C & N

C & N
Eps 52


__ADS_3

Cleo menggeliat kecil dalam pelukan Naoki, yang begitu nyaman dan hangat. Merasa ada pergerakan Naoki pun membuka matan, tetapi ia cepat memejamkan matanya lagi saat menyadari Cleo bangun.


"Emh ... Sudah jam berapa sih? perutku laper banget," keluh Cleo sembari memegangi perutnya.


Cleo mendongakkan kepalanya menatap wajah teduh Naoki yang masih pura-pura terlelap. Cleo menyentuh rahang tegas Naoki, sungguh wajah yang begitu tampan. Kenapa Cleo baru menyadarinya sekarang? Cleo terkekeh, menertawakan dirinya sendiri.


Naoki yang mendengar suara tawa Cleo mengerutkan keningnya, bukan ini yang ia mau. Hanya sentuhan di dagu, macam apa ini pelit sekali. Naoki berharap lebih dari itu, sebuah kecupan di pipi bolehlah sebagai imbalan menjaga istrinya semalam. Namun, apa yang di harapkan Naoki tidak terjadi.


Cleo malah memindahkan tangan Naoki yang memeluknya erat. Bukannya melepas Naoki malah dengan usil mengeratkan pelukannya, semakin Cleo berusaha lepas, semakin erat pula Naoki mempererat tangannya.


Enak saja, mau lepas dariku. Sun dulu kek, suami ganteng gini masak dianggurin aja.


"Ki, bangun." Cleo mengguncang bahu Naoki.


"Mas, aku lapar bangun. Udah jam satu, aku pengen makan," rengek Cleo sambil mencubit gemas hidung Naoki.


Naoki yang awalnya ingin mengerjai Cleo akhirnya merasa tidak tega.


"Emh ... Apa berisik banget sih?" Naoki pura-pura mengeliat.


"Ak-Aku lapar," ucap Cleo lirih, entah kenapa dia jadi salah tingkah menatap mata Naoki.


Naoki menyibakkan selimut yang menutupi mereka, ia mengulurkan tangan membantu istrinya untuk bangun. Dengan canggung Cleo menerima uluran tangan Naoki, ia masih belum terbiasa dengan sikap manis suaminya.


"Mandilah, setelah itu kita akan makan di luar."


"Beneran?" tanya Cleo dengan matanya yang berbinar penuh harap.


Naoki mengangguk kecil. Cleo tersenyum lebar, gadis itu berlari kecil ke kamar mandi.


Setelah Cleo menyelesaikan ritual mandinya, pasangan suami istri itu makan di luar seperti janji Naoki, bukan di restoran ataupun tempat mewah lainnya. Warung pinggir jalan yang menjadi pilihan Cleo, ia sangat suka makanan pinggir jalan seperti itu, mamanya selalu mengajaknya kuliner ke warung-warung tenda sederhana.


"Yakin di sini?" tanya Naoki, ia bukan tidak mau, tetapi pria itu meragukan kebersihannya.


"Iya, aku pengen di sini, Boleh ya Mas? Aku dah lama nggak makan bebek goreng," pinta Cleo dengan penuh harap.

__ADS_1


Naoki akhirnya mengalah, ia tidak bisa mengatakan tidak saat Cleo sudah meminta seperti ini. Mereka masuk ke salah satu warung lesehan yang menyajikan bebek goreng, keduanya duduk diatas tikar setelah memesan dua porsi bebek goreng.


"Minum obat dulu." Naoki memberikan obat yang ia bawa di sakunya.


"Mas bawa obat Cleo!" ujar Cleo terkejut.


"Hem, Cepat minum."


"Iya Mas, Makasih." Cleo segera meminum obatnya dengan bantuan air mineral yang tersaji di meja.


Cleo menatap Naoki dengan tersenyum manis, ia sungguh tidak menyangka Naoki bisa begitu memperhatikannya.


"Kenapa menatapku seperti itu? Aku tau aku ganteng, banyak wanita yang suka padaku. Bisalah aku kalau di sandingkan dengan oppa-oppa korea," ucap Naoki sambil manggut-manggut.


"Cih, kumat." Cleo memalingkan wajahnya, baru saja ia memuji sang suami dalam hati. Sekarang jadi mual dan pengen muntah mendengar ucapan Naoki.


Setelah menunggu cukup lama pesanan mereka pun datang, Naoki menyingkirkan sambal menjauh dari Cleo, ia meminta pelayan warung membawanya kembali.


"Kok dibawa pergi sih sambalnya, terus aku makannya gimana?"


"Makan aja, itu ada bebek sama lalapan," jawab Naoki enteng.


"Nggak ada sambal sampai satu minggu kedepan, ingat lambungmu."


Cleo berdecak kesal, ia mengigit timun dengan kasar sebagai pelampiasan kekesalannya. Naoki memilih untuk tidak menanggapi sang istri, mereka pun akhirnya makan dengan damai meskipun Cleo masih melemparkan tatapan tidak suka pada Naoki, entah apa yang membuat istri kecilnya itu marah. Naoki tidak mengerti.


Setelah selesai makan, keduanya memiliki untuk jalan-jalan ke taman yang tak jauh dari warung tempat mereka makan.


Sambil menikmati es boba yang baru dibelinya, Cleo berjalan menyusuri jalan setapak di taman itu.


"C, Kalau kita pindah rumah, bagaimana menurutmu?" tanya Naoki dengan sungguh-sungguh.


Cleo menghentikan langkahnya, ia membalikkan badannya agar bisa berhadapan dengan sang suami yang ada di belakang Cleo.


"Pindah bagaimana maksudmu?"

__ADS_1


"Ya pindah, nggak di rumah orang tua kamu, atau orang tuaku. Kita akan tinggal dirumah kita sendiri, aku ingin kita mandiri."


Cleo terdiam, bukan hal yang mudah untuk meninggalkan rumah Wang, mamanya pasti sangat kesepian tanpa dirinya. Tetapi ia juga tidak bisa membantah, apa yang menjadi keinginan suaminya.


"Kenapa diam? Kalau kamu nggak mau, aku nggak maksa kamu kok." Cleo menggelengkan kepalanya cepat.


"Bukannya aku menolak, tapi Mas tai sendiri aku anak tunggal. Mas juga gitukan, jadi mas pasti tahu maksud diam ku."


Naoki memang sangat mengerti, karena dia sendiri juga bisa dibisa anak tunggal karena adiknya belum ditemukan. Entah kemana sekarang gadis kecil itu sekarang.


"Aku paham, aku juga nggak bilang sekarang. Tunggu aku dapat rumahnya dan perkerjaan, ini masih rencana aja kok."


Cleo tersenyum. " Iya, sambil Mas cari rumah. Kita yakinkan kedua orang tua kita agar memberikan izin untuk kita hidup mandiri."


"Terima kasih, C."


"Kenapa berterima kasih? Bukankah sudah menjadi kewajiban istri untuk mematuhi keinginan Suaminya."


"Tetap saja, terima kasih kamu sudah mau mengerti aku." Naoki memeluk Cleo.


"Sama-sama Mas," ucap Cleo.


Naoki melerai pelukannya, ia melingkarkan tangan di bahu Cleo.


"Jalan lagi yuk, atau kamu mau balik ke hotel?"


"Balik aja Mas, aku ...aku capek," kilah Cleo, wajahnya memerah ia benar-benar belum terbiasa dengan manisnya rumah tangga mereka.


Naoki tersenyum, ia menurunkan tangannya menggenggam tangan tangan Cleo. Naoki mengeluarkan ponselnya ia mengambil gambar tangan mereka yang menyatu dengan cincin yang tersemat di jari keduanya.


Segera ia bagikan di media sosial miliknya.


Tetap seperti ini sampai kita menua bersama. My cute little wife.


Naoki yang biasanya jarang update media sosial kini jadi suka membagikan kebahagiaannya dengan Cleo. Ia hanya tidak ingin kejadian lalu terulang lagi.

__ADS_1


Komentar nitijen kembali membuldak, mereka penasaran dengan wanita yang beruntung menjadi istri Naoki. Saat kemarin Naoki membagikan foto mesra di ranjang, wajah Cleo tidak terlihat jelas. Banyak juga yang memberikan selamat dan doa baik pada Naoki, tetapi banyak juga yang menghujat dengan mengatakan istri Naoki pasti hamil diluar nikah hanya karena mereka menikah muda.


Namun, Naoki tidak ambil pusing. Ia hanya ingin dunia tahu, Naoki sudah mempunyai seseorang disisinya.


__ADS_2