
"Ap-Apa maksud Tuan? Sa ...Saya tidak mengerti," ujar widya tergagap, tatapan alex yang begitu tajam dan menakutkan. Seolah siap mengulitinya hidup-hidup.
"Tuan apa yang Anda katakan sebenarnya? Bukankah Anda dan putri saya baru bertemu dua kali ini?" Linda semakin bingung dengan kejadian di rumahnya.
Alex tersenyum miring, sebuah senyum yang lebih mirip dengan seringai menyeramkan.
"Apa kau kenal gadis bernama cleo, Widya?"
Mata widya seketika membulat sempurna tubuhnya menegang, begitu juga sam ia tampak terkejut mendengar nama itu keluar dari mulut alex.
"Apa kau tidak merasa dia mirip denganku?" tanya alex lagi.
Widya menatap wajah alex dengan seksama, pria itu dan cleo mempunyai mata yang sama. Kenapa widya baru menyadarinya hari ini? Tetapi bukankah semua keturunan cina bermata sipit. Tidak mungkin kalau cleo adalah anak dari penguasa ini, selama ini cleo tidak menunjukkan bahwa dia anak orang kaya. Bahkan motornya juga sering mogok.
"Apa kau tuli?! Jawab pertanyaan ku!" bentak alex.
Widya terjingkat, ia bergeser memepet dirinya pada sang ibu tiri mencoba mencari perlindungan. Linda mendelik tajam pada anak tirinya itu, belum selesai masalah rumah dan harta yang hendak disita. Masalah apalagi yang di timbulkan oleh gadis di sampingnya ini.
"Sammy Pramudya. Kau seharusnya juga tahu kemana arah pembicaraanku, karena kau juga terlibat di dalamnya!" ujar alex penuh penekanan.
Sam menghela nafasnya panjang. " Maafkan saya Tuan Alex yang terhormat, saya akui saya terlibat dalam rencana busuk adik tiri saya.Tapi itu terpaksa, dan saya tidak melakukan apa-apa, semua itu murni rencana widya."
Wajah widya semakin pucat mendengar ucapan sam, tidakkah laki-laki itu mau untuk sedikit membelanya. Linda mendorong kasar tubuh widya hingga jatuh di lantai.
"Wanita sialan! kau dan ayahmu sama saja brengseknya!" bentak linda. Widya menangis, ia berusaha meraih tangan ibu tirinya itu.
"Maafkan widya Ma, widya nggak bermaksud menyakiti cleo. Aku khilaf, aku salah ... tolong widya Ma," ucap widya dengan berderai air mata. Ia berharap linda akan iba dan membelanya.
__ADS_1
"Maafkan saya Tuan Alex, saya dan akan laki-laki saya tidak ada hubungannya dengan bram dan anaknya, silahkan anda sita rumah dan harta tua bangka itu, pemisi," ujar linda ketus, ia meraih tangan sam lalu mengajaknya masuk. Ia tidak ingin berurusan dengan semua masalah ini.
"Tidak semudah itu Nyonya, mobil jemputan untuk putramu sepertinya sudah datang.
Tak lama setelah alex bicara, terdengar suara deru mobil dari luar. Beberapa orang berseragam kepolisian masuk.
"Permisi, apa benar ini rumah dari Sammy Pramudya?" tanya salah satu dari polisi itu.
Wajah sam pucat, ia ketakutan. Dengan kasar dia menghempaskan tangan mamanya, dengan cepat sam lari menuju belakang. Polisi yang melihat hal itu dengan sigap mengejarnya.
Dor
Terdengar suara tembakan dan pekikkan keras suara sam yang mengerang kesakitan. Dia orang polisi memapahnya kembali masuk, sam di tembak di kakinya karena terus berusaha melarikan diri dan malah hendak menyerang polisi.
Linda terduduk lemas di lantai, melihat kaki sam yang bersimbah darah. Beberapa polisi lainnya mengeledah rumah itu terutama kamar sam, mereka menemukan beberapa bungkus serbuk putih haram yang siap di edarkan.
"Ingat, sore ini. Anda harus angkat kaki dari rumah ini!" tegas alex. Kemudian pria paruh baya itu beralih menatap tajam pada widya yang duduk di samping mama tirinya.
"Kau, sebaiknya kau minta maaf pada putriku cleo di depan umum. Kalau tidak, kau akan menyusul Kakakmu itu di bui."
"Berteriak kasihlah pada putrimu Nyonya, karena dia aku bisa menjebloskan anak laki-lakimu ke penjara dan juga menjadikan suami penjaga toilet di kantorku. Ingat hari ini dengan baik, dengan siapa kalian berhadapan. Aku masih berbaik hati saat ini."
Alex melangkah keluar dari rumah itu. Linda menatap tajam pada widya, ia menarik rambut widya dengan kasar kemudian mendaratkan tamparan di pipinya.
"Dasar anak sialan! Apa yang kau perbuat hah!? Puas kau sekarang, kita hancur. Miskin! Dan semua ini gara-gara kau!"
Linda kalap ia menghajar gadis itu, melampiaskan amarahnya. Rasa kesalnya, sungguh ia tidak menyangka dalam satu hari semuanya hancur dalam sesaat karena kesalahan yang dibuat widya.
__ADS_1
Keesokan harinya widya datang ke sekolah dengan wajah yang lesu, takut akan ancaman papa cleo tetapi ia juga sangat marah pada cleo. Karena gadis itu ia di tinggalkan mike, kelurganya hancur berantakan. Ia di benci oleh papa dan mamanya, kini mereka harus hidup di kontrakan sempit setelah terpaksa rumah mewah mereka.
Cleo, gadis itu berusaha cuek sejak hari pertama ia masuk sekolah saat ujian setelah kejadian memalukan diclub malam itu. Rumor tersebar di beberapa grup chat para murid, foto cleo yang di gendong boleh naoki keluar dari club dengan caption di yang merendahkan dirinya.
Malu dan sakit hati tentu saja, Cleo hanyalah remaja biasa. Namun, ia berusaha bersikap tenang dan acuh toh itu semua tidak benar adanya. Ia masih fokus untuk belajar dan menyelesaikan ujiannya.
Mike yang tahu berita miring tentang cleo itupun berusaha untuk meminta maaf pada cleo, bagaimanapun itu terjadi saat pesta ulang tahunnya. Namun, cleo selalu menghindar, apalagi ia sekarang di antara jemput supir. Saat ujian selesai cleo langsung di jemput pulang, ia tak mengangkat telepon atau membalas chat darinya.
Hari ini setelah ujian selesai, para murid hanya datang untuk sekedar absen saja. Mike yang melihat cleo turun dari mobil langsung bergegas menghampirinya.
"Lepasin," sentak cleo sambil berusaha menarik tangannya.
"Nggak sampai kita bicara!" tegas mike, ia menarik cleo. Memaksa gadis itu mengikuti langkahnya.
"Nggak ada yang harus dibicarain."
Mike tidak menjawab ia hanya terus melangkahkan, sampai di pojok kelas. Ia menarik tangan cleo dengan kuat hingga punggung gadis bermata sipit itu terbentur tembok, cleo meringis tanpa suara.
"Maaf," ucap mike seraya melepaskan tangannya dari pergelangan tangan cleo.
"Untuk apa? toh semuanya sudah terjadi," ketus cleo sambil mengusap pergelangan tangannya yang memerah.
"Aku beneran nggak ada maksud untuk melakukan itu, kamu harus percaya itu."
"Tapi kamu sudah bohongi aku Mike, kamu bilang pestanya diadain di rumah, tapi apa! kami tau papa paling melarang aku pergi ke sana, dan aku sangat menyesal sudah menerima undangan kamu!"teriak cleo, dadanya naik turun menahan gemuruh dalam dirinya.
Kecewa dan marah itu yang cleo rasakan, bukan hanya pada mike tetapi juga pada dirinya sendiri. Kenapa ia begitu bodoh, percaya pada playboy cap tokek begitu saja.
__ADS_1