C & N

C & N
Eps 43


__ADS_3

Naoki menutup kembali pintu mobil, dengan membiarkan jendelanya terbuka. Naoki, bergegas kembali ke kafe.


"Kau, jaga seseorang yang ada di mobil paling ujung," perintah Naoki pada seorang pegawainya, sambil menunjuk mobil yang ia maksud.


"Iya Kak." Pria itu pun langsung berlari menuju mobil itu tanpa bertanya lebih banyak, dari raut wajah Naoki Pria itu tau ada sesuatu yang terjadi.


Jarum jam sudah menunjukkan pukul sepuluh tepat. Para pengunjung kafe sudah mulai pulang, Naoki tak melihat adanya mike diantara mereka. Ia juga tidak perduli, lebih baik laki-laki itu tidak menampakkan diri dihadapannya.


"An, nanti kalau dokter datang. Panggil gua di kamar."


"Kamar? Dokter? Siapa yang sakit?" cerca Andi.


"Dah Lo nggak usah bawel, oh .. Lo punya baju ganti nggak?"


"Ada kaos di kamar, cari aja di lemari."


Naoki mengangguk, ia mengayunkan langkahnya menjauh. Naoki memutar kunci, lalu membuka pintunya. Ia segera melangkah ke kamar mandi, Cleo masih meringkuk di bawah guyuran shower. Naoki melangkah mendekat, menatap wajah Cleo dengan lekat. Naoki mematikan shower, ia tidak ingin Cleo kedinginan.


"C," panggil Naoki. Cleo membuka mataku perlahan, tatapannya begitu sayu menatap Naoki dengan lekat.


Naoki tersenyum, dengan hati-hati ia melepaskan ikatan di tangan dan kaki Cleo. Gadis bermata sipit itu terkulai lemas. Ia memegangi kepalanya yang berdenyut sakit.


"Kenapa? Sakit?"


Cleo mengangguk, Naoki segera mengendong Cleo keluar dari kamar mandi. Ia mendudukkan gadis itu di sebuah bangku. Naoki berjalan kearah lemari, mencari kaos yang dikatakan oleh Andi. Beberapa kaos tampak bertumpuk di sana. Naoki mengambil satu, lalu memberikannya pada Cleo.


"Ini ganti bajumu, kau akan sakit kalau seperti itu," ujar Naoki.


"Ini, bawahannya mana?"


"Bawahan," beo Naoki.


Cleo mengangguk lemas, Ia masih merasakan panas ditubuhnya. Namun ia merasa lelah, sangat lelah. Kepalanya berdenyut sakit, perlahan pandangan Cleo kabur sebelum semuanya gelap. Cleo tak sadarkan diri.


"Cleo!" pekik Naoki, ia panik tapi tak mungkin membaringkan Cleo dalam keadaan basah.


Kaos yang ada pun terlalu pendek untuk di pakai Cleo, Naoki melepas kemeja yang ia pakai. Dengan perlahan, ia melepaskan kain

__ADS_1


yang menutupi tubuh mungil itu berserta pengamannya. Meskipun ini bukan pertama kali, Naoki tetap saja merasa gugup.


Setelahnya perjuangan yang cukup panjang, Naoki akhirnya selesai memakaikan kemejanya pada Cleo, kemeja itu cukup panjang di tubuh Cleo, setidaknya menutupi separuh dari pahanya.


Naoki mengangkat tubuh Cleo, membaringkannya perlahan di atas ranjang.


"Kenapa kau selalu ceroboh, hem? Tidak bisakah kau lebih menjaga dirimu." Naoki menyatukan kening mereka, ia tidak bisa membayangkan bagaimana jika ia terlambat datang.


Obat yang di berikan kali ini sepertinya lebih kuat, Naoki bahkan sampai ikut terbawa arus bersama Cleo. Untungnya Naoki masih bisa menahan dirinya.


Seseorang mengetuk pintu kamar, Naoki pun segera beranjak untuk membukanya. Andi berdiri di depan pintu bersama seorang laki-laki memakai kacamata.


"Ki, Pak Dokter sudah datang," ucap Andi.


Tak menghiraukan ucapan Andi, Naoki justru langsung menarik tangan pria berkacamata itu masuk. Andi pun ikut mengekor di belakang mereka, ia juga kepo siapa yang akan diperiksa, apalagi melihat Naoki yang bertelanjang dada membuat rasa kepo Andi semakin bertambah.


"Periksa dia, cepat," ujar Naoki tidak sabar.


"Kenapa dia?" tanya Bram pada Naoki.


"Kalau aku tau, aku nggak akan manggil kamu Bram!" sentak Naoki.


Bram mengerutkan keningnya saat melihat banyak tanda merah di leher gadis itu, jelas itu bukan alergi atau semacamnya. Meskipun Jomblo, Bram masih paham dengan bercak seperti itu.


"Sekarang jujur, Lo apain dia sampe lemas gini?" tanya Bram setelah selesai memeriksa pasiennya.


Naoki menghirup nafas dalam sebelum ia mulai bicara. Tidak ada pilihan lain, sepertinya ia harus jujur pada si jenius di hadapannya ini. Sementara itu, Andi memicingkan matanya, menatap lekat pada wajah Cleo yang sepertinya familiar.


"Aku dan dia sedikit melakukan olahraga raga," kilah Naoki sambil mengusap tengkuknya.


"Olahraga Hem."


"Udahlah, penting gimana sekarang keadaannya?" tanya Naoki berusaha mengalihkan pembicaraan mereka.


Bram menghela nafas, pria berkacamata itu menatap Cleo dengan iba.


"Obat yang diberikan pada gadis ini cukup kuat, biasanya efeknya bertahan sampai empat jam. Tapi sepertinya, ia juga mengalami hal lain sebelum efek obatnya muncul, itu yang membuatnya trauma," ujar Bram menjelaskan.

__ADS_1


"Apa? Obat perangsang?! Wah ... Gila Lo, ngapain Lo kasih anak orang obat gituan?" cerca Andi pada temannya.


"Bukan gua yang ngasih, gua malah nolong dia, Bego!"


"Menolong, Lo yakin? Dengan semua tanda merah ini, seperti Lo juga menikmatinya," Sindir Bram.


Naoki diam, ia tak bisa lagi mengelak. Semua tanda itu membuatnya kalah telak.


"Gua akui, gua emang sempat mencium dia, nggak lebih."


Andi dan Bram memberikan tatapan tajam pada Naoki, mereka tidak bisa menerima apa yang di ucapkan Naoki. Apalagi melihat Cleo yang terbaring lemas, dengan kemeja Naoki yang melekat di tubuhnya. Sementara Naoki, ia bertelanjang dada.


"Hey, kenapa? Gua normal oke, lagi pula dia cewek yang gua suka," aku naoki.


"Meskipun dia cewek yang Lo suka, nggak sehari Lo berbuat seperti itu!" tegas Bram.


"Gua tau, gua salah." Naoki mengusap wajahnya kasar, ia juga menyesal telah berbuat seperti itu apalagi saat Cleo dalam pengaruh obat.


"Terus, apa rencana lo sekarang?" Tanya Andi.


Naoki terdiam, ia juga bingung harus berbuat apa. Membawa Cleo pulang dalam keadaan seperti ini, atau membiarkan gadis itu menginap di kafe. Keduanya bukan pilihan yang aman.


"Gua nggak tau," jawab Naoki lemah.


"Sebaiknya Lo anterin dia pulang, bagaimanapun kamu harus bertanggung jawab atas apa yang Lo lakuin, meskipun bukan Lo yang kasih dia obat," saran Bram. Naoki pun mengangguk setuju.


"An, Lo bisa tolong anterin gua."


"Bisa, Eh ... tapi bagaimana dengan orang yang ada di mobil, Lo suruh orang buat jaga diakan?"


"Astaga! gua lupa." Naoki menepuk jidatnya keras.


"Bram Lo tolong periksa dia, sepertinya ada yang salah. Dia tidur tapi kayak pingsan gitu," ucap Naoki.


"Oke ntar gua periksa. Sekarang lebih baik Lo anterin gadis ini pulang, gua rasa orang tuanya pasti bingung nyariin dia."


"Lo bener."

__ADS_1


Naoki mengendong Cleo, setelah ia memakai kaos. Waktu sudah menunjukkan pukul setengah dua belas malam, Cleo pasti sangat di tunggu oleh papa dan mamanya.


Dengan langkah pasti Naoki diantar Andi mengantarkan Cleo pulang, Naoki sudah siap dengan apa yang akan dia hadapi di sana.


__ADS_2