Bumi & Antas

Bumi & Antas
BUMTAS 19


__ADS_3

Antas menggeliat di tengah-tengah ketiga sahabatnya yang sudah tertidur pulas. Tidur mereka sangat buruk, kaki di kepala dan kepala di kaki, bahkan kepala Cila menggantung di kasur itu.


“ duh pegel banget anjir, ”gumam Antas lalu duduk. Melihat ketiga temannya membuat gadis itu menggelengkan kepalanya.


“ haus banget dah gue, nih anak punya minuman kan? Ya pasti punya lah yakali enggak, ”kata Antas lalu turun ke bawah. Langkahnya sedikit pelan saat sampai di anak tangga ke tiga, ia mendengar suara orang yang sedang mengobrol. Lantas ia berjalan pelan mendekati sumber suara tersebut takut jika itu adalah maling.


“ Devan, ”ujar Antas. Devan dan Bumi langsung menoleh ke belakang dan mendekati Antas. Antas pun langsung gugup saat melihat Bumi.


“ kebangun? ”Tanya Devan. Antas mengangguk pelan. “ gue haus. ”


“ yaudah lo duduk di sini sama Bumi, biar gue yang ambilin air minumnya, ”kata Devan lalu pergi. Bumi tersenyum tipis lalu meminta gadis itu untuk duduk di sebelahnya. Mereka kini berada di ruang tengah duduk di sofa yang sudah tersedia.


“ kebangun karena haus atau keganggu temen? ”Tanya Bumi.


“ hah? Eh... Ya gitu deh namanya juga tidur bareng temen pasti ada gangguannya, gue juga emang haus kok. ”


“ gue lega denger lo tidur di sini Sta, emang lebih baik buat malam ini lo ada di antara temen-temen lo, dari pada lo sendirian di apartemen. ”


Antas menunduk kembali memainkan jari-jarinya. “ ehm... Maafin gue ya Bum, karena salah paham dan fitnah itu buat gue jadi gelap mata yang benci lo gak karuan. ”


Bumi membenarkan duduknya menjadi berhadapan dengan Antas. Cowok itu tersenyum manis yang mampu membuat kaum hawa gila, Bumi juga memegang tangan yang sudah lama ia rindukan itu. “ meski sempat kecewa, tapi gue tetep ngerti kok. Kalo gue di posisi lo juga pasti bakal ngelakuin hal yang sama, sekarang gue udah lupain semua masalah aneh itu, gue seneng banget semuanya selesai dengan alur yang ya begitulah. Dan gue berharap lo gak akan mikirin soal ini lagi, sekarang kita harus fokus sama Mama lo oke? Jangan pernah mikirin masa lalu itu. ”


Antas langsung memeluk Bumi dan menangis pelan di pundak cowok itu. Antas mengangguk tanda setuju, ada benarnya juga apa yang di katakan oleh Bumi. Sementara Devan mengundurkan niatnya untuk memberikan segelas air putih itu saat melihat kedekatan keduanya lagi.


Gue selalu berdoa supaya kalian berdua tetap sama-sama dan bahagia. Meski gue juga pernah mencintai satu gadis yang sama, tapi demi pertemanan gue relain semuanya.


...****...


“ lo yakin mau sekolah? ”Tanya Letta.


“ tau nih izin aja udah sih, ”sambung Narra.


Antas mencebikkan bibirnya. “ gue baik-baik aja bego! Lagian kan hari ini Devan pindah ke sekolah kita, jadi gue harus bikin hari pertamanya nih anak jadi lebih berwarna. ”


“ berwarna palalu! Yang ada si hari pertama Devan di penuhi masalah karena lo, ”balas Cila.


Devan hanya tertawa seraya menggelengkan kepalanya. “ kalo lo kuat yaudah ayo sekolah. ”


“ tuh dengerin, Devan aja setuju gue sekolah, ”kata Antas menyisir rambutnya ke belakang.


“ pasti si Devan terpaksa, ”bisik Narra pada Letta.


“ Dev gue bareng lo ya? Males bawa motor, ”kata Antas langsung menaiki motor Devan.

__ADS_1


“ yee belum gue izinin! ”Jawab Devan.


“ yaelah gak butuh perizinan lo gue mah karena gue tau lo bakal selalu izinin gue, ya kan?! ”


Devan menghela nafasnya lalu menyalakan motornya.


“ ayo balap!! ”Pekik Antas.


“ setuju! Yang sampe di sekolah duluan bakal traktir makan siang selama satu minggu, ”kata Letta yang di angguki mantap Narra.


“ enak lo sama Letta yang pake mobil bege! ”Balas Cila.


“ bagus dong Cil, mobil kan gak bisa nyalip dan pastinya lambat, ”ujar Devan.


“ wah bener juga tuh yaudah gas nguengg. ”


...****...


“ menang yihaaa! ”Pekik Antas. Cila memarkirkan motornya di samping motor Devan, cewek itu nomor dua setelah Devan.


“ yes makan gratis wuuu, ”ujar Cila melepas helm-nya.


Narra dan Cila yang baru saja tiba langsung menghampiri ketiganya setelah memarkirkan mobilnya.


“ apaan dah curang amat, ”gerutu Letta dengan wajah di tekuk.


“ tau nih salah sendiri yang gak mau bawa motor, padahal motor Antas nganggur, ”sambung Devan.


“ gue gak bisa bawa motor itu Devan!! Apalagi di Letta yang cucok meong bawa begituan, ”jawab Narra.


Antas tertawa lebar mengeluarkan rok dari dalam tas-nya. “ udah-udah sekarang kita ke kelas, gue sama Cila mau ganti rok dulu. Tapi tetep ya Narra sama Letta kalah, jadi sesuai perjanjian kalian yang bakal traktir kita-kita selama seminggu. ”


Cila mengangguk lalu menggandeng Antas menuju toilet. Sementara Letta dan Narra memutar matanya malas dan menuju kelas berdua. Devan, cowok itu masih di parkiran hingga Bumi dan teman lainnya sampai.


“ sendirian aja? ”Tanya Bumi.


“ tadi sama Antas juga temen lainnya, cuma mereka udah duluan ke kelas kecuali Cila sama Antas yang ganti rok dulu, ”jelas Devan.


“ anggota kita bertambah satu deng, ”ujar Saka.


“ he'em makin bagus, ”balas Dean.


“ jangan kayak sifat mereka, aneh, ”kata Naren pada Devan lalu pergi. Dean dan Saka mendelik lalu mengomel sendirian. Bumi tertawa pelan lalu merangkul Devan menuju ruang guru.

__ADS_1


...****...


“ Syut Dean, Saka, ”panggil Antas berbisik. Kedua cowok itu menoleh menaikkan alisnya, begitu juga dengan Narra yang ikut melihat keduanya.


Antas menunjukkan handphone-nya yang sudah di dalam game, dengan senyum manisnya cewek itu memainkan kedua alisnya. “ skuy satu ronde. ”


Saka dan Dean saling melihat satu sama lain sebelum keduanya ikut tersenyum dan mulai menyalakan handphone-nya masing-masing.


“ hadeh punya temen gini amat, ”gumam Narra.


Saat fokus bermain game notifikasi pesan masuk di handphone Antas membuat cewek itu berdecak kesal.


“ Cila, ”gumam Antas lalu membaca pesan tersebut.


Oi cabut ayok, mumpung Bumi sama Naren di kelasnya, ada peluang nih buat kita.


Antas menaikkan sebelah alisnya dengan berpikir. Dean memanggil Antas dengan berbisik. “ eh woi kenapa lu keluar? Jadi kacau bego. ”


“ gue AFK ****** lo berdua lanjut aja, ”jawab Antas lalu beranjak dengan memasukkan handphone-nya ke dalam saku celananya.


“ heh mau ke mana lo? ”Tanya Narra.


“ Cila, ”jawab Antas yang langsung di mengerti oleh Narra.


“ cabut lagi? ”Tanya Narra yang di angguki Antas. “ ikutan? ”Ajak Antas.


Narra melirik Dean, entah kenapa akhir-akhir ini ia selalu ingin dekat dengan cowok itu. Sebentar jauh dari cowok itu membuat suasana hatinya terasa aneh. “ gak deh lo sama Cila aja. ”


Antas mengangguk lalu melihat Saka dan Dean yang juga sedari tadi melihatnya. Antas mengedipkan satu matanya dengan tersenyum miring.


“ Bu izin toilet oke? Kebelet udah di ujung nih, ”kata Antas.


“ memangnya kamu cowok sudah di ujung, ada-ada saja kamu ini. Ya sudah sana yang cepet dan balik lagi ke kelas, jangan ke luar sekolah, ”jawab Bu Sri seolah tahu rencana Antas. Cewek itu tertawa pelan dengan berjalan keluar kelas.


“ InshaAllah Bu kalo inget jalan kelas, ”kata Antas lalu lari.


“ syut Ra, mulai? ”Tanya Dean berbisik. Narra mengecek aplikasi berwarna hijau di handphone-nya itu lalu mengangguk dan mengacungkan jempolnya.


“ mau ngapain lo berdua? ”Tanya Saka.


“ gue sama Narra udah bikin rencana kalo Antas cabut atau bolos lagi kita bakal aduin ke Bumi, ”jelas Dean.


“ oh jadi selama ini Antas selalu tertangkap itu karena ulah kalian? ”

__ADS_1


“ iya dong. ”


Saka menggelengkan kepalanya namun mengacungkan jempolnya dengan tersenyum. “ bagus! Gue ikutan. ”


__ADS_2