
Awan sudah berarak mengikuti hembusan angin pagi. Cleo masih mengulung diri dalam selimut, entah kenapa beberapa hari ini ia merasa sangat malas.
"Apa kau sakit?" tanya Naoki, laki-laki itu sudah bersiap ke kantor.
Cleo menggelengkan kepalanya, ia tidak merasa sakit. Hanya saja merasa sangat malas, bahkan untuk sekedar beranjak dari tempat tidurnya.
Naoki mengusap kepala Cleo dengan lembut, ia sedikit menunduk ingin memberi kecupan manis sebelum ia berangkat. Namun, Cleo malah menghindar, belakang ini ia merasa tidak suka berdekatan dengan Naoki.
"Apa kau masih marah dengan video itu?" tanya Naoki.
Naoki berjongkok mensejajarkan diri dengan sang istri. Ia merasa perubahan besar sikap Cleo padanya, Naoki merasa Cleo terus menghindar dan menjaga jarak dengannya.
Cleo membuka matanya, wajah Naoki terlihat begitu sedih. Sebenarnya Cleo tidak marah, ya meskipun ia masih sedikit kesal. Namun, bukan itu penyebab Cleo menghindari Naoki, ia hanya merasa tidak nyaman saat Naoki menyentuhnya.
"Jangan punya pikiran yang aneh-aneh, cepat pergi kerja. Ntar terlambat. Jangan lupa pulang cepat, nanti malam aku mau pulang ke apartemen," cerocos Cleo.
Mata Naoki berbinar, saat Cleo mengatakan mau pulang ke apartemen mereka.
"Siap, kalau begitu aku pergi dulu." Naoki bangkit dari duduknya.
__ADS_1
Setelah suaminya pergi Cleo memutuskan untuk turun, rasa lapar memaksanya untuk melakukan perjalanan singkat dari kamar ke dapur.
"Mbak Ning, masak apa sih bau banget?!" keluh Cleo.
Wanita itu merasa dapur itu sangat bau. Ia sampai mual.
"Lagi masak nasi Non, sama ini sambal kecap sama sayur soo kesukaan Nyonya," jawab Nining.
"Tapi kenapa bau banget sih, nasinya itu, jangan boleh keluarin uap bau tau nggak!" ujar Cleo sambil menunjuk pada mesin penanak nasi yang sedang mengeluarkan uap panas.
Cleo segera berlari ke kamar mandi, ia sudah sangat tidak tahan dengan bau nasi yang baru saja matang di dapur.
Cleo mengeluarkan isi perutnya yang tak lain adalah cairan bening saja. Arie yang mendengar suara dari kamar mandi dapur segera melihatnya.
"Kamu kenapa C?" tanya Arie saat menemukan Cleo membungkuk di atas wastafel dengan wajah yang pucat.
"Nggak tau nih Ma, di dapur tadi bau banget, sampai mual aku," jawab Cleo apa adanya.
"Bau apa? Kamu ngelindur ya. Orang Mbak Nining lagi masak biasa kok. Atau jangan-jangan kamu hamil?" tanya Arie dengan penuh selidik.
__ADS_1
Mata Cleo melebar saat sang Mama menanyakan hal itu pada dirinya. Hamil? benarkah? tapi itu tidak mungkin, selama ini Cleo selalu rajin mengkonsumsi pil KB. Dia masih belum ingin mempunyai bayi dalam waktu dekat.
"Nggak ah Ma, Cleo masih minum pil penunda kehamilan," kilah Cleo.
"Mungkin Cleo masuk angin aja Ma," imbuhnya lagi.
"Meskipun kamu KB, tetep aja ada kemudian itu terjadi. Lebih baik periksa dulu ya, biar yakin."
"Tapi Cleo rasa nggak Ma," kekeh Cleo.
"Ya udah kalau menurut kamu nggak, cepat keluar kita sarapan bareng." Ajak Arie.
Cleo menggeleng-gelengkan kepalanya pelan. Ia merasa pusing dan ingin istrirahat di kamar.
"Aku mau ke kamar aja," tolak Lily seraya bangkit dan mulai belajar tak tentu arah.
"Iya udah kamu istirahat dulu, nanti Mama minta Mbak Ning untuk mengantarkan sarapan kamu ke kamar."
Cleo mengangguk, ia berjalan gontai. Ia sebenarnya lelah, sangat lelah.
__ADS_1