Casanova Mati Gaya

Casanova Mati Gaya
59. Jaga Hatimu!


__ADS_3

Malu, geli dan gemas bercampur aduk menjadi satu dalam hati Aiden saat mendengar kata-kata Yuniar yang terbata-bata dan melihat ekspresi wajah Yuniar yang canggung, malu dan entah apalagi yang di rasakan oleh gadis itu. Bahkan gadis itu tidak berani bergerak sedikitpun dari pangkuan suaminya. Namun perasaan gemas pada istrinya lah yang mendominasi di hati sang mantan Casanova yang telah menemukan pelabuhan hati itu.


"Cup"


"Cup"


"Cup"


"Hubby!"


Aden menciumi Yuniar bertubi-tubi dengan perasaan gemas. Hingga membuat gadis itu memekik karena kewalahan menghadapi serangan dari suaminya itu.


Hari ini Aiden terlalu berhasraat pada istrinya itu, karena mengingat dirinya akan pergi dan belum tentu berapa lama akan kembali. Hingga pria itu memeluk istrinya terlalu erat dan tanpa sengaja istrinya menduduki ular kobranya.


"Hubby!"pekik Yuniar lagi karena Aiden belum berhenti juga mencium dirinya.


"Kenapa kamu menggemaskan sekali, sih!"ucap Aiden setelah berhenti mencium Yuniar, lalu mencubit gemas kedua pipi Yuniar,"Ayo tidur!"ajak Aiden seraya merapikan rambut Yuniar.


"Apa hubby sudah mengantuk? Ini baru pukul delapan lewat tiga puluh menit, By,"tanya Yuniar setelah melihat jam digital di atas nakas.


"Aku ingin memeluk mu sampai pagi. Agar aku tidak terlalu rindu padamu, jika aku harus pulang agak lama,"sahut Aiden tersenyum lembut seraya membelai pipi Yuniar.


"Baiklah,"sahut Yuniar tersenyum tipis, kemudian turun dari pangkuan Aiden. Gadis itu melupakan tentang apa yang sebenarnya di dudukinya tadi.


Yuniar membantu Aiden naik ke atas ranjang, kemudian berjalan memutari ranjang.


"Baby, lepaskan braa kamu!"titah Aiden saat Yuniar hendak naik ke atas ranjang.


"Iya,"sahut Yuniar pelan seraya membalikkan tubuhnya, berjalan menuju kamar mandi,"Hubby masih saja ingat untuk menyuruh ku melepaskan braa saat akan tidur. Kenapa hubby reseh sekali jika aku tidur menggunakan braa. Jangan bilang hubby ingin modus padaku?"gumam Yuniar dalam hati.


Tak lama kemudian, Yuniar pun sudah keluar dari kamar mandi. Yuniar melihat Aiden yang sudah berbaring dengan bertelanjang dada.


"Ishh.. Hubby ini selalu memamerkan bentuk tubuhnya. Aku, 'kan, jadi ingin menyentuhnya,"gumam Yuniar dalam hati yang tidak pernah bosan untuk melihat tubuh seksi suaminya itu.


"Kemari lah!"ucap Aiden menepuk lengannya sebagai isyarat agar Yuniar berbaring di lengannya.


Tanpa membantah, Yuniar pun naik ke atas ranjang dan merebahkan tubuhnya di samping Aiden dengan posisi miring menghadap Aiden, meletakkan kepalanya di lengan berotot suaminya itu. Tangan gadis itu menyentuh dada bidang yang berotot suaminya itu dengan perasaan senang.


"Kamu ingin pulang ke rumah orang tua kamu lagi, jika aku pergi?"tanya Aiden seraya mengelus punggung tangan Yuniar yang ada di atas dadanya. Sedangkan tangan satunya mengelus kepala Yuniar dengan lembut.


"Kenapa? Hubby tidak suka?"tanya Yuniar mendongakkan kepalanya menatap Aiden.

__ADS_1


"Tidak. Aku hanya sekedar bertanya saja. Aku mengizinkan kamu tinggal di rumah orang tuamu jika aku tidak ada di rumah. Tapi, saat aku ada di rumah, kamu harus berada di rumah ini,"jawab Aiden yang juga menatap Yuniar.


"Hum. Aku akan ada di rumah, jika hubby ada di rumah,"sahut Yuniar tersenyum tipis.


"Kamu bisa memakai mobil mana saja yang ada di rumah ini,"


"Hubby bercanda? Aku tidak bisa mengemudikan mobil,"sahut Yuniar terkekeh kecil.


"Ada supir di rumah ini. Kamu bisa meminta mereka mengantar kamu kemanapun kamu mau, agar mereka tidak makan gaji buta. Jadi supir, tapi kerjaan mereka cuma main catur. Dan soal mengemudi, kamu bisa kursus mengemudi kalau kamu ingin bisa mengemudi mobil sendiri. Jika kamu tidak suka dengan mobil yang ada di garasi, kamu boleh pergi ke showroom mobil manapun dan memilih mobil yang kamu suka. Kalau kamu ingin membeli mobil dari luar negeri, aku pasti juga akan membelikannya untuk mu. Kamu boleh memilih mobil manapun yang kamu suka. Baik dari dalam maupun dari luar negeri,"tawar Aiden bersungguh-sungguh.


"Jika aku mau, aku akan memakai salah satu mobil yang ada di garasi saja. Tidak perlu membeli yang baru, By. Mungkin aku akan belajar kursus mengemudi saja,"sahut Yuniar.


"Baiklah, terserah kamu saja. Kamu bisa melakukan apapun yang kamu suka di rumah ini. Aku akan sangat merindukan mu,"ucap Aiden, kemudian mengecup bibir Yuniar sekilas dan mendekap tubuh Yuniar.


Yuniar menyembunyikan kepalanya di dada bidang Aiden, menghirup aroma tubuh suaminya seraya memejamkan matanya dan memeluk tubuh Aiden.


Hangat dan nyaman, itulah yang dirasakan Yuniar saat berada di dalam dekapan suaminya. Hingga tak lama kemudian gadis itu pun terlelap. Tak lama kemudian, Aiden pun juga terlelap.


Waktu berputar begitu cepat dan pagi pun datang menyapa. Sebelum Aiden terbangun, Yuniar sudah bangun lebih dulu.


"Aku harus segera membersihkan diri sebelum hubby bangun,"gumam Yuniar dalam hati, dengan perlahan melepaskan pelukan Aiden, agar suaminya itu tidak terbangun.


Yuniar bergegas kembali ke kamarnya karena semua barang-barangnya belum di pindahkan ke kamar Aiden. Yuniar kembali ke kamar Aiden saat pria yang masih memejamkan mata itu nampak meraba-raba tempat tidur di sampingnya. Sepertinya Aiden sedang mencari keberadaan Yuniar.


Mendengar suara istri dari arah belakangnya, Aiden pun membalikkan tubuhnya dan membuka matanya. Pria itu nampak masih menyesuaikan cahaya yang masuk ke retina matanya.


"Kamu sudah mandi, baby?"tanya Aiden dengan suara serak, tersenyum lembut menatap Yuniar seraya memegang tangan Yuniar.


"Hum,"sahut Yuniar tersenyum lembut seraya meraih tangan Aiden dan mulai memijitnya.


"Apa kamu tidak lelah memijit aku terus?"tanya Aiden yang sebenarnya merasa tubuhnya semakin terasa bugar karena sering di pijat Yuniar. Bahkan Aiden merasa proses kesembuhan kakinya lebih cepat karena pijatan Yuniar.


"Tidak. Entah kapan aku bisa memijit hubby lagi,"ujar Yuniar terlihat sedih.


"Apa kamu akan merindukan ku?"tanya Aiden menatap Yuniar lekat.


"Tentu saja. Aku pasti akan merindukan hubby,"sahut Yuniar sesuai kata hatinya.


Setelah memijat Aiden, Yuniar menyiapkan semua barang-barang yang akan di bawa oleh Aiden dalam sebuah koper. Setelah selesai, Yuniar pun membantu Aiden mandi, memakai pakaian dan juga menemani pria itu sarapan.


Yuniar mendorong kursi roda Aiden keluar dari rumah. Mobil yang biasa di pakai Aiden sudah berada di depan pintu rumah itu. Yuniar membantu Aiden masuk ke dalam mobil. Aiden menarik Yuniar ke atas pangkuannya dengan pintu mobil yang masih terbuka.

__ADS_1


"Aku pergi. Jangan nakal selama aku pergi. Okey? Jaga hatimu hanya untuk ku!"ucap Aiden kemudian mengecup bibir Yuniar sekilas.


"Hati-hati!"ucap Yuniar menggigit bibir bawahnya seraya memalingkan wajahnya yang memerah.


"Cup"


Aiden mengecup pipi Yuniar yang memerah,"Menggemaskan sekali,"ucap Aiden terkekeh kecil. Pria itu mengambil dompetnya, lalu membukanya. Kartu ATM dan kartu kredit berjajar rapi di dompet kulit pria itu.


Yuniar yang masih berada di atas pangkuan Aiden pun menelan salivanya kasar saat melihat isi dompet pria yang sudah menjadi suaminya itu.


"Buset dah! Ada berapa ATM dan berapa kartu kredit yang dimiliki hubby? Sampai saat ini, aku hanya memiliki satu kartu ATM tanpa kartu kredit satu pun. Aku bahkan baru memiliki kartu ATM semenjak pindah ke kota ini,"gumam Yuniar dalam hati tersenyum kecut.


"Ini, pakai untuk membeli apapun yang kamu mau!"Aiden menyodorkan black card miliknya pada Yuniar.


Yuniar membulatkan matanya menatap black card yang di sodorkan Aiden padanya.


"Ah, By. Aku masih punya uang kok. Uang yang hubby transfer kemarin saja masih banyak,"sahut Yuniar jujur adanya,"Seumur hidup aku baru melihat black card ini secara langsung. Bermimpi memilikinya pun, tidak,"gumam Yuniar dalam hati.


"Ambil saja. Siapa tahu kamu membutuhkannya? Jika kamu menolak pemberian suamimu, berarti kamu tidak menghargai suamimu,"ujar Aiden membuat Yuniar tidak bisa berkata-kata lagi.


Dengan ragu Yuniar mengambil kartu itu dari tangan Aiden,"Terimakasih,"ucap Yuniar tersenyum tipis.


Aiden tersenyum lembut, kemudian mencium bibir ranum Yuniar. Memagut bibir yang selalu membuatnya candu itu. Yuniar pun membalas pagutan bibir suaminya itu.


Sang supir yang sudah standby di dalam mobil yang melihat sepasang suami-isteri itu dari kaca dasbor mobil pun memalingkan wajahnya.


"Dasar pengantin baru,"gumam pria berusia empat puluh lima tahun itu dalam hati.


Sedangkan Roni yang duduk di samping kursi kemudi juga memalingkan wajahnya saat melihat majikannya asyik berciuman.


"Aishh.. Jiwa jomblo ku meronta. Apa berciuman itu sangat enak,"batin si gagap yang belum pernah pacaran.


Setelah mengumumkan tentang hubungannya dengan Yuniar, Aiden tidak menahan diri lagi untuk menyentuh Yuniar di depan semua orang. Aiden sama sekali tidak malu menunjukkan kemesraan mereka di depan semua orang yang ada di dalam rumah itu. Seolah ingin membuktikan bahwa Yuniar benar-benar miliknya.


Setelah Aiden melepaskan pagutannya, Yuniar turun dari pangkuan Aiden dan keluar dari dalam mobil, lalu menutup pintu mobil. Yuniar melambaikan tangannya saat mobil yang di tumpangi Aiden mulai melaju. Aiden pun melambaikan tangannya dari kaca mobil yang di buka.


"Kapan hubby akan kembali?"gumam Yuniar dalam hati, kemudian masuk ke dalam rumah dengan langkah gontai.


...🌸❤️🌸...


.

__ADS_1


To be continued


__ADS_2