Casanova Mati Gaya

Casanova Mati Gaya
21. Keinginan.


__ADS_3

Aurora mengernyitkan keningnya melihat Aiden dan Yuniar yang sama-sama terdiam saat dirinya menanyakan tentang bagaimana Aiden dan Yuniar bisa saling mengenal.


"Kenapa kalian malah melamun? Apa pertemuan kalian tidak mengenakkan, sehingga kalian nampak enggan untuk bercerita?"tanya Aurora seraya memicingkan sebelah matanya. Menatap Aiden dan Yuniar bergantian.


"Mana mungkin aku mengatakan jika Tuan Aiden sudah tahu namaku dan semua tentang aku sebelum kami saling berkenalan?"gumam Yuniar dalam hati.


"Kami kenal secara tidak sengaja,"sahut Aiden yang di mata Rayyan dan Aurora nampak enggan menceritakan tentang pertemuannya dengan Yuniar.


"Kenal di mana? Jangan-jangan pertama kali kalian bertemu karena kakak tertarik pada Yuniar, lalu menggodanya?"tuduh Aurora menatap tajam pada kakaknya.


"Mana ada yang seperti itu? Kamu jangan menjatuhkan harga diri kakak kamu sendiri, dong, Ra!"keluh Aiden.


"Aku tidak menjatuhkan harga diri kakak. Karena harga diri kakak memang sudah jatuh semenjak kakak menjadi Casanova,"sahut Aurora yang terasa menohok di hati Aiden.


"Haissh.. kenapa kamu mengungkit tentang masa lalu gelap kakakmu sendiri?"keluh Aiden menghela napas panjang. Sedangkan Rayyan malah mengulum senyum.


"Masa lalu kakak sudah tertulis di biografi kakak. Tidak bisa direvisi lagi, karena masa lalu kakak bukan draft yang bisa di edit,"sahut Aurora kembali menohok, kemudian menatap Yuniar,"Kamu tidak tergoda dengan kakak ku yang mata keranjang ini, kan, Yun?"tanya Aurora dengan ekspresi serius.


"Emm.. Saya masih kuliah,"sahut Yuniar yang sebenarnya bingung harus menjawab apa.


Yuniar memang tidak tergoda pada Aiden. Walaupun selama ini Aiden selalu mengejar-ngejar dirinya.Tapi, jika Yuniar berkata jujur seperti itu, Yuniar takut Aiden akan merasa tersinggung. Karena itu, Yuniar enggan untuk menjawab 'ya' ataupun 'tidak.'


"Benar itu. Kakakmu sudah bekerja keras untuk membuat kalian hidup dengan baik dan layak. Kakak mu berusaha menyekolahkan kalian setinggi mungkin dan sangat berharap agar kalian bisa mendapatkan pendidikan dan kehidupan yang lebih baik dari yang pernah dia jalani dulu. Jadi, kamu jangan sampai menyia-nyiakan kerja keras kakak mu, apalagi mengecewakan kakak kamu, Yun!"ujar Aurora yang tahu benar bagaimana Sumi bekerja keras untuk keluarganya.


"Iya. Saya akan berusaha sebaik mungkin agar tidak mengecewakan kakak dan ibu. Saya ingin membuat mereka bangga,"sahut Yuniar tulus dari hati.


"Bagus. Terus? Bagaimana ceritanya hingga kamu bisa menjadi perawat kakakku? Memangnya kamu kuliah jurusan apa, Yun? Kok, kamu bisa jadi perawat kakakku?"tanya Aurora menyelidik.


"Saya.. Saya .."


"Sudah aku bilang, dia ingin mandiri dan ingin bekerja paruh waktu. Jadi, aku menawari dia untuk menjadi perawatku,"ucap Aiden memotong kata-kata Yuniar yang nampak bingung harus menjawab apa.


"Sayang, kenapa kamu kepo sekali? Kamu seperti sedang mengintrogasi,"ujar Rayyan yang bisa melihat bahwa Aiden nampak enggan bercerita. Dari gestur tubuh Aiden, Rayyan bisa melihat jika Aiden merasa tidak nyaman dengan pertanyaan istrinya yang lebih mirip mengintrogasi dari pada menanyai.

__ADS_1


Aurora menghela napas panjang mendengar Rayyan yang seolah menghalangi dirinya bertanya lebih banyak tentang Aiden dan Yuniar. Walaupun merasa penasaran tingkat dewa tentang Yuniar dan kakaknya, tapi melihat reaksi kakaknya, Yuniar dan juga suaminya, Aurora pun mengurungkan niatnya untuk bertanya lebih banyak lagi.


"Ra, sepertinya Zayn sudah ngantuk,"ujar Aiden menatap Zayn yang di pangkuannya nampak gelisah.


"Ah, iya. Sepertinya memang sudah mengantuk,"sahut Aurora mengambil alih putranya dari kakaknya.


"Kami ke kamar duluan, kak,"pamit Rayyan mengekor di belakang istrinya.


Setelah melihat reaksi Aiden saat mendapatkan banyak pertanyaan dari istrinya, tidak ada lagi yang ingin ditanyakan Rayyan pada Aiden. Walaupun sejujurnya Rayyan merasa ada yang disembunyikan oleh kakak iparnya itu.


Yuniar dan Aiden pun merasa lega setelah Aurora pergi. Entah bagaimana jika Rayyan tidak menegur Aurora agar tidak terus bertanya. Sepasang suami-isteri itu pasti akan bingung dan terpaksa berbohong untuk menjawab pertanyaan-pertanyaan dari Aurora.


"Apa Tuan ingin ke kamar?"tanya Yuniar lembut setelah Rayyan dan Aurora pergi.


"Hemm.."sahut Aiden.


Mendengar jawaban Aiden, Yuniar pun bergegas menghampiri Aiden dan mendorong kursi roda Aiden menuju kamar Aiden.


"Aku tidak ingin siapapun tahu bahwa Yuniar adalah istri ku. Karena aku tidak yakin, hubungan yang berdasarkan keterpaksaan ini akan bertahan selamanya. Apalagi Yuniar masih termasuk keluarga Rayyan. Aku bisa di demo Aurora dan seluruh keluarga Rayyan jika mereka tahu bahwa aku menikahi Yuniar diam-diam. Secara siri pula,"


"Hutff.. Jika terus-menerus di cecar pertanyaan oleh nyonya Aurora, aku tidak yakin bisa terus menghindar. Aku tidak pandai berbohong. Aku takut, jika hal yang seharusnya aku rahasiakan nantinya malah terbongkar. Tuan Aiden akan semakin membenci aku dan pasti akan mengusir aku, jika rahasia tentang pernikahan kami ini terbongkar,"gumam Yuniar dalam hati.


Yuniar merasa tertekan dengan pertanyaan-pertanyaan yang diajukan Aurora. Yuniar takut rahasia yang dijaganya akan terbongkar. Gadis itu merasa sangat lega setelah Aurora pergi, sama seperti Aiden yang juga merasa lega setelah Aurora pergi.


Yuniar membuka pintu kamar Aiden, kemudian menutupnya kembali. Gadis itu mendorong kursi roda Aiden ke arah ranjang.


"Antar aku ke kamar mandi dulu. Aku ingin menggosok gigiku,"ujar Aiden yang memang selalu menggosok gigi sebelum tidur.


"Baik,"sahut Yuniar mendorong kursi roda Aiden ke kamar mandi.


Yuniar mengambil sikat gigi Aiden dan memberinya pasta gigi, kemudian memberikan sikat gigi itu pada Aiden. Dengan telaten gadis itu melayani Aiden.


Sembari menggosok gigi, Aiden mencoba memikirkan cara agar Yuniar menyerah untuk merawat dan menjadi istrinya. Hingga pada akhirnya sebuah ide gila pun muncul di otak Casanova yang sekarang hanya bisa duduk di atas kursi roda itu.

__ADS_1


Setelah Aiden selesai menggosok gigi, Yuniar membawa Aiden menuju ranjang dan membantu Aiden naik ke atas ranjang. Tubuh Aiden yang lebih besar dari tubuh Yuniar, membuat Yuniar harus mengerahkan tenaga yang besar untuk membantu suaminya itu naik ke atas ranjang.


"Apa masih ada yang Tuan butuhkan?"tanya Yuniar lembut.


"Hum. Aku menginginkan sesuatu darimu. Tapi... aku tidak yakin jika kamu akan melakukannya untuk ku,"ujar Aiden terdengar datar.


Aiden merasa sangat yakin jika Yuniar tidak akan mau melakukan apa yang diinginkannya kali ini.


"Katakan saja! Jika saya mampu, saya akan melakukannya untuk Tuan,"ujar Yuniar tulus.


Yuniar sudah bertekad akan melakukan apapun untuk Aiden. Selain karena rasa balas budi, tanggung jawab, dan kasihan pada Aiden, juga karena saat ini Yuniar adalah istri sah Aiden di mata agama. Jadi, Yuniar akan melakukan apapun yang diinginkan oleh Aiden semampu dirinya.


"Kamu yakin, jika kamu ingin melakukannya untuk ku? Apa yang aku inginkan tidak sulit. Tapi, apa kamu mau melakukannya?"tanya Aiden yang duduk di atas ranjang itu menatap lekat netra Yuniar.


"Katakan saja apa keinginan Tuan. Saya tidak akan tahu bisa melakukannya atau tidak sebelum mengetahui apa yang Tuan inginkan dari saya,"ujar Yuniar semakin tidak sabar dan penasaran dengan apa yang sebenarnya diinginkan oleh suaminya itu.


"Baiklah. Aku ingin kamu menanggalkan pakaian kamu di hadapan ku. Apa kamu sanggup untuk melakukannya?"tanya Aiden masih menatap lekat netra gadis yang sudah menjadi istrinya itu.


...🌟🌟🌟...


...Kamu bisa berbohong untuk beberapa waktu, tapi kamu tidak bisa berbohong sepanjang waktu....


...Tidak ada orang yang memiliki memori yang cukup untuk menjadi pembohong yang sukses....


...Jika kamu mengatakan kebenaran, kamu tidak perlu mengingat apapun. Jika kamu mengatakan kebohongan, akan ada banyak hal yang harus kamu ingat....


...Untuk menutupi satu kebohongan, akan membutuhkan lebih banyak kebohongan yang akhirnya membuat seseorang benar-benar menjadi pembohong....


...Survei yang dilakukan pada orang-orang yang suka berbohong akan tetap menghasilkan kebohongan....


...🌸❀️🌸...


.

__ADS_1


To be continued


__ADS_2