan? ”


“ jangan-jangan cewek yang bikin lo berubah dan mantepin hati buat dia itu Narra? ”


Dean diam, setelah melepas semua pakaiannya kecuali celana pendek, cowok itu berbaring dengan menutup matanya.


“ diam berarti iya, ” jawab Kevin sendiri.


“ terus kenapa lo diem aja? Seharusnya langsung tembak dong, ” ujar Kevin.


“ ngomong mah gampang lo! Ini Narra, dia satu-satunya cewek yang memang Ish gak tau lagi dah gue bisa-bisanya dia nempatin hati gue, ” balas Dean.


“ biasanya juga asal jedor, ” gumam Kevin lalu masuk ke kamar mandi. Dean hanya melihatnya sinis lalu kembali menutup matanya.


...****...


Malam harinya mereka semua sibuk dengan tugasnya masing-masing dan berkumpul di dekat kolam renang belakang Vila.


Cila yang membuat camilan, Narra yang membuat minuman, Letta dan Saka yang membersihkan piring, gelas dengan sapu tangan, Bumi dan Naren yang menggelar tikar dan lainnya, Kevin yang bulak-balik membawa piring dan gelas keluar, dan Antas yang bakar-bakar daging, sosis, nugget, dan makanan lainnya.


“ capek? ” Tanya Bumi yang langsung menaruh dagunya di pundak Antas dari belakang.


“ astaga ngagetin aja lo, ” kesal Antas.


Bumi tertawa pelan. “ kalo capek gantian sini. ”


“ nggak kok justru seneng banget karena ramai temen yang bantu dan kerja sama-sama, ” kata Antas. “ udah sana balik lagi kerjain tugasnya. ”


“ udah selesai, ” jawab Bumi.


“ yaudah duduk manis aja sana, tuh liat si Naren dari tadi main game di handphone-nya. ”


“ ck yaudah iya-iya, tapi kalo capek bilang ya. Dah sayang. ”

__ADS_1


__ADS_2