Bumi & Antas

Bumi & Antas
BUMTAS 00


__ADS_3

" AYO KANTENN! " Suara cempreng itu milik Narra. Narra haevlyn, cewek dengan sifat blak-blakkan itu memang menjadi perusuh di kelas X MIPA 2.


" berisik tolol! " Lyora varelyn anastasya. Cewek yang sering di panggil Antas itu memang bermulut pedas dengan sikapnya yang sama sekali tidak bisa di tebak. Entah dari mana nyambungnya nama Antas, hanya Tuhan dan orang tua-nya lah yang tahu.


" SALAM EPRIBADEHHH! " Teriakan nusuk nan tajam di telinga itu kembali terdengar, namun dengan suara yang berbeda. Dia Cila tritania, cewek dengan sejuta keberanian dan ketegasan itu pun masuk langsung masuk bersama temannya yang bernama Aletta zevanny. Keempatnya berteman dekat, namun dua di kelas yang berbeda.


Antas memijit pangkal hidungnya, temannya ini memang tidak ada yang beres. Belum lagi jika Letta yang sudah membuka suara, maka segala kejijikan akan di pancarkan.


" hai sayang, " sapa Saka. Saka alexander, cowok itu telah menjabat sebagai kekasih Letta sejak seminggu masuk SMA itu.


" hai sayang gimana belajarnya? Ngerti nggak? " Tanya Letta.


Antas, Narra dan Cila memasang wajah datar dan melihat satu sama lain.


" hah gini banget punya temen yang pasangannya kayak gini, " adu Narra yang di angguki Antas dan Cila.


" yo ngab! " Sapa Dean. Arga dean, cowok itu berteman juga dengan mereka dan sahabat karib Saka. Cowok itu juga merangkul Antas dengan santainya.


" minggir gak lo? Atau mau gue tendang tuh ***** lo? " Ancam Antas.


" sshhh, " rintih murid cowok yang mendengarnya. Dean pun meneguk ludanya, ia tahu jika Antas tidak pernah main-main dengan ucapannya.


" yok kantin! Gas nguengg, " ujar Antas. Benar bukan bahwa sifatnya tidak bisa di tebak? Tadi ia tampak emosi dan dalam sekejap ia menjadi gila.


" aku duluan ya beb, " ujar Letta.


" bye sayang hati-hati, " balas Saka.


" uh manis banget dah bidadari gue, " gumamnya.


" dih anjir gila lo? Ngomong kok sama angin? " Celetuk Dean yang entah sejak kapan sudah berdiri di sampingnya.


" anjing kaget! "


...****...


" jangan banyak-banyak bangsat! " Umpat Narra.


" halah lebai lo baru juga dua sendok, " balas Cila yang telah menuangkan dua sendok makan cabai ke dalam kuah bakso Narra.


" ih kalian bisa diem nggak sih? Inces mau makan nih, " celetuk Letta yang seketika membuat ketiga temannya memasang wajah drama ingin muntah. Sedangkan dirinya tertawa kecil dan melanjutkan makan siangnya.


" banyak bacot lo berdua! Sini biar gue yang atur dan di bagi rata, " ujar Antas.


1

__ADS_1


2


3


Hening. Ketiga temannya pun berteriak kencang hingga menarik banyak perhatian murid di kantin.


" OMG HELLO! KENAPA GUE JUGA DI KASIH! " Teriak Letta tak terima.


" anjing lo Ntas sialan lo, " umpat Narra.


" anak ngen— "


" kantin ngab kantin, " ingat Antas seraya tertawa.


...****...


" yok pergi ugh dah kenyang banget gue ahh, " ujar Saka seraya mengelus perutnya.


" najis desah, " celetuk Dean.


" Ren yang bayar lo aja sana gue juga kekenyangan banget nih, " kata Bumi. Bumi senclovazca, cowok dengan sejuta pesona itu menjabat sebagai ketua OSIS.


Naren pun hanya mengangguk dan pergi. Narendra dirga, cowok yang menjabat sebagai wakil ketua OSIS itu satu-satunya di antara ketiga temannya yang waras, pendiam, dingin, dan bodo amat dengan sekitarannya. Ia terkenal dengan ketegasannya dan kedisiplinannya, bahkan jauh di banding Bumi yang sebagai ketua-nya.


Oke, perang mulut akan di mulai.


" bangsat lo punya mata gak?! Liat nih seragam gue jadi kotor, " sentak Dean melihat seragamnya terkena noda merah.


Kedua gadis itu terus meminta maaf dengan nada bicara yang sedikit bergemetar.


" maaf-maaf, lo pikir semua ini bakal hilang dengan lo minta maaf? Harga diri lo aja gak cukup buat ganti seragam gue! " Balas Dean.


" udahlah masalah kecil doang mulut lo udah kayak emak-emak, " celetuk Bumi.


" gue bakal maafin lo kalau lo mau dinner sama gue malam ini, " ujar Dean bersedekap dada.


" anjir temen lo tuh, " bisik Saka kepada Bumi dan Naren. Bumi pun tertawa sedangkan Naren hanya menggelengkan kepalanya. Tawa Bumi terhenti kala melihat seorang cewek yang sangat ia kenali melintas di seberang sana.


Bumi pun meninggalkan ketiga temannya dengan berlari, ia tak mengubris teriakan dari Dean.


" Asta, " ucapnya dengan menarik tangan Antas. Keempat gadis itu juga baru saja keluar dari area kantin.


Teman-teman Bumi pun menyusul dan berdiri di samping Bumi.


" kalian saling kenal? Perasaan gue Antas nggak pernah ketemu Bumi? " Heran Narra. Pasalnya gadis itu dalam sebulan ini memang sekolah sebanyak 7 kali termasuk hari ini.

__ADS_1


Sialan, kenapa gue gak pernah tau dia juga sekolah di sini? Bangsat semuanya pasti gara-gara gue yang jarang sekolah.


" wo wo ada apaan nih? Hayo ngaku punya hubungan apa kalian? " Tanya Saka.


Semuanya terkejut kala Antas menyentak tangannya dan pergi. Namun Bumi kembali menarik tangan cewek itu.


“ gue— ”


“ masih punya muka lo ketemu gue? ” Sinis Antas seraya kembali menyentak tangannya.


“ selain gak punya otak lo juga gak punya malu ya, ” sambungnya lagi. Semua temannya hanya terdiam melihat perdebatan yang sama sekali tidak di ketahui oleh mereka.


“ kalian kenapa sih? Ada masalah apa? ” Tanya Cila penasaran.


“ apa lagi Cil? Udah pasti mereka mantan lah ya nggak? ” Jawab Dean memainkan alisnya.


“ nah bener tuh apa kata Dean, mungkin mereka masih belum bisa nerima karena putusnya hubungan mereka, ” balas Saka.


“ terus kenapa Bumi manggil nama Asta? Yang bener tuh Antas, ” ralat Letta.


“ bukannya udah jelas kalo nama itu nama kesayangan? Kayak lo berdua bebeb-bebeb'an, ” jawab Dean.


“ bubab bebeb bubab bebeb, bebek kali yang ada! ” ledek Cila.


“ eh para manusia tolol, lo pada gosipin mereka yang masih ada di di sini goblok, ” ujar Narra memijit pelipisnya. Sementara kulkas berjalan bernama Naren itu hanya diam memperhatikan Bumi dan juga Antas.


“ semuanya salah paham Ntas, ” lirih Bumi. Sungguh, ia tidak berbohong.


“ salah paham? Jadi mata sama kepala gue lo anggep salah? Bukti udah jelas Mama gue masih koma sampai sekarang anjing! ” selesai, emosi seorang Antas telah meluap.


“ gue jijik liat muka lo yang sok sendu itu, manusia kayak l— oh bukan, lebih tepatnya Binatang kayak lo sama sekali gak berguna. Lo seharusnya malu, dan menghilang dari bumi ini selamanya, ” lanjut Antas menekankan kata 'binatang'.


Hening. Semuanya terdiam, terutama Bumi. Cowok itu mematung dengan detak jantung yang sangat kencang, tidak menyangka jika wanitanya telah berubah dan perkataannya sangat menusuk.


“ jangan pernah muncul di hadapan gue lagi, atau lo bakal bernasib sama kayak Devan, teman kesayangan lo itu, ” setelah mengucapkan kata itu Antas lantas pergi.


“ Ntas eh tunggu dong! ” pekik Letta yang berlari.


“ woi tungguin elah, ” sambung Narra lalu ikut berlari.


Tinggal Cila sendiri beserta teman-teman Bumi.


“ gue gak tau masalah kalian apa. Tapi, tetap semangat ya! ” Ujar Cila seraya menepuk pundak Bumi.


Gue kangen lo yang dulu Asta

__ADS_1


__ADS_2