
Dua minggu kemudian.
Hari di mana Naoki diwisuda, pria tampan itu tampak sangat tampan memakai baju toga. Cleo pun turut bangga bisa menyaksikan suaminya berdiri di podium, Cleo datang bersama mama Arie dan kedua mertuanya.
Setelah acara selesai, Naoki mencari keberadaan orang tuanya. Tama tersenyum menatap Naoki dengan bangga, awalnya Tama ingin Naoki menjadi dokter seperti dirinya. Namun, ia tidak memaksa kehendaknya pada Naoki, anak laki-lakinya itu lebih memilih jurusan bisnis dan Tama pun mendukungnya.
"Selamat ya, kau membuat papa bangga Nak." Tama memeluk putranya dengan haru.
"Terima kasih, Pa. semua berkat doa dan dukungan dari Papa."
Naoki melerai pelukannya, ia kemudian memeluk mamanya. Wanita paruh baya itu menangis terharu, kehidupannya dengan Naoki kecil tidaklah mudah. Siska bahkan tidak pernah membayangkan Naoki bisa kuliah seperti sekarang.
"Ma, sudah jangan nangis," ucap Naoki mengusap lembut punggung sang Mama.
"Maaf, mama terlalu bahagia."
Naoki melepaskan pelukannya, ia mengusap air mata yang mengalir di pipi Mamanya. Cleo pun ikut menitikkan air mata, suasana begitu mengharu biru membuatnya ikut larut.
"Selamat ya, menantuku yang ganteng, habis ini jangan lupa. Cepetan bikin cucu buat mama," bisik Arie di akhir ucapannya.
"Mama ngomong apa sih!" ketus Cleo.
Naoki hanya menjawabnya dengan anggukan kaku, sambil menggaruk tengkuknya yang tidak gatal. Selama menjalani pernikahan dengan Cleo, mereka belum sekalipun melakukan hubungan suami-isteri. Naoki takut istri kecilnya itu masih trauma dengan kejadian waktu itu.
"Ki, .. Eh Mas, selamat ya atas kelulusan kamu." Cleo memberikan sebuket bunga mawar untuk Naoki.
Sejak beberapa hari yang lalu, Cleo melatih diri untuk memanggil Naoki dengan sebutan mas, karena terus diomelin mamanya. Meskipun belum lancar, Cleo tetap berusaha memanggil Naoki dengan sebutan Mas.
"Terima kasih, C."
Naoki baru akan mengambil bunga yang diberikan Cleo, tetapi tangannya di tarik oleh seseorang.
"Maaf Om, Tante, pinjem Naoki sebentar mau foto bareng anak-anak."
Belum sempat Tama dan Siska menjawab, Naoki sudah di tarik oleh gadis berambut cokelat itu. Senyum yang tersungging di bibir Cleo memudar, melihat perubahan pada wajah sang menantu Siska merasa tidak enak, apalagi ada besannya di sini.
"Cleo, maafin Naoki ya Nak. Nanti mama siska tegur dia biar nggak seperti itu lagi."
"Nggak apa-apa kok Ma, lagi pula ini memang hari spesial buat mas Naoki sama teman-temannya," ucap Cleo dengan senyum yang dipaksakan.
__ADS_1
Arie mengusap lembut rambut putrinya, ia tahu Cleo berusaha untuk menyembunyikan rasa kecewanya.
Hati Cleo sakit saat melihat Naoki berfoto ria dengan teman-temannya. Bukan masalah foto bersama yang Cleo permasalahkan, tetapi gadis yang membawa Naoki pergi tadi. Ia tampak begitu mesra dengan suaminya, Cleo merasakan dadanya sesak saat wanita itu bergelayut manja di lengan Naoki.
"Ma, Cleo ke kamar kecil dulu ya," pamit Cleo.
"Mau mama anterin?"
"Nggak usah Ma, deket kok." Cleo menunjuk kearah toilet yang tak jauh dari mereka berada.
"Ya udah mama tunggu sini ya."
Cleo mengangguk kecil, ia menitipkan bunga mawar untuk Naoki pada sang mama. Dengan langkah cepat, Cleo pergi ke kamar kecil.
Sesampainya di kamar kecil, Cleo segera masuk ke salah satu bilik yang kosong. Saat Cleo hendak keluar, terdengar suara beberapa perempuan yang sedang mengobrol.
"Eh ... menurut kamu Savira bakalan jadian nggak sama Naoki?"
"Pasti iya dong, kamu nggak dengar berita kalau Naoki bakalan nembak Savira hari ini."
"Uh ... bakalan patah hati nasional dong," timpal seorang lagi.
Cleo hanya mendengarkan semua itu, dengan air mata yang mulai menggenang di pelupuk matanya. Ia mencengkram erat baju yang dipakainya.
Setelah wanita-wanita itu pergi barulah Cleo keluar dari bilik toilet. Hati Cleo sakit mendengar semua ini, Naoki suaminya. Apa dia akan benar-benar menyatakan cintanya pada perempuan bernama Savira itu? Apa pernikahan ini tidak berarti bagi Naoki? Tetapi, bukankah Cleo sendiri pernah berkata pada Naoki, kalau ia akan melepaskannya saat Naoki menemukan cintanya.
"Apakah ini saatnya, Mas? Apa kita akan berpisah bahkan sebelum resepsi pernikahan kita berlangsung? Kenapa hatiku sakit hanya dengan memikirkan kau akan pergi? Apakah aku mulai mencintai Mas?" Cleo terus bertanya pada pantulan dirinya di cermin.
Tidak, Cleo tidak boleh seperti ini. Ia masih istri Naoki yang sah, sampai saat Naoki sendiri yang mengatakan bahwa ia ingin mengakhiri pernikahan mereka. Cleo tidak boleh mundur, Cleo harus tetap menjadi istri Naoki sampai saat itu tiba.
"Cleo semangat!"
Cleo membasuh wajahnya, kemudian memberikan sedikit sentuhan di wajahnya agar terlihat segar. Setelah mengambil nafas dalam-dalam, Cleo melangkah keluar.
Ia mencari keberadaan sang mama dan kedua mertuanya, tetapi Cleo tidak menemukan mereka. Tepukan pelan di pundak membuat Cleo membalikkan badannya.
"Siapa yang sedang kau cari Nona?"
Cleo tersenyum. Ternyata Naoki berdiri di belakangnya sambil membawa bunga mawar yang tadi hendak ia berikan.
__ADS_1
"Aku sedang mencari seseorang, dia laki-laki yang sombong, pendek hidung pesek dan kulitnya iuh .. penuh daki. Tapi sayangnya dia Suamiku, jadi aku harus tetap mencarinya meskipun dia jelek."
Naoki mencubit gemas kedua pipi Cleo. Istri kecilnya itu sampai meringis kesakitan.
"Sakit tau!" pekik Cleo kesal, ia mengusap pipinya yang panas akibat cubitan Naoki.
"Ini hukuman karena sudah mengejek suamimu."
"Aku kan hanya bercanda Mas, maaf ya," ucap Cleo dengan wajah yang dibuat memelas.
"Hais, sudah ayo pulang. Aku sudah lapar."
"Pulang kemana? Rumah mama Siska atau mama Arie?"
"Terserah."
"Ho, kalau begitu kita pergi ke kebun binatang aja gimana?"
"Ngapain ke sana?"
"Ya mau balikin kamu lah, mereka pasti bingung karena Beruangnya kabur."
"Cleo!"
"Kabur, Beruang kutub ngamuk!" pekik Cleo sambil berlari keluar aula. Naoki tentu saja
mengejar langkah istrinya yang usil itu.
Tanpa mereka sadari, sepasang mata sudah memperhatikan mereka sejak tadi. Tangannya mengepal kuat dengan mata yang merah menyala, mata itu terlihat sangat marah.
"Kau menolakku hanya karena gadis itu, awas saja aku akan membuat kalian putus sebentar lagi. Kau hanya akan jadi milikku ki, hanya aku yang pantas di sisimu!" tegas wanita itu dengan menyeringai licik, wajah yang selama ini ia sembunyikan.
.
.
. Selamat malam. Maaf bab terakhir hari ini malem banget ya 😅
Mak lagi sibuk banget ini aja ngebut. Semoga masih bisa untuk up malam ini juga. Terima kasih sudah menunggu up Naoki dan Cleo. 😘😘😍
__ADS_1