
Bumi, Naren, Saka, Dean dan D berkumpul lagi di rumah Bumi pada malam ini.
“ Anjing! ”Umpat Dean saat kalah permainan dengan Saka. Ketika ketiga teman lainnya membicarakan masalah Antas, berbeda dengan dua makhluk aneh tersebut yang sibuk bermain PS hingga tiga mangkuk camilan licin.
“ main yang bener podoh! Otak lo jangan di pake buat mikirin cewek doang, gak bakal kelar karena cewek lo segudang, ”oceh Saka. Dean berdecak sebal lalu menajamkan penglihatannya.
“ rencana selanjutnya? ”Tanya D.
“ kita harus temui Alex beserta temen-temennya, ”jawab Bumi.
“ lo serius? Buat apa? ”
“ iya serius, kita harus buat mereka mengaku dan jujur ke Asta tentang masalah ini. ”
“ kalo mereka gak mau? ”Tanya Saka yang matanya tetap pada TV.
“ ho'oh Bum lo kayak gak tau mereka aja, ”sambung Dean.
“ gue setuju sama mereka, ”ujar D.
“ kalo mereka gak mau ngaku, kita pake rencana paksaan, ”balas Naren membuka suara.
“ bener, ”ujar Bumi.
D mengangguk-anggukkan kepalanya mengerti. “ jadi kita harus bikin rencana buat di akhir, karena gue juga yakin sama kayak kedua makhluk aneh itu kalo Alex dan temen-temennya gak akan pernah setuju. ”
“ yang punya ide keluarin semuanya, nanti kita gabungkan dan pikir ulang lagi, ”titah Bumi. Saka dan Dean langsung menaruh PS-nya.
“ kita semua punya ide. ”
...****...
Cila, cewek dengan motor ninja berwarna merah itu baru saja sampai di parkiran sekolah. Semalaman ia tidak pulang ke rumah, bukan keluyuran, melainkan ia ketiduran di cafe.
Ketika helm sudah di sangkutkan, cewek itu langsung menuju kelasnya untuk menata rambut dan wajahnya yang masih berantakan. Ia sengaja pergi pagi-pagi sekali untuk itulah alasannya.
“ Cila, ”panggil Bumi berlari kecil mendekati Cila.
“ Bumi? Tumben lo dateng jam segini? Dan udah dua hari lo gak sekolah ke mana aja dah? Semua baik-baik aja kan? ”Tanya Cila beruntun.
Bumi terkekeh pelan lalu menyisir rambutnya ke belakang. “ gue ngambil barang yang ketinggalan di bawah meja, hari ini gue masuk karena besok sama lusa gue bakal izin lagi. ”
Cila mengangguk mengerti. “ ehm— Naren? ”
Bumi menaikkan sebelah alisnya. “ kenapa? ”
“ itu.. Naren sama lo juga kan? ”Tanya Cila ragu.
Bumi tersenyum tipis lalu mengangguk. “ he'em pangeran lo sama gue, semuanya aman kok. ”
“ dih apaan sih pangeran-pangeran, ”elak Cila dengan pipi yang bersemu.
Bumi semakin tertawa. “ keliatan podoh! ”
“ btw tuh muka lo kenapa? Rambut lo juga kayak abis di terjang angin beliung gitu, ”tanya Bumi.
__ADS_1
“ biasalah, gue ketiduran di cafe. Tadinya gue mau santai dulu sambil makan dan minum kopi, eh tau-tau ketiduran, mana mbaknya gak bangunin lagi untung gue gak di *****-*****. ”
“ hadeh ada-ada aja lo, yaudah ke kelas ayok benerin tuh muka sama rambut lo. ”
Keduanya berjalan melewati setiap kelas yang masih sepi.
“ Cil, ”panggil Bumi.
“ astaga gue tonjok lo! Cila, C. I. L. A, Cila. Atau La jangan Cil gue bukan bocil, ”protes Cila.
Bumi terkekeh. “ iya-iya Cila. Asta kabarnya baik kan ya? ”
“ hm baik kok, dua hari ini dia ketawa terus karena tingkah makhluk aneh peliharaan lo itu. ”
“ Saka sama Dean maksud lo? Emang mereka ngapain? ”
“ yaiyalah emang siapa lagi? Mereka berdua ya gitulah kayak hari biasanya selalu bikin ulah. ”
Bumi tertawa ketika membayangkan tingkah dua sahabatnya itu, apalagi ketika membayangkan Antas yang tertawa lepas.
“ sabar aja Bum, semua pasti bisa balik kayak semula. ”
Bumi mengangguk seraya duduk di kursinya. Tak terasa obrolan mereka tadi hingga sudah sampai di kelasnya.
“ oh iya Bum, yang bikin Mama Antas masuk rumah sakit beneran bukan lo kan? ”Tanya Cila yang merapikan rambut dan juga seragamnya.
“ Asta yang cerita? ”
Cila mengangguk lalu menceritakan yang Antas ceritakan di kantin dua hari yang lalu. Bumi menganggukkan kepalanya mengerti.
“ gue lagi usaha, ”kata Bumi.
Bumi tersenyum tipis. “ lo dan semua teman-teman lo bakal tau nanti, sabar aja. ”
Cila mengangguk mengerti, ia juga tidak boleh memaksa seseorang. Toh nanti juga dia bakal tahu.
“ lah jadi kalian berdua yang dateng duluan? ”Tanya Letta yang baru saja datang.
Cila hanya berdeham sebagai jawaban sedangkan Bumi memainkan kedua alisnya.
“ tumben? ”Tanya Letta lagi melirik jam tangannya.
Cila menceritakan alasannya begitu juga dengan Bumi.
“ oalah kirain ada apaan, tumben aja gitu gak biasanya, ”kata Letta.
“ Asta udah dateng juga Ta? ”Tanya Bumi.
“ belum tuh, gue lewat kelasnya dia baru beberapa orang yang dateng, ”jawab Letta.
...****...
Saat pelajaran sudah mulai beberapa menit yang lalu, Antas baru saja datang. Terlambat.
“ sialan telat mulu gue hadeh-hadeh, ”katanya sendiri lalu memanjat tembok belakang. Motornya seperti biasa ia titipkan pada kantin belakang.
__ADS_1
Sampai di depan kelasnya ia berhenti karena pintu kelasnya sudah tertutup, menandakan pelajaran telah di mulai. Jelas lah, sudah sepuluh menit yang lalu dan dia baru sampai.
Gadis itu terdiam sejenak memikirkan jalan keluarnya, karena pelajaran hari ini tidak main-main. Bukan masalah pelajarannya, namun gurunya, killer.
Ia tersenyum senang saat ide bagus melintas di pikirannya. Ia mulai mencubit ujung hidungnya beberapa kali sehingga menimbulkan bekas merah, dan mencoba mengubah suaranya menjadi lemah. Ketika semua di rasa sudah mantap, ia membuka pintu dengan perlahan. Semua mata melihat ke arahnya termasuk Pak Tio -guru bahasa Inggris-
“ uhuk uhuk maaf pak uhuk saya terlambat uhuk uhuk, ”kata Antas. Oke dramanya sudah di mulai.
“ kenapa terlambat? Itu kamu sakit? Batuk sama pucat begitu”tanya Pak Tio.
“ uhuk, iya Pak. Saya pusing banget makanya telat, saya bawa motornya juga uhuk pelan-pelan. ”
Saka, Dean dan Narra memasang wajah datar melihat tingkah temannya itu. Mereka tau jika Antas sedang memainkan drama, karena jika gadis itu sakit pun tidak akan selebai itu. Tak hanya mereka bertiga, namun satu kelas mengetahuinya.
“ haduh ada-ada saja kamu Antas-Antas. Ya sudah silakan duduk, kalau tidak kuat bisa langsung ke UKS. Angga nanti tolong bawa Antas, ”jelas Pak Tio.
Antas berjalan seraya melirik Angga selaku ketua kelasnya lalu memainkan alisnya menggoda. Sedangkan Angga menunjukkan jari tengahnya kesal.
“ drama lo bagus banget ya, tamat sekolah langsung jadi pemain sinetron aja, ”sindir Narra.
“ iri bilang Markonah, ”bisik Antas.
...****...
“ Antas mana? ”Tanya Bumi. Mereka semua kini sudah berada di kantin.
“ di UKS, ”jawab Letta.
“ hah? Sakit apa? Parah? ”
“ gitu amat lo Bum, si Antas bisa sakit? Lautan gue kuras pake sumpit! ”Julid Dean.
“ Crush lo itu sehari tanpa drama kayak gak enak. Asal lo tau Bum, tadi dia pura-pura sakit di depan Pak Tio anjir pinter banget tuh anak, ”jelas Saka.
“ he'em bener itu, karena dia telat makanya di bikin drama lagi ck ck, ”sambung Narra.
“ terus sekarang kenapa masih belum keluar? Kan udah istirahat, ”kata Bumi.
“ ada si botak yang jagain di UKS, tadi Pak Tio bilang laporan ke dia kalo Antas kenapa-napa jadi tuh dua orang masih di UKS, ”jelas Cila.
Bumi langsung beranjak dan meninggalkan teman-temannya.
“ dasar bucin, ”celetuk Saka.
Dean dan Narra langsung menoyor kepala Saka. “ NGACA BEGO! ”Serentak keduanya.
“ wah, ”gumam Cila lalu tertawa pelan.
Dean dan Narra berdeham sedikit canggung. Setelah itu handphone Dean berdering, Narra melirik diam-diam. Tertulis jelas nama kontaknya 'Baby02'
“ pacar kedua, ”gumam Narra yang terdengar jelas oleh Cila.
Cila berdeham pelan melihat Dean yang mengobrol dengan kekasihnya itu dengan manja. Cila juga melirik Narra yang makan dengan sedikit emosi yang terlihat jelas di matanya.
“ cemburu tanda cinta, marah tandanya sayang, ”nyanyi Cila sekaligus menyindir.
__ADS_1
Saka dan Letta serentak melihat Cila dan menaikkan alis. “ kenapa lu Cil? ”Tanya Saka.
“ gak pa-pa pengen nyanyi aja, ”jawab Cila. Sementara Narra masih belum sadar bahwa Cila sedang menyindir dirinya.