
” sialan Asta, ” pekik Bumi saat melihat gadisnya menaiki anak tangga.
” Ren lo ikut gue, Asta udah naik ke atas, ” titah Bumi.
” menjauh dari Cila woi, ” pekik Antas. Terkejut dengan kedatangan gadis itu membuat orang itu langsung lari ke samping tak lupa mendorong Cila. Orang-orang yang melihat di bawah sudah berteriak dan ada yang menutup matanya begitu juga dengan Cila.
Namun Cila tergantung karena Antas langsung menarik tangannya.
” tahan bentar Cil, gue pasti bantuin lo, ” kata Antas berusaha menarik sahabatnya itu.
Detik berikutnya Antas memejamkan matanya dan menahan mulutnya agar tidak berteriak. Peluru yang masuk ke dalam punggungnya tak membuat gadis itu jatuh dan menyerah. Bumi dan Naren yang baru sampai di atas langsung mendekati Antas yang hampir lunglai ikut jatuh ke bawah. Dengan sigap Bumi menarik tangan Cila dan berhasil membawa gadis itu ke atas. Antas sedikit tertolak ke belakang yang untungnya Naren juga sigap.
” urus Cila dan bawa dia ke bawah sekarang, Asta biar gue yang urus, ” kata Bumi. Terlihat jelas bahwa Naren tidak rela, ia sangat ingin membantu Antas terlebih lagi gadis itu sedang menahan sakitnya hingga wajahnya memerah.
Mau tidak mau Naren harus membawa Cila ke bawah dengan merangkul gadis itu. Sementara Cila melihat Naren dengan sendu, ternyata cowok itu masih memiliki perasaan terhadap Antas.
” tahan Sta, ” kata Bumi membuka baju dan dasinya lalu di tutupi dekat peluru yang masuk tersebut.
” SIAPIN MOBIL SEKARANG! ” Teriak Bumi melihat ke bawah dengan Antas yang sudah berada di gendongannya. Baru dua langkah Bumi berjalan Antas berteriak karena sesuatu menusuk betis kanannya. Bumi kembali duduk dan mencabut suntikan yang di tembak oleh orang yang sama dan segera membawa Antas ke mobil.
...****...
Semuanya duduk di depan ruang operasi termasuk Ayah dan Bunda Bumi. Orang tua Bumi langsung menuju rumah sakit begitu tau keadaan yang menimpa Antas.
” kenapa bisa gini Bum? Kamu gak jaga dia itu kenapa? ” Tanya Bunda.
” salah Bumi Bun, Bumi gak tau Asta nekat ke atas, ” jawab Bumi menunduk. Ayah Bumi memeluk istrinya yang terus menangisi Antas, wanita paruh baya itu sangat takut jika sesuatu yang tidak di inginkan terjadi pada Antas.
” maaf, ” ucap Cila membuat semua orang melihatnya. Cila menghapus air matanya yang terus turun tanpa henti.
” semuanya karena gue, maaf, ” ucap Cila sekali lagi dengan menunduk dalam.
Bumi bangkit dan menghadap Cila yang masih menunduk dalam dengan air mata yang terus menetes ke lantai. Cowok itu mengangkat pandangan Cila agar melihatnya dan menghapus air mata gadis itu.
” bukan salah lo Cil, jangan nangis. Di sini gak ada yang salahin lo bahkan gak ada yang berpikir kalo ini salah lo, ” jelas Bumi. ” udah dong jangan nangis, Asta pasti baik-baik aja. Kita semua tau Asta itu cewek yang kuat, lo kenapa jadi cengeng gini hm? ”
” gue ngerasa bersalah Bum, seandainya gue waspada dan mikir dua kali sebelum ke sana pasti ini semua gak akan terjadi, ” kata Cila.
” ini musibah Cil, lagi pula beberapa hari ini 'kan memang kita semua terus dapet masalah. ”
__ADS_1
Beberapa jam kemudian Dokter keluar membuat semuanya mendekat dan memberi pertanyaan beruntun. Dokter hanya menjelaskan bahwa Antas selamat dari operasinya, namun ia masih belum sadarkan diri karena keadaannya yang sangat lemah. Untuk saat ini juga belum ada yang bisa menjenguk gadis itu, hingga mereka harus benar-benar menunggu keputusan Dokter.
Bunda Bumi tampak sedikit lega ketika mendengar kata 'selamat' namun masih tersirat rasa 'khawatir' karena keadaan Antas yang masih belum sadar dan sangat lemah.
“ om titip Tante di sini sebentar ya sama kalian, dan Bumi ikut Ayah sekarang. Ada yang mau Ayah tanyakan dan omongin sama kamu, ” kata Ayah.
Keduanya berada di depan rumah sakit dengan Ayah Bumi yang sangat serius melihat anak satu-satunya itu.
” Bumi, jawab Ayah dengan jujur, bagaimana semua ini bisa terjadi? Kenapa kamu bisa lengah menjaga Asta? ” Tanya Ayah.
” salah Bumi memang Yah, Bumi yang lengah sampai Asta masuk rumah sakit. ”
” karena apa? Ayah perhatiin beberapa hari ini muka kamu lusuh dan seperti banyak pikiran, apa memang terjadi sesuatu? Jawab Ayah dengan jujur kalau memang kamu masih mau bebas. ”
Bumi menceritakan segala kejadian dengan detail dan jelas tanpa kurang dan tambahan sedikitpun.
” kenapa baru sekarang bilangnya? ” Tanya Ayah dengan nada yang sedikit meninggi.
” Bumi mau urusin semuanya sendiri Yah, ini tanggung jawab Bumi sebagai ketua, ” jawab Bumi.
” jangan bilang tanggung jawab kalau kamu sendiri masih belum bisa menangani hal sebesar ini Bumi. Kamu pikir ini sebuah mainan hah? Masalah sebesar ini kamu kira gampang? Lihat teman-teman kamu bahkan Asta sendiri yang jadi korbannya Bumi. ”
Ayah Bumi menarik dalam nafasnya. ” kamu dan semua teman-teman kamu gak usah ambil pusing tentang ini lagi. Biar Ayah yang urus semuanya, Ayah tau kamu ketua dari geng kalian itu dan emang kejawiban kamu menyelesaikan masalah yang terjadi. Tapi kalau sudah menyangkut nyawa orang tua berhak ikut campur dan turun tangan, kalian mendapatkan masalah kayak gini pasti orang tua belum tau kan? ”
Bumi menggeleng membuat Ayahnya sekali lagi menghela nafas. ” sudahlah, biar Ayah yang urus semuanya. ”
” nggak Yah, ” balas Bumi. ” Bumi tau ini soal nyawa, tapi kalo misalnya Ayah atau orang tua kami atau pun polisi ikut campur, semuanya makin bahaya Yah. Bumi sama temen lainnya belum tau siapa incaran mereka, Naren bilang kita harus cari incarannya dulu dengan gitu kita semua bisa tau apa tujuannya. ”
” masih ngeyel kamu Bumi. ”
" Ayah please, kasih Bumi waktu buat cari bukti dan selesaikan semua ini. ”
Lama Ayah Bumi berpikir dengan wajah yang sangat meragukan, akhirnya Ayah Bumi mengangguk setuju.
” Ayah kasih kamu dan teman-teman kamu satu Minggu. Kalau dalam waktu satu Minggu masih gagal atau belum ketemu, Ayah tindak lanjutin masalah ini. ”
” iya Yah, Bumi janji bakal cari siapa pelaku di balik teror ini. ”
” ya sudah kita balik ke sana sekarang, ” ujar Ayahnya.
__ADS_1
” tapi Yah, Asta, ” lirih Bumi.
Ayah Bumi tersenyum tipis lalu memegang kedua pundak anak laki-lakinya itu.
” sudah Ayah duga kamu itu kuat di luarnya saja, sok-sokan nenangin temen-temen kamu tapi kamu sendiri sebenarnya lebih takut, ” kata Ayahnya. ” jangan khawatir, 'kan kamu sendiri yang bilang kalo Asta itu anak yang kuat. Kalo kepalanya saja sangat keras kenapa badan lainnya tidak? ”
Bumi tertawa pelan dan Ayahnya merangkulnya.
” begini yang di namakan luar setajam pisau dalam kembarannya Hello Kitty, ” ledek Ayahnya.
” Ayah juga sama tuh. Sama temen sangar banget tapi giliran sama Bunda menciut dan manja banget, ” balas Bumi lalu lari.
Ayahnya berdecak sebal lalu tertawa pelan. ” hah memang duplikat gue. ”
...****...
” kalian pulang aja dulu, bersihkan badan dan makan. Kalian udah kayak gembel gitu, ” kata Bumi. ” terutama kalian yang anak cewek Letta dan Narra, orang tua kalian pasti khawatir karena dari pulang sekolah sampai malam gini kalian masih belum pulang. ”
Cila berdecak sebal. ” kok nama gue gak di sebut sih?! Gue kan anak cewek! Lo pikir gue makhluk transparan di sini? ”
Bumi tertawa lebar begitu juga Saka dan Dean.
” eh bocil, sejak kapan lo jadi anak cewek hah? ” Tanya Saka mengejek.
” lupa gender ya lo, ” sambung Saka.
” lo sama Asta gak ada bedanya dan gak ada sifat lemah lembutnya, ” kata Bumi.
Cila menginjak kaki ketiganya membuat mereka meringis kesakitan. Sementara Narra, Letta dan Naren melihatnya dengan ngilu.
” sudah-sudah, kalian pulang sekarang mandi dan makan. Setelah itu kalau mau balik ke sini lagi izin sama orang tua dulu, ” jelas Ayahnya Bumi.
” gue di sini Bum, ” kata Naren.
” kalo lo di sini, Cila pulang sama siapa? Gak mungkin dia pulang sendirian sementara cuma lo yang bawa mobil Ren, ” jawab Bumi. Lalu cowok itu mendekati Naren dan melihat kedua mata sahabatnya itu.
” lo tenang aja, gue pastiin Asta selalu aman. Lo dan gue sama-sama mencintai orang yang sama, jadi lo gak perlu khawatir soal itu, ” sambung Bumi. Lalu cowok itu menelepon Jefran agar membawa dua anggota lainnya ke rumah sakit, Bumi juga menelepon Bagas dan Nathan agar ke rumah sakit juga.
” lo bisa tenang sekarang, Asta aman karena banyak anggota DG dan MG di sini, ” kata Bumi
__ADS_1