C & N

C & N
Eps 60


__ADS_3

Minggu berganti bulan tanpa terasa pernikahan Cleo sudah berjalan tiga bulan, pernikahan itu kini mulai terasa dingin karena kesibukan keduanya. Cleo sibuk dengan kuliah, sementara Naoki pria itu hampir setiap hari pulang malam.


Mereka hanya bisa bertemu diatas ranjang saat malam, sarapan pun jarang mereka duduk bersama di meja makan seperti sebelumnya. Kesibukan mereka membuat rumah itu tak ubahnya seperti persinggahan saja, tetapi mereka tetap berusaha untuk menjalani pernikahan ini dengan baik. Cleo dan Naoki masih terus berhubungan walau hanya lewat gawai.


Hari ini adalah ulang tahun Naoki, Cleo sengaja izin dari kampus dengan alasan sakit, tidak mengapa asalkan rencananya untuk membuat kejutan, bisa berjalan dengan baik. Cleo belajar membuat kue sepanjang pagi, berkali-kali gagal. Namun istri kecil Naoki itu tidak menyerah.


"Duh ... kok bantet lagi sih," keluh Cleo kesal.


"Sabar Non, coba aja lagi. Mba yakin yang ke 10 pasti berhasil," ucap Saripah menyemangati.


Saripah adalah assisten rumah tangga yang diperkerjakan Naoki, ia tidak ingin Cleo terlalu capek, apalagi jadwal kuliah Cleo sangat padat.


Cleo menghela nafasnya, ia pun menyisihkan lagi kue hasil percobaannya. Ada yang gosong, tidak mengembang sempurna. Cleo ingin membuat kue yang enak dan sempurna untuk suaminya, di hari ulang tahunnya.


"Mbak Sari, masih mau kan bantuin Cleo?" tanya Cleo dengan memelas.


"Iya Mbak bantu sampai jadi."


"Terima kasih Mbak, nanti aku minta suamiku kasih bonus lebih buat Mbak Sari bulan ini."


"Nggak usah Non, saya ikhlas. Bisa kerja sama Non Cleo dan Den Naoki saja saya sudah bersyukur. Kalian memperlakukan saya sudah seperti keluarga," ujat Sari tulus.


Meskipun Saripah baru dua bulan berkerja, tetapi ia bisa merasakan kebaikan majikannya itu. Selama berkerja kesana-kemari pindah-pindah majikan, ia tidak pernah di perlakukan seperti bersama mereka.

__ADS_1


Cleo tersenyum tipis.


"Biasa aja Mbak, di rumah Cleo semua orang sama. Kita sama-sama makan nasi," kelakar Cleo.


"Ya tetap saja, Non Cleo itu majikan dan saya cuma babu."


"Mbak sudah saya anggap seperti keluarga, tidak ada istilah seperti itu. Mbak sari memang berkerja padaku dan suami, tapi Cleo udah anggap Mbak Sari seperti Tante Cleo sendiri. Udah ah nggak usah ngomongin itu. Kita lanjut bikin kue ya Mbak." Ucap Cleo sambil mulai menuang terigu yang sudah ditakar.


"Baik Non."


Saripah membantu Cleo untuk menakar mentega, gula dan bahan-bahan lain yang diperlukan. Setelah adonan tercampur sempurna, Cleo memasukannya kedalam cetakan bundar yang sudah diolesi mentega. Kemudian ia memasukkannya ke dalam oven dan mengatur waktu 45 menit dengan suhu yang sudah di atur sesuai yang tertulis di resep.


Cleo berjongkok didepan oven yang telah ia tutup, dengan harap-harap cemas ia menanti kue yang dibuatnya matang dan mengembang sempurna. Saripah membersihkan meja dapur yang kotor, ia melirik majikannya sambil menggelengkan kepalanya. Ia merasa lucu dengan tingkah Cleo.


"Mbak Sari, jadi Mbak kuenya. Bagus nggak bantet lagi!" pekik Cleo sambil melompat kegirangan.


"Iya Non, bagus banget. Kelihatannya enak, pasti den Naoki suka," ujar Saripah yang membuat Cleo tersipu mendengarnya.


"Hehehe ... Semoga saja ya Mbak," ujar Cleo malu-malu.


Cakrawala senja mulai menyapa, Saripah pun pamit untur diri. Ia hanya berkerja sampai siang saja, tetapi hari ini Saripah berkerja sampai sore untuk membantu Cleo membuat kue.


Kue ulang tahun yang selesai Cleo hias, ia masukkan kedalam lemari pendingin. Setelahnya wanita itu pergi membersihkan dirinya, ia harus tampil cantik di hari istimewa suaminya.

__ADS_1


Cleo memakai dress tanpa lengan berwarna merah muda dengan aksen kerut di bagian belakang, membuat gaun dengan panjang selutut itu melekat sempurna, menunjukkan lekuk tubuh Cleo. Jika biasanya Cleo hanya memoles pelembab bibir dan bedak tabur pada wajahnya, hari ini ia berdandan full make up. Tidak terlalu menor, tapi terlihat cantik dan elegan.


Cleo tersenyum lebar saat selesai memoles lipstik warna merah pada bibirnya, warna yang jarang sekali ia pakai, bahkan hampir tidak pernah. Selesai berdandan, ia duduk di sofa ruang tamu. Menanti kepulangan suaminya, Cleo sudah bertanya sebelumnya pada Naoki. Hari ini pria itu akan pulang lebih awal, meskipun tidak belum bisa memastikan jam berapa.


Dengan gugup Cleo duduk di sofa ruang tamu, ia membayangkan ekspresi wajah suaminya saat menerima kejutan.


"Dia suka nggak ya?" tanya Cleo pada dirinya sendiri.


Cleo menatap lekat kotak berwarna hitam dengan pita merah, yang sudah ia siapkan untuk Naoki. Sebuah kado yang sudah ia siapkan jauh-jauh hari.


Satu jam berlalu.


Cleo mulai gelisah, wanita itu bangkit dari sofa. Ia berjalan mondar-mandir menanti kedatangan Naoki.


"Apa aku telfon aja ya? tapi kalau dia masih sibuk gimana?"


Cleo berjalan sambil mengigit kuku jempolnya. Ia melihat lagi jam yang ada di ponselnya, 20.30 waktu yang tertera di benda pipih itu.


"Tunggu sebentar lagi, biasanya kan Naoki pulang jam 11. Ini mungkin masih terlalu awal," ujar Cleo meyakinkan dirinya sendiri.


"Lebih baik aku keluarkan kuenya, biar nggak terlalu dingin."


Cleo berjalan ke dapur, mengambil kue ulang tahun buatannya. Cleo meletakkan kue dengan hiasan ala kadarnya, Cleo menghempaskan tubuhnya di sofa, ia duduk sedikit condong ke depan dengan dagu yang bertopang pada kedua tangan. Matanya menatap lekat pada kue berwarna putih dengan tulisan merah yang tidak begitu rapih.

__ADS_1



__ADS_2