Bumi & Antas

Bumi & Antas
BUMTAS 35


__ADS_3

Saat ini semuanya berkumpul lagi di rumah Naren, kecuali Antas. Mereka membicarakan tentang Kevin.


“ dari awal gue udah yakin banget kalo tuh cowok sebenarnya ngejar Antas, ” kata Saka.


“ Saka bener Bum, lo gak boleh diam aja. Kita gak tau Kevin itu memang sekedarnya suka atau obsesi, ” kata Cila.


“ apa? Obsesi? Artinya Kevin bisa ngelakuin hal apa aja dong demi dapetin Antas, ” Tanya Letta.


“ gue gak bisa gegabah, gue juga marah. Tapi gue harus lebih sabar, menurut gue Kevin bukan bahaya besar. Kalo memang obsesi pasti udah di liatin dari awal, ” jelas Bumi.


“ yep! Kalo Bumi gerak pasti semua tamat, dan itu bakal bikin Antas kembali benci sama Bumi, ” kata Dean.


“ kalo Kevin memang bener suka juga gak mempengaruhi, keliatan kalo Kevin bukan pemaksa, ” kata Naren angkat suara.


“ lo tau dari mana dia bukan pemaksa? ” Tanya Bumi.


“ jelas, cara yang dia lakuin buat deket sama Antas bukanlah hal yang tajam, ” jawab Naren.


“ oh my gosh! ” Ucap Narra menutup mulutnya saat melihat postingan di Instagram-nya.


“ kenapa lo? ” Tanya Dean.


“ nih liat deh, ini Antas kan? ” Tanya Narra memperlihatkan foto wajah cewek yang sedang tertidur pulas, dan foto itu di ambil oleh Kevin dan posting di laman Instagram-nya sendiri.


“ demi apa beneran ini Antas, ” jawab Letta tak kalah menjerit.


“ sialan, ” gumam Bumi lalu pergi.


...****...


Sebelum pulang dari sekolah Antas memang pulang bersama Kevin lagi. Sebab ia tahu teman-temannya sedang kesal padanya, apalagi Bumi.


“ lo mau liat rumah gue gak? ” Tanya Kevin.


“ boleh? ” Tanya Antas balik.


“ kenapa enggak, ayo naik. ”


Sampainya di rumah Kevin Antas duduk di sofa menunggu Kevin yang sedang membuat minuman dan mengambil camilannya.

__ADS_1


“ rumah lo besar dan bagus banget Kev, desain-nya sederhana tapi elegan. Pasti Mama lo deh yang nge-desain semuanya, ” kata Antas.


“ haha iya Mama gue, ” balas Kevin.


Antas menguap ingin tidur, memang dari beberapa pelajaran tadi ia terus melamun dan tertidur.


“ gue boleh numpang tidur gak? Mau pulang tapi masih jauh, ” Tanya Antas.


“ silakan, lo tenang aja gue gak bakal aneh-aneh kok. Bentar lagi juga orang tua gue pulang, ” jawab Kevin.


“ yaudah ntar kalo orang tua lo pulang langsung bangunin gue ya, gue tidur di sofa ini aja. ”


Beberapa menit berlalu dari postingan Kevin tadi, Bumi dan teman lainnya sudah sampai di rumah Kevin. Tanpa permisi Bumi langsung masuk dan melihat Kevin yang sedang memandangi wajah Antas.


“ ASTA! ” Teriak Bumi.


Gadis itu langsung bangun dan mengucek kedua matanya, sementara Kevin juga ikut berdiri karena terkejut.


“ lo kenapa di sini Bum? ” Tanya Antas.


“ kenapa Emangnya kalo gue di sini, ganggu? ” Balas Bumi.


Emosinya sudah meninggi dan langsung memukul wajah Kevin hingga cowok itu tersungkur.


“ keparat lo anjing! ” Sentak Bumi.


“ Bumi udah! Sumpah gue gak ada apa-apa Bumi gue cuma tidur doang, itu juga sebentar karena lo dateng, ” kata Antas.


“ gitu? Terus kalo gue gak dateng mau sampai kapan lo tidur di sini hah? ”


Antas terdiam, setelah sekian lama tidak pernah di bentak hari ini ia mendengarnya sendiri dengan jelas dari mulut Bumi sendiri.


“ dan lo, gue diemin bukannya sadar dan menjauh malah semakin jadi lo. Tau Asta punya gue kenapa masih di deketin brengsek! ” Sentak Bumi.


Nafasnya memburu dengan urat di tangannya yang sudah menonjol. Bumi kembali melihat mata Antas untuk meredam emosinya agar tidak lepas kendali.


Cowok itu sejenak diam menatap manik mata Antas. “ ini mau lo kan? Tanpa lo sadar lo ngebuang orang lama demi orang baru Sta, gue juga gak punya hubungan jelas kan sama lo jadi wajar lo seenaknya berlaku kayak gini. ”


Seperti di hantam badai jantung Antas berdenyut perih. Ia sangat tertampar dengan omongan Bumi.

__ADS_1


Bumi mengangguk-anggukkan kepalanya. “ gue kira dengan gue diem aja dan terus sabar lo bakal sadar, tapi nyatanya malah semakin jadi dan lebih parah. Terserah lo Sta, ini mau lo gue turutin. Sekarang bebas, ” kata Bumi lembut lalu pergi.


“ Bumi lo gak bisa langsung pergi aja dong, kasih pelajaran dulu gak serampang itu, ” kata Saka menahan tangan Bumi.


“ pelajaran apa? Percuma Ka, kalo itu maunya Asta gue bisa apa? Toh gue kasih kesempatan dengan sabar gak di ladeni malah makin dalam kan, maunya dia ini bebasin aja. Pulang. ”


Antas masih diam melihat punggung Bumi yang sudah menghilang. Kemudian berlari kecil namun terlambat, Bumi sudah pergi dengan motornya.


“ gue kecewa sama lo Antas, gak nyangka gue lo bisa setega ini, ” kata Letta lalu pergi bersama Saka.


“ dan tanpa lo sadari, lo udah nyakitin perasaan Bumi dengan dalam, ” sambung Dean lalu pergi bersama Narra.


Antas melihat Naren dan Cila yang masih tertinggal.


“ semua gak kayak yang kalian kira Cil, dengerin penjelasan gue dulu. Sumpah apapun itu gak gue lakuin kecuali tidur, ” kata Antas.


Cila diam tertunduk sejenak lalu kembali melihat Antas. Antas sangat berharap Cila mengerti dirinya, karena antara tiga temannya tersebut hanya Cila yang mengerti segalanya.


“ gue paham Ntas, gue juga percaya kok lo gak ngelakuin hal bodoh atau punya rasa ke Kevin. Tapi lo tetap salah dan gue juga tetap kecewa Antas, Bumi itu sayang banget sama lo dengan mati-matian dia ngejaga lo. Tapi lo sendiri yang ngedorong dia buat pergi, lo gak akan tau rasa sakitnya sedalam apa. Sorry tapi gue juga harus pergi, ” jelas Cila.


“ ayo Ren, ” sambungnya lalu menarik tangan Naren.


Antas terduduk dan menangis, ia benar-benar tak menyangka akan terjadi hal seperti ini. Padahal niatnya hanya numpang tidur, tapi menimbulkan kesalah pahaman di antara pertemanannya. Sekarang hanya menyesal, sangat menyesal. Memang tak seharusnya ia dekat dengan cowok lain selain teman-teman Bumi, sikapnya kepada Kevin juga sudah terlewat batas selama ini. Tanpa ia sadari, ia telah mengecewakan banyak orang demi satu orang yang baru saja ia kenal kemarin.


“ maaf, semuanya gara-gara gue, ” kata Kevin memegang pundak Antas.


“ gue pulang, ” balas Antas berdiri dan mengambil tas-nya.


Kevin mengejar Antas dan menahan tangan cewek itu. “ gue anter. ”


“ gak usah, gue bisa cari taksi. Rumah lo juga gak jauh dari pangkalan ojek. ”


...****...


Beberapa hari setelah itu, Antas di kabarkan jika Mama-nya telah sadar dan langsung menanyakan dirinya. Sontak gadis yang tadinya sedang di markas MG langsung menaiki motornya menuju rumah sakit.


Sampainya di rumah sakit Antas tak sendirian, ada Bagas yang menemaninya. Keduanya berlarian memasuki ruang Mama Antas, dan ketika masuk terlihat wajah cantik yang selama ini Antas rindukan telah membuka matanya dengan lebar.


“ Mama, ” ucap Antas lalu berhamburan memeluk Mama-nya.

__ADS_1


__ADS_2