C & N

C & N
Eps 58


__ADS_3

Apartemen itu seperti tidak berpenghuni, Cleo pun memutuskan untuk menyalakan musik dengan keras agar tidak terasa seperti. Lagu-lagu lawas era 90 an, band pop seperti Sheila on 7 asal Jogja atau dewa 19 menjadi favoritnya. Entahlah meskipun Cleo anak jaman sekarang, ia sangat suka lagu lawas dari band-band itu, baginya lagi mereka begitu mengena di hati.


Lagu milik Sheila on 7 berjudul Dan mulai mengema di apartemen itu, Cleo melepaskan kaos yang ia pakai hingga menyisakan tank top dan celana super pendek saja. Lagi pula hanya ada dia di sana, tidak ada tamu yang datang juga.


Lelah setelah kuliah seharian, Cleo ingin membuat sesuatu untuk di makan, Mamanya sangat mahir memasak dan membuat kue. Namun, beda dengan Cleo, dia tidak pandai dalam masakan , hanya pandai kue saja.


Cleo menguncir rambut tinggi, ia kemudian pergi ke dapur untuk memeriksa bahan-bahan yang ia butuhkan untuk membuat biscuit coklat. Untungnya semua tersedia lengkap, saat pertama tinggal.di apartemen ini, Cleo sengaja belanja banyak bahan.


"Ok, kita bisa Cookies monster hari ini," ucap Cleo sambil berkacak pinggang menatap tepung dan bahan lain yang sudah ia siapkan.


Setelah memakai celemek, Cleo siap bertempur, ia mulai membuat adonan kue sambil mengerakkan tubuhnya menikmati alunan lagu yang menemaninya. Sesekali Cleo mengikuti lirik lagu kesukaan itu, tentu saja suara cemprengnya tercover oleh lagu yang sedang mengalun keras.


Setelah selesai menata adonan di nampan, Cleo memasukkannya kedalam oven yang telah dipanaskan sebelumnya.


Saking menikmatinya, Cleo tidak sadar ada seseorang yang masuk kedalam apartemen. Aroma manis kue yang dipanggang menuntun laki-laki melangkah ke dapur, ia cukup terkejut saat pemandangan yang begitu indah tersaji di sana.


Cleo menari, sambil bernyanyi tanpa suara. Ia terlihat begitu senang, tangan dan wajahnya tampak kotor terkena tepung dan itu terlihat sangat menarik bagi Naoki, baru kali ini ia melihat sisi Cleo yang seperti ini.


Setelah mereka menikah, Cleo lebih penurut padanya, gadis itu memerankan istri yang baik. Tak ingin menganggu, Naoki duduk di kursi yang tak jauh dari sana, untungnya Naoki tidak jadi mampir ke kafe. Dia pasti akan melewatkan pertunjukan indah ini, apalagi dengan baju yang dipakai Cleo, gadis itu terlihat begitu seksi.


"Mungkin salahku, melewatkan mu, tak mencarimu sepenuh hati. Maafkan aku!" Cleo bernyanyi dengan lepas, sambil menunggu kue yang dipanggangnya matang. Ia masih belum sadar dengan keberadaan suaminya.

__ADS_1


Cleo terkejut saat dua tangan kekar melingkar di pinggangnya.


"Aaaaaaaa.... Siapa kamu, lepasin!" teriak Cleo. Ia meronta memukuli tangan pria itu agar melepaskannya.


"Lupa sama suami sendiri?"


Cleo berhenti seketika.


"Mas."


"Hem." Naoki meletakkan dagunya di bahu Cleo.


"Mas kapan dateng? Katanya lembur, pulang malem?" tanya Cleo gugup.


"Aku di izinkan pulang lebih awal. Kenapa? nggak suka suaminya pulang?"


"Nggak gitu, kan Mas bisa kabari aku dulu."


"Kalau aku kabarin kamu, aku nggak bisa lihat Istriku yang seksi berkerja di dapur," bisik Naoki dengan suara yang terdengar berat.


"A ...apa sih Mas nggak jelas," kilah Cleo. Ia berusaha lepas dari pelukan suaminya.

__ADS_1


Naoki membalikkan tubuh Cleo, menenggelamkan tubuh mungil itu dalam dekapannya. Cleo menurut saja, ia menyandarkan kepalanya di dada bidang Naoki, tetapi aroma lain tercium oleh wanita itu, sebuah aroma parfum asing dari kemeja yang dipakai suaminya, Cleo yakin itu bukan parfumnya ataupun Naoki, wanginya sungguh berbeda.


"Kita makan malam di luar, aku ingin merayakan sesuatu denganmu," ucap Naoki.


Cleo diam tak menjawab, otaknya masih berputar di aroma parfum yang ada di baju suaminya, siapa gerangan yang sedekat itu dengan suaminya hingga aromanya menempel kuat di sana. Jika hanya berpapasan atau berdekatan tidak mungkin sampai melekat seperti ini, kecuali ia sedekat ini, sedekat Cleo sekarang. Mata Cleo melebar, jantungnya mulai berdegup kencang memikirkan ini. Wanita mana yang ada dalam pelukan Naoki selain dia.


"C, Kamu denger nggak?" tanya Naoki.


"Iya Mas, kamu mandi aja dulu. Aku nunggu kuenya mateng, ntar gosong kalau di tinggal," kilah Cleo. Sebuah senyum yang Cleo paksakan tersungging di bibirnya.


"Kamu mau makan apa? hari ini aku akan memanjakanmu," ucap Naoki sambil mengusap lembut pipi istrinya yang belepotan dengan tepung.


"Apa aja, aku suka semua asal bukan hati ayam."


"Kalau hatiku mau?"


"Ogah, pait, jawab Cleo sekenanya. Naoki tergelak, ia mencubit gemas pipi istrinya.


"Ok, Aku mandi dulu ya." Naoki mengecup lembut kening Cleo sebelum melepaskan pelukannya.


Cleo menatap nanar punggung suaminya, Cleo meremas dadanya yang terasa sesak.

__ADS_1


"Apa ini? kenapa rasanya sesak?"


Cleo duduk berjongkok di lantai, menengelamkan wajahnya diantara lutut yang di tekuk.


__ADS_2