
Berkata akan bermain dengan lembut , tetapi pria itu begitu tidak sabarnya melucuti baju sang istri. Cleo sampai memekik keras saat Naoki menarik kasar celana yang dipakainya.
Setelah tersisa hanya pengaman saja, Naoki menyatukan bibir mereka dengan lembut. Menjelajahi tiap rongga mulut yang terasa manis, Naoki menyatukan peluh mereka dengan perlahan. Namun, tetap saja ia kehilangan kendali di tengah permainan. Kue cucur yang awalnya perih perlahan berubah menjadi kenikmatan. Cleo akhirnya bisa menikmati permainan Naoki kecil yang keluar masuk kue cucurnya.
Tubuh kedua menegang, Naoki mengerakkan miliknya lebih cepat, memburuk puncak kenikmatan yang mereka inginkan. Semburan para kecebong mengakhiri pertempuran mereka, Naoki mengerang penuh kenikmatan begitu juga Cleo.
Naoki mencium kening istrinya yang bersimbah peluh.
"Terima kasih," ucap Naoki dengan nafas yang masih tersengal.
Cleo hanya mengangguk, tubuhnya terasa lemas dan lelah.
"Mas, bagaimana kalau aku hamil?" tanya Cleo saat Naoki sudah berbaring disampingnya.
"Nggak apa-apa kan ada aku," jawab Naoki enteng.
"Tapi aku masih pengen kuliah," ucap Cleo lirih.
Ia bukannya tidak ingin memiliki anak, Cleo sangat suka dengan anak kecil. Apalagi bisa memiliki anak dari sang suami tentu saja itu merupakan kebahagiaan baginya. Namun, tidak sekarang. Ia belum siap, ia masih ingin melanjutkan pendidikannya.
"Jangan khawatir, nggak semudah itu juga jadi anak. Lain kali aku pake akan pengamanan. Ok."
"Kamu mau pake pengaman?"
"Kenapa nggak mau? Aku juga nggak mau maksa kamu hamil kalau kamu belum siap. Jujur saja aku juga belum siap jadi seorang ayah, tanggung jawab sebesar itu, aku tidak yakin bisa memikulnya. Aku jaga belum memiliki perkerjaan yang jelas," ungkap Naoki.
"Terima kasih," ucap Cleo.
Naoki mengecup kembali kening istrinya, membawa tubuh mungil yang polos tanpa sehelai benang masuk kedalam pelukannya.
"Kamu nggak mandi? Sebentar lagi makan malam Lho?" Tanya Naoki sambil mengusap rambut Cleo yang berantakan karena ulahnya.
Cleo menggelengkan kepalanya pelan.
"Capek," rengek Cleo manja.
__ADS_1
"Mau aku mandiin?"
"Enggak usah!" tegas Cleo.
"Lho katanya capek."
"Nggak kok." Cleo melepaskan tangan suaminya, ia menggeser tubuhnya menjauh dan mencoba untuk berdiri.
Sialnya kaki Cleo terasa lemas tak bertenaga, ia hampir tak bisa berdiri. Naoki berdecak, laki-laki itu melompat turun dari ranjang dan mengendong tubuh Cleo ke kamar mandi. Cleo hanya bisa menurut, mengalungkan kedua tangannya di leher Naoki agar tidak jatuh.
Saat makan malam tiba. Alex dan istrinya sudah menunggu kedatangan tamu favoritnya, siapa lagi kalau bukan besan mereka. Naoki dan Cleo tidak tahu kalau mereka akan kedatangan tamu.
"Mama, Papa!" panggil Naoki, laki-laki itu menyongsong kedua orang tuanya. Kemudian menyalami tangan keduanya dengan takzim, begitu pula Cleo.
Siska memeluk erat menantu kecilnya yang. Mereka pun duduk bersama, menikmati makan malam yang di masak oleh Arie sendiri. Hidangan sederhana. Namun, sangat menggugah selera.
"Pa, Ma. Naoki pengen mandiri," Ucap Naoki tiba-tiba.
Alex seketika menghentikan sendok yang hendak masuk kedalam mulutnya, Pria paruh baya itu melirik sekilas pada besannya.
"Mandiri bagaimana maksudmu Nak?" tanya Tama.
Hari ini akhirnya tiba, Hati Arie rasanya tidak rela melepaskan putri semata wayangnya itu, apalagi Alex. Laki-laki itu begitu menyayangi putrinya, ia ingat bagaimana perjuangan dia dan istrinya kala itu.
"Kalian mau beli rumah di mana? biar papa Alex yang atur," ujar Arie sambil menatap lekat wajah Cleo yang duduk disampingnya.
"Belum tahu Ma, ini juga masih rencana. Kami mau izin dulu sama Mama dan Papa," ucap Naoki menjelaskan.
"Kalian bisa menempati apartemen milik Papa, anggap saja itu adalah hadiah pernikahan kalian dariku," ucap Alex.
"Tapi Pa-,"
"Tidak ada tapi, jika kau menolaknya berarti kau tidak menghargai aku sebagai mertuamu!" tegas Alex.
"Kalau begitu kami akan mengisi perabot dalamnya, anggap juga sebagai kado pernikahan kalian," Ucap Tama tidak mau kalah.
__ADS_1
"Terima kasih Papa dan Papa Alex atas hadiah kalian," ucap Naoki dengan tulus, ia tahu dia tidak bisa membantah lagi.
"Sekarang semua sudah beres, bisa kita lanjutkan makan malam ini dengan tenang," Sahut Arie.
Mereka mengangguk, lalu melanjutkan makan malam mereka dengan tenang.
Seminggu berlalu, Cleo sibuk memasukkan baju miliknya kedalam koper. Hari ini ia akan pindah ke apartemen untuk memulai hidup baru. Waktu berlalu begitu cepat, rasanya baru kemarin ia melepaskan seragam putih abu-abu sekarang ia sudah menyandang status sebagai seorang istri. Selama ia menjalani pernikahan ini, Cleo merasa bahagia. Meskipun belum ada kata cinta, tapi setidaknya Naoki memperlakukannya dengan baik. Cleo masih mencoba menjaga hatinya agar tidak terluka, ia masih membangun benteng tak kasat mata diantara mereka. Ia takut akan terluka jika suatu saat Naoki pergi.
Suara ketukan pintu membuyarkan lamunan Cleo. Ia menoleh kemudian tersenyum melihat mamanya masuk.
"Jangan dibawa semua bajunya, sisakan sedikit. kalau kamu nginep di sini biar ganti," ujar Arie dengan suara sendu.
"Mama kenapa sih? kok sedih gitu?"
"Gimana nggak sedih, kamu mau pergi ninggalin mama."
"Ma ... Cleo harus ikut apa kata suami dong, kan Cleo dah jadi istri orang. Lagian kalau Cleo nggak di rumah kan enak buat mama sama papa," sindir Cleo.
"Enak gimana, sepi yang ada," tukas Arie.
"Heleh, enaklah papa bisa bermesraan sama Mama tanpa gangguan dari Cleo. Cepet bikin adik bayi lagi Ma, kan papa masih tokcer."
"Kamu tuh, nyindir aja." Arie menyentil pelan kening Cleo. Cleo manyun sambil menggosok keningnya yang tidak sakit.
"Oia suami kamu belum pulang? katanya mau pindah hari ini?" tanya Arie.
"Ada panggilan buat wawancara kerja Ma, kita berangkat ke apartemen nanti sore kok, nunggu mas Naoki pulang," jawab Cleo.
"Cie yang panggilnya mas."
"Apa sih, kan Mama yang nyuruh. Sekarang malah ngeledek Cleo," protesnya.
"Iya deh mama nggak ngeledek lagi, semoga saja suami kamu keterima kerja dan cocok sama perkerjaannya nanti."
"Aamiin makasih Ma, doanya."
__ADS_1
"Mama bantuin paking ya."
Cleo mengangguk setuju, keduanya pun lanjut merapikan baju-baju Cleo sambil ngobrol ringan.