C & N

C & N
Eps 26


__ADS_3

Kantin sekolah siang ini lebih penuh dan sesak. Cleo menatap kosong pada udara di sekitarnya. Hari ini tepat tiga hari sastro resmi pindah sekolah dan menghilang tanpa jejak seperti ia katakan.


Cleo mendesah, ia kembali menyeruput es teh yang ada di kantong plastik. Gadis berkulit putih itu duduk sendirian di bangku yang ada di salah satu sudut kantin, jauh dari hiruk pikuk para murid lainnya.


Seorang siswa berjalan perlahan mendekati cleo, sesekali ia berhenti untuk merapikan baju dan rambutnya.


"Kosongkan?" tanya siswa itu sambil menunjuk bangku di depan cleo.


Gadis bermata sipit itu hanya menjawab dengan anggukan kecil. Pria itu pun tersenyum lalu mendudukkan diri. Beberapa kali ia tampak menelan salivanya, jakunnya naik turun. Kedua tangan pria itu sibuk mengusap paha yang terbalut celana abu-abu.


"Cleo ...emh ...kamu mau nggak jadi pacar aku?" tanya vero dengan gugup.


Cleo menyemburkan es teh yang baru saja masuk kedalam mulutnya.


"Astaga, pada kenapa sih hari ini!" pekik cleo kesal.


"Ke-kenapa? kamu nggak suka ya sama aku? aku sudah memperhatikan kamu sejak lama, hanya saja aku tidak berani untuk mengungkapkannya." Vero menunduk dengan wajahnya yang bersemu merah.


"Kak Vero, maaf aku nggak bisa jadi pacar Kakak," ucap cleo singkat dan jelas.


Vero sontak mendongakkan kepalanya, ia menatap cleo dengan penuh tanya. Sebenarnya Vero sudah menyiapkan hati untuk untuk penolakan, tetapi tetap saja hatinya terasa nyeri.


"Kenapa? Apa karena aku tidak tampan dan gaul seperti anak-anak lainnya?"


Cleo menghela nafas. Vero adalah anak terpintar di sekolah ini, penampilannya selalu rapi dengan rambut yang di sisir klemis kebelakang.


"Bukan Kak, aku hanya tidak busa saja. Aku senang menjadi temanmu, tapi tidak lebih dari itu. Maaf."


"Tapi aku sudah sangat lama menyimpan rasa ini padamu, bisakah kau mempertimbangkannya lagi," ujar vero memelas.


"Senin depan kita ujian Kak, aku nggak mau mikirin apapun selain itu sekarang. Sekali lagi aku minta maaf!" tegas cleo, ia beranjak dari duduknya meninggalkan vero yang membeku.


Cleo terus menggerutu sepanjang jalan ke kelas, tiga hari di tinggal sastro ia sudah menjalani hari yang gila. Vero bukan satu-satunya yang menyatakan rasa suka pada cleo, dia adalah pria kelima hari ini belum termasuk dua surat cinta dan mawar yang ada di atas mejanya pagi ini. Semua itu sungguh membuat cleo frustasi.


Cleo gadis yang periang, dia suka dan mau berteman dengan siapapun. Wajah oriental dengan mata sipitnya yang khas, kulitnya seputih kapas. Ia selalu bersikap apa adanya, tidak pernah kemayu dan ramah pada setiap orang. Itulah yang membawa sebagian besar murid laki-laki menyukainya.

__ADS_1


Cleo menghentikan langkahnya tepat di samping tempat sampah. Dengan sekali hisapan kuat ia menghabiskan seluruh es teh dalam plastik hingga tak bersisa. Dengan kesal ia melemparkan platik bekas es miliknya ke tong sampah.


Mereka yang selama ini diam, segera bergerak cepat saat sastro sudah tidak lagi ada di samping cleo. Cleo menghempaskan bokong di bangku miliknya, lelah dan pusing dengan semua pertanyaan cinta yang di terimanya.


Cleo kembali melanjutkan langkahnya menuju kelas. Ia melipat kedua tangannya, menenggelamkan wajahnya di atas meja. Beberapa kali ia mengambil nafas dalam kemudian menghembuskannya perlahan. Cleo terjingkat saat sebuah tepukan pelan mendarat di bahunya.


"Apa?!" Bentak cleo seraya mengangkat kepalanya.


"Clam down Babe," jawab mike.


Cleo mendengus kesal, ia kembali meletakkan wajahnya di atas meja. Mike menarik satu bangku untuk duduk di sebelah cleo.


"Kamu kenapa?"


"Nggak ada, jauh-jauh sono."


"Emh ... lusa aku ulang tahun."


"Nggak nanya!" potong cleo cepat.


Cleo terdiam, dia bukan ingin menjauhi mike. Hanya saja selama ini cleo tau widya suka pada mike, dan mereka jiga terlihat sering berjalan bersama. Cleo hanya tidak mau dia anggap sebagai perebut pacar orang.


"Perasaan kamu aja kali, aku nggak gitu kok," kilah cleo.


"Kamu emang gitu C, kalau kamu emang ngangep aku temen. Sabtu malam kamu harus dateng ke ulang tahunku."


"Okey, aku bakalan dateng tenang aja."


"Gitu dong." Mike mengacak-acak rambut cleo.


"Ish apaan, jauh-jauh." Cleo menarik dirinya sedikit menjauh.


Bel berbunyi.


Mike kembali ke bangkunya sebelum guru memasuki kelas.

__ADS_1


.


.


.


.


.


Cleo memakai helm full face miliknya. Bersiap untuk pulang.


"Cleo!" panggil widya setengah berteriak.


Merasa di panggil cleo menoleh. Widya berlari kecil kearah cleo yang sudah duduk di atas motornya.


"Kamu dateng kan ke ulang tahun mike?" tanya widya.


"Iya, kenapa?"


"Aku jemput ya."


Cleo diam sejenak. Bukan ide yang buruk, lagi pula cleo juga tidak ingin berangkat sendirian.


"Boleh."


"Oke, nanti aku jemput sama temen-temen yang lain."


Cleo tersenyum kemudian mengangguk.


"Aku pulang dulu ya."


"Bye, hati-hati!"


Cleo menstater motornya kemudian mengendarainya menjauh.

__ADS_1


"Hati-hati C, aku punya kejutan spesial untuk kamu," gumam widya dengan seringai liciknya.


__ADS_2