C & N

C & N
Eps 56


__ADS_3

Naoki diterima berkerja disebuah perusahaan besar, dengan jabatan sebagai staf biasa. Namun, Naoki merasa itu sudah cukup, setidaknya untuk sekarang. Ia juga masih ada pemasukan dari pendapatan kafenya.


Pagi ini di apartemen Naoki menikmati sarapan yang dibuat oleh istrinya, bukan hal yang mewah hanya sepotong roti tawar dengan selai dan segelas kopi susu untuk mengawali harinya.


"Kamu mau berangkat bareng atau naik motor sendiri?" tanya Naoki pada sang istri yang sedang menikmati rotinya.


"Berangkat sendiri aja Mas, lagian deket ini," jawab Cleo.


"Ya udah, kamu hati-hati. Sepertinya aku akan lembur lagi malam ini, kamu nggak usah nunggu aku pulang. Langsung istirahat aja ya."


Cleo meletakkan rotinya yang tinggal separuh, selera makannya hilang sudah. Naoki baru berkerja seminggu, tetapi ia sudah lembur sejak tiga hari yang lalu.


"Kenapa?" tanya Naoki, melihat kekecewaan di wajah istrinya.


"Nggak apa-apa kok Mas, Aku baru ingat kalau ada janji sama temen. Aku berangkat duluan ya," kilah Cleo.


Wanita itu bangkit dari duduknya, membawa piring kotor dan segelas susu yang masih belum di sentuhannya ke dapur. Ia meletakkan susu kedalam lemari pendingin, dan piring kotor di wastafel.


Ah ...aku nggak boleh seperti ini, kekanakan-kanakan dia juga berkerja demi aku. Aku nggak boleh egois.


Cleo menarik nafasnya dalam, mengukir sebuah senyum di bibirnya, ia tidak ingin Naoki melihatnya sebagai gadis yang manja dan kekanak-kanakan. Cleo kembali ke meja makan.

__ADS_1


"Mas, aku berangkat dulu." Cleo meraih tangan suaminya lalu menempelkannya di pipi. Seulas senyum


"Hem, hati-hati." Cleo mengangguk.


Dengan menatap punggung istrinya dengan nanar, ia tahu Cleo kesepian. Tetapi ia juga harus memenuhi kebutuhan mereka, mencukupi kebutuhan Cleo. Ia tidak ingin Cleo hidup kekurangan bersamanya, Cleo harus sama terpenuhinya saat ia tinggal bersama orang tuanya. Naoki mengambil tas kerjanya, ia bergegas untuk pergi meskipun ini masih sangat pagi.


Dengan kecepatan sedang Naoki mengendarai mobil dengan kecepatan sedang, matahari tampak malu-malu menampakkan sinarnya pagi ini. Mungkin karena sudah memasuki musim penghujan, awan tipis menyelimuti langit pagi ini.


Setelah cukup lama akhirnya ia sampai di perusahaan tempat ia bekerja, setelah memarkirkan mobilnya di tempat khusus karyawan Naoki bergegas turun. Kantor masih sepi, hanya beberapa karyawan baru seperti dirinya yang masuk lebih awal. Ya, mereka memang harus lebih rajin daripada karyawan yang sudah tahunan berkerja di sini.


Perusahaan ini sangat memperhatikan kesejahteraan karyawannya. Gaji yang mereka berikan juga lumayan besar, apalagi jika lembur maka bisa dipastikan gaji yang akan diterima juga lebih besar, itulah kenapa Naoki selalu lembur jika ada kesempatan.


"Wuih rajin banget kamu," sapa teman kerja Naoki, dia juga karyawan baru.


"Eh, kamu tau nggak Ki, katanya hari ini ada direktur baru lho." Laki-laki bernama Saleh itu menggeser kursinya mendekat pada Naoki.


"Trus?"


"Kok terus, itu manager yang gantiin pak dahlan direktur kita. Katanya sih cewek, masih single lagi." Saleh manggut-manggut membayangkan wajah ayu direktur mereka.


Naoki hanya bisa menggelengkan kepalanya dengan tingkah temannya itu.

__ADS_1


"Dah, kerja sono. Jangan gosip pagi-pagi," tukas Naoki.


"Aku mau bikin kopi dulu. Kamu mau sekalian nggak?" tanya Saleh sembari bangkit dari duduknya.


"Nggak usah, aku dah ngopi tadi di rumah," jawab Naoki tanpa mengalihkan perhatian dari layar monitor.


"Ok."


Semua karyawan dikumpulkan di aula kantor, bisik-bisik para karyawan yang sedang berkumpul seperti ribuan tawon yang sedang berdengung tidak mengusik Naoki. Mereka semua sedang menerka-nerka siapa gerangan direktur baru yang akan berkerja dengan mereka. Naoki tidak berminat sama sekali untuk ikut bergibah, baginya siapapun yang akan menjabat sebagai direktur tidak akan berpengaruh besar terhadap perkerjaannya.


Seorang wanita muda dengan elegan masuk ke kantor, dengan memakai kemeja berwarna peach dan balutan blazer warna biru tua dan rok pendek dengan warna senada ia melenggang dengan penuh percaya diri.


"Ehm .. Perhatian semuanya!" seru seorang laki-laki yang tak lain adalah Aksara Wijaya, CEO perusahaan itu.


Seorang wanita muda berdiri disamping CEO itu.


"Selamat pagi semuanya, Saya Savira Naira Wijaya. Semoga kita bisa berkerja sama dengan baik," ucap wanita itu dengan senyum manisnya.


Naoki yang tadinya acuh, kini sedikit mendongakkan kepalanya menatap kearah podium. Wajah itu, Naoki sangat familiar dan siapa namanya tadi. Savira, bukankah dia teman kuliah Naoki?


Pria itu memicingkan matanya, menatap wajah wanita itu agar lebih jelas. Wanita itu melemparkan senyum manis pada Naoki, tentu saja ia tahu Naoki ada di perusahaan milik ayahnya. Untuk apa Savira susah-susah berkerja, jika ia bisa bersantai menikmati uang tanpa limit dari kekayaan sang ayah. Namun, lain halnya saat ia tahu Naoki berkerja di sini, tentu saja wanita cantik itu tidak akan melewatkan kesempatan sebaik ini.

__ADS_1


Naoki membalas senyuman Savira, sekedar etika ramah pada atasannya. Setelah perkenalan selesai, semua karyawan kembali ke perkerjaan masing-masing.


__ADS_2