
Cleo menatap sastro dengan penuh tanya. Beberapa hari ini sahabatnya itu tanpa berbeda, dia lebih pendiam seperti ada yang membebaninya.
Cleo memutuskan untuk mengajak sastro bertemu, bicara dari hati ke hati dengan semangkok bakso dan es jeruk menemani mereka.
"Kamu kenapa sih, mendadak pantomim gini?" tanya cleo penuh selidik sambil menyeruput es jeruk miliknya.
Sastro menggelengkan kepalanya lesu, wajahnya masih tertunduk sambil mengaduk-aduk bakso yang ada di hadapannya.
Cleo mendesah kesal, dia hapal dengan sikap anak itu. Tidak mungkin jika tidak terjadi sesuatu.
"Cepat, katakan apa yang mengganjal di otak mu itu!" desak cleo, ia sudah tidak tahan dengan sikap sastro yang sangat tidak biasa ini.
Sastro meletakkan sendok yang di pegangnya, tak ada pilihan lain selain menceritakan apa yang ingin cleo ketahui. Ia sangat tau sahabatnya itu tidak akan berhenti bertanya sampai ia bercerita.
"Lusa aku pindah C," ucap Sastro dengan lesu, seperti tak ada lagi semangat hidup dalam dirinya.
"Hahaha ....nggak lucu tau," cleo menanggapinya dengan lucu, meskipun ia tahu sastro tidak sedang bercanda.
Sastro mendongakkan kepalanya, ia menatap cleo dengan tatapannya yang kosong. Tak ada sorot kehidupan di sana, hanya rasa kecewa yang mendalam.
"Gila kamu Sas, dua minggu lagi kita ujian. Nggak usah ngawur kamu!"
"Ya aku memang gila, aku nggak tau lagi apa yang harus aku lakukan. Aku gila!" sentaknya sastro, matanya merah menyala. Terlihat jelas amarah di sorot matanya.
__ADS_1
Tangannya mengepal kuat, buku-buku tangan sastro memutih. Dadanya bergemuruh hebat.
Cleo membeku, ini pertama kali ia melihat sastro seperti itu.
"Apa yang terjadi sebenernya Sas? Coba kamu cerita, mungkin saja aku bisa bantu."
"Kamu nggak tau apa-apa C! kamu nggak akan pernah bisa mengerti apa yang aku alami!"
Cleo diam, ia biarkan laki-laki itu meluapkan emosinya. Cleo tahu pasti ada sesuatu yang membuat sahabat lamanya itu semarah ini.
Gadis bermata sipit itu bangkit dari tempat duduknya, ia beralih duduk disamping sahabatnya. Ia merasa tangan sastro, seketika pria sipit itu menoleh. Ingin rasanya ia meluapkan semuanya, menumpahkan air matanya yang beberapa hari ini ia tahan. Namun, Sastro merasa tidak pantas untuk menceritakan aib keluarganya pada orang lain.
"Kamu kenapa? Cerita Sas, aku nggak bisa lihat kamu marah-marah nggak jelas kayak gini. Kita kenal bukan sehari atau seminggu
kita temenan dari SMP. Apa kau nggak percaya sama aku?"
"Maaf C, tapi ini masalah keluarga. Aku tidak ingin membicarakannya sekarang. Kau tau aku sangat mempercayaimu, kau adalah adikku meskipun kita tak sedarah. Aku akan menceritakannya saat aku siap, aku janji."
Cleo menjawabnya dengan anggukan, ia tidak bisa memaksa sastro. Seberapa dekat pun mereka, sastro berhak untuk tidak bercerita.
"Lalu bagaimana dengan kepindahan mu? Apa itu pasti? Apa kau sudah memikirkannya baik-baik?"
Sastro melepaskan genggaman tangan mereka, ia menoleh. Menetap lurus pada cakrawala senja. Sastro mengangguk pasti.
__ADS_1
"Aku yakin, dan maaf setelah aku pindah aku akan menghilang sejenak. Jangan mencari ku, aku akan datang pada waktunya," ujar sastro.
Rintik air mata mulai membasahi pipi mulus cleo. Bagaimana ia melepaskan sahabat sekaligus sosok kakak baginya, bahkan ia pamit akan menghilang. Rasanya jika bisa cleo ingin memaksanya untuk tetap tinggal dan membantunya menyelesaikan masalah sastro, tetapi cleo tahu sastro tidak akan menerima bantuannya. Ia tipe orang yang tidak ingin merepotkan orang lain.
"Semoga kita lekas bertemu kembali," ucap cleo lirih.
Sastro tersenyum kecil, ia mengacak-acak rambut cleo dengan gemas. Tuhan sudah begitu baik mempertemukan dia dengan gadis semanis cleo.
"Tenang aja, kita pasti ketemu lagi." Cleo mengangguk kecil.
Senja ini mereka nikmati bersama, saat-saat terakhir dua orang sahabat berbeda gender. Keduanya menatap langit yang berwarna jingga, awan-awan hitam tipis mulai menutupi cahaya matahari yang tersisa. Cleo dan sastro larut dalam pikiran mereka masing-masing.
.
.
.
.Maaf baru up, biasa hari minggu mak ngadem dulu 🤣🤣🤣
Jangan lupa coment ya gaes, dan untuk bab yang di ulang dari Jomblo karatan.
Memang saya jadikan satu di sini, jadi yang di sana saya hapus.😅😅 Semoga tidak bosan ya mampir di karya receh saya.
__ADS_1
Terima kasih 🥰🥰 selamat malam dan semangat menyambut hari senin besok.
Fighting Emak-Emak