C & N

C & N
Eps 37


__ADS_3

"Mau bantu nggak? kalau nggak mau bantu pulang sono, bikin sepet mata liat kamu di sini," ketus cleo sambil meletakkan beberapa satu kantong wortel di meja sebelah naoki.


"Galak amat, iya aku bantu." Naoki melompat turun dari meja, ia kemudian mulai membantu cleo mengambil bahan makanan dari lemari pendingin.


Satu buah kubis besar, wortel, kentang, ayam tempe dan bumbu bumbu sudah ada di atas meja. Cleo mulai memakai apron dan menyerahkannya satu pada naoki.


"Aku ngapain pake ginian?"


"Biar baju kamu nggak kotor, dah cepet pake jangan protes terus."


Naoki pun akhirnya menuruti cleo, ia memakai apron warna biru yang di berikan padanya.


Pake apron aja kenapa gantengnya nambah sih. Eh ...apaan otak? mikir apa? sadar cleo sadar.


"Ada yang salah? kenapa kamu laitin aku kayak gitu? ganteng ya?" ujar naoki sambil menaik turunkan alisnya.


"Ih ... Ge-er jerawat kamu tuh, bikin nggak konsen," bohong cleo, ia segera memalingkan wajahnya. Tak ada satupun jerawat di wajah tampan itu, bahkan nyamuk bisa saja terpeleset saking mulusnya.


"Kamu potong sama cuci ayamnya, aku bagian sayur," perintah cleo.


"Kenapa jadi kamu yang kasih perintah, kita disini harus berkerja sama," sahut naoki, ia merebut kubis yang ada di tangan cleo.


Cleo menatap naoki dengan memelas, mengeluarkan jurus paling ampuh untuk meluluhkan hati para laki-laki. Terutama sang papa.


"Aku takut kalau potong-potong ayam, lagi pula tenagaku nggak akan kuat buat potong ayam itu," ucap cleo dengan nada manja.


Naoki tersenyum tipis, ia menoyor kening cleo dengan keras.


"Nggak akan mempan, cepat potong ayam itu. Setelah bersih aku yang bumbui nanti."


Cleo menghentak kakinya kesal, baru kali ini jurus aji welas tidak mempan dan bahkan mental. Sambil menggerutu cleo membawa ayam itu ke wastafel untuk di cuci, sementara naoki sibuk mengupas kentang dan juga wortel.


"Dasar laki-laki nggak berperasaan, aku kan udah minta dengan baik-baik. Nggak ngerti banget sih kalau aku nggak suka bau amis ayam. Dasar Beruang Kutub, percuma aku tadi bilang dia ganteng."


Cleo mulai memotong dua ayam yang masih utuh itu menjadi beberapa bagian, ia berusaha dengan sekuat tenaga untuk memotongnya. Jangan tanya hasilnya, potongan ayam itu tidak seperti potongan umumnya, berantakan.

__ADS_1


"Astaga, kamu ngapain kenapa di potong kayak gini?" tanya naoki saat melihat hasil karya cleo.


Meskipun naoki tidak pernah memasak, tetapi dia juga tidak pernah melihat bentuk ayam dengan potongan seperti itu, hampir hancur. Cleo melirik tajam pada naoki.


"Kan aku sudah bilang nggak bisa, kamu aja yang maksa. Udahlah nanti di kasih tepung juga nggak kelihatan bentuknya," ucap cleo kesal. Pergelangan tangannya terasa sedikit sakit saat digerakkan.


Cleo pun membalur ayam dengan tepung bumbu, setelah minyak di wajah ia rasa cukup panas. Cleo mulai memasukkan ayamnya satu persatu. Naoki pun mulai menghaluskan bumbu yang diam-diam dia ambil dari internet saat cleo sibuk membersihkan ayam.


Setelah air mendidih naoki memasukkan wortel dan kentang dan kubis yang sudah ia potong, serta beberapa kepala ayam yang. Tidak ada alasan khusus, naoki hanya sangat suka makan kepala ayam jadi dia memasukannya, lumayan dia nanti juga ikut makan. Naoki kemudian memasukkan garam dan gula serta lada, setelah selesai ia menutup rapat panci supnya.


"Gimana udah percayakan kalau aku bisa masak?" tanya naoki dengan nada sombong.


Cleo hanya dia tidak menjawab, kedua matanya fokus pada ayam yang sedang berenang dalam minyak panas.


"Heh, di tanya malah diem."


"Ki, gimana caranya kita tau ayam ini udah mateng apa belum?" tanya cleo dengan polosnya.


"Katanya bisa masak, tau dong beda ayam mentah sama ayam mateng," sindir naoki.


"Mau aku bantuin?"


"Nggak usah, urusin aja sayur sop kamu," jawab cleo ketus, ia sudah terlanjur kesal pada Naoki.


"Ya udah." Naoki melangkah menjauh, ia mengaktifkan alarm 1 jam di ponselnya. Saat itu sayur sopnya pasti sudah matang.


Ia pun duduk di bangku yang ada di dapur. Naoki mulai tenggelam dalam ponselnya, memeriksa beberapa laporan dari cafe miliknya yang belum sempat ia periksa.


"Cukup matang, kita angkat sekarang." Cleo mengangkat ayam yang berwarna coklat tua dari dalam penggorengan.


Setelahnya ia memasukkan lagi ayam-ayam yang telah dibaluri tepung. Cleo merasakan perutnya sakit, panggilan alam yang sangat mendadak.


"Ki, aku nitip ini ya kebelet," ujar cleo kemudian berlari ke kamar mandi.


Dengan kencangnya cleo berlari, ia merasa sudah sangat tidak tahan. Batang emas miliknya sudah mulai mendobrak pintu belakang, kalau tidak buru-buru bisa jatuh di perjalanan. Cleo segera masuk ke kamar mandi yang kosong.

__ADS_1


"Ehm ...huft, untung aja nggak brojol di jalan," gumam cleo penuh kelegaan.


Mungkin ini efek dari bakso setan level 10 yang ia makan di sekolah tadi. Sebelum pulang cleo ke kantin untuk menyantapnya, sekedar pelampiasan kekesalannya.


Cukup lama cleo bercinta dengan toilet, ia sampai lupa ada yang sedang menunggunya. Setelah selesai mengeluarkan batang emas miliknya, cleo dengan lega. Ia pun melangkah keluar dari kamar mandi.


Langkah cleo terhenti saat melihat anak-anak yang berkerumun.


"Apa apa ini?" tanya cleo dengan lembut agar anak-anak itu tidak kaget.


"Kak Cleo, nita jatuh. Tadi lari-larian sana azam," jawab salah satu anak.


Nita anak berusia empat tahun itu meringis kesakitan sambil memegangi lututnya yang berdarah.


"Ayo, kak cleo antar ke ruang kesehatan. Yang lain hati-hati ya kalau main," pesan cleo.


"Iya Kak," jawab mereka serempak.


Cleo mengulurkan tangannya membantu gadis kecil itu berdiri, ia melangkah dengan tertatih. Merasa tidak tega cleo pun menggendongnya.


Ruang kesehatan tak jauh dari tempat anak-anak itu bermain, setelah sampai cleo mendudukkan nita di bangku. Dengan cekatan ia membersikan luka yang ada di lutut nita, memberikannya obat dan menutupnya dengan kasa.


"Nita hebat, nggak nangis," puji cleo.


"Nita dulu di pukuli bapak juga nggak nangis, nita hebat kan kak," ucap anak kecil itu dengan polosnya.


Nita adalah salah satu anak korban kdrt oleh ayah tirinya, ia di jual pada para preman untuk di jadikan pengemis.


Mendengar ucapan nita hati cleo berdenyut sakit, ia memeluk tubuh kecil itu erat.


"Nita hebat, nita anak yang hebat," ucap cleo sambil mengusap lembut rambut anak itu.


"Kak, makan siang belum siap ya? nita lapar."


"Astaga, Dapur! Ayamku!"

__ADS_1


__ADS_2