Casanova Mati Gaya

Casanova Mati Gaya
26. Merasa Berhasil


__ADS_3

"Akkhh"


Yuniar memekik saat tiba-tiba Aiden menarik pinggangnya, hingga gadis itu terjatuh di atas pangkuan Aiden.


"Emph..."


Entah apa yang merasuki Aiden. Tiba-tiba pria itu menarik tengkuk Yuniar dan memeluk pinggang Yuniar yang terduduk dalam pangkuannya. Dengan cepat Aiden mencium bibir Yuniar dengan agresif.


Yuniar yang terkejut dan tidak pernah menduga bahwa Aiden akan melakukan hal ini pun terdiam kaku bagai patung batu. Otak Yuniar seolah masih loading, belum bisa menelaah, apalagi merespon apa yang saat ini sedang terjadi.


Aiden yang awalnya mencium Yuniar dengan agresif, perlahan mencium Yuniar dengan lembut. Yuniar yang awalnya terkejut pun akhirnya malah terhanyut dengan ciuman Aiden. Bagi Aiden yang seorang Casanova petualang cinta, pecinta seribu wanita, berciuman itu tidaklah sulit dan bukan hal yang awam baginya.


Pengalaman dan kemampuan Aiden dalam hal berciuman tidak perlu dipertanyakan, apalagi diragukan. Sebagai seorang Casanova, Aiden memiliki jam terbang yang tinggi dalam berciuman, hingga membuat lawan mainnya terbuai tidak berdaya. Dan hal itulah yang terjadi pada Yuniar saat ini. Yuniar terhanyut dalam ciuman Aiden yang begitu memabukkan.


Pertama kali. Ciuman kali ini adalah ciuman yang pertama dan sangat memabukkan bagi Yuniar. Walaupun dulu pernah berciuman dengan Aiden tanpa sengaja. Namun waktu itu bibir mereka hanya sekedar saling menempel saja. Berbeda jauh dengan apa yang saat ini terjadi.


Saat ini Aiden memagut bibir Yuniar dengan lembut dan penuh perasaan. Hingga pikiran Yuniar menjadi blank, alias kosong, tidak bisa berpikir apapun.


Namun sesaat kemudian Yuniar tersadar. Yuniar ingat bahwa dirinya harus menggoda Aiden, agar suaminya itu tetap membiarkan dirinya berada di sisinya.


Dengan gerakan kaku karena belum pernah berciuman, Yuniar berusaha membalas dan mengimbangi ciuman suaminya. Dan hal itu tentu saja membuat Aiden semakin menikmati ciuman itu.


Aiden merasakan sensasi yang berbeda saat berciuman dengan Yuniar. Karena balasan Yuniar yang terasa kaku itu malah membuat Aiden merasa tertantang untuk mengajari istri polosnya itu berciuman.


Yuniar menikmati pagutan Aiden di bibirnya yang terasa lembut dan begitu memabukkan. Bahkan Yuniar memberikan akses masuk bagi lidah suaminya itu untuk menerobos ke dalam mulutnya dan mengeksplor semua yang ada di dalam mulutnya.


Mata sepasang suami-isteri itu terpejam. Yuniar meremas kuat bathrobe yang dipakai suaminya, seolah kehilangan keseimbangan karena ulah suaminya itu. Sungguh, seumur hidupnya, baru kali ini Yuniar merasakan bagaimana rasanya berciuman. Dan Yuniar benar-benar menikmati pagutan lembut suaminya itu.

__ADS_1


Jantung Yuniar berdetak kencang tidak beraturan, merasakan pengalaman baru yang menimbulkan sensasi nikmat sekaligus membuat seluruh tubuhnya terasa meremang dan tidak bertulang.


Sedangkan Aiden, pria itu nampak semakin terhanyut dalam ciuman itu. Walaupun Yuniar membalasnya dengan kaku, tanpa bisa mengimbangi ciumannya. Namun Aiden merasa begitu nyaman saat memagut bibir istrinya itu.


Aiden merasakan sesuatu di bawah sana kembali bereaksi. Namun pria itu enggan mengakhiri ciumannya, kendati menyadari ular kobra nya sudah mulai terpancing untuk bangun karena kegiatannya saat ini. Namun Aiden benar-benar enggan menghentikan, apalagi mengakhiri ciuman itu.


Hingga akhirnya Yuniar memukul-mukul dada Aiden saat Yuniar mulai kesulitan untuk bernapas.


Aiden melepaskan pagutannya dan menatap Yuniar yang nampak menghirup udara dengan serakah. Aiden memegang sebelah pipi Yuniar, lalu mengusap bibir Yuniar yang basah karena ulahnya tadi dengan ibu jarinya. Pria itu mengunci tatapan mata istrinya yang juga sedang menatapnya. Aiden menatap lekat manik mata istrinya itu hingga membuat Yuniar terpaku dengan napas yang masih belum beraturan. Wajah gadis itu terlihat memerah.


"Aku adalah suamimu. Jadi, sebagai seorang istri, kamu harus taat dan patuh padaku dan menuruti semua perintah ku,"ujar Aiden dengan senyuman yang terkesan mengintimidasi.


"Iya. Selama anda mengizinkan saya tetap tinggal di sisi anda, saya akan melakukan apapun yang anda pinta,"ucap Yuniar tersenyum lembut.


"Cup"


"A.. Apa ini? Dia.. Dia mencium aku? Gadis polos itu sudah berani mencium ku?"gumam Aiden seraya memegang pipinya yang tadi dicium oleh Yuniar,"Oh, ya Tuhan.. terbuat dari apa hati gadis itu? Setelah semua yang aku lakukan padanya, dia masih bisa tersenyum. Bahkan dalam semalam dia tiba-tiba berubah drastis menjadi pemberani. Dia bertingkah malu-malu saja sudah membuatku merasa sangat gemas. Sekarang dia malah sudah berani menggodaku,"


"Jika terus seperti ini, aku benar-benar akan kesulitan untuk menahan diri saat aku bersama dengan dia. Bahkan tadi aku sudah khilaf, hingga dengan spontan aku mencium dia. Dan gadis itu malah berani membalas ciuman ku. Aku hampir saja.. Ular kobra ku.. Arghh! Sial! Sekarang ular cobra ku semakin mudah terbangun saat aku bersamanya. Gadis itu benar-benar membuat aku mati gaya,"gumam Aiden mengacak rambutnya frustasi saat melihat dan merasakan ular kobranya kembali berdiri.


Saat berciuman tadi, Aiden tidak memikirkan nasib ular kobranya. Karena terlalu menikmati ciumannya dengan Yuniar. Dan sekarang, Aiden harus menanggung akibatnya.


"Jika tadi dia tidak segera pergi dari ruangan ini, aku tidak bisa menjamin untuk tidak menerkamnya,"gumam Aiden mengusap wajahnya kasar.


Sedangkan Yuniar yang keluar dari kamar Aiden pun mengulum senyum. Entah mengapa mengingat Aiden mencium dirinya tadi membuat hati gadis itu berbunga-bunga.


"Tuan Aiden mencium bibir ku. Berarti Tuan Aiden tergoda padaku, 'kan? Argh! Aku malu sekali jika mengingat aku sudah mencium Tuan Aiden,"gumam Yuniar dalam hati dengan pipi yang memerah.

__ADS_1


Gadis polos yang semalaman belajar bagaimana cara menggoda pria dari internet itu merasa sangat senang karena merasa sudah berhasil menggoda suaminya. Walaupun sebenarnya gadis itu sangat malu. Namun Yuniar membunuh rasa malunya demi bisa menggoda suaminya.


Ya, keras kepalanya gadis itu memang merubah segalanya. Tekad nya yang kuat untuk tetap berada di sisi Aiden lah yang membuat gadis itu melakukan semua yang sebelumnya belum pernah dilakukannya dalam hidupnya.


Yuniar tidak tahu dan tidak sadar, bahwa suaminya telah di buat mati gaya oleh dirinya. Entah bagaimana senangnya hati gadis itu, jika mengetahui kenyataan itu.


Dalam hati gadis itu hanya ingin tetap berada di samping Aiden dan merawat pria yang sudah melindungi kesuciannya dan juga telah menyelamatkan hidupnya itu. Melakukan semua yang terbaik untuk pria yang sudah menjadi suaminya itu. Tidak ingin suaminya menyingkirkan dirinya dengan alasan apapun. Termasuk dengan alasan dadanya yang kurang besar.


Yuniar akan melakukan apapun yang bisa membuat suaminya senang dan tidak mengusir dirinya dari sisi suaminya.


Gadis itu tidak pernah tahu bagaimana tersiksanya suaminya karena dirinya yang polos itu. Bagaimana suaminya berperang dengan ego dan harga dirinya. Hingga membuat pria itu tidak bisa tidur karena kebutuhan biologisnya yang tidak terpenuhi.


Lebih memilih mempertahankan ego dan harga dirinya dari pada mengaku membutuhkan istrinya untuk memenuhi kebutuhan biologisnya. Merasa malu meminta hak nya pada istrinya karena telah menghina istrinya dan mengatakan tidak tertarik pada istrinya.


Walaupun pada kenyataannya, semakin hari Aiden semakin tertarik pada Yuniar. Namun tujuan Yuniar menikah dengan dirinya yang hanya karena rasa berhutang budi, rasa bersalah dan rasa kasihan membuat Aiden lagi dan lagi meninggikan egonya.


Dengan wajah cerah, Yuniar pergi ke dapur untuk menyiapkan sarapan suaminya sesuai keinginan suaminya. Yuniar menyapa Bik Sari dan membantu Bik Sari menyajikan masakan yang baru saja masak.


"Kamu? Kenapa kamu di dapur?"tanya Saminten dengan nada ketus.


Saminten benar-benar tidak suka pada Yuniar sejak pertama kali bertemu dengan Yuniar. Hal itu karena Yuniar menjadi perawat Aiden. Sedangkan Saminten sangat berharap dirinya lah yang menjadi perawat Aiden, agar Saminten bisa lebih dekat dengan Aiden. Apalagi, Saminten merasa Yuniar lebih cantik dari dirinya. Hal itu membuat Saminten semakin iri pada Yuniar. Dan rasa iri itu akhirnya melahirkan rasa benci.


...🌸❤️🌸...


.


To be continued

__ADS_1


__ADS_2