
Antas diam memperhatikan tiap lekuk wajah yang menjadi dambaan para murid di sekolah dan di luar. Melihat Naren yang sangat fokus mengobatinya membuat jari Antas tergerak menghapus noda lumpur di wajah Naren. Cowok itu diam ikut melihat wajah Antas.
“ lo tau pekerjaan paruh waktu yang memperkerjakan anak SMA gak? ”Tanya Antas.
Naren diam sambil membereskan obat-obatan itu.
“ emang kerjaan lo yang ini belum cukup? ” Tanya Naren membuat mata Antas membulat sempurna. Bagaimana cowok itu tau?
“ lo kok— ”
“ gue tau semuanya, lo kerja di cafe delima kan? Dan itu alesan lo jarang masuk sekolah, ” potong Naren.
Antas menghela nafas kasarnya. “ kerjaan itu mana cukup buat gue kumpulin uang jutaan. Gue harus cari kerjaan lain supaya uang-nya cepet terkumpul. ”
Naren kembali menatap Antas. “ emamg lo butuh berapa? Gue bantu. ”
Antas menggeleng. “ gak usah Ren, gue masih mampu kerja keras. ”
“ tapi kayaknya cari kerjaan di jaman sekarang itu susah banget. Yang lulus SMA dan Kuliah aja susah apalagi gue yang masih anak SMA. Gue kerja bar aja kali ya? ”
Naren menajamkan tatapannya membuat Antas gelagapan. “ lo gila? Masih banyak pekerjaan lain dari pada lo kerja di tempat kayak gitu. ”
“ ya terus gue harus gimana lagi? Demi Mama apa pun bakal gue lakuin, gue gak peduli. ”
“ gue tau lo tipe orang yang gak suka nerima bantuan orang lain, apalagi kalo lo sampai hutang budi sama orang lain. Pikir tentang Mama lo, gimana perasaan Mama lo kalo tau anaknya kerja di tempat itu. ”
Antas memberikan handuknya pada Naren yang di letak pada leher cowok itu. Handuk itu ia gunakan untuk mengeringkan rambutnya.
“ gue tau resikonya dan gue juga gak akan kerja di sana kok Ren, selagi ada yang halal bakal gue kerjakan. Tapi kalo gak ada lagi, dengan terpaksa gue kerja di sana. Sekarang lo mandi dulu. ”
Naren beranjak menaiki anak tangga. Antas melihat punggung yang mulai menghilang itu lalu menunduk. “gue pasti bisa! ”
...****...
Antas turun dari motornya dan bersiap menuju toilet untuk mengganti celananya dengan rok. Namun di lorong sekolah itu Antas terhenti kala di halangi empat orang seniornya.
“ masih pagi gak usah buru-buru. ”
“ Antas kan? Sesuai omongan orang-orang, lo emang cantik juga dan— ya body lo juga lumayan lah, ”sambung temannya melihat Antas dari atas hingga bawah.
“ masih pagi, gak usah mancing gue. Minggir! ”Balas Antas pelan namun tajam.
Baru satu langkah Antas berjalan tangan salah satu seniornya menghalangi.
“ gue gak pernah main-main sama omongan gue, minggir atau gue patahin tangan lo, ”kata Antas.
“ lo— ”
__ADS_1
“ heh, ” semuanya menoleh ke sumber suara. Bumi, cowok itu dengan rahang tegasnya mendekati mereka.
“ pergi, ”titah Bumi.
“ gak usah ikut campur, urusin aja sana tugas-tugas lo, ”balas salah satunya.
“ gue dah bosen ngurusin tugas-tugas sekolah. Gimana kalo gue ngurusin kalian? Gue juga udah lama gak olahraga nih, ” jawab Bumi seraya meregangkan otot-ototnya.
“ cabut, ” setelah mengatakan itu, keempat senior itu langsung cabut.
Antas, cewek itu tanpa menoleh ke Bumi langsung berjalan meninggalkan Bumi.
“ Asta, ” cegat Bumi dengan menarik tangan Antas.
“ lepasin! ” Sentak Antas.
“ ada yang mau gue omongin, ”kata Bumi.
Antas tersenyum miring. “ gue gak ada waktu buat pengkhianat kayak lo. ”
...****...
Semua murid kelas X MIPA 2 sudah berada di lapangan. Hari ini, mereka semua akan memasuki pelajaran olahraga. Antas yang selalu menguncir rambutnya tidak perlu bersusah payah untuk merapikannya lagi.
“ lo kenapa sih gak pernah lepas rambut? Padahal rambut lo panjang dan tebel banget tuh, ” akhirnya, pertanyaan yang selalu di simpan Narra pun di keluarkan.
Setelah selesai melakukan pemanasan, semuanya mengambil nilai mengiring bola.
“ giliran Antas, ” ujar pak Rahmat -guru olahraga-
Antas mengangguk dan mulai mengiring bola.
“ bagus Antas, ” puji pak Rahmat.
“ haha gitu doang mah kecil pak, ” sombong Antas seraya memainkan alisnya.
“ saya lupa kamu orangnya terlalu percaya diri, ya sudah saya cabut lagi pujiannya, ” balas pak Rahmat yang membuat semuanya tertawa.
Dua jam telah berlalu, kini tersisa satu jam lagi. Pak Rahmat memberikan mereka kebebasan untuk bermain apa saja, asal jangan keluar dari lapangan alias ke kantin.
“ Antas basket skuy, ” pekik Saka di bawah tiang basket.
“ yoi pas nih lawannya, lo sendiri cewek gak masalah deh, ” sambung Dean memainkan bola basket.
“ lo mau ikut Nar? ” Tanya Antas.
Narra menggeleng seraya mengambil raket. “ lo aja deh, gue mau main raket aja sama Syila. ”
__ADS_1
“ oke. ”
...****...
“ gimana? Seru? ” Tanya Cila yang datang bersama Letta ke lapangan basket. Bel sudah berbunyi namun Antas dan Narra masih duduk di lapangan basket untuk beristirahat sejenak. Dada Antas naik turun dengan detak jantung yang cepat karena tadi ia sangat bersemangat sehingga sangat lelah.
“ seru sih seru tapi tetap aja capek di akhir, ” jawab Narra.
“ ye lu mah apa-apa juga capek, makan aja capek, ” celetuk Letta.
“ kantin gak? ” Tanya Narra.
“ ayoklah gue dah laper nih, ” jawab Cila.
“ ganti baju dulu dodol! Keringet gitu gak gerah apa lo pada? ” Ujar Letta. Lalu keduanya bangkit untuk menuju toilet.
“ lo berdua duluan aja sekalian ambil tempat, makanan juga samain aja semuanya biar cepet, ” pinta Antas.
“ enak di lo Jamilah, ” balas Cila lalu pergi.
10 menit keduanya berganti pakaian dan kini mereka di berhadapan dengan wastafel.
“ lo bawa pelembab muka gak? ” Tanya Narra pada Antas.
“ ngapain gue bawa-bawa begituan, ” jawab Antas.
“ ye nyolot. ”
Setelah merapikan segalanya, keduanya lantas keluar. Dan siap untuk mengisi perut mereka.
...****...
Bumi dan ketiga teman yang lainnya berada di kantin belakang. Memang di situlah setiap harinya mereka, di sana juga terdapat anggota geng mereka. D’eagle, itu namanya. Mendengar namanya saja semua orang sudah mengetahuinya, geng yang selalu memberantas kejahatan itu menjadi panutan bagi siapa pun. Musuh terbesarnya ialah the vagos, geng bermotor yang selalu meresahkan masyarakat dan juga sekolah lain.
“ kok si lembek gak ada bikin masalah lagi ya? ” Tanya saka.
Geng Lembek\= the vagos.
“ oh iya ya, biasanya nih ya tuh orang selalu koar-koar di jalanan, ” sambung Dean.
“ kapok mungkin, ”saat Beni yang merupakan anggota mereka juga.
“ mustahil mereka bisa kapok. Mereka masih lagi merencanakan sesuatu yang bakal di jalani nanti, intinya kita selalu siap sedia, ”jelas Dean yang di setujui Bumi.
“ tapi gue yakin banget mereka lebih memperbanyak rencana buat Antas, ya gak? Secara kan kita semua tau kalo Alex terobsesi sama tuh cewek, dengan keobsesiannya itu bakal membuat Antas terus terluka. Karena keobsesian seseorang bisa ngelakuin apa pun demi mendapatkan apa yang dia mau, ”jelas Jefran.
“ gue liat Antas kemarin di keroyok sama mereka, ”kata Naren membuka suara membuat semua mata melihat ke arahnya.
__ADS_1