C & N

C & N
Part 72


__ADS_3

Hening, tak ada percakapan antara mereka. Yufan bingung harus bicara apa pada Cleo, ia begitu gugup.


"Kalau tidak ada yang ingin Anda sampaikan, boleh saya menutup teleponnya?" tanya Cleo.


"Eh ... tunggu! bisakah saya kerumah Anda besok?"


Cleo mengerutkan keningnya.


"Untuk apa Dokter?"


"Tidak ada, aku hanya ingin berteman dengan Anda. Apakah boleh?" Yufan mengetuk-ngetuk ujung telunjuknya ke atas meja.


"Maaf tapi saya sedang tidak ingin menerima tamu Dokter, saya ingin fokus istirahat."


Yufan menjauhkan ponsel darinya, mengumpat lirih agar tidak terdengar Cleo. Ia begitu berharap Cleo bisa menerimanya. Tetapi Yufan juga sadar, ia terlalu gegabah, terlalu terburu-buru.


"Emh ... baiklah, maaf jika saya menganggu waktu Anda Nyonya. Selamat malam."

__ADS_1


"Selamat malam Dokter."


Cleo menutup sambungan teleponnya. Mengambil nafas dalam lalu menghembuskannya perlahan, saat ini Cleo tidak ingin bertemu dengan siapa pun. Ia ingin memanjangkan diri, bahkan ia juga menolak halus untuk bertemu sepupu kembarnya yang ingin datang berkunjung.


Cleo beralasan ia masih lelah, setelah penerbangan dari Surabaya dan ingin istirahat. Tidak ada yang tahu tentang kehamilan Cleo, ia tidak ingin membuat orang lain khawatir dengan keadaannya.


Cleo bangkit dari tepi ranjang, perlahan melangkah keluar dari kamar. Dari balkon kamarnya, Cleo bisa melihat langit malam. Tidak begitu indah, karena bintang tidak tampak jelas dari kota ia berada.


Tangan Cleo mengusap lembut perutnya yang masih rata, dia tidak sendirian sekarang. Ada kehidupan yang harus ia jaga, apalagi kandungan Cleo lemah, dia harus benar-benar menjaganya dengan baik. Cleo ingin agar buah hatinya bisa tumbuh besar dalam dirinya.


"Maafin Mommy ya sayang, Mommy membawa kamu jauh dari Daddy. Mommy harap kamu nggak marah sama mommy."


Rasa rindu yang sama dirasakan oleh Naoki, laki-laki itu masih bersimpuh di depan pintu kamar mertuanya. Ia benar-benar tidak punya cara lain, selain mengiba. Memohon belas kasih dari Alex sang Ayah mertua. Untuk memberi tahu keberadaan Cleo, Naoki sudah tidak perduli dengan gengsi dan harga diri, yang penting dia bisa bertemu dengan Cleo dan menjelaskan semuanya.


Arie sebenarnya tidak tega melihat Naoki seperti itu, tetapi ia juga tidak bisa membantah Alex. Alex masih ingin memberikan pelajaran bagi menantunya itu.


"Sayang, apa kamu nggak kasihan sama Naoki? Udah lama lho dia berlutut depan kamar kita." Arie bersandar manja di dada bidang suaminya.

__ADS_1


Alex menghela nafas panjang. Mengusap lembut surai sang istri, kemudian mengecupnya lembut.


"Aku tidak menyuruh dia melakukan itu Sayang, dia bisa kembali ke kamarnya jika mau," jawab Alex seolah acuh.


"Tapi kasian lho, menantu kamu tuh. Sepertinya dia sungguh-sungguh menyesal, beri tahu saja kalau keberadaan Cleo. Biarkan mereka menyelesaikan masalah mereka sendiri, hem." Arie sedikit mendongak menatap netra bening nan sipit, yabg selalu menatapnya dengan cinta.


"Aku akan memberi tahu dia, jika semuanya sudah jelas Sayang. Ini sudah malam, jangan berpikir terlalu banyak. Beristirahat lah, ok." Alex mengecup kening wanita yang paling ia cintai itu.


Arie pu mengangguk, ia memejamkan matanya. Masih dalam posisi yang sama, ia terlelap dalam pelukan hangat sang suami. Tak lama dengkuran halus mulai terdengar dari wanita berparas cantik itu, berbeda dengan Alex yang terjaga.


Laki-laki itu masih menunggu kabar dari anak buahnya, ponsel Alex bergetar. Ia segera mengambil benda pipih itu dari atas nakas, tak ingin menganggu tidur sang permaisuri.


Alex memutuskan untuk meletakkan kembali ponselnya, ia kemudian merebahkan tubuh Arie perlahan di atas ranjang. Setelah di rasa aman, Alex segera melompat turun mengambil ponsel, dan membawanya menjauh dari ranjang.


"Katakan." Suara Alex terdengar dingin dan tegas.


"Video itu hanya editan Tuan, saya sudah memastikannya berkali. Dan bisa menjamin kalau itu editan," jawab seorang laki-laki dari seberang telepon.

__ADS_1


Alex memejamkan matanya, tangannya mengepal kuat hingga buku-buku tangannya memutih. Laki-laki itu meraup oksigen dengan rakus, berharap agar bisa mendinginkan bara amarah di dadanya.


"Selidiki siapa dalang sebenarnya, aku yakin ada seseorang yang ingin memisahkan Cleo dan Naoki."


__ADS_2