C & N

C & N
Eps.32


__ADS_3

Sebuah mobil meluncur di jalanan padat kota Surabaya. Sang pengemudi tampak begitu senang, mereka mendapatkan undangan makan malam dari CEO perusahaan induk sungguh hal yang sangat langka.


"Sam, Widya jaga sikap kalian nanti di sana. Jangan membuat onar, kita harus terlihat seperti keluarga yang sempurna agar," titah Bram.


"Kenapa harus pura-pura? aku nggak mau Pa!" tolak widya.


"Diam Wid, ini perintah! Turuti atau keluar dari mobil Papa sekarang!" Bentak Bram.


Widya mencebikan bibirnya kesal, tangannya bersendekap kemudian melempar pandangannya ke luar jendela.


"Sudah Sayang, sabar jangan terbawa emosi. Kau harus bisa menguasai dirimu." Linda mengusap lembut lengan suaminya.


Bram menghirup nafas dalam kemudian menghembuskannya perlahan.


"Kau benar, wakil manajer keuangan di cabang seperti ku bisa mendapatkan undangan langsung makan malam dengan pemilik perusahaan, aku tidak akan menyia-nyiakan kesempatan ini," ujar Bram dengan senyum penuh arti.


"Sepertinya tuan alex sangat memperhatikanmu Sayang, mungkin saja kau akan di promosikan," ucap linda penuh semangat.


Sementara orang tua mereka sedang asik menatap mimpi mereka. Sam dan widya hanya terdiam di bangku belakang, keduanya larut dalam pikiran masing-masing. Beginilah keluar ini, tak ada perhatian pada anak-anak mereka. Mereka bahkan tidak tahu apa keinginan dari anak-anak mereka. Yang terpenting bagi bram dan linda adalah harta dan status sosial mereka.


Setelah cukup lama perjalanan akhirnya mobil mereka sampai di sebuah restoran mewah. Bram segera turun dengan mengandeng mesra istrinya. Sam dan widya mengikuti langkah orang tua mereka dengan malas.


"Selamat datang, ada yang bisa kami bantu," sambut seorang pelayan.


"Saya diundang oleh tuan alex," jawab bram dengan ponggah.


"Baik, mari silahkan ikut saya."


Bram mengangguk. Ia mengikuti langkah pelayanan yang berjalan mendahuluinya. Langkah kaki pelayanan kaki itu terhenti di sebuah ruangan VIP, ia kemudian membukanya perlahan.


"Silahkan, tuan alex sudah menunggu Anda. Saya permisi." pelayan itu menunduk hormat kemudian melangkah menjauh.


"Wah nggak nyangka ya Pa, kita di ruangan VIP restoran ini," gumam linda terheran-heran.


Restoran mewah ini adalah, restoran termahal di Surabaya. Hanya orang-orang tertentu saja yang bisa memesan tempat di sini.


"Iya lah Ma, diakan bos jadi ya mau yang terbaik. Sebentar lagi juga papa banyak duit, kita bisa makan di sini kapanpun kita mau," sahut bram.


Mereka pun melangkah masuk kedalam ruangan itu. Seorang laki-laki sudah menunggu mereka di meja makan bundar. Ia duduk dengan tenang, seorang laki-laki lain berdiri di belakangnya.


"Selamat malam Tuan Bram Wicaksono. Silahkan duduk," sambut laki-laki yang berdiri di belakang alex.


"Selamat malam Tuan, selamat malam Tuan Alex. Sungguh suatu kehormatan bagi saya bisa duduk semeja dengan Tuan." Bram melangkah mendekati alex. Namun, vino dengan sigap melangkah menghadang dengan senyum ramah.


"Silahkan duduk Tuan," ucap vino penuh penekanan.


Kesal, tetapi bram tidak bisa membantah. Ia pun mendudukkan dirinya, begitu juga istri dan kedua anaknya. Setelah Bram dan keluarganya duduk vino kembali ke tempat semula. Alex hanya tersenyum tipis melihat ke arah bram dan kedua anaknya.

__ADS_1


"Silahkan nikmati makam malamnya, sebelum kita ke acara inti. Aku sendiri yang memesankan semua ini untuk Kalian, saya harap ini sesuai dengan selera Anda dan keluarga," ujar alex panjang lebar.


"Tentu Tuan, kami sangat berterima kasih atas undangan makam malam ini. Saya tidak menyangka Tuan Alex begitu memperhatikan pegawai biasa seperti kami," ucap linda dengan senyum menggoda, matanya mengerling dengan manjanya.


Alex hanya tersenyum tipis, ia mulai mengambil makanan yang ada di hadapannya. Bram dan keluarganya pun mengikuti alex.


Satu suapan masuk ke dalam mulut mereka, dan wajah-wajah itu berubah dengan cepatnya.


"Bleh .... Apa ini?!" Sam memuntahkan makanan yang baru saja masuk kedalam mulutnya. Ia segera menenggak segelas air putih sampai tandas.


Seketika wajah alex berubah, menunjukkan ketidak sukaanya pada melakukan sam.


"Sam jaga ucapanmu!" sentak bram yang menyadari raut wajah atasannya. Sam membuang muka dengan kesal,


"Maafkan anak kami Tuan," cicit linda.


"Tidak apa-apa, Apa makanan yang aku pesan khusus untuk kalian tidak enak?" tanya alex dengan nada kesal.


"Mana mungkin, ini sangat lezat. Lidah kampung kami saja yang belum terbiasa dengan makanan seperti ini Tuan," kilah linda.


"Kalau begitu aku ingin kalian menghabiskannya, sayang kalau semua makanan ini tidak habis. Aku paling tidak suka orang yang membuang-buang makanan!" tegas alex.


"Kami, tidak akan menyia-nyiakan makanan selezat ini," sahut bram dengan senyum yang ia paksakan.


"Makan dengan baik, jangan membuat papamu kesulitan," bisik linda pada kedua anaknya.


Dengan lahap terpaksa mereka memakan makanan yang ada di meja itu. Alex tersenyum puas melihat mereka dengan susah payah menelan makanan dengan rasa air laut itu. Bisa di pastikan setelah ini tekanan darah mereka meningkat drastis.


"Bagaimana sekolah anak perempuanmu? apa dia sudah menyelesaikan ujiannya?" tanya Alex setelah mereka menyelesaikan makan malam penuh garam itu.


"Em ... Sudah Tuan, sepertinya tinggal menunggu hasilnya saja," jawab linda.


Tuan Alex sangat perhatian pada widya, apa tuan besar ini menyukai anakku? bisa jadi dari tadi aku lihat dia menatap widya dengan intens. Aku tidak boleh menyia-nyiakan kesempatan ini, tak apa jika widya jadi simpanannya. Itu lebih baik daripada bersama dengan sam.


"Sepertinya Tuan tertarik dengan putri saya, dia anak yang pintar dan berbakat Tuan," rayu linda. Wanita paruh baya itu menyenggol lengan anaknya mengisyaratkan agar ia tersenyum manis pada pria berkuasa yang ada di hadapannya.


"Mama ngomong apa sih, jangan bilang sembarangan," ketus bram.


"Maksud Mama mungkin, tuan alex tertarik untuk memberikan perkerjaan pada putri kita Pa," kilah linda.


Alex tertawa lepas. Ia sampai ngeluarka air matanya.


"Putrimu seumuran dengan putriku Bram, itu kenapa aku bertanya. kalau masalah perkerjaan, itu tergantung pada pontensi yang di miliki putrimu Nyonya."


Wajah linda memerah karena malu. Namun, ia memaksakan dirinya untuk ikut tersenyum.


"Aku menawarkan perkerjaan baru untukmu di kantor pusat, apa kau bersedia Bram?"

__ADS_1


"Tentu bersedia Tuan, tapi apakah jabatan saya akan lebih tinggi daripada di kantor cabang?"


"Aku tidak bisa mengatakannya sekarang, tapi kau akan menjadi salah satu kepala bagian di kantor pusat. Bagaimana?"


Mata bram berbinar mendengar ucapan alex.


"Tentu Tuan, tentu saya sangat bersedia. Terima kasih."


"Tidak usah berterima kasih, ini semua karena kerja kerasnya."


"Vin bawa kemari."


"Baik Tuan." Vine mengambil semua map dari tas kerjanya, kemudian ia berikan pada bram.


"Tanda tangani kontrak kerja itu, dan kau bisa langsung bekerja di kantor pusat besok," titah alex.


Bram membuka map itu, ia mengerutkan keningnya melihat jajaran huruf yang sama sekali tidak bisa ia baca.


"Kenapa?" tanya alex saat melihat wajah bram yang kebingungan.


"Saya tidak mengerti isinya Tuan," jawab bram.


"Vin, apa kau tidak membawa salinannya?"


"Maaf Tuan, saya meninggalkannya di kantor," jawab vino.


"Ah ... sayang sekali, maafkan kecerobohan asistenku Bram. Lain kali saja kalau begitu, karena besok aku harus keluar kota. Jadi kemungkinan kau harus menunggu."


"Tidak Tuan, saya akan tanda tangan yang ini saja. Tidak apa-apa, salinannya bisa menyusul lain kali." Bram segera membubuhkan tanda tangan di kertas itu. Ia tidak ingin menunda kesempatan untuk naik jabatan.


Alex tersenyum puas.


"Baiklah Bram, besok vin yang akan menjelaskan perkerjaan barumu di kantor."


"Baik Tuan," jawab bram pasti, kemudian menyerahkan map yang telah ia tanda tangani pada vin.


Alex berdiri dari duduknya. " Aku harus pulang sekarang, kalian nikmati hidangan penutupnya."


"Baik Tuan, selamat jalan hati-hati di jalan," ujar linda dengan senyum manisnya.


Alex tak menjawab, ia melenggang pergi begitu saja. Dengan vino yang mengekor di belakangnya.


"Sambut bedebah itu dengan baik, dan pastikan semua berjalan sesuai yang aku perintahkan!" Tegas alex pada asistennya.


"Saya tidak akan mengecewakan Anda, Tuan."


"Bagus."

__ADS_1


__ADS_2