C & N

C & N
Part 71


__ADS_3

Naoki bersimpuh dihadapan kedua mertuanya, laki-laki muda itu menunduk dengan penuh penyesalan. Berharap kesalahan pahaman ini akan menemukan titik terang, dan dia bisa mendapatkan pengampunan dari Alex dan Arie.


Tama dan Siska menatap tidak tega pada putra mereka. Namun, mereka juga membuat Naoki menyelesaikan masalahnya sendiri. Kini ia sudah dewasa, seorang laki-laki yang menjadi pemimpin di rumah tangga.


Alex mengusap wajahnya kasar, ia berusaha menahan emosi agar tidak menghajar Naoki, Arie terus mengusap punggung suami sipitnya itu. Berusaha untuk membuatnya lebih tenang, meskipun hatinya sendiri juga sangat kecewa pada Naoki, setelah melihat rekaman video yang ada di ponsel Cleo.


Sebagai seorang wanita, ia tahu bagaimana hancurnya hati Cleo melihat itu.


"Pa, Ma. Naoki tidak pernah melakukan hal itu, Naoki persumpah untuk hidup Naoki sendiri. Itu hanya rekayasa," ucap Naoki penuh dengan harap. Berharap Alex dan Arie mengerti.


"Simpan sumpahmu itu!" hardik Alex.


Naoki kembali menunduk. Ya hati siapa yang tidak hancur, siapa yang tidak kecewa melihat hal seperti itu dilakukan oleh pasangannya. Jika Naoki ada di posisi Cleo, ia juga pasti sangat marah dan kecewa.


"Mbak." Siska melepaskan genggaman tangan Tama dan mendekati Arie.


"Aku tau ini tidak mudah, tapi aku juga yakin Naoki nggak akan melakukan hal seperti itu. Aku nggak meminta Mbak Arie dan suami untuk memaafkan Naoki sekarang, tapi kita bisa menunggu hasil pemeriksaan video ini dulu kan. Setelah itu, terserah Mbak Arie sama suami mau gimana, aku nggak akan memaksa."


Arie menoleh, menatap Siska yang duduk di sampingnya. Tangan wanita paruh baya itu tampak gemetar, meremas dress yang ia pakai. Suasana di ruang tamu rumah besar Wang ini begitu tegang, sejak kedatangan Naoki.


Tadi pagi, Naoki datang dengan kedua orangtuanya. Ia menyerahkan video yang ia temukan di ponsel Cleo. Saat menemukan ponsel itu tergeletak di lantai, Naoki memutuskan untuk memperbaikinya. Ia berharap bisa menemukan petunjuk apa yang membuat sang istri begitu marah hingga ingin berpisah dengan dirinya.


Setelah ponsel Cleo berhasil di perbaikan, Naoki begitu terkejut melihat chat percakapan di benda pipih itu. Begitu banyak nomer tanpa nama yang mengirimkan foto Naoki dengan rekan kerjanya, nomor-nomor itu menghasut Cleo mengatakan bahwa Naoki bukan laki-laki yang baik, dan suka bermain dengan wanita lain. Meskipun Cleo tak menanggapi satupun dari pesan itu, tapi Naoki sangat geram melihatnya. Orang itu seperti sangat ingin dia berpisah dengan Cleo. Terakhir yang membuat Naoki shock adalah, adanya sebuah video berdurasi pendek di mana dua orang tanpa busana melakukan hubungan badan, dan si laki-laki sangat mirip dengan Naoki bahkan suaranya juga terdengar sama.


Naoki pun memutuskan untuk menjelaskan semua itu pada mertuanya, karena Naoki tidak dapat menemukan Cleo. Ia sudah berusaha mencari Cleo di kampus, dan di tempat-tempat di mana Cleo menghabiskan waktu bersama teman-temannya. Namun, Naoki tidak dapat menemukan sang istri, ia berharap mertuanya mau memberi tahu keberadaan Cleo pada Naoki.


Naoki seolah kehilangan separuh nafasnya. Ia tidak memiliki gairah lagi pula sekedar menghirup oksigen, saat Cleo tidak bersamanya.

__ADS_1


"Ma, tolong katakan pada Naoki, dimana Cleo. Naoki pengen ketemu dia," ucap Naoki sangat lirih, suaranya terdengar begitu serak tertahan.


Jujur ia sangat merindukan istrinya, ia sangat khawatir dengan keadaan Cleo sekarang. Meskipun Arie sudah meyakinkan bahwa Cleo baik-baik saja. Namun, Naoki tetap ingin melihat Cleo dengan mata kepalanya sendiri.


"Untuk apa kau menemui anakku! Apa kau ingin membuatnya sakit hati lagi, jangan pernah berharap bisa bertemu Cleo sebelum semua ini jelas!" Hardik Alex, pria itu bangkit lalu meninggalkan ruang tamu dengan kesal.


"Kita bicarakan lagi besok saat video itu selesai diperiksa ya," ucap Arie berusaha untuk tenang.


"Mbak Siska ajak Naoki pulang dulu." Siska mengangguk, ya semua memang butuh waktu. Sekarang lebih baik mereka meredakan emosi masing-masing.


Tama yang sedari tadi diam, perlahan bangkit dan mendekati Naoki. Ia mengangkat tangan Naoki, agar putra sulungnya itu bangkit dari tempat ia bersimpuh.


Naoki menggeleng, ia menepis tangan Tama. "Naoki ingin di sini Pa."


"Tapi, Alex akan semakin marah jika melihatmu ada di sini, Nak," bujuk Tama. Naoki tersenyum getir.


"Kita pulang Ki, semua nggak akan selesai kalau kamu terus seperti ini," kini Siska yang membujuk putranya.


Siska sungguh tidak tega melihat kondisi Naoki, baru dua hari Cleo meninggalkan Naoki. Namun, keadaan Naoki sudah seperti itu.


"Ma, Naoki mohon. Biarkan aku di sini menunggu istriku, aku harus bicara dengannya," kekeh Naoki..


Siska menatap Arie, kedua Mama cantik itu saling bertatap muka kemudian menghela nafas panjang bersamaan.


"Sudahlah Mbak, biarkan dia di sini kalau memang itu kemauannya." Siska mengangguk kecil.


Siska dan suaminya pun pamit untuk pulang. Arie meminta Naoki untuk beristirahat di kamar Cleo, meskipun awalnya menolak. Namun, akhirnya Naoki menurut saat Arie mengancamnya.

__ADS_1


Sementara itu di seberang lautan.


Cleo duduk berselonjor di ranjang, dia harus benar-benar istirahat total karena kandungan lemah. Cleo bisa mengeluarkan darah saat ia terlalu banyak bergerak atau terlalu menikmati sesuatu.


Sekarang ia berusaha untuk memenangkan diri, menjauhkan segala pikiran yang membuatnya stress.


Ponsel Cleo bergetar, ia mengerutkan keningnya saat sebuah nomor tidak di kenal menghubunginya. Pasalnya tidak ada orang yang tahu nomer Cleo kecuali Mama dan Papanya.


"Wei," sapa Cleo, ia memutuskan untuk mengangkat telepon itu.


"Wei, apa khabar?" tanya seorang laki-laki di seberang telepon, suaranya terdengar gugup.


"Maaf Anda siapa? dan dari mana Anda mendapatkan nomor ponsel saya?" cerca Cleo. Ia merasa aneh pada dokter satu ini.


"Aku yufan, Dokter yufan. Maaf sebelumnya


saya tahu nomor ponsel rumah sakit," jawab Yufan kikuk.


Sebelumnya Yufan tidak pernah menghubungi pasiennya secara pribadi seperti ini, biasanya ia akan meminta suster untuk menghubungi pasien jika ada sesuatu yang harus disampaikan. Namun, ia merasa sangat tertarik dengan Cleo, meskipun Yufan sadar Cleo sudah menikah, tetapi dia tidak bisa menahan diri untuk mencoba lebih dekat dengan Cleo.


Cleo hanya ber o ria, mendengar jawaban dokter muda itu.


"Ada apa Dokter?"


"Emh ... Saya hanya ingin mengetahui kabar Anda? Apa yang Anda rasakan sekarang?"


"Sudah lebih baik Dok, terima kasih. Apa Anda selalu seperti ini pada pasien Anda? menghubungi secara pribadi?" tanya Cleo penuh selidik.

__ADS_1


"Emh ... Emh ya kadang," kilah Yufan.


__ADS_2