C & N

C & N
Eps 41


__ADS_3

Naoki mengendarai mobilnya dengan kecepatan tinggi, entah kenapa malam ini ia ingin pergi ke kafe miliknya.


"Ayolah, masa nggak ada pilihan lain?" tanya cleo dengan memelas. Ia bahkan menyatukan kedua tangannya untuk memohon.


"Tidak ada Nona, jangan menawar lagi. Menyiram playboy tampan itu dengan soda atau aku sendiri yang akan mencari kodok untuk menjadi pangeranmu."


"Astaga kalian benar-benar tidak memberi aku pilihan, mana sodanya."


Laki-laki itu tersenyum lebar, ia memberikan sebotol sudah yang sudah ia siapkan sebelumnya. Cleo mengambil nafas dalam, ia bangkit dari duduknya meraih soda itu lalu membawanya pada mike yang sedang asik bercengkrama dengan para gadis dari kelas lain.


Dengan langkah takut-takut cleo mendekati mike dengan menyembunyikan soda di belakangnya.


"Mike maaf," ucap cleo sebelum menyiram laki-laki itu dengan soda.


Mike terkejut, dengan kesal ia mencengkram erat tangan cleo.


"Apa yang kau lakukan?" tanya mike dengan mata yang merah menyala.


"Maaf, aku harus melakukan ini. Tadi aku ikut bermain dan mendapatkan tantangan untuk menyiram kamu dengan soda," jawab cleo dengan penuh penyesalan.


"Apa mereka menyebut namaku?" Cleo menggelengkan kepalanya.


"Jadi? Kenapa kau menyiram soda padaku?"


"Mereka bilang playboy, jadi aku giniin kamu," jawab cleo lirih.


"Oh, menurutmu aku playboy?" mike melepaskan tangan cleo, menghempaskan dengan kasar.


"Bu-bukan begitu maksudku," ucap cleo.


"Lalu bagaimana?"


"Aku ...ah sudahlah aku minta maaf."


"Kau ingin maafku?" cleo mengangguk cepat.


"Kalau begitu malam ini kau harus menemani aku sampai acara ini selesai!" tegas mike.


"Kalau itu bisa membuatmu memaafkan aku, baiklah," jawab cleo dengan patuh. Mike tersenyum puas, ia menarik tangan cleo memaksa gadis itu mengikuti langkah kakinya.


"Duduk tunggu aku di sini," titah mike.


"Iya," jawab cleo dengan malas.


Setelah berkendara cukup lama akhirnya naoki samping di kafe, hari ini kafe tampak penuh. Andi sudah mengatakan padanya kalau hari ini kafe mereka di booking oleh anak-anak SMA untuk mengadakan pesta perpisahan.


Naoki mulai melangkah masuk, hiruk pikuk muda-mudi melakukan kegiatan mereka, bercanda, bercengkrama, main game bahkan ada yang sedang mojok berduaan. Noaki tersenyum kecil, semua itu mengingatkannya pada masa-masa mudanya dulu, apa sekarang dia sudah tua? Naoki mendengus kesal karena pemikirannya sendiri.

__ADS_1


Pemuda tampan itu mengerutkan keningnya saat membacakan spanduk yang terpasang di sana.


"SMA Tunas bangsa, bukannya itu sekolah cleo," gumam naoki, ia mengedarkan pandangannya pada wajah-wajah disana. Cukup lama ia memperhatikan mereka. Namun, naoki tidak menemukan cleo.


"Apa dia tidak datang? Apa dia masih di hukum om alex?"


Naoki pun melanjutkan langkahnya ke arah meja kasir.


"Kak Naoki," sapa salah satu pegawainya.


Naoki hanya mengangguk kecil, ia kemudian masuk ke sebuah ruangan yang ada di belakang kasir.


"Ada apa Bos?" tanya andi terheran, baru kali ini naoki datang malam-malam ke kafe.


"Pengen aja, kenapa nggak boleh?" tanya naoki dengan ketus.


"Wes ... sabar gua cuma tanya doang, sensi amat Pak Bos. Kafe lagi rame noh banyak cewek-cewek bening, nggak minat cari pasangan?" tanya Andi sambil menaik turunkan alisnya.


"Bisa diem nggak!" sentak naoki. Andi mengangkat kedua tangannya pasrah.


Sementara itu di bagian kafe yang lain, setelah mike selesai membersihkan kemejanya yang kotor ia mengajak cleo salah satu tempat yang agak sepi, jauh dari teman-teman mereka yang sedang berpesta.


Mereka duduk di salah satu bangku panjang yang ada luar ruangan, dengan tatanan lampu LED yang menyala bergantian. Membuat suasana romantis.


"Kenapa kita kemari?" tanya cleo.


"Iya tapikan kita bisa di dalem aja sama anak-anak," ujar cleo, ia merasa tidak nyaman berdua saja dengan mike seperti ini.


"Minum dulu, kau pasti hauskan abis nyiram aku tadi," ucap mike menyindir. Ia memberikan sebotol air mineral pada cleo.


Merasa tidak enak untuk menolaknya, cleo menerima air mineral itu dengan berat hati, tak ada niat sama sekali untuk meminumnya. Ia hanya menatap botol itu dengan bimbang.


"Kenapa? Kau curiga aku akan menjebakmu, tenang saja botol itu masih tersegel rapi." Mike membuka miliknya sendiri kemudian meminumnya sampai habis.


"Masih nggak percaya?"


"Enggak kok," jawab cleo gugup, ia membuka air mineral itu kemudian meminumnya perlahan.


Sudut bibir mike terangkat, puas rasanya ia melihat cleo meminum air dalam botol itu.


"Bisa kita kembali masuk? di sini di dingin" kilah cleo.


"Dingin? Apa kau bercanda? Aku tau kau hanya ingin menghindariku."


"Lagi pula kamu sudah janji mau temenin aku kan, kita di sini nikmati malam ini," imbuh mike, sorot matanya menajam menatap cleo seperti singa yang sedang merasakan lapar.


Cleo merasa tidak nyaman dengan tatapan mike, ia pun memalingkan wajahnya ke arah lain. Mike mengeratkan rahangnya, penolakan terus menerus dari cleo membuatnya geram. Mike mencengkeram kuat dagu cleo, memaksanya menoleh dengan paksa mike ******* bibir cleo, sekuat tenaga cleo mendorong laki-laki itu menjauh.

__ADS_1


Cleo memukul mana saja tubuh mike yang bisa terjangkau oleh tangannya, merasa tidak terima mike mendorong kasar tubuh cleo tanpa melepaskan bibirnya. Mike menindih tubuh mungil itu.


"Emh,.... !"


Cleo menutup rapat mulutnya, mengerakkan kepalanya ke kanan dan kiri mencoba menghindar dari mike yang hilang kendali.


"Kenapa kau terus menolakku?!" tanya mike dengan nada tinggi, kedua tangannya mencengkram erat bahu cleo hingga memerah.


Cleo hanya diam menatap laki-laki yang sedang menindihnya dengan nyalang. Air matanya meleleh dalam diam, dan tiba-tiba.


Brugh


Sebuah tendangan membuat mike terpelanting, tangannya terlepas dari bahu cleo.


"Kurang ajar, Bangsat!" Naoki meraih kerah baju mike dengan marah ia mendaratkan pukulan keras pada wajah bule itu.


Naoki memperhatikan tiap sudut kafe mencari keberadaan cleo lewat cctv yang terpasang di sana. Naoki bergegas pergi saat melihat cleo ada di salah satu bangku yang ada di taman kafe. Darahnya mendidih saat melihat apa yang laki-laki itu lakukan pada cleo.


Cleo berusaha bangun, pipinya masih berdenyut sakit akibat cengkraman mike padanya. Melihat naoki yang membabi-buta cleo berusaha untuk melerai mereka.


"Ki, sudah! lepaskan dia!" teriak cleo.


"Kau masih membela bajingan ini hah!"


"Enggak, bukan begitu. Dia bisa mati, aku nggak mau kamu kena masalah," ucap cleo berusaha menenangkan naoki.


"Aku nggak perduli!"


Cleo panik, ia akhirnya memeluk naoki dari belakang. Berharap itu bisa meredakan emosi laki-laki itu.


"Cukup, dia sudah mendapatkan pelajaran," ucap cleo lirih.


Perlahan nafas naoki mulai teratur, tangannya yang mengepal kini berangsur mengendur.


"Aku nggak perduli siapa kamu. Kalau aku melihatmu lagi, aku tidak akan sungkan untuk melakukan yang lebih dari ini!"


Naoki membalikkan tubuhnya, ia memeluk cleo sejenak, sebelum mengendongnya.


.


.


.


.


.

__ADS_1


Please coment dong 🤧🤧 sepi amat 🤣🤣 kasihanilah akoh


__ADS_2