Bumi & Antas

Bumi & Antas
BUMTAS 53


__ADS_3

Sore hari selanjutnya Antas duduk di luar bermain ayunan sendirian karena Bumi dan teman lainnya belum pulang sekolah. Untuk menghilangkan kebosanannya Antas membuka YouTube melihat ASMR seafood.


“ njir jadi laper, ” gumam Antas meneguk ludahnya.


“ Bumi lama lagi gak ya pulangnya, ” gadis itu melirik jam tangannya. ” seharusnya sih beberapa menit lagi, apa gue nitip makanan aja kali ya? ”


Halo kenapa Sta? Gue bentar lagi pulang kok ini udah di parkira. Lo ada yang sakit? Atau ada yang gangguin lo?


Eh haha enggak kok gue baik-baik aja nih. Gue cuma mau nitip makanan sama lo sebelum pulang, makanan apa aja deh sama air ya soalnya gue laper banget hehe.


Bunda belum anterin makanan?


Udah kok, udah habis malah. Tapi gak tau laper lagi nih cacingnya usil.


Ahaha bukan cacing yang usil tapi perut kamu yang gak bisa diem. Yaudah aku beliin makanannya dulu ya, kamu tunggu bentar aja lagi.


Siap Pak Bos!


Tut...


“ akhirnya makan lagi, lo sih bikin laper aja! ” Kata Antas sendiri.


Beberapa menit kemudian tampak Bumi yang baru saja datang dan memarkirkan motornya tanpa Antas sadari. Bumi mendekati Antas dengan menggelengkan kepalanya lalu berdiri di depan Antas membuat gadis itu tersadar.


“ eh udah dateng, ” kata Antas.


“ ngapain di luar hm? Kan udah gue bilang tetap di kamar atau dalam rumah aja jangan di luar, ” kata Bumi ikut menarik pelan tangan Antas menuju sofa yang terletak di teras rumah dan menaruh makanannya ke meja.


“ gak dingin? ” Tanya Bumi melihat Antas yang hanya mengenakan tanktop.


“ justru panas Bum makanya gue pakai ini doang. ”


” masih ada yang sakit gak? Atau kerasa apa-apa gitu? ”


Antas menggeleng yakin. “ gak ada, ini kan udah seminggu gue di rumah Bum ish. ”


Bumi terkekeh geli lalu beranjak ingin mengambil piring.


“ anak tikus ngamuk, ” ledek Bumi lalu berlarian memasuki rumah.


...****...


Bumi dan Antas memarkirkan motornya di samping motor teman lainnya. Selepas memberikan helmnya pada Bumi Antas menguncir rambut pendeknya.


“ yo udah sehat nih? ” Sapa Jefran bertos ria.


“ ya sebenarnya udah dari dulu sih, tapi ya lo tau lah dia masih gak percayaan terus takut gitu, dan gue yakin lo tau siapa orangnya, ” sindir Antas melirik Bumi sekilas. Lalu gadis itu tertawa dengan Jefran.


“ cepet masuk kelas lo jangan bolos, ” kata Bumi pada Jefran lalu membawa Antas ke kelas.


...“ eh si biang onar gimana kabar lo? ” Tanya Angga. ...

__ADS_1


Antas langsung menatapnya dengan sinis, sementara Bumi tertawa pelan mengacak rambut Antas lalu pamit ke kelasnya.


“ ANTAS, ” teriak ketiga temannya begitu melihat Antas dan langsung berhamburan memeluk gadis itu.


“ huhu akhirnya lo sekolah lagi, ” kata Letta.


“ sesak bangsat, ” ucap Antas dengan menarik nafas dalam. Sementara Letta menutup mulutnya dan tertawa pelan.


“ gue baik, lo sendiri? Masih botak aja tuh kepala, ” jawab Antas pada pertanyaan Angga yang tertunda tadi.


“ udah vibes gue jadi botak itu ganteng, masa' gue harus panjangin rambut ya jelek lah, ” balas Angga.


“ ck dasar lo PD selangit! ” Ledek Narra.


“ gimana Ntas? Udah baikan banget kan? ” Tanya Cila.


“ yoi kayak yang lo semua liat, ” jawab Antas. Lalu guru bahasa Indonesia yang bernama Pak Budi pun masuk.


Sebelum memulai pelajaran seperti biasa guru akan mengabsen satu-persatu semua muridnya terlebih dahulu. Tapi Mata Pak Budi terhenti pada Antas, guru itu membenarkan letak kacamatanya dan berdiri.


“ kamu Antas? ” Tanya Pak Budi.


“ bukan Pak, saya roh-nya, ” jawab Antas.


“ berarti benar kamu Antas, karena tidak ada yang menjawab dengan kancing atas yang terbuka lebar, ” kata Pak Budi sontak membuat Antas melihat seragamnya yang memang terbuka dua kancing. Sementara teman lainnya tertawa lebar termasuk Pak Budi.


Itu termasuk ciri khas Antas di sekolah, gadis itu terkadang membiarkan bajunya terbuka dan menampilkan kaos putihnya. Namun sering juga hanya 2 kancing baju yang terbuka.


“ yee bisa aja Bapak mah, ” kata Antas.


“ Alhamdulillah saya masih di beri kesempatan untuk terus membuat masalah ahaha. ”


“ kamu memang asli manusia sehari tanpa membuat masalah. Selamat, kamu pemenang keonaran untuk tiga tahun ini. ”


Semua murid di kelas itu tertawa hingga terdengar ke kelas Bumi.


“ kenapa tuh? ” Tanya Letta pada Cila.


“ Antas bikin masalah lagi? ” Tanya balik Cila pada Letta, lalu Cila melihat Bumi.


“ maybe, tapi bagus. Dengan gitu artinya Asta memang sembuh sepenuhnya, ” jawab Bumi.


...****...


Setelah pelajaran yang menyenangkan sekaligus mengesalkan karena gurunya yang terus membuat candaan, kini mereka semua sudah berada di kantin utama dan duduk di meja yang biasa mereka tempati. Semenjak mereka mengumumkan bahwa meja nomor di ujung adalah milik mereka, tidak ada yang berani menyentuh apalagi duduk di sana.


“ Letta pinjam cermin lo dong, ” ujar Antas. Dengan senang hati Letta memberikannya.


“ akhir-akhir ini muka lo berminyak ya Ntas, ” kata Narra.


“ terus kadang agak kusam juga, ” sambung Cila.

__ADS_1


“ duh gak tau nih kenapa, terus ada beberapa jerawat juga nih yang timbul, ” jawab Antas.


“ lo pasti salah pake Skincare deh, atau nggak Skincare yang lo pake gak cocok buat muka lo, ” timpal Letta yang di angguki Narra.


Baru saja Antas ingin membalas, Dean menerobos terlebih dahulu.


“ memangnya nih cewek pernah pake Skincare? Bhaha percuma woi kerjaan lo aja berantem mulu pasti terus kotor lah dan banyak luka juga hadeh, ” kata Dean.


“ mending kalo itu, sekarang gue tanya memangnya Antas manusia berjenis kelamin cewek? ” Tanya Saka membuat semua temannya tertawa dan setuju.


Antas mencebikkan bibirnya kesal dan melayangkan pukulan di wajah Saka dan Dean.


“ mamam tuh, ” kata Antas puas. Kevin bergidik ngeri melihatnya bahkan meneguk salivanya susah.


“ Tuhan, selamatkan anakmu ini. Untung gue gak ikut-ikutan, ” kata Kevin mengelus dadanya.


“ lo ganti Skincare Sta? ” Tanya Bumi.


“ nggak kok masih sama yang dulu, tapi gak tau nih kenapa bisa jadi gini, mana jerawat mulai timbul di dagu dan sekitar hidung lagi, ” jawab Antas.


“ mau dapet itu, ” kata Naren membuka suara. Teman lainnya serentak melihat Naren, bagaimana cowok itu bisa tau?


“ gue tau dari internet, cewek tumbuh jerawat di dagu dan sekitar hidung mau dapet, ” kata Naren seakan tahu pertanyaan teman-temannya itu.


“ gue kira lo udah punya istri diam-diam makanya tau, ” kata Kevin.


“ kalo gue mah ngiranya dia pernah nanya-nanya ke cewek, ” kata Saka.


“ hus ngadi-ngadi lo berdua! ” Sentak Narra.


“ gak pa-pa bentar lagi juga ilang kalo emang mau dapet. Yang penting beberapa hari ini jaga pola makan dan jangan minum es dulu, ngerti? ” Jelas Bumi. Antas mengangguk paham lalu mengembalikan cermin itu pada Letta.


...****...


Setelah selesai makan mereka berkumpul di kelas Antas dengan mengambil kursi murid lain untuk di dekatkan pada meja Antas, Narra, Saka dan Dean yang memang sudah bersebelahan.


“ Minggu ini ikut gue ya Sta, gue mau ngajakkin lo ke pantai, ” kata Bumi.


“ wah asik jalan-jalan lagi, ” kata Dean bersemangat.


“ yang ngajakkin lo siapa? Gue mau jalan berduaan sama Asta, jadi lo pada gak usah ganggu, ” kata Bumi. Teman lainnya tertawa meledek pada Dean yang terlanjut bersemangat.


“ wuu kalo mau jalan ajak Narra dong, mau gratisnya aja lo, ” kata Kevin.


“ tau nih, ” sambung Cila.


“ boleh sih tapi mau pake baju apa ya? Baju gue kan kaos semua Bum terus baju lainnya udah kecil, gue belum ke mall semenjak bulan lalu, ” kata Antas.


“ pake baju gue aja Ntas, baju gue lengkap kok. Baju khusus di pantai juga ada, ” kata Letta tersenyum lebar.


“ mana muat Letta, Antas itu tinggi sementara lo cuma sebahu Antas, itu juga bawah lagi, ” kata Narra. Memang tubuh Letta yang paling mungil di antara mereka, itulah sebabnya Letta di juluki makhluk yang paling gemas.

__ADS_1


“ nah iya Ta baju lo gak muat di gue, ” kata Antas.


“ udah gak usah di pikirin, soal baju gue beliin. Sore ini gue main ke rumah lo sekaligus bawa bajunya, ” jelas Bumi.


__ADS_2