Casanova Mati Gaya

Casanova Mati Gaya
68. Bersikap Profesional


__ADS_3

Melda merapikan berkas-berkas di atas mejanya setelah menyelesaikan pekerjaan yang di berikan oleh Roni.


"Yun, tolong kamu antarkan berkas-berkas ini ke ruangan Tuan Roni, ya!"pinta Melda seraya meletakkan setumpuk berkas di atas meja Yuniar,"Ruangannya ada di sebelah sana,"ucap Melda seraya menunjuk ke sebuah ruangan yang terlihat dari tempat mereka duduk.


"Baik, Bu,"sahut Yuniar bergegas mengambil berkas yang di berikan Melda.


Yuniar berjalan menuju ruangan yang di maksud oleh Melda. Gadis itu mengetuk pintu ruangan Roni, dan tak lama kemudian pintu itu terbuka, dan Roni pun terlihat berdiri di depan pintu dengan tangan yang memegang handle pintu.


Roni sedikit terkejut melihat Yuniar, namun Roni langsung memberi isyarat dengan tangannya agar Yuniar masuk. Yuniar tersenyum tipis, lalu masuk ke ruangan Roni. Setelah Yuniar masuk, Roni pun menutup pintunya.


"Nyo... Nyo..."


"Plak"


"Nyonya maaf karena nyonya harus mengerjakan semua ini!"ucap Roni setelah Yuniar menepuk pundak Roni. Yuniar sudah tahu bagaimana caranya membuat Roni lancar berbicara.


Roni sedikit menunduk pada Yuniar, merasa tidak enak hati pada Yuniar, karena Yuniar harus mengantarkan berkas-berkas itu padanya. Bagaimanapun, Yuniar adalah istri majikannya yang juga harus di hormatinya.


"Tidak usah sungkan seperti itu, Tuan Roni. Ini memang pekerjaan saya,"ujar Yuniar kembali tersenyum tipis seraya meletakkan berkas-berkas yang di bawanya.


Roni semakin kagum saja dengan sikap istri majikannya itu. Tidak sombong walaupun telah menjadi istri Aiden.


"Nyo..nyo.."


"Plak"


"Nyonya nanti Tuan ingin makan siang bersama nyonya di ruangannya,"ucap Roni tanpa titik dan koma setelah Yuniar menepuk pundaknya.


"Baik. Kalau begitu, saya permisi,"ucap Yuniar kemudian keluar dari ruangan Roni.


*


Jam makan siang sudah tiba. Melda nampak sudah membereskan mejanya bersiap-siap pergi ke kantin untuk mengisi perutnya yang sudah kerongkongan.


"Yun, ayo kita makan siang! Di kantin, makanannya enak-enak, loh,"ujar Melda nampak bersemangat.

__ADS_1


"Ibu duluan saja. Saya mau ke toilet dulu,"sahut Yuniar beralasan karena Roni sudah menyampaikan agar Yuniar makan siang di ruangan Aiden.


"Okey. Kalau begitu saya duluan,"sahut Melda kemudian bergegas pergi ke kantin.


Setelah semua karyawan pergi ke kantin, Yuniar pun bergegas masuk ke ruangan suaminya. Yuniar sudah seperti maling yang takut ketahuan saat akan masuk ke dalam ruangan suaminya. Menengok ke segala arah memastikan tidak ada yang melihatnya sebelum masuk ke ruangan suaminya.


Aiden tersenyum lebar saat melihat istrinya masuk ke dalam ruangannya.


"Baby, kemari lah! Aku sudah memesan makanan untuk kita berdua,"ucap Aiden yang terlihat senang.


"Terimakasih, By. Tapi, seharusnya hubby tidak perlu sampai seperti ini. Biar aku makan di kantin bersama karyawan yang lain saja,"sahut Yuniar seraya duduk di dekat kursi roda Aiden.


"Kenapa? Kamu tidak suka makan siang bersama ku di sini?"tanya Aiden seraya mengernyitkan keningnya, terlihat sedikit kecewa.


"Bukan begitu maksudku, By. Di sini aku adalah anak magang. Tidak baik jika aku sering masuk ke ruangan hubby tanpa ada keperluan yang berhubungan dengan pekerjaan. Dan para karyawan hubby akan semakin berpikir yang macam-macam tentang kita, jika sampai mereka melihat aku masuk ke ruangan hubby di jam istirahat seperti ini. Terutama tentang aku. Karena mereka tidak tahu kalau aku adalah istri hubby,"jelas Yuniar yang tidak ingin Aiden salah paham dan juga agar Aiden mengerti posisinya saat ini.


"Maksud kamu, kamu ingin aku mempublikasikan hubungan kita pada para karyawan ku?"tanya Aiden memastikan, apa keinginan Yuniar,"Aku belum bisa melakukan hal itu sebelum aku benar-benar yakin jika Yuniar mencintai aku. Aku tidak ingin menanggung malu, jika suatu hari Yuniar meninggalkan aku. Seorang Casanova di tinggalkan istrinya. Bagiku itu sangat memalukan. Selain itu, aku masih memastikan motif orang yang telah bekerja sama dengan dokter neurologi yang memberikan racun padaku itu. Jika aku mempublikasikan hubungan ku dengan Yuniar, aku tidak akan bisa membongkar kejahatan mereka,"gumam Aiden dalam hati.


"Bukan! Bukan seperti itu maksud ku, By. Hubby jangan salah paham! Jika hubby mengatakan pada mereka, bahwa aku adalah istri hubby, hubungan ku dengan para karyawan hubby yang lain akan terasa canggung. Mereka akan menjaga jarak dan juga sikap terhadap ku. Mereka akan sungkan untuk memintaku melakukan pekerjaan apapun. Hal itu akan merugikan aku. Aku tidak akan bisa magang dengan baik jika seperti itu. Aku hanya ingin, jika kita sedang berada di kantor, kita benar-benar fokus bekerja,"jelas Yuniar jujur adanya.


Aiden menghela napas panjang mendengar penjelasan Yuniar.


Aiden merasa tidak enak hati pada Yuniar karena telah salah paham dan tidak peka dengan keadaan dan posisi Yuniar saat ini.


"Hum,"sahut Yuniar tersenyum manis.


*


Tanpa terasa, hari sudah sore. Tinggal setengah jam lagi, jam kerja di kantor Aiden akan segera selesai. Aiden meminta Melda untuk menyuruh Yuniar ke ruangannya melalui panggilan interkom di meja Melda.


"Yun, Tuan Aiden menyuruh kamu ke ruangannya sekarang,"ujar Melda sesuai pesan Aiden.


"Baik, Bu,"sahut Yuniar seraya menutup berkas yang sedang di periksanya, lalu bergegas pergi ke ruangan Aiden.


Melda mengernyitkan keningnya menatap Yuniar yang berjalan menuju ruangan Aiden.

__ADS_1


"Tuan Aiden tidak tertarik pada Yuniar, 'kan? Secara, Tuan Aiden, 'kan, seorang Casanova. Dan Yuniar ini cantiknya bikin orang nggak bosan buat memandang dia. Mana kulit dan rambutnya terlihat terawat dan dadanya juga besar. Di tambah lagi cerdas dan ramah. Bukan, tidak mungkin, 'kan, Tuan Aiden tertarik pada Yuniar? Kalau saja anakku sudah besar, dan Yuniar belum menikah, pasti aku lamar si Yuniar ini buat anakku. Aku jadi penasaran, seperti apa suami Yuniar,"gumam Melda dalam hati.


Yuniar mengetuk pintu ruangan Aiden dan bergegas masuk setelah Aiden mempersilahkan masuk. Setelah itu, Yuniar pun menutup pintu itu. Aiden pun tersenyum manis melihat istrinya itu.


"Ada apa, By?"tanya Yuniar seraya berjalan menuju meja kerja Aiden.


"Kemari lah!"pinta Aiden mengulurkan tangannya pada Yuniar. Seperti biasa, Aiden membawa Yuniar ke atas pangkuannya.


"Ada apa, By? Bukankah tadi hubby bilang akan bersikap profesional? Kenapa sekarang memanggil aku ke sini?"tanya Yuniar mengernyitkan keningnya menatap suaminya.


"Aku ingin memberitahu sesuatu. Malam ini kamu makan sendiri di rumah, ya! Aku ada janji makan malam dengan klien. Nggak apa-apa, 'kan?"tanya Aiden Aiden, kemudian memeluk Yuniar dan menghirup aroma tubuh Yuniar dari ceruk leher Yuniar.


"Iya, nggak apa-apa. Tapi, jangan seperti ini, By. Aku belum mandi, By,"ujar Yuniar yang tidak percaya diri di cium Aiden karena sudah seharian bekerja dan tubuhnya tidak sewangi tadi pagi.


"Kamu masih tetap wangi, baby,"ucap Aiden mengecup leher Yuniar beberapa kali.


"By, sudah! Hubby tadi bilang akan bersikap profesional,"ujar Yuniar kembali mengingatkan.


"Okey.. Okey.. Biarkan aku memeluk dan mencium mu sebentar saja,"ujar Aiden mencium bibir Yuniar beberapa saat, kemudian memeluk Yuniar seraya menenggelamkan wajahnya di ceruk leher Yuniar.


Beberapa saat kemudian, akhirnya Aiden melepaskan pelukannya pada Yuniar dengan perasaan tidak rela. Dan Yuniar pun bergegas keluar dari ruangan Aiden.


"Yun, kenapa kamu lama berada di dalam ruangan Tuan Aiden? Kamu di suruh apa saja?"tanya Melda dengan jiwa kepo nya.


"Tuan menanyakan tentang beberapa berkas yang saya simpan tadi, Bu,"dusta Yuniar yang sudah mencari alasan se-tepat mungkin agar Melda tidak semakin kepo.


"Ohh.. Begitu? Tapi, Yun, saya perlu mengatakan sesuatu padamu. Tuan Aiden itu adalah seorang Casanova. Dia pintar sekali menjerat wanita. Kamu jangan sampai terpesona dengan wajah tampan dan kharisma nya. Apalagi kamu sudah memiliki suami. Ya, walaupun selama ini Tuan Aiden tidak pernah menganggu istri orang. Tapi, kamu, 'kan, cantik dan seksi, bisa saja, 'kan, Tuan Aiden tertarik padamu,"


"Rata-rata para pria itu imannya setipis kulit bawang. Nggak kuat iman kalau sudah melihat yang bening-bening. Para karyawan pria saja sudah banyak yang kepoin kamu. Mereka pada kecewa saat saya bilang kamu sudah menikah. Jangan sampai kamu terhipnotis oleh pesona Tuan Aiden, Yun,"ujar Bu Melda yang super kepo.


...🌸❤️🌸...


Notebook :


Interkom nirkabel adalah alat komunikasi tanpa kabel yang tidak menggunakan pulsa. Interkom ini biasanya digunakan sebagai alat komunikasi antar ruangan/bagian di lingkungan kantor, rumah atau toko. Interkom nirkabel mempergunakan jaringan listrik sebagai konektor atau penghubungnya.

__ADS_1


.


To be continued


__ADS_2