C & N

C & N
Eps 50


__ADS_3

Cleo duduk di meja rias, melepaskan hiasan di rambutnya, sambil menunggu giliran mandi. Gadis itu menatap lekat wajahnya di cermin. Tidak terlalu jelek, Cleo cukup cantik kalau menurut dirinya sendiri. Atau mungkin Naoki tidak menyukai mata sipit, Cleo menghela nafas panjang, mata sipit itu sudah takdir. Ia juga tidak ingin merubahnya dengan operasi plastik.


Setelah selesai merapikan rambutnya, dan menghapus riasan di wajah, Cleo barusan untuk membuka gaun pengantin yang ia pakai.


"Ehm ... Susah, banget sih!" keluh Cleo, tangan terus berusaha untuk membuka resleting gaun itu.


Naoki yang baru saja keluar dari kamar mandi tersenyum geli melihat Cleo yang terus menggerutu, kedua tangan mungilnya berusaha menurunkan kepala resleting, tetapi gagal.


"Butuh, bantuan?" tanya Naoki, pria itu sudah berdiri si belakang Cleo.


"Tidak, aku bisa sendiri," tolak Cleo.


Aku tidak boleh terus bergantung padamu.


Naoki meraih kepala resleting gaun Cleo, lalu menurunkannya perlahan. Cleo pun hanya bisa pasrah saja, membiarkan Naoki membantunya.


Punggung Cleo yang begitu putih dan lembut, sangat menggoda Naoki untuk mengecupnya. Namun, Naoki berusaha menahan dirinya, ia tidak ingin Cleo mengira dia seorang laki-laki yang hanya mementingkan nafsu belaka.


"Sudah, sekarang mandilah aku akan memesan makan malam."


Cleo bangkit dari duduknya tanpa mengucapkan sepatah katapun.


Bahkan sampai saat seperti ini kau tidak ingin menyentuhku.


Rasa kecewa kembali mencabik hati Cleo, berusaha untuk kuat tetapi nyatanya tidak. Cleo tidak sekuat itu, di bawah rintikan air shower gadis itu meluapkan kesedihannya.


Setelah cukup lama, menghabiskan waktu di kamar mandi. Cleo keluar dengan memakai piyama lengan panjang berwarna hitam. Warna ini sungguh cocok dengan hatinya sekarang.


"Sini, aku bantu mengeringkan rambutmu." Naoki menepuk kursi yang ada didepan meja rias.


"Nggak usah, aku capek mau tidur," jawab Cleo dengan nada ketus, ia berjalan ke ranjang.


Namun, langkahnya terhenti saat tangannya di cekal oleh Naoki.


"Duduk, kau bisa sakit kalau seperti ini." Naoki menarik Cleo, mendudukkannya dengan paksa. Naoki mulai menyalakan pengering rambut lalu mengarahkannya pada rambut Cleo.

__ADS_1


Kenapa kau begitu perhatian padaku, bagaimana aku akan melepaskan mu kalau kau terus seperti ini.


Cleo menatap lekat wajah suaminya, wajah itu telah membuatnya jatuh cinta. Ternyata Cleo sudah menenggelamkan dirinya dalam cinta Naoki dalam beberapa minggu saja. Namun, harapannya untuk mengharapkan balasan cinta dari Naoki pupus sudah.


Saat Cleo melihat postingan di bukuwajah miliknya. Seseorang meng-upload foto Naoki yang sedang dicium mesra oleh seorang wanita, Cleo belum tahu siapa wanita itu. Apa mungkin itu Savira? Bisa jadi dia atau bukan, tetapi yang jelas Naoki tersenyum bahagia di foto itu.


"Sudah cukup, aku capek. Mau tidur, ngerti nggak!" bentak Cleo.


"Kamu kenapa sih sebenarnya? kenapa tiba-tiba seperti ini?" tanya Naoki.


"Aku sudah bilang aku capek!" Cleo bangkit dari duduknya, ia berjalan mendekati ranjang dan segera merebahkan tubuhnya.


Cleo berbaring miring membelakangi Naoki, pria itu akhirnya makan malam tanpa ditemani oleh istrinya.


Malam pertama yang dingin, setelah menyelesaikan malam malam Naoki merebahkan dirinya disamping Cleo, Naoki melihat istri sejenak. Ternyata Cleo sudah benar-benar tidur, mungkin dia memang lelah.


"Selamat malam Istriku." Naoki mengecup lembut kening Cleo.


Malam semakin larut, hujan deras malam itu sama sekali tidak menganggu tidur mereka. Dentingan jam menunjukkan pukul tiga pagi, suara aneh menganggu tidur Naoki.


"Emh ...Dingin," gumam Cleo, gadis itu memeluk tubuhnya erat.


"C, kamu kenapa?" tanya Naoki dengan suara serak khas orang bangun tidur.


"Dingin, dingin banget," jawab Cleo dengan matanya yang masih terpejam, ia semakin mengeratkan selimutnya.


"Dingin," beo Naoki. Pria itu kemudian meletakkan telapak tangannya di kening Cleo


"Astaga, tubuh kamu panas banget."


Naoki segera melompat turun dari ranjangnya, ia mengambil ponselnya yang sedang dalam pengisian daya, tanpa pikir panjang Naoki segera menelpon Bram.


"Sial, dia tidur apa mati sih?! kenapa nggak di angkat teleponnya!" Teriak Naoki kesal.


Setelah berkali-kali mencoba, akhirnya telepon Naoki diangkat.

__ADS_1


"Bram cepat kemari, sekarang. Istriku sakit."


Dengan kasar Naoki mematikan sambungan teleponnya setelah ia mengirimkan lokasi pada Bram.


"C, mana yang sakit." Naoki membelai lembut rambut Cleo.


"Dingin," jawab Cleo lirih.


Naoki segera mematikan pendingin ruangan, ia mengambil handuk kecil si kamar mandi untuk mengompres kening Cleo. Baru kali ini Naoki melihat Cleo sakit, ia begitu cemas dengan keadaan istri kecilnya itu.


Setelah menunggu cukup lama akhirnya Bram datang dengan di antara oleh petugas hotel, karena Naoki tidak memberi tahu kamar yang ia tempati.


"Sialan kau ,kenapa lama sekali?"


"Sabar woi, daripada mendengar kamu marah-marah lebih baik aku cepat memeriksa istrimu," tukas Bram kesal.


Dia berusaha secepat mungkin untuk sampai di hotel ini, jarak rumah dan hotel tempat Naoki menginap cukup jauh, belum lagi Bram dibangunkan dengan paksa oleh dering telepon yang tak kunjung berhenti. Padahal dia baru saja terlelap setelah bertugas di rumah sakit.


Naoki pun diam, ia membiarkan Bram melangkah mendekati Cleo. Dokter muda itu mulai memeriksa detak jantung, tekanan darah dan keadaan perut Cleo. Naoki hanya memperhatikan apa yang dilakukan temannya pada sang istri.


Bram mengambil alat suntik serta satu botol kaca kecil. Ia meletakkan peralatan itu diatas meja, kemudian ia menyibakkan selimut yang menutupi tubuh Cleo.


"Eh ...mau kau apakan dia?!" Teriak Naoki saat Bram memiringkan tubuh Cleo.


"Aku mau menyuntikkan obat di pantatnya, jangan cuma diam bantu aku."


Naoki berdecak kesal, ia kemudian membantu Bram dengan sedikit menurunkan celana Cleo. Setelah Bram selesai menyuntikan obat, Naoki buru-buru merapikan baju istrinya.


"Dia demam, asam lambungnya juga naik. Sepertinya dia tidak makan sejak tadi pagi. Apa aku benar, Tuan suami?" tanya Bram dengan nada menyindir.


Naoki baru ingat, Cleo sama sekali tidak memakan apapun saat pesta tadi, dia juga melewatkan makam malam mereka dengan alasan capek.


"Aku tidak tahu?"


"Huh ... suami yang sangat bertanggung jawab. Sekarang rawat dengan baik, berikan obat ini sebelum makan dan dua ini setelah makan. Jangan biarkan dia telat makan lagi dan yang terpenting jangan biarkan dia stress." pesan Bram, dokter itu pun berpamitan pergi. Ada hal yang harus segera ia lanjutkan, tidur.

__ADS_1


Setelah mengantarkan Bram pergi, Naoki kembali duduk di samping Cleo, dengan telaten ia mengganti handuk yang ia gunakan untuk mengompres Cleo.


"Cepatlah bangun, jangan membuatku takut Istriku."


__ADS_2