Bumi & Antas

Bumi & Antas
BUMTAS 14


__ADS_3

Antas menggeliat di atas kasurnya saat cahaya matahari menembus jendelanya, bahkan tubuhnya semakin mendingin karena udara dari luar yang masuk melalui jendela.


“ caelah pake lupa nutup jendela, untung gak di masuki orang. ”


Malas meladeni jendela itu, Antas langsung beranjak ke kamar mandinya. Ia terkejut melihat pantulan dirinya di kaca, ia lupa jika kemarin sudah potong rambut.


“ kece banget anjir jiahkk!! ”Katanya sendiri.


Hampir 15 menit Antas di kamar mandi, mandinya sebentar, bernyanyi lah yang lama. Sedikit lagi mencapai satu album.


Selesai semuanya, cewek itu menyisir rambutnya ke belakang lalu menyangkut tas di pundak kirinya. Menaiki Momo, motor ninja kesayangannya yang siap menuju sekolah. Antas membawa kecepatan di atas rata-rata, setiap umpatan dan sumpah serapah hanya di tanggapinya dengan tawa. Ia tak terlambat, mungkin masih ada satu jam lagi, ia hanya ingin bermain-main di jalanan.


“ anjing! ”Umpat Antas berhenti mendadak hampir membuatnya tersungkur. “ bangsat mau mati lo?! ”Kesal Antas.


“ masih pagi gak usah ngomel, nanti cantiknya ilang loh, ”balas Alex tertawa kecil lalu membuka helm-nya.


Antas menghela nafasnya dan menaikkan kaca helm-nya. “ngapain lo? Minggir, gue mau ke sekolah! Emangnya lo? Pengangguran tingkat akut. ”


Alex turun dari motornya yang menghadang jalan Antas, cowok itu mendekati Antas dan mengelus punggung tangan Antas.


“ colet-colet segala lagi! Lo pikir ini mainan apa?! ”Kata Antas.


“ gue bakal minggir kalo malam ini lo bersedia makan malam bareng gue, gimana? ”Tanya Alex.


“ idihh siapa lo? Sorry-sorry aja nih ya gue tuh sibuk banget, ya lo tau lah Ratu itu gak boleh pergi ke sembarang tempat apalagi sama orang yang gak di kenal, ”jawab Antas sombong plus dengan wajah songong-nya.


“ besok malam? Atau kapan pun yang lo bisa, ”kata Alex lagi tak mau menyerah.


“ aduhh sorry ya buat lo mah gue bakal selalu sibuk, udah kan itu aja? Cih jadi lo berhentiin gue cuma buat ngajakin makan malam? Gak elit banget sumpah cara lo, ”kata Antas lalu menurunkan kembali kaca helm-nya.


Melihat Alex yang masih di depannya membuat Antas berdecak sebal. “ heh ngapain lo masih di situ? Mau gue tabrak? Minggir cepet, gue gak pernah main-main ya sama omongan gue. ”


Alex terkekeh lalu menyingkirkan motornya ke samping. Antas melewati cowok itu dengan menggaskan motornya. Alex melihat punggung yang perlahan menghilang itu, lalu menunduk sedikit.


“ kalo gue aja gak bisa dapetin lo, maka cowok lain juga bakal mustahil bisa dapetin lo. ”


...****...


Antas turun dari motornya dan melepas helm-nya, seperti biasa cewek itu berjalan dengan dagu yang di angkat dan badan yang tegap. Bisa di bilang Antas itu sangat di segani, selain parasnya yang memukau sifatnya juga di sukai semua orang. Meskipun ia terkadang seperti iblis yang tidak tahu kata ampun, namun ia tetap memiliki sifat yang sangat ramah dan baik.


“ itu Antas? Dia potong rambut? ”


“ kayak Antas sih, mungkin aja dia potong rambut. Tapi cocok sih, kayak perpaduan ganteng dapet cantik juga dapet. ”

__ADS_1


“ fiks kita harus pantengin media sekolah ini, gue yakin bentar lagi pasti bakal akan berita yang heboh tentang Antas. ”


“ gue juga denger Antas sama Bumi hampir baikan loh. ”


“ oh ya? ”


Dengan tatapan tajam ia melihat satu persatu murid yang membicarakan dirinya. Memang ramah, namun melihat tempat juga. Antas juga bukan tipe cewek yang mudah bergaul.


“ Antas, ”panggil Cila mendekati.


“ wah omg lo potong rambut? ”Tanya Narra.


“ hebat! Cocok banget sih, ”kata Letta.


Antas menyisir rambutnya ke belakang. “ iya dong siapa dulu. ”


“ gue jadi pengen potong rambut juga haha, ”kata Cila.


“ yee Markonah! Ntar pada rambut pendek semua dong, ”kata Narra.


“ pas lah bege!! Lo sama Letta panjang dan gue sama Antas pendek, ya nggak Ntas? ”Tanya Cila memainkan alisnya.


“ haha semerdeka kalian deh, yok kelas! ”Balas Antas.


“ wew liat nih siapa, gue mencium aroma-aroma gaya baru, ”kata Saka seperti Roh Kiyoshi. Dean mengangguk setuju lalu memegang rambut Antas dan melihatnya dengan teliti.


“ masalah? Apaan anjir gue gak ada masalah apa-apa, ”jawab Antas.


“ masa'? Bukannya cewek kalo potong rambut itu pasti ada masalah ya? ”


Antas terdiam mencerna setiap kata Dean. Lalu Cila menggelengkan kepalanya dan menjelaskan maksud dari pertanyaan Dean, jika Antas memiliki masalah, maka dari itu ia memotong rambutnya.


“ sshh sakit bego! Ringan amat tuh tangan, ”adu Dean mengelus kepalanya yang di jitak Antas.


“ sembarangan lu, gue gak ada masalah ya nih liat muka gue baik-baik aja tuh. ”


“ ya kan siapa tau Jamilah! Gue juga cuma nanya. ”


“ orang kayak lu mending diem deh Dean, meresahkan, ”kata Narra lalu pergi ke tempat duduknya.


“ he'em, buaya diem! ”Sambung Letta lalu pergi ke kelasnya.


“ haha mampus lo kena semprot kan, makanya diem aja gak usah banyak tanya, ”kata Cila lalu ikut Letta ke kelas mereka.

__ADS_1


Dean mendelik melihat semua orang menyalahkan dirinya. Memangnya letak kesalahannya di mana?


“ padahal gue cuma nanya anjir! Kalo gak nanya kan sesat di jalan, ”omel Dean tak terima.


Antas tersenyum tipis. “ mau bertanya seberapa banyak juga lo tetep sesat. ”


Sekali lagi semprotan pedas itu menusuk hatinya. Mengapa setelah mengatakan kalimat pedas ia tinggal pergi? Sekarang tinggal Saka, ia melihat cowok itu dengan wajah dramatis membuat Saka bergidik ngeri.


“ jauh-jauh lo, gue masih normal bye! ”


“ apa salah dan dosaku sayang? Cinta suciku kau buang-buang, lihat jurusan yang 'kan ku berikan, jaran goyang, jaran goyang, ”nyanyi Dean.


...****...


“ Bumi sama Naren izin lagi? ”Tanya Antas pada Saka.


“ he'em iya, masih ada urusan sih katanya, ”jawab Saka.


Urusan apaan sih? Perasaan dari kemarin urusan mulu dah, apa ada sesuatu yang mereka sembunyiin?


Dean melempar kuacinya pada Antas. “ heh ngapain lo liat kita gitu banget? Serem tau nggak! ”


Antas menyipitkan matanya melihat Saka dan Dean dengan serius. “ lo pada gak nyembunyiin sesuatu dari gue kan? ”


“ maksudnya? ”Tanya Dean pura-pura.


“ gak pa-pa, ”jawab Antas lalu kembali makan.


“ tahan dikit lagi, ”bisik Saka pada Dean.


“ gue takut keceplosan anjir, dia-nya juga udah curiga. ”


“ heh! Bisik apaan lo berdua? ”Sentak Narra membuat keduanya terkejut.


“ ah? Ehm— itu, anu eung— tali bra lo kebuka, ”kata Dean yang seketika membuat Narra membulatkan matanya. Sementara Saka suka memegangi perutnya yang sakit, ia tertawa lebar begitu juga dengan teman lainnya.


“ lo?! ”Kesal Narra malu.


Duh ****** kenapa bisa jawab itu sih hadeh mampus gue!


“ eh itu— gue lupa tadi di panggil Pak Supto, kalo gitu gue duluan ya bye! ”Setelah mengatakan itu Dean langsung lari meninggalkan kantin.


“ bukan temen gue, ”kata Saka yang masih tertawa lebar.

__ADS_1


“ mampus dah, ”sambung Cila.


...****...


__ADS_2