
Bumi berdecak sebal saat gadis yang ada di hadapannya saat ini fokus bermain game dengan kedua teman lainnya. Beberapa kali Bumi mencolet Antas agar dirinya di perhatikan namun tak ada tanggapan dari Antas. Ini yang Bumi tidak sukai jika Antas sudah bermain game, gadis itu akan lupa segalanya meski bom atom berada di depannya, ibaratnya itu.
“ maju Dean! ” Ujar Antas.
“ sih goblok jangan di situ dongo, tetap deket lord itu biar musnah seperti cintaku padanya, ” kata Kevin sekaligus curhat. Etdah sempat-sempatnya curhat.
“ maju-maju, “ ucap Dean.
“ dikit lagi njem! ”
“ tembak bangsat tembak!! ”
Ketiganya semakin menegang saat memasuki area lawan dan juga menembaki tower lawan.
1
2
3
“ YES AHAHA MEANG DONG!! ” Teriak Antas.
“ gila Hero lo nyakitin amat asyu, ” ujar Dean, namun cowok itu juga ikut bergembira.
“ untung gak turun pangkat gue tong, ” kata Saka menghela nafasnya lega.
“ nunduk woi, ” pekik Saka. Antas menoleh ke jendela terdapat sebuah batu akan menghantam kaca dan juga dirinya. Tahu tidak sempat Antas hanya menutup matanya, namun salah besar. Bumi mengangkat tangannya dan menutupi wajah Antas yang akhirnya tangannya lah yang terkena batu berukuran sedang itu.
“ bangsat, ” umpat Bumi menarik tangannya kembali.
“ ya ampun Bum, kena? Berdarah gak? ” Tanya Antas panik.
Bumi terdiam sejenak tampak memikirkan sesuatu.
Ini kesempatan gue buat cari perhatian Asta.
Tangan yang awalnya hanya membiru ia bikin berdarah dengan cara mencakar dalam tangannya.
“ duh sakit banget Sta, ” adu Bumi menunjukkan tangannya yang sudah berdarah.
“ astaga bisa berdarah gini, ” gumam Antas. Lalu gadis itu berdiri dan melihat beberapa orang di lapangan yang melempar batu tadi.
“ DIEM DI SANA LO SEMUA, ” teriak Antas. Namun terlihat para cowok itu akan kabur.
“ GUE TANDAIN YA MUKA LO SEMUA, GUE TAU NAMA DAN KELAS KALIAN. COBA KABUR, GUE PENGEN LIAT GIGI MANA YANG BAKAL GUE RONTOKKIN, ” ancam Antas. Lalu gadis itu berlarian keluar menuju lapangan basket yang memang terletak di sebelah kelasnya.
“ siapa yang lempar? ” Tanya Antas.
“ gue, tapi gak sengaja. ”
“ bapakmu gak sengaja! Nih liat tangannya berdarah gini, untung cuma tangan lah coba kalo kena di kepala gue. Bukan gue omelin lagi lo pada tapi gue cincang sepuluh, ” omel Antas.
__ADS_1
“ dia duluan yang cari masalah sama gue, dan lemparan gue melesat ke kelas kalian. ”
“ yee peduli amat gue sama masalah lo! Lagian lo pada itu cowok bro main tangan kosong dong, cuma berantem doang kan bukan tawuran kayak sok iya aja lo pada hadeh. ”
Semuanya terdiam, teman Antas lainnya menahan tawa melihat Antas yang terus mengomel layaknya emak-emak. Tak hanya itu, gadis itu juga berkacak pinggang, sangat persis bukan?
“ gue gak mau tau ya lo harus ganti rugi, sini 50.000, ” kata Antas seraya menadahkan tangannya.
“ buat apa? Semua obat 'kan ada di UKS. ”
“ iya kalo ada, kalo gak ada? Gue harus balik nyari kalian lagi gitu? Ogah banget kalian yang bikin masalah masa' gue yang harus repot, ” balas Antas. “ lagian buat jaga-jaga cok kalo gak ada kan langsung beli ke depan. ”
“ tapi banyak amat lo mintanya, kan cuma beli obat merah, kapas sama plester doang. ”
“ yee sok tau lo tong! Lagian 50.000 doang elah kayak orang susah aja lo, bokap lo pejabat noh pasti banyak uangnya kan? Iyalah orang hasil korupsi, ” kata Antas blak-blakan. Sungguh, omongannya kali ini tidak bisa membuat para temannya menahan tawa lagi. Dean dan Kevin sudah terduduk di lantai tertawa lebar, begitu juga teman lainnya yang sedikit menjauh untuk tertawa keras.
“ cepetan keburu infeksi tuh diem aja lo di pikir gue ngomong sama patung hah? 50.000 doang elah bukannya gue minta satu juta, ” kata Antas.
Dengan terpaksa cowok itu memberikan selembar uang berwarna pink yang bernilai 100.000
“ gue gak ada uang kecil, ” ujarnya.
“ oh bagus dong jadi gue ambil ya anggep aja sisanya sedekah oke? ” Balas Antas bergembira seraya mencium aroma uang yang mempesona itu. Gadis itu berbalik badan meninggalkan semuanya termasuk Bumi.
“ Asta, gue gimana? Luka gue Sta, ” pekik Bumi.
Dengan keadaan yang masih tertawa bengek Dean mendekati Bumi dan menepuk pundak cowok itu. “ sabar bro, kalau duit udah di depan mata semuanya kelar. Bahkan lo sendiri pun gak di toleh. ”
Antas singgah ke kantin lalu memesan banyak makanan, entahlah, hari ini tepatnya beberapa detik yang lalu adalah hari yang sangat indah.
“ Bu pesan mie ayam dua, bakso satu, batagor satu dan sate ayam deh dua porsi tapi satenya doang ya. Terus minum saya pesan es Milo, es gunung, air jeruk paling wajib, air putih dan Boba, ” jelas Antas jelas dan padat.
Walau tampak bingung dan tidak percaya, Ibu kantin itu pun mengangguk dan membuat pesanan.
Setelah lengkap semua pesanan di atas mejanya saat ini, tanpa berlama-lama Antas langsung melahap satu-persatu dengan nikmat dan pelan.
Sementara teman lainnya sudah berdiri mengelilingi Antas dengan menggelengkan kepala mereka.
“ emang beneran ya lo Ntas, begitu dapet duit aja bukan main cepet lo, " kata Narra.
“ eh bagi dong bahlul, ” kata Dean ikut menyantap makanan Antas, begitu juga dengan teman lainnya seperti Saka, Cila, Narra dan Kevin.
“ gue gak di obati nih? Jahat, Asta jahat sama Bumi, ” adu Bumi masih memegang tangannya.
Antas terkejut dan beranjak, ia benar-benar lupa dengan luka Bumi. Tapi di sini jelas aneh, Bumi terus merengek karena Antas meninggalkannya bahkan teman lainnya pun terdiam melihat tingkah ketua DG itu yang aneh.
“ obatin, ” lirih Bumi.
“ sakit, ” lirihnya lagi.
“ i— iya ayo ke UKS, ” kata Antas.
__ADS_1
Di sana Antas mengobati Bumi seperti biasa pada umumnya. Bumi terus memandangi wajah gadisnya yang menurutnya sangatlah indah.
Saat Antas ingin berbalik meletak kotak P3k itu, Bumi menahan tangan Antas dan memeluk perut Antas.
“ kenapa Bum? Masih ada yang sakit? ” Tanya Antas membiarkan Bumi memeluknya.
Bumi menggeleng dan mengeratkan pelukannya. “ kangen. ”
Antah tertawa geli. “ apaansih lo kayak gue ilang setahun aja, gue 'kan di sini terus Bum. ”
“ cium, ” ucap Bumi mendongakkan kepalanya melihat Antas.
“ hah? ”
“ cium iishh!! ” Rengek Bumi lagi seperti bayi yang menangis.
“ tingkah lo emang aneh banget akhir-akhir ini, ” balas Antas lalu tetap mencium pipi Bumi.
“ iih semuanya! ” Kata Bumi lagi. Antas tersenyum lebar dan tertawa pelan, lalu kembali mencium kedua pipi, dahi dan dagu Bumi.
“ ini kenapa gak di cium? ” Tanya Bumi menggoda seraya menunjukkan bibirnya.
“ gila lo, ” jawab Antas mulai bergerak gugup lalu pergi.
Bumi menunduk kecil sambil terkekeh. Ia sendiri tidak tahu mengapa bisa sebahagia itu dekat dengan Antas dan selalu merindukan gadis itu.
Ketika Antas melangkah keluar dari pintu UKS ia tertolak belakang terkejut akibat semua temannya berada di sana.
“ anjing, ” umpat Antas.
“ kenapa Sta? ” Tanya Bumi panik ikut melihat semua temannya yang menampilkan deretan giginya yang rapi dan bersih.
Antas berkacak pinggang, Cila dan Dean saling melihat lalu mengangguk karena tahu Antas akan mengomel sebentar lagi.
“ ooh jadi lo semua nguping dan ngingip kita hah?! ” Tanya Antas menjeweri satu-persatu temannya.
“ aduh duh ampun Ntas mereka yang ngajakkin kita, ” kata Saka meringis.
“ iya tuh si Cila, Dean sama Letta. Katanya pengen liat kemesraan kalian, ” kata Kevin ikut meringis.
“ kalian biangnya? Pantesan ya gue ngerasa aneh dari tadi, " kata Antas lagi.
“ untung gue gak di jewer, selamat, ” gumam Letta mengelus dadanya.
“ jangan di kira selamat Letta, ” kata Antas lalu menarik hidung Letta.
Sementara Naren hanya berdiam diri dan pasrah telinganya di tarik oleh Antas.
“ ish lo kenapa jadi ikut-ikutan sih? ” Kesal Antas.
“ mereka yang maksa, ” jawab Naren.
__ADS_1
“ awas aja lo semua ini baru awal, ” ujar Antas. Sementara Bumi masih berdiam diri di tempatnya menertawakan semua teman-temannya yang pasrah di omeli Antas.