C & N

C & N
Eps 27


__ADS_3

Malam ini Cleo berdandan dengan cantik. Ia mengenakan dress berwarna pink tanpa lengan dengan akses kerutan di bagian belakang pinggang. Melekat indah membalut tubuh Cleo yang proporsional. Setelah memoleskan lip tint berwarna matte di bibirnya, Cleo tersenyum melihat penampilannya di kaca.


"Hem ... tidak buruk," ujarnya sambil merapikan dress yang ia kenakan.


Dengan bersenandung kecil. Ia meraih tas tangan yang ia siapkan di atas meja, kemudian ia melangkah keluar dari kamarnya. Dengan lincah Cleo menuruni anak tangga dengan sedikit melompat kecil. Gadis itu bermata sipit itu terlihat sangat bersemangat malam ini.


"Mama, Papa," panggil Cleo pada pasangan yang sedang bermesraan di depan televisi.


"Iya C, ada apa?" Arie melepaskan tangan sang suami yang melilit di pinggang lalu menoleh ke belakang.


"Wah anak Mama cantik banget, mau kemana?"


Arie bangkit dari sofa yang ia duduki lalu melangkah mendekati Cleo yang masih berdiri di ambang pintu, Alex pun turut bangkit dan mengikuti langkah istrinya.


"Cleo udah bilang ke Mama, malam ini Cleo di undang ke pestanya Mike, temen sekelas Cleo."


"Pestanya di mana? rumah atau cafe?" tanya Alex penuh selidik.


"Katanya sih di rumah Pa. Boleh ya Pa, Cleo kan belum pernah ke pestanya temen temen," rengek Cleo, gadis itu meraih tangan sang Papa. Menggenggamnya erat sambil memasang wajah memelas.


"Papa bukan nggak kasih kamu ijin ke pesta, C. Tapi selama ini pesta yang diadakan teman kamu semua di club. Papa nggak suka itu!" tegas Alex.


"Kali ini aja Pa, pestanya di rumah kok. Aman," rayu Cleo.


"Please." Cleo menakupkan kedua tangannya. Ia menatap sang Mama meminta pertolongan untuk merayu Papanya.


Arie menghela nafas, kemudian ia mengusap lembut lengan suaminya.


"Mama yakin Cleo bisa menjaga dirinya Pa, dia bukan anak kecil lagi."


"Tapi Sayang-

__ADS_1


"Sekali saja, cobalah untuk percaya padanya," Arie memotong ucapan suaminya dengan cepat.


"Iya ... Pa, Cleo mohon. Aku janji nggak akan aneh-aneh."


Alex menghela nafasnya. Kalau sudah begini dia tidak mungkin tega untuk berkata tidak, saat dua orang bidadari dalam hidupnya membujuknya secara bersamaan.


"Baiklah, tapi ingat! kau harus pulang sebelum jam 10 malam C!"


"Yeay ... Papa terbaik!" seru Cleo, gadis itupun memeluk erat tubuh papanya.


"Cleo berangkat ya Pa , Ma," pamit Cleo, ia pun mencium punggung tangan orang tuanya secara bergantian.


"Hati-hati sayang."


"Ingat jangan pulang malam!" teriak Alex.


"Siap Papa!" sahut Cleo.


"Mau kemana kamu?" tanya Naoki ketus.


"Kepo, terserah aku," jawab Cleo dengan acuh, ia lalu mengedarkan pandangannya.


"Ih ... sapa juga yang kepo sama papan triplek kayak kamu, nih dari mamaku." Naoki menyodorkan paper bag yang di bawanya.


"Papan triplek, kamu tuh Beruang Kutub. Garang mengerikan, makanya nggak laku." Cleo menerima paperbag itu dengan kasar.


"Kau-


"Apa!" Cleo memajukan badannya seolah menantang.


"Dasar remaja labil!"

__ADS_1


"Dasar jomblo karatan!"


Mata Naoki melotot mendengar ucapan Cleo, meskipun itu benar adanya. Apa perlu Cleo memperjelasnya seperti itu. Naoki memang belum pernah pacaran, dia malas dengan semua wanita yang berusaha menarik perhatiannya.


"Beraninya kau meng-


"Cleo, udah siap?!" seru seorang gadis dari dalam mobil berwarna putih yang terparkir dibelakang mobil naoki.


"Hay Wid, udah kok!" Cleo melambaikan tangannya dengan wajah berbinar.


Naoki pun ikut menoleh ke arah mobil itu. Ia memicingkan matanya yang menangkap seorang laki-laki tersenyum smirk menatapnya dari kursi kemudi, dengan jendelanya yang diturunkan. Naoki merasakan sesuatu yang buruk dari pria itu.


"Nih, berikan sendiri pada Mama, aku harus pergi!" Cleo mendesakkan paperbag itu ke dada Naoki.


Cleo pun melangkah menjauh dari Naoki Namun, langkahnya terhenti karena Naoki mencekal tangannya. Cleo seketika menoleh. Naoki menatap Cleo dengan tatapan yang sulit di artikan.


"Mau kemana?" tanya Naoki dengan dingin.


"Terserah akulah."


"Kemana?" ulang Naoki penuh penekanan, sorot matanya menajam.


"Pesta ulang tahun temanku," jawab Cleo patuh. Ia merasa tatapan Naoki tidak seperti biasanya, dingin dan tegas.


Naoki melepaskan tangannya. Ia ingin mencegah Cleo untuk pergi, dia merasa akan ada sesuatu padanya. Cleo berjalan mendekat arah mobil putih itu, kemudian ia masuk dan bergabung bersama beberapa gadis lain yang ada didalam mobil itu. Pria di kemudi menatap naoki dengan tatapan mengejek, ia kemudian menaikan kaca mobil dan mulai melajukan mobilnya menjauh.


"Itu tadi beneran rumah kamu C? Gede banget," celetuk Jersey.


"Bukanlah," kilah cleo.


"O kirain. Tapi kok kamu ada di situ?"

__ADS_1


"Ehm itu rumah saudara papaku," bohong cleo lagi.


__ADS_2