
Alarm di ponsel naoki berdering, ia pun bangkit dari duduknya hendak mengintip sayur sop buatannya.
"Astaga!" pekiknya kaget.
Asap hitam mengepul dari penggorengan, di atas kompor terpasang alat penghisap asap hingga ia tidak menyadari apa yang terjadi. Naoki dengan sigap mematikan kompor, lalu dengan hati-hati ia mengangkat ayam yang sudah menghitam dari atas penggorengan.
Naoki beralih melihat sayur sop miliknya, kuah yang tinggal separuh dan berwarna ungu. Ungu? Apakah sayur sop berwarna seperti itu. Naoki menghela nafas panjang sambil menggaruk-garuk kepalanya yang tidak gatal.
"Ayam ku!" Teriak cleo yang baru saja datang sambil berlari.
"Ki, mana ayamku?" tanya cleo dengan nafasnya yang tersengal.
Naoki menunjukkan benda berwarna hitam yang ada di atas meja, tanpa mengalihkan perhatian pada isi panci.
Mata cleo melebar melihat penampakan ayam goreng yang sudah seperti arang. Cleo perlahan berjalan mendekatinya, dengan telunjuk cleo menusuk-nusuk ayam yang keras itu.
"Kenapa bisa gosong?" tanya cleo dengan nada seperti merengek.
"Itu ayam kamu, tanggung jawab kamu. Mana aku tau bisa gosong, lagian kamu kemana? masak kok di tinggal."
"Aku dah bilang sama kamu, aku kebelet! titip ayam!" teriak cleo tidak terima.
Naoki melotot tajam, ia tidak pernah merasa mendapat mandat untuk menjaga ayam dalam penggorengan itu. Ini sana saja fitonah.
"Jangan ngawur, kamu nggak pernah nitip tuh ayam areng ke aku!"
"Pernah!"
"Nggak!"
"Pernah!" teriak cleo melengking tinggi memekikkan telinga.
Bela yang baru saja datang, sampai harus menutupi kedua telinganya agar tidak sakit.
"Ada apa ini? kenapa bertengkar?" tanya bela.
"Itu Kak, naoki bikin ayam aku gosong," tuduh cleo.
"Aku?" Naoki menunjuk dirinya. Cleo mengangguk.
"Kamu yang ceroboh, masak di tinggal."
"Aku dah nitip sama kau!" tunjuk cleo.
"Nggak."
"Iya!"
"Nggak."
"Stop! kalian tuh apa-apaan sih? Kayak anak kecil tau nggak bikin malu aja!" sentak bela.
Naoki dan cleo pun menunduk diam, hanya saling melempar tatapan tajam. Bela hanya bisa menggelengkan kepalanya melihat kelakuan dua bocah labil kurang kerjaan itu.
__ADS_1
"Kalian masak? Mana mbak susi?"
"Mbak susi pulang, anaknya lagi sakit. Tadi aku suruh pak pras bawa anaknya ke rumah sakit," jawab cleo dengan bibirnya yang monyong lima senti.
"Trus kenapa nggak bilang sama kak bela, dan kalian malah masak amburadul kayak gini?"
"Itu masak apa di panci?"
"Sayur sop Kak," jawab naoki singkat.
"Awas aku mau lihat." Bela berusaha mendorong tubuh Naoki agar minggir.
"Minggir nggak!"
Dengan berat hati akhirnya naoki menggeser tubuhnya, memberikan ruang untuk bela melihat isi dalam panci.
"Astaga apa ini?!"
"Kenapa warnanya seperti ini?"
Naoki hanya menyengir kuda mendengar ucapan bela. Bela memberanikan diri untuk mencicipi sayur sop warna ungu itu, seketika wajah bela mengkerut saat merasakan rasa kuat yang asin dan pedas karena terlalu banyak lada.
"Kalau nggak bisa masak tuh bilang, kalau udah kayak gini gimana? Sayur rasa garam ayam goreng arang, astaga! Apa kalian nggak mikir gimana anak-anak, mereka sudah kelaparan kasihkan." Kedua tersangka itu hanya bisa tertunduk menyesali perbuatannya.
"Tadi cleo kekeh mau masak Kak," ujar naoki.
"Kamu juga katanya tadi bisa masak!"
Naoki memelototkan mata.
"Kamu!"
Cleo menaikan dagunya dan semakin mendekatkan diri pada naoki.
"Udah diam! Naoki pesan makan tiga puluh porsi, dua puluh porsi untuk anak-anak dan sepuluh porsi dewasa. Usahakan cepet ya, kasihan anak-anak."
"Siap Kak!"
"Cleo, kamu bantu kakak ke kamar, ngurusin bayi. Biar Pak adi yang beresin dapur."
"Bayi?" tanya cleo mengerutkan keningnya.
"Iya, semalam ada yang meninggal bayi di depan pintu pagar. Nggak tau siapa, dia hanya ninggalin surat kalau dia nggak sanggup ngasuh anaknya lagi."
Bela segera melangkahkan kakinya dengan celo yang mengikuti bela yang sudah terlebih dahulu. Sesampainya mereka di kamar anak, bela menyuruh cleo untuk membersihkan tangannya dengan antiseptik sebelum mengendong bayi perempuan itu.
"Siapa namanya Kak?" tanya cleo saat bela memberikan bayi itu di gendongan cleo.
Bayi mungil itu berusia dua bulan, ia di tinggalkan begitu saja di depan pagar rumah asuh saat satpam ke kamar mandi.
"Belum di kasih nama, di dalam surat yang datang bersama bayi ini tidak tertulis nama."
"Cleo kasih nama ai boleh nggak?"
__ADS_1
"Ai," beo bela. Cleo mengangguk.
"Ai artinya cinta, cleo harap anak ini akan selalu mendapatkan cinta dimana punia berada kelak," jawab cleo menjelaskan.
"Nama yang bagus, bagaimana kalau Ai Puspita Sari. Baguskan," imbuh bela.
"Iya Kak bagus banget. Ai kamu jangan takut di sini kami semua adalah keluargamu, kamu nggak akan sendirian," ucap cleo sungguh-sungguh.
Setelah nunggu selama tiga puluh menit akhirnya makanan yang di pesan naoki datang, anak-anak yang memang sudah merasa sangat lapar pun makan dengan lahapnya. Begitu pula para pengasuh dan pegawai lainnya, selain makanan naoki juga membeli es krim untuk mereka semua sebagai permintaan maaf.
"Naoki, Cleo. Kakak bisa minta tolong?" tanya bela setelah mereka menyelesaikan makan siangnya.
"Minta tolong apa Kak?" tanya cleo balik.
"Kamu dan naoki tolong pergi belanja keperluan dapur, biasanya mbak susi yang belanja tapi karena beliau cuti kalian yang belanja ya. Anggap saja ini hukuman kalian, sekalian belikan kebutuhan untuk ai."
Cleo pun mengangguk pasrah. Ia sebenarnya tidak keberatan untuk berbelanja, tetapi pergi bersama naoki itu masalahnya.
"Cleo pergi sama pak pras aja ya Kak," bujuk cleo.
"Nggak bisa pak pras belum pulang, udah kamu sama naoki aja. Ini daftar belanjanya, jangan lupa keperluan ai." Bela menyodorkan kertas pada cleo.
"Baik Kak," jawab cleo lesu.
Cleo pun terpaksa pergi ke supermarket bersama mengunakan mobil naoki, sepanjang perjalanan mereka hanya diam. Keheningan tercipta sempurna dalam mobil itu.
"Tumben diem, baterainya abis ya," celetuk naoki.
"Diem deh, lagi nggak mood ngomong sama kamu," sahut cleo ketus.
"Lagi dateng bulan ya?"
"Beruang kutub!"
"Kita sampai." Naoki memarkirkan mobilnya di basemant mall salah satu mall.
Cleo mencebikan bibirnya kesal, dengan kasar ia membuka sabuk pengaman miliknya, setelah itu ia kemudian keluar dari mobil.
"Ayo jangan manyun aja."
"Wek ... Dasar nyebelin." Cleo menghentak-hentakkan langkahnya kesal.
Mereka pun memasuki pusat perbelanjaan itu, naoki mendorong troli belanja dibelakang cleo, sementara gadis itu sibuk melihat catatan sambil mengambil barang sesuai yang tertulis di dalamnya.
"Kita ke tempat ikan," ucap cleo. Naoki hanya mengangguk kemudian mengikat langkah cleo sambil mendorong trolinya.
"Bu tolong ikan bandengnya dua kilo, ikan kembung juga," ucap cleo pada penjaga stand ikan.
"Siap, ikan salmonnya nggak sekalian, masih seger lho. Bagus untuk progam hamil," ujar wanita paruh baya itu sambil melirik pada naoki.
"Ap -Apa Bu? Nggak terima kasih cukup itu saja," jawab cleo tergagap.

__ADS_1

Penampakan sayur sop dan ayam hasil duet naoki dan cleo🤣🤣