C & N

C & N
Eps 45


__ADS_3

Pagi ini matahari bersinar dengan cerahnya, begitu indah menyapa alam semesta. Namun, sayangnya itu berbanding terbalik dengan wajah calon pengantin wanita, ia tampak muram, tatapannya kosong.


Meskipun ini adalah hari yang paling penting dalam hidupnya, tetapi itu sama sekali tidak membuatnya bahagia, yang ada hanya rasa kecewa dan penyesalan dalam dirinya.


Pagi-pagi buta keluarga Naoki datang, kekediaman besar wang, untuk mempertanggung jawabkan kesalahan putranya. Kedua belah pihak akhirnya sepakat untuk menikahkan Naoki dan Cleo. Cleo tak bisa menolak, ia juga tidak menyalahkan Naoki sepenuhnya. Ia tahu malam itu ada sesuatu yang tidak biasa pada dirinya, setelah meminum air yang di berikan mike.


Meski Cleo tidak bisa mengingat seluruh kejadian malam itu, tetapi dia ingin bagaimana Naoki mencium bibirnya, dan Cleo dengan agresif membalas ciuman itu.


"Nah sudah cantik," ucap penata rias, yang baru saja menyelesaikan sanggul rambut Cleo.


Cleo mengangkat sudut bibirnya keatas, memaksa bibir mungil itu untuk tersenyum. Kebaya putih yang melekat sempurna di tubuhnya, leher yang penuh jejak merah kini sudah mulus tertutup foundation. Sanggul sederhana, dengan hiasan bunga melati dan mahkota yang tersemat membuat Cleo terlihat anggun dan cantik.


Arie membuka pintu kamar Cleo, ia melangkah mendekati putrinya yang masih duduk menghadap meja rias.


"Putri Mama cantik," puji Arie.


"Terima kasih Ma," ucap Cleo.


Melihat wajah Cleo bersedih sebenarnya membuat Arie tidak tega, tetapi apa mau dikata nasi sudah menjadi bubur. Baik Naoki maupun Cleo harus mempertanggung jawabkan perbuatannya.


"Bisa tinggalkan kami sebentar?" tanya Arie pada penata rias.


"Tentu Nyonya, saya akankah melihat persiapan di luar," jawab wanita itu.


Arie membantu Cleo berdiri, mengajaknya duduk di sofa untuk berbincang. Setelah keduanya duduk bersama, Arie menggenggam erat tangan putrinya.


"Kau tau Sayang, kadang kehidupan tidak berjalan seperti yang kita inginkan. Semua impian dan rencana yang sudah kita atur tidak sejalan dengan takdir."


Arie menjeda ucapannya sejenak.


"Aku dan Alex bertemu karena ketidak sengaja, kau sudah pernah mendengar papamu menceritakannya bukan?"

__ADS_1


Cleo mengangguk. " Papa bilang, dia dulu nggak sengaja mau nabrak mama."


"Benar, tapi setelah itu apa kau tau bagaimana kami bisa menikah?" Tanya Arie dengan senyum lembut yang menghiasi bibirnya.


"Bukannya Papa bilang, kalian saling jatuh cinta dan memutuskan untuk menikah?" Arie terkekeh mendengarnya.


Arie dan Alex memang tidak pernah membicarakan, bagaimana pahit dan terjalnya biduk rumah tangga mereka pada Cleo. Yang mereka cerita hanya bagian termanis dalam perjalanan mereka, hal sedih yang Cleo ketahui, hanya Arie kecelakaan saat melahirkan Cleo.


"Kenapa Mama tertawa? Apa ada yang salah?" tanya Cleo terheran-heran.


"Seratus persen salah besar, Sayang."


"Kau tahu, setelah kejadian tabrakan itu Mama mencari Papamu untuk bertanggung jawab, tapi apa dia malah mengancam mama. Alex mau melaporkan Mama ke polisi karena menjadi penyebab dia telat meeting dan harus membayar pinalti."


"Ish ...Papa kok gitu Ma, Mama mau aja di bohongi papa. Kan papa yang nabrak tetep aja dia harus ganti rugi," tukas Cleo, ia ikut kesal dengan cerita mamanya.


"Itulah dulu mama polosnya kebangetan. Tapi Papamu orang yang baik, dia menyelamatkan mama saat mama akan di jual, saat itu papa membeli mama dari mucikari sebesar 300 juta."


"Iya, mama ditipu teman mama, katanya kerja. Eh ... malah di suruh melayani laki-laki hidung belang, untuk mama bisa kabur dan ditolong papa. Singkat cerita mama menikah dengan papa karena harus membayar hutang mama pada dia, sedangkan papa terpaksa menikahi mama untuk memenuhi keinginan kakek wang, beliau ingin alex segera mempunyai pendamping hidup."


"Pernikahan kami yang tidak berdasarkan cinta tentu saja berjalan dengan tidak baik, apalagi kami tidak saling mengenal satu sama lain. Namun, seiring berjalannya waktu mama sadar, papa adalah jodoh yang dikirimkan Tuhan untuk mama, karena mama yakin tidak ada sesuatu yang terjadi secara kebetulan. Tuhan sudah mentakdirkan semua itu, dan pernikahan bukanlah sesuatu permainan. Apapun yang mengawalinya. Kau bisa lihat sekarang, papa dan mama saling memiliki. Cleo, mama tahu kamu tidak menginginkan pernikahan ini, dan mungkin Naoki juga sama. Keadaan yang memaksa kalian, tapi mungkin memang inilah takdir kalian, berusaha untuk tetap bahagia Nak, jadilah istri yang baik untuk suamimu."


"Iya Ma, Cleo janji." Arie memeluk erat putrinya, ia ingin Cleo legowo menerima pernikahannya ini.


Cleo membalas pelukan hangat sang mama. Mamanya benar, semua ini terjadi atas kehendak Tuhan, Cleo harus menjalaninya dengan ikhlas dan berusaha untuk jadi yang terbaik.


Suara ketukan pintu membuat mereka harus melerai pelukannya.


"Nyonya, acaranya akan segera dimulai," ucap seorang wanita dari luar pintu.


"Baiklah, kami akan segera turun," sahut Arie.

__ADS_1


Arie bangkit dari duduknya, ia mengambil selendang berwarna putih lalu memakaikannya pada Cleo.


"Ayo Sayang."


Cleo mengangguk, ia pun bangkit dari duduknya dengan bantuan Arie, kain jarik yang dipakainya membuat Cleo kesulitan berjalan. Cleo berjalan perlahan menuruni tangga, semua orang yang hadir menoleh kearahnya.


Cleo Begitu cantik dan anggun, berbeda dengan keseharian. Naoki tertegun, ia terpanah dengan kecantikan Cleo. Pipi gadis itu bersemu merah, menambah ayu parasnya.


"Ma, kok semuanya lihatin Cleo sih?" bisik Cleo. Ia merasa tidak nyaman dengan tatapan semua orang padanya.


"Karena kamu cantik, Sayang."


"Cleo malu, Ma." Cleo semakin menundukkan wajahnya.


"Angkat wajahnya Cantik, lihatlah suamimu sampai tidak berkedip melihatmu."


Cleo mendongakkan wajahnya, mencari keberadaan Naoki. Pria berkulit putih itu terlihat tampan dengan balutan beskap berwarna putih, tatapan mata mereka bertemu, Cleo memalingkan wajahnya karena malu


Haih ... Kenapa deg ...degan gini sih. Itu hanya Naoki, cowok paling nyebelin sedunia, batin Cleo menenangkan dirinya.


Astaga kenapa dia ganteng banget sih.


Naoki masih tidak berkedip saat Cleo ada dihadapannya, sungguh ia seperti melihat bidadari yang baru saja turun dari khayangan.


"Ehem ..Ki," tegur Arie.


"Eh ...em iya Ma," jawab Naoki gelagapan.


Cleo duduk bersanding dengan Naoki ditempat yang telah di sediakan. Dengan satu tarikan nafas, janji suci telah diikrarkan oleh Naoki untuk Cleo. Setelah itu mereka menandatangani buku nikah masing-masing, kini gadis bermata sipit itu telah resmi menjadi istri, secara hukum dan agama.


Naoki menyematkan cincin di jari manis Cleo, begitu pula sebaliknya Cleo memasang cincin di jari manis suaminya. Dengan takzim Cleo mencium punggung tangan Naoki. Setelahnya Naoki mencium kening sang istri.

__ADS_1


Meskipun pernikahan ini terjadi secara mendadak. Namun, persiapan tidak main-main. Ruang tamu dihias dengan bunga mawar berwarna putih. Tama dan istrinya terharu melihat putranya.


__ADS_2