C & N

C & N
Bab 78


__ADS_3

Cleo sudah diperbolehkan pulang, dia dan Naoki di minta Alex untuk tinggal di rumah besar keluarga Wu. Tentu saja Agar Alex bisa memantau langsung keadaan putri semata wanyangnya itu.


"C, maafkan aku. Aku tahu sulit bagimu percaya padaku tapi aku mohon dengarkan aku. Semua tidak seperti yang kamu bayangkan, aku benar-benar tidak apapun hubungan apapun dengan wanita itu." Naoki menggengam erat tangan lentik Cleo.


Cleo menunduk, mengambil nafas dalam sebelum menatap wajah tampan Naoki. "Lalu bagaimana dengan Karina? Kenapa kau tidak menceritakan apapun padaku? Kenapa kau selalu seperti ini Ki?"


Cleo sedikit memiringkan kepalanya, menatap Naoki dengan sendu, rasa kecewa yang dalam jelas tersirat dalam sorot matanya.


"Aku masih menunggu hasil tes DNA, bukan hanya kamu. Tapi Mama dan Papa juga aku beri tahu setelah aku yakin karina itu adikku, aku tidak ingin memberikan harapan dan kebahagiaan semu pada mereka. Andai gadis yang aku tolong itu bukan adikku aku kan tetap diam."


"Termasuk diam padaku?" tanya Cleo lagi, Naoki terdiam, Cleo mernarik tangan dari genggaman Naoki tetapi pria itu mengeratkan jemarinya.


"Apa sebenarnya yang kau mau dari pernikahan ini? Kau tidak mau berbagi masalah denganku, kau selalu melakukan apapun yang kau mau tanpa membicarakan terlebih dahulu denganku, kau anggap ku apa Ki? Aku tahu aku bukan wanita yang baik, aku nggak pantes jadi istri kamu."

__ADS_1


Grep


Naoki langsung memeluk tubuh Cloeo yang bergetar, wanita itu menagis dalam pelukan sang suami. Hati Naoki terasa sakit tiap kali melihat air mata Cleo jatuh karena dia.


"Ini semua salahku, salahku. Maafkan aku, maafkan aku, aku wanita yang terbaik yang paling sempurna yang pernah aku temui. Maafkan aku. Aku hanya tidak ingin membuatmu terbebani dengan masalah-masalahku, tapi aku salah. Aku malah menyakitimu, maafkan aku C, aku minta maaf. Aku akan berubah, kita muali semuanya dari awal."


Cleo masih terus menagis, tak henti-hentinya Naoki mengumamkan kata maaf di telinga sang istri. Ia sangat mencintai Cleo, dia tak ingin berpisah dari belahan jiwanya itu. Sebenarnya Cleo pun merasa bersalah pada Naoki, seharusnya dia bertanya pada Naoki sebelum menilai sesuatu sendiri.


Naoki memutuskan untuk menerima permintaan Aex untuk mengurus perusahaan miliknya di Taiwan. Bukan tanpa sebab Alex melakukan itu, dia ingin Cleo hidup dengan tenang tanpa gangguan fans Naoki. Tinggal di negara yang baru dengan suasana baru yang lebih damai membuat Cleo tenang.


"Sayang kau sudah selesai? Apa ada yang bisa aku bantu?!" teriak Naoki dari dluar kamar mandi.


"Sebentar lagi selesai," sahut Cleo dari dalam.

__ADS_1


Naoki berjalan mondar-mandir di depan kamar mandi, dia merasa cemas karena Cleo tak kunjung keluar. Naoki sangat takut terjadi sesuatu pada istrinya itu.


"Sayang, kamu benerang nggak apa-apa? Aku buka ya pintunya?" Naoki benar-benar tidak tahan. Ia pun memasang kuda-kuda hendak mendobrak pintu kamar mandi.


Belum sempat Naoki mendobrak, Cleo sedah membuka pintu. Dengan wajah sembab Cleo menatap sang suami.


"Kenapa Sayang? Apa kamu jatuh? Mana yang sakit?" cerca Naoki sambil membolak-balikan tubuh Cleo yang mematung.


"A-Aku hamil," ucap Cleo dengan bercucuran air mata. Naoki membeku, pria itu menatap Cleo penuh tanya.


Wanita yang masih mengenakan piyama tidur itu menyerahkan tespek yang menunjukan dua garis pada Naoki. Mata Naoki hampir keluar dari tempatnya melihat dua garis merah tegas yang ada di sana.


Naoki langsunh memeluk Cleo menhujani wanita itu dengan kecupan penuh cinta. Kemahilan Cleokali ini sungguh menjadi prioritas Naoki,ia bahkan memindahkan semua perkerjaannya ke rumah agar bioa selalu bersama Cleo. Dan akhirnya Cleo melahirkan seorang putri yang cantik, selang dua tahun Cleo melahirkan seorang putra yang begitu tampan. Kehidupan Cleo dan Naoki sangat sempurna dengan kehadiran dua malaikat kecil itu.

__ADS_1


Tamat


__ADS_2