C & N

C & N
Eps 30


__ADS_3

Pagi ini rumah Tama sangat gaduh, sejak jam lima pagi dia sudah di teror oleh Alex menanyakan keberadaan putrinya.


"Sayang, apa Cleo memang menginap di rumah kita?" tanya Tama pada istrinya.


"Aku juga nggak tau Mas, mungkin saja. Nanti aku tanyakan pada Naoki." jawabannya sambil mulai mengering rambutnya yang yang basah.


"Bisa kau tanyakan sekarang, orang gila ini tidak akan berhenti menggangguku jika aku tidak segera memberikan jawaban." Tama menunjukkan layar ponselnya yang sudah berdering lagi.


"Baiklah." Siska beranjak dari duduknya, lalu melangkah keluar.


Setelah sampai di depan pintu kamar putranya. Siska pun segera mengetuk pintu. Namun, karena tak kunjung di buka, Siska pun memutuskan untuk masuk.


"Lho kok Naoki tidur di sofa, lha yang di ranjang pake selimut ini siapa?" Siska bergumam, ia melangkah mendekati ranjang dengan jantungnya yang berdetak tak karuan.


Ia berdoa semoga apa yang ada dalam pikirannya salah. Siska berdiri di samping ranjang dengan perlahan ia membuka gundukkan selimut yang menutupi seluruh tubuh Cleo.


"Naoki!" teriak Siska.


Naoki terkejut dan langsung membuka matanya, begitu pula Cleo yang langsung terbangun. Ia menatap bingung pada Siska, Cleo menunduk memperhatikan dirinya sendiri.


"Aaaaaaaa!" Cleo menjerit saat melihat keadaan dirinya memakai baju milik seorang laki-laki. Apalagi saat ia merasakan tak ada pengamanan yang melekat pada kedua asetnya.


"Mama," panggil Naoki.


Siska menatap tajam pada anaknya, dia melangkah mendekati Naoki dan ...


Plakk


Sebuah tamparan mendarat di pipi Naoki, ia terkejut. Namun, ia lebih terkejut lagi dengan air mata yang mulai meleleh di pipi Mamanya.


"Ma, Naoki bisa jelasin semuanya."


"Jelaskan saat orang tua Cleo juga ada di sini!" tegas Siska, wanita paruh baya itu melangkah keluar.


Naoki menatap nanar pada punggung Mamanya yabg menghilangkan di balik pintu. Tatapan Naoki beralih kepada Cleo yang sedang menangis si atas ranjangnya.

__ADS_1


Ruang tamu.


Untuk kedua kalinya keluarga ini bertemu di tempat yang sama. Dengan masalah yang hampir sama tapi kali ini lebih serius. Jika sebelumnya Naoki terlihat tenang, kali ini ada ketegangan di wajahnya. Begitu pula Cleo ia terus menunduk dengan air matanya yang tak kunjung berhenti mengalir.


Naoki sudah menceritakan semuanya, begitu juga Cleo gadis itu sudah mengakui apa yang terjadi malam itu pada Papanya. Ia sadar, ia juga bersalah karena melanggar aturan yang di buat sang Papa.


"Cle menyesal Pa, Ma. Maafin Cleo," ucap gadis itu terus berusaha menahan air matanya yabg tak mau surut sedikitpun.


"Papa kecewa Cleo. Sangat." ucap Alex penuh penekanan.


Arie mengelus lembut lengan suaminya berharap bisa memberi sedikit ketenangan padanya. Ia sendiri juga merasa marah pada putrinya. Namun, saat ini bukanlah waktu yang tepat untuk mengikuti amarah dalam hatinya.


Cleo semakin menunduk dalam, ia semakin terisak. Merasa tidak tega pada Cleo, Naoki pun akhirnya ikut angkat bicara.


"Om, Tante. Naoki akan menikahi Cleo!" tegasnya.


"Apa?" ucap sepasang suami istri yang ada diruang itu.


"Apa maksudmu, kau pikir sebuah pernikahan akan menyelesaikan masalah ini!" geram Alex.


Alex mengambil nafas dalam. Ia lalu menatap pada Naoki yang juga sedang menatapnya dengan dalam.


"Apa yang kau pikirkan? kau tau Cleo masih belum lulus dari sekolahnya dan kau juga belum menyelesaikan kuliahmu. Kami percaya pada kalian berdua, semua yang kalian ceritakan. Kalian adalah anak-anak kami. Kami tahu betul bagaimana sifat kalian berdua. Jadi apa yang membuatmu berfikir untuk menikahi Cleo?" kali ini Arie ikut angkat bicara.


"Ki, Mama sama Papa yakin ini hanya kesalahan pahaman seperti yang kalian ceritakan. Meskipun kalian juga bersalah, tapi kami juga tidak akan sejauh itu menghakimi kalian berdua sebelum adanya bukti kalau kalian benar-benar berzina. Mama yakin kamu tidak akan melakukan hal seperti itu." Siska pun turut bicara pada anaknya.


"Naoki ingin bertanggung jawab terhadap Cleo, meskipun kami tidak melakukan zina, tapi Naoki sudah melihat seluruh tubuh Cleo saat Naoki menganti bajunya yang basah. Sebagai laki-laki Naoki akan bertanggung jawab atas apa yang Naoki lakukan. Naoki sangat berterima kasih karena Mama, Papa, Om dan Tante Arie percaya pada kami berdua. Tapi Naoki mohon biarkan Naoki bertanggung jawab dengan perbuatan Naoki."


Cleo meremas bajunya mendengar ucapan Naoki, Marah. Namun, itu juga tidak sepenuhnya kesalahan Naoki. Andai ia tidak masuk kedalam club itu. Andai ia bisa lebih tegas, ini semua tidak akan terjadi. Andai bukan Naoki yang membawanya malam itu, entah bagaimana nasib Cleo saat ini. Tanpa terasa air matanya mengalir kembali.


Alex menatap geram pada Naoki. Meskipun sangat marah. Namun, ia sadar ini bukan sepenuhnya kesalahan Naoki dan Cleo. Pasti ada seseorang dibalik semua ini. Mungkin saat ini, inilah yang terbaik untuk mereka berdua.


"Apa hanya itu alasanmu? Tama apa kau tidak ingin menanyakan sesuatu pada anakmu itu?" tanya Alex.


"Tidak, aku yakin dengan keputusan anakku, selama ini ia tidak pernah mengecewakan ku," jawab Tama.

__ADS_1


"Naoki, jika hanya karena rasa bersalahmu kau ingin menikahi Cleo, Om tidak akan mengijinkannya. Karena pernikahan bukan sekedar permainan, lagi pula kalian juga masih sangat muda. Pikirkanlah lagi, kecuali kalian benar-benar telah melewati batas!"


"Demi Tuhan, kami tidak melakukan apapun yang melewati batasan Om. Saya hanya ingin menjaga Cleo, saya ingin menjaganya." Naoki menatap dalam Cleo yang duduk di sampingnya.


Gadis cantik itu seperti kehilangan baterai. Ia yang biasanya cerewet kini diam seribu bahasa.


"Baiklah berikan waktu seminggu Om dan Tante untuk melangsungkan pernikahan kalian, kami pamit pulang. Cleo masih ada yang harus Papa bicarakan denganmu!" tegas Alex.


Cleo mengangguk patuh. Gadis itu kemudian bangkit dari duduknya lalu mengikuti langkah orang tuanya yang sudah menjauh.


"Maafkan aku C," lirih Naoki Namun masih terdengar oleh Cleo. Gadis itu hanya tersenyum kecut mendengarkannya.


.


.


.


.


Ini bab terakhir yang udah pernah di up di Jomblo karatan 😆


Semoga nggak bosen ya.


Kira-kira papa sipit bikin bakalan ngapain si pelaku yang menjebak cleo.


Nantikan kelanjutannya 😅


Jangan lupa vote ya Mak hari senin nih.


Terima kasih atas dukungannya.


Selamat menunaikan ibadah puasa, bagi yang menjalankannya.


Love you gaes 😌🥰

__ADS_1


__ADS_2